Anak Hasil ZINA Bukanlah Anak Bapak Pezinanya, Walaupun Secara Test DNA Terbukti Sebagai Anaknya

Biaya Tes Dna Kehamilan Biaya Tes Dna Bayi Masih Dalam Kandungan Biaya Tes Dna Anak Tes Dna Secara Tradisional Berapa Harga Tes Dna

Hasil Tes DNA Tidak Diterima Dalam Hukum Islam (Nasab Syar’i)

test DNA tidak bisa dijadikan buktiSering kita mendengar tes DNA untuk memastikan siapkah orang tua (bapak) dari anak yang dikandung oleh seorang wanita. Tes ini diklaim cukup valid, sehingga sering dipakai dalam berbagai kasus bahkan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengadilan. Terlepas dari permasalahan validitas, kita melihat bagaimana kacamata syariat melihat hal ini.

Membedakan Nasab biologis dan nasab syar’i

Dua hal ini berbeda, sebagai contoh kasus anak yang  lahir dari hasil perzinahan. Maka anak tersebut tidak dinasabkan kepada bapaknya secara syariat. Anak tersebut memang adalah anak biologis dari bapaknya (lahir dari benih sperma bapaknya), akan tetapi bukan anak bapak tersebut secara syariat. Berikut penjelasan yang lebih rinci:

Abdullah bin Amr bin Ash, beliau mengatakan,

قَضَى النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ مَنْ كَانَ مِنْ أَمَةٍ لَمْ يَمْلِكْهَا ، أَوْ مِنْ حُرَّةٍ عَاهَرَ بِهَا فَإِنَّهُ لا يَلْحَقُ بِهِ وَلا يَرِثُ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keputusan bahwa anak dari hasil hubungan dengan budak yang tidak dia miliki, atau hasil zina dengan wanita merdeka, tidak dinasabkan ke bapak biologisnya dan tidak mewarisinya.”[1]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ

“Anak yang lahir adalah bagi pemilik kasur (dinasabkan kepada suami yang sah), dan seorang pezina tidak punya hak (pada anak hasil perzinaannya).”[2]

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,

فمعناه أنه إذا كان للرجل زوجة أو مملوكة صارت فراشا له فأتت بولد لمدة الإمكان منه لحقه الولد وصار ولدا يجري بينهما التوارث وغيره من أحكام الولادة سواء

“Jika seorang laki-laki memiliki istri atau seorang budak wanita, maka wanita tersebut menjadi firasy bagi suaminya (anak yang dikandung dinasabkan kepada suaminya atau pemilik budak). Selama sang wanita menjadi firasy lelaki maka setiap anak yang terlahir dari wanita tersebut adalah anaknya.[3]

Jadi, anak tersebut tetap dinasabkan (nasab syar’i) kepada pemilik kasur (suaminya yang sah) walaupun misalnya istrinya selingkuh dan anak tersebut lahir bukan dari benih suaminya, maka anak tersebut tetap anak suaminya secara syariat (walaupun nasab biologisnya bukan anak suaminya)

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

حتى لو أن امرأة أتت بولد وزوجها غائب عنها منذ عشرين سنة لحقه ولدها

“walaupun hingga seorang istri melahirkan anak suaminya yang sedang pergi (tidak ada) selama 20 tahun, makan anak tersebut dinasabkan (nasab syariat) kepada suaminya.”[4]

Dan laki-laki yang berzina tidak berhak atas anak zinanya tersebut, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

بمعنى أنه لو كانت المزني بها لا فراش لها، وادعى الزاني أن الولد ولده فهل يلحق به؟ الجمهور على أنه عام، وأنه لا حق للزاني في الولد الذي خلق من مائه

“Maknanya jika seorang berzina dengan bukan firasy-nya (bukan istri sah), kemudian ia mengklaim anak tersebut adalah anaknya, apakah anak tersebut dinisbatkan kepadanya? Pendapat jumhur ulama bahwa lafadz (hadits) umum, tidak ada hak bagi pezina pada anak tersebut yang (walaupun) diciptakan dari maninya.”[5]

Dengan demikian, seluruh hukum nasab antara anak zina dengan bapaknya tidak berlaku, yaitu:

1. Bapak dan anak zinanya tidak saling mewarisi.

2. bapaknya tidak wajib memberi nafkah kepada anak zinanya.

3. Bapaknya bukan mahram bagi anak zinanya (jika dia wanita),

kecuali jika bapaknya menikah dengan ibu anak tersebut dan telah melakukan hubungan jimak suami-istri (keduanya bertaubat dari zina dan menikah sah)  maka anak zina tersebut statusnya adalah rabibah (anak perempuan istri dari suami sebelumnya, yang menjadi asuhannya dan anak perempuan yang dibawa oleh istrinya adalah mahram baginya)

Sebagimana dalam ayat,

وَرَبَائِبُكُمُ اللاَّتِي فِي حُجُورِكُم مِّن نِّسَآئِكُمُ اللاَّتِي دَخَلْتُم بِهِنَّ فَإِن لَّمْ تَكُونُواْ دَخَلْتُم بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ

“ (diharamkan bagimu) anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu/pengasuhanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya.” (An-Nisa’ :23)

4. Bapaknya tidak bisa menjadi wali, menikahkan anak zinanya itu dalam pernikahan.

Yang menikahkan adalah qhadi (hakim pemerintah, dalah hal ini adalah KUA), sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَالسُّلْطَانُ وَلِىُّ مَنْ لاَ وَلِىَّ لَهُ

“Penguasa adalah wali nikah bagi perempuan yang tidak memiliki wali nikah”[6]

Jangan sampai bapaknya menikahkan anak zinanya (perempuan), maka status pernikahan tidak sah, maka anak yang lahir dari pernikahan tersebut juga statusnya anak zina secara syariat.

Hasil tes DNA untuk menetapkan nasab biologis tidak untuk nasab syar’i

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah ditanya mengenai anak hasil zina kemudian bapaknya ditentukan dengan pemeriksaan DNA, beliau menjawab:

والحاصل أن الولد لأبيه وإن أظهرت التحاليل أنه ليس منه.

“kesimpulannya, anak tersebut dinasabkan (nasab syar’i) kepada bapaknya (pemilik kasur), walaupun hasil tes pemeriksaan (DNA) menunjukkan bahwa anak tersebut bukan anaknya.”[7]

Kesimpulannya:

-Jika sepasang pemuda-pemudi berzina

Kemudian lahir anak zina, maka anak tersebut dinasabkan (secara syar’i) kepada Ibunya tidak kepada bapaknya. Dan tidak berlaku hukum-hukum yang berkaitan dengan hukum bapak-anak sebagaimana telah dijelaskan.

-Jika suami tidak mengakui anak yang dikandung istrinya

Misalnya suami menuduh istrinya berzina. Maka hukum asalnya anak dalam kandungan istrinya itu adalah anaknya secara syariat, meskipun suaminya tidak mengakui anak tersebut anaknya, akan tetapi secara syariat anak dalam kandungan istrinya adalah anaknya secara syar’i (nasab syar’i), meskipun ia bukan bapak biologis dari anak tersebut. Meskipun dengan pemeriksaan tes DNA anak tersebut bukan anaknya.

Jika ia (suami) ingin tidak mengakui anak tersebut secara syar’i dan biologis, maka ia menuduh istrinya berzina dan wajib mendatangkan bukti, jika tidak ada bukti maka sang suami akan dijatuhi hukuman hadd cambuk. Jika ingin tidak dicambuk, maka ia akan melakukan li’an (saling melaknat).

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُن لَّهُمْ شُهَدَاءُ إِلَّا أَنفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ ۙ إِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ وَالْخَامِسَةُ أَنَّ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَيْهِ إِن كَانَ مِنَ الْكَاذِبِينَ وَيَدْرَأُ عَنْهَا الْعَذَابَ أَن تَشْهَدَ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ ۙ إِنَّهُ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ وَالْخَامِسَةَ أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَا إِن كَانَ مِنَ الصَّادِقِينَ

“Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu adalah empat kali bersumpah dengan Nama Allah, sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang benar. Dan (sumpah) yang kelima, bahwa laknat Allah atasnya, jika ia termasuk orang-orang yang berdusta. Isterinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas Nama Allah sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta, dan (sumpah) yang kelima bahwa laknat Allah atas-nya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.” [An-Nuur: 6-9]

Alhamdulillah, Semoga bermanfaat.

wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam

@pogung Lor-Jogja, 18 Rabi’ul Awwal 1434 H

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

sumber : http://muslimafiyah.com/hasil-tes-dna-tidak-diterima-dalam-hukum-islam-nasab-syari.html

Print Friendly, PDF & Email

Xxx Ayah Vs Anak Kandung Biaya Tes Dna Anak Di Surabaya Syarat Tes Dna Biaya Test Dna Di Surabaya Biaya Tes Dna Di Palembang

25 Comments

  1. Agar tidak menjadi kerancuan akan hukum asalnya… maka syariat islam harus di tegakkan dan di berlakukan, banyak dalil yang sudah anda paparkan namun hanya sebatas tulisan doank bahwa hal ini haram, hal itu tidak boleh, pelakunya di ancam hukuman seperti ini, namun buktinya hanya sebatas tulisan, jangan2 anda sekalian pun tidak mengetahui hukum yang sebenarnya karna hanya mendengar, mengutip, dsb.sehinigga tidak berani menegakkan syariat islam secara utuh.

    Pengakuan tanpa pembuktian.

    Menegakkan syariat islam tdk mesti nunggu negara menerapkannya,.

    kita mulai dari diri-diri kita, keluarga kita,..

    kita pelajari ajaran islam yang mulia ini,.

    banyak kaum muslimin yg tidak paham tentang ajaran islam ini,.

  2. Assalamu’alaikum wr wb… bagaimana hukumnya, boleh atau tidak ,jika kita ditunjuk sebagai saksi untuk akad pernikahan seseorang,sedang kita sdh mengetahui calon pengantin tersebut sudah hamil duluan sebelum menikah…mohon penjelasan…terimakasih.
    wassalamu’alaikum wr wb.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Jika kita sudah mengetahui si wanitanya sedang hamil, maka jangan mau kita ikut menjadi saksinya, karena menikahkan wanita yang sedang hamil, nikahnya tidak sah, harus menunggu si wanita melahirkan anaknya dahulu, jadi jangan mau kita menjadi saksi hal tersebut, silahkan baca ulasannya disini tentang status pernikahan wanita yang sedang hamil karena zina

  3. Bagaimana kalau sudah ada pasangan zina yang sudah menikah dan mereka tidak tahu bahwa sesungguhnya pernikahan mereka tidak sah dan mereka berniat untuk membuat pernikahan mereka menjadi sah di mata Allah SWT,

    apakah mereka harus bercerai terlebih dahulu kemudian menikah lagi ataukah mereka cukup menikah ulang tanpa perlu ada perceraian dikarenakan pernikahan mereka yang sekarang belum sah (belum menjadi suami istri sungguhan/sah)?
    Tolong penjelasannya ya!

    Terimakasih,
    Jika ada pasangan zina lalu mengetahui jika nikahnya itu tidak sah,. maka tidak ada cerai, sebab nikahnya saja tidak sah, maka tidak ada cerai, tapi status mereka adalah sebagai pasangan zina,.

    maka yang dilakukan oleh keduanya adalah bertaubat dari zina, dengan sebenar-benar taubat, cara taubat dari zina sudah diposting disini

    Adapun jika sudah taubat mau menikah secara sah, silahkan saja, namun jika ada dari keduanya yang tidak bertaubat, maka tidak boleh menikahinya,

    Jika sudah bertaubat lalu si wanita dalam kondisi hamil, maka harus nunggu kosongnya rahim , seperti ada dipostingan ini

  4. Sepasang muda-mudi berzina kemudian melahirkan anak tp mereka tidak menikah. Lelakinya pergi begitu saja.

    Kemudian wanitanya menikah dgn org lain. Si anak td diasuh oleh neneknya.

    Jika anak hasil zina itu menikah siapa yg jadi wali nikahnya? Mohon pencerahannya.. Terima kasih.

    anakhnya dinasabkan kepada ibunya, dan jika anak tersebut adalah perempuan, jika menikah nanti walinya adalah wali hakim atau petugas KUA yang ditugaskan resmi oleh pemerintah,

  5. dr pernikahan terdahulu suami saya memiliki 3 anak.
    suami saya bercerita bahwa anak ketiganya bukanlah anak biologisnya..
    karena saat itu dia tidak pernah campur dengan istrinya tapi tau2 istrinya hamil. sekarang mereka telah cerai bagaimana nasab anak ke3 itu? terimakasih

    Jika nikahnya adalah nikah yang sah, maka anak ke 3 itu adalah anak suami, walaupun si istri selingkuh dengn laki-laki lain,. tapi nasabnya tetap ke si suami,.

    • Assalamu’alaikum…
      Saya mau tanya. Ada seorang istri yg telah berzina (berselingkuh) dg laki-laki lain dan dr hasil perzinahan tsb menghasilkan seorang anak perempuan,akan tetapi si anak perempuan tsb tidak tau kalau dy anak dr hasil perselingkuhan. Suatu saat anak perempuan tsb menikah dan yg menjadi wali nikah bapak (suami sah) dr si ibu. Apakah sah pernikahan tsb?

      Wa’alaikumussalam warahmatullah
      Anak istri yang selingkuh, nasabnya ke suami si istri tersebut, bukan ke laki-laki yang menzinainya,..
      Jadi SAH pernikahannya,.

  6. Assalamu’alaikum,
    ada pasangan kekasih sudah sering berhubungan badan sebelum menikah. untuk mengakhiri perzinahan ini mereka akhirnya memutuskan untuk menikah.
    apakah hal ini bisa dikatakan sebagai wujud tobat?
    kalau tidak berarti rmh tangganya sekarang termasuk pasangan zina?
    mohon pencerahannya.
    jazakumullah.
    Wassalamu’alaikum

    wa’alaikumussalam warahmatullah,

    Anda wajib bertaubat dari zina yang telah dilakukan, anda berdua wajib bertubat, jika ada salah satu yang tidak mau taubat, maka tidak boleh menikah, sebab statusnya sama dengan menikahi pezina,
    seorang muslim tidak boleh menikah dengan pezina,

    Cara taubat dari zina bisa dibaca disini

    Menikah bukanlah sebagai penebus dosa zina, dan bukanlah bentuk pertanggungjawaban seorang laki-laki kepada wanita yang dizinainya,.
    Sebab laki-laki yang menzinai wanita itu tidaklah wajib menikahi wanita tersebut,.dan laki-laki yang sperti itu bukanlah laki-laki yang bertanggungjawab, tapi laki-laki bejad, demikian pula wanita yang mau dipacari, itu bukanlah wanita baik-baik, tapi wanita yang mau merendahkan dirinya , bahkan terkadang lebih murah dari pelacur, zina dengan pelacur itu bayar, tapi zina dengan pacar itu gratis,. maka,.sadarlah,. silahkan baca ulasan ini

    Kalau bicara apakah nikahnya sah? Jika terpenuhi syarat sahnya nikah, maka tetap sah,
    Tapi perlu diingat, menikah bukanlah penebus dosa zina, jadi terhadap dosa zina, anda berdua wajib bertaubat dari zina yang telah anda lakukan,

  7. Assamualaikum..
    Status saya saat ini adalah istri sah dr suami saya , bberapa tahun yg lalu ada seorang wanta yg mengaku bahwa dia sedang hamil anak dari suami saya , saya minta kejelasan dr suami ttapi suami brkata itu hnya org yg ingin mnggu hbngan kami & kata suami sy tdk boleh mmikirkannya..
    Ttapi bbrapa hri yg lalu suami saya tbtb merasa ingin sekali mngetahui prkembangan anak dr wanita tsb , dn suami saya mngira bahwa ank tsb anak hsil dr suami saya , saya ingin mminta bukti yg akurat jika memang ank tsb adlah ank dr suami saya , ttpi wanita itu mnolaknya dgn alasan tes dna itu tdk mudah dan mahal tentunya..
    Mohon bimbingannya apa yg harus saya lakukan agar hati sya lebih tenang dgn adanya mslah sprti ini.. wassalammuallaikum..

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    Jika ada wanita yang mengaku hamil oleh suami anda, sementara dia bukan istrinya, maka cuekin saja,.
    Tidak usah ibu mengorek2 kepada suami, atau kepada si ibu tersebut,.
    Jika benar, maka tidak ada kewajiban suami kepada si ibu tersebut, karena anak zina itu bukanlah anak sah, dan zina itu perbuatan haram, dan tidak ada kewajiban bagi si laki-laki yang zina agar bertanggungjawab jika wanita yang dizinainya itu hamil, justru org yang berzina itu wajib bertaubat,.

    Coba ibu introspeksi diri, bagaimana pelayanan ibu kepada suami, mohon petunjuk kepada Allah , berdoalah kepada Allah untuk kebaikan suami,
    Ga usah ngurusin test DNA segala, kalau dia memang bukan istri dari suami anda, maka misalkan dia hamil oleh suami anda, itu bukanlah anaknya, silahkan baca disini ulasannya

  8. Asslm
    mau tanya mengenai artikel diatas, apa hukum nya wajib untuk seorang suami yg sah menafkahi anak zina dari istrinya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Berbuat baik boleh kepada siapa saja,.
    Tapi jangan pernah sekalipun menganggap anak zina itu seperti anak sah hasil pernikahan, tidak boleh dinasabkan kepada bapak biologisnya, juga tidak ada hubungan perwalian dan warisan,

  9. Assalamualaikum wr. wb
    saya uda melakukan zina dengan seorang wanita. dan dy hamil.
    sya pun bertanggung jwab dengan menikahi wanita tersebut.
    tapi sy nikah secara siri krna wanita tersebut belum bercarai dengan suaminnya. apakah anak hsildri zina itu di nasabkan ke saya atau gimna hukumnya. tlg penjelasannya.
    wassalamu’alaikum.wr wb

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Anda wajib bertaubat dari zina yang anda lakukan,. demikian pula si wanita,.
    Menikahi istri orang, nikahnya TIDAK SAH, jadi wanita tersebut statusnya masih istri suaminya , bukan jadi istri anda,. dan status anak tersebut dinasabkan kepada suami si wanita tersebut, bukan kepada laki-laki yang menzinainya,.
    Anda wajib bertaubat,. zina adalah hutang, keluarga anda sendiri yang menjadi taruhannya,. silahkan baca ulasannya disini

  10. Saya berzina dengan pacar saya, stelah kandungn 2bulan saya menikah dengan suami bukan pacar saya.
    Jd yg berhak menafkahi anak saya dan dalam islam apkh tetap suami yg dianggp ankny meski bukn bpa biologisnya?

    Sy 2mggu yg lalu mlkukan tes dna di slah satu rmh sakit, dan hasilny bukan anak dr suami sy.
    Suami lgsg talak 2 saya dan menafkahi anak seenaknya.

    Sekarang suami stelah cerai dengan saya, dy berzina dengn yg bkn istriny, mabuk2an, . Dy anggap sy prnah tdur dengan laki2 lain brrty dia juga harus sprti itu.. mhon pnjlasanny.. saya kebingungaan..

    terimakasih mba tuti,.
    anda wajib tobat dari zina yang anda lakukan,.
    Pernikahan anda tidaklah sah, jadi sebaiknya anda tinggalkan laki-laki yang menikahi anda tersebut, karena anda menikah dalam kondisi hamil, dan anda menikah dengan laki-laki lain,. dan laki-laki yang menikah dgn anda itu bukan laki-laki yang baik-baik,
    Cara bertaubat dari zina, silahkan baca disini

    • Tapi saat anak lahir, sy menikah kembali…
      Jd yg harus menafkahi anak ini suami saya atau ayah biologisnya ?

      Anak hasil zina, maka tanggung jawab ibunya yang harus menafkahi, dan bapak biologisnya tidak bertanggungjawab , karena dia bukan bapaknya,.

  11. asalamualaikum wr.wb
    saya berzina dgan suami saya yng sekarang ,trus saya hamil dluan ,saya langsung menikah ,pernikahan saya sah