Shalat Berjamaah Berhadiah Mobil Innova, Kok Murah Banget Ya Hadiahnya?

Shalat Dengan Niat Mendapatkan Mobil Innova


shalat berhadiah mobilSuatu amalan baik dan diterima tentu saja jika didasari ikhlas dan mutaba’ah, mengikuti contoh Rasulullah. Jika ibadah tersebut didasari niat hanya cari dunia (meraih hadiah mobil innova), tentu amalannya jadi sia-sia.

Dengan Amalan Sholeh Hanya Mengharap Keuntungan Dunia, Sungguh Akan Sangat Merugi

Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (16)

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16)

Ibnu ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhu– menafsirkan surat Hud ayat 15-16. Beliau –radhiyallahu ‘anhu– mengatakan, “Sesungguhnya orang yang riya’, mereka hanya ingin memperoleh balasan kebaikan yang telah mereka lakukan, namun mereka minta segera dibalas di dunia.”

Ibnu ‘Abbas juga mengatakan, “Barangsiapa yang melakukan amalan puasa, shalat atau shalat malam namun hanya ingin mengharapkan dunia, maka balasan dari Allah: “Allah akan memberikan baginya dunia yang dia cari-cari. Namun amalannya akan sia-sia (lenyap) di akhirat nanti karena mereka hanya ingin mencari dunia. Di akhirat, mereka juga akan termasuk orang-orang yang merugi”.” Perkataan yang sama dengan Ibnu ‘Abbas ini juga dikatakan oleh Mujahid, Adh Dhohak dan selainnya.

Qotadah mengatakan, “Barangsiapa yang dunia adalah tujuannya, dunia yang selalu dia cari-cari dengan amalan sholehnya, maka Allah akan memberikan kebaikan kepadanya di dunia. Namun ketika di akhirat, dia tidak akan memperoleh kebaikan apa-apa sebagai balasan untuknya. Adapun seorang mukmin yang ikhlash dalam beribadah (yang hanya ingin mengharapkan wajah Allah), dia akan mendapatkan balasan di dunia juga dia akan mendapatkan balasan di akhirat.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, tafsir surat Hud ayat 15-16)

Dunia dan Mobil Innova Boleh Jadi Diperoleh, Namun di Akhirat?

Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نزدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy Syuraa: 20)

Ats Tsauri berkata, dari Mughiroh, dari Abul ‘Aliyah, dari Ubay bin Ka’ab -radhiyallahu ‘anhu-, beliau mengatakan,

بشر هذه الأمة بالسناء والرفعة والدين والتمكين في الأرض فمن عمل منهم عمل الآخرة للدنيا لم يكن له في الآخرة من نصيب

Umat ini diberi kabar gembira dengan kemuliaan, kedudukan, agama dan kekuatan di muka bumi. Barangsiapa dari umat ini yang melakukan amalan akhirat untuk meraih dunia, maka di akhirat dia tidak mendapatkan satu bagian pun.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya, Al Hakim dan Al Baiaqi. Al Hakim mengatakan sanadnya shahih. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib)

Berbagai Macam Niat dalam Beramal

1. Jika niatnya adalah murni untuk mendapatkan dunia ketika dia beramal dan sama sekali tidak punya keinginan mengharap wajah Allah dan kehidupan akhirat, maka orang semacam ini di akhirat tidak akan mendapatkan satu bagian nikmat pun. Perlu diketahui pula bahwa amalan semacam ini tidaklah muncul dari seorang mukmin. Orang mukmin walaupun lemah imannya, dia pasti selalu mengharapkan wajah Allah dan negeri akhirat.

2. Jika niat seseorang adalah untuk mengharap wajah Allah dan untuk mendapatkan dunia sekaligus, entah niatnya untuk kedua-duanya sama atau mendekati, maka semacam ini akan mengurangi tauhid dan keikhlasannya. Amalannya dinilai memiliki kekurangan karena keikhlasannya tidak sempurna.

3. Adapun jika seseorang telah beramal dengan ikhlash, hanya ingin mengharap wajah Allah semata, akan tetapi di balik itu dia mendapatkan upah atau hasil yang dia ambil untuk membantunya dalam beramal (semacam mujahid yang berjihad lalu mendapatkan harta rampasan perang, para pengajar dan pekerja yang menyokong agama yang mendapatkan upah dari negara setiap bulannya), maka tidak mengapa mengambil upah tersebut. Hal ini juga tidak mengurangi keimanan dan ketauhidannya, karena semula dia tidak beramal untuk mendapatkan dunia. Sejak awal dia sudah berniat untuk beramal sholeh dan menyokong agama ini, sedangkan upah yang dia dapatkan adalah di balik itu semua yang nantinya akan menolong dia dalam beramal dan beragama. (Lihat Al Qoulus Sadiid karya Syaikh As Sa’di, 132-133)

Jadi, perbaikilah niat dalam beramal. Beramal hanya ingin cari dunia, sungguh sia-sia. Amalan shalat adalah amalan yang mulia, namun jadi rendah hanya karena niatannya yang ingin cari dunia.

Hanya Allah yang memberi taufik.

Pesantren Darush Sholihin, 13 Rabi’uts Tsani 1435 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

sumber : http://muslim.or.id/aqidah/shalat-dengan-niat-mendapatkan-mobil-innova.html

You May Also Like

2 Comments

  1. sebagian manusia itu ada yang pada mulanya beribadah dengan berharap dunia (hadiah), apa lagi bagi yang belum kokoh aqidahnya. seperti halnya lomba baca dan tulis Al QUr’an misalnya.

    lebih-lebih di kalangan anak dan remaja, sebagai motifasi kadang hadiah diperlukan juga. nanti lama-lama dengan belajar aqidah yang benar insyaAllah mereka akan timbul keikhlasan itu.

    mungkin bagi akhi admin yang telah kokoh ilmunya, sudah mengerti tentang hakikat ibadah kita, tapi bagi mereka yang awam, perlu sedikit demi sedikit untuk dimengertikan tentang niat ikhlas dalam beribadah.

    Terimakasih Abu Izza,
    Rasulullah adalah sebaik-baik pemberi motivasi, demikian pula para sahabat, para ulama ahlusunnah, namun demikian mereka tidaklah memotivasi dengan cara-cara yang seperti kita saksikan,

    Jadi, perbaikilah niat dalam beramal. Beramal hanya ingin cari dunia, sungguh sia-sia. Amalan shalat adalah amalan yang mulia, namun jadi rendah hanya karena niatannya yang ingin cari dunia.

    Cara yang seperti atas justru menggiring kaum muslimin kepada dosa, bukan kepada keikhlasan, mereka memotivasi dengan mobil yang tidak seberapa harganya, tapi kenapa mereka tidak memotivasi dengan ancaman rasulullah kepada laki-laki yang tidak mau shalat berjamaah? padahal ancamannya begitu berat, juga ganjaran bagi laki-laki yang shalat berjamaah di masjid, ganjarannya begitu besar, melebihi harga 10 mobil INNOVA malah,. atau mobil JAGUAR sekalipun,. silahkan baca postingan terbaru, baca disini

  2. benar sekali akhi, dalam sebuah riwayat (maaf saya ndak tahu shohih apa tidak) Rosulullah sholallahu alaihi wa sallam kan juga pernah siapkan hadiah untuk yang paling khusu’ sholatnya, sehingga para sahabat rodhiallahu anhum saling berusaha untuk sholat khusu’ sehingga dapat meraih hadiah tersebut? bagaimana yang demikian itu?

    wah, saya tidak mengetahui hadits yg demikian, silahkan sebutkan hadits riwayat siapa, ada di kitab apa?
    saya nukilkan hadits-hadits MOTIVASI RASULULLAH TENTANG SHALAT,.

    Mengerjakan shalat shubuh dan isya’ secara berjama’ah setara mengerjakan shalat sunnah semalam penuh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    من صلى العشاء في جماعة فكأنما قام نصف الليل، ومن صلى الصبح في جماعة فكأنما صلى الليل كلهرواه مسلم
    “Barangsiapa yang mengerjakan shalat isya’ secara berjama’ah maka dirinya seperti mengerjakan shalat sunnah separuh malam dan barangsiapa yang shalat shubuh secara berjama’ah maka seperti mengerjakan shalat sunnah semalam penuh” (HR. Muslim)

    Barang siapa yang shalat shubuh maka dirinya dalam perlindungan atau penjagaan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    من صلى الصبح فهو في ذمة الله. رواه مسلم
    “Barangsiapa yang shalat shubuh maka dirinya dalam perlindungan Allah” (HR. Muslim)

    Jika seorang muslim bangun dari tidurnya kemudian berdzikir kepada Allah lalu berwudhu’ serta melaksanakan shalat diwaktu shubuh maka lepaslah seluruh tali ikatannya sehingga pada pagi harinya dia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan itu, maka pagi hari jiwanya menjadi jelek dan pemalas.

    Mengerjakan shalat shubuh dan ashar secara berjama’ah pada waktunya adalah diantara sebab masuk surga dan keselamatan dari api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    من صلى البردين دخل الجنة
    “Barangsiapa yang shalat didua waktu yang dingin niscaya masuk surga” (Muttafaqun ‘alaihi)

    Adapun yang dimaksud “dua waktu yang dingin” adalah shalat shubuh dan ashar.
    Para Malaikat berkumpul menghadiri shalat shubuh dan ashar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    يتعاقبون فيكم ملائكة بالليل وملائكة بالنهار ويجتمعون في صلاة الصبح وصلاة العصر ثم يعرج الذين باتوا فيكم فيسألهم الله – وهو أعلم بهم – كيف تركتم عبادي؟ فيقولون تركناهم وهو يصلون
    “Para Malaikat dimalam dan siang hari silih berganti mengawasi kalian, dan mereka berkumpul pada saat shalat Subuh dan shalat Ashar, kemudian para malaikat yang mengawasi kalian semalam suntuk naik (ke langit). Allah menanyakan kepada mereka, padahal Dia lebih mengetahui dari mereka, “Dalam keadaan apakah kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?” Mereka menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan mengerjakan shalat” (Muttafaqun ‘alaihi)

    Jika kita shalat bersama pak presiden saja gembiranya tidak terbayangkan, padahal presiden bukanlah makhluk yg rajin beribadah,.. apalagi kita shalat bersama malaikat? makhluk yang selalu mentaati Allah,.

Silahkan tinggalkan komentar di sini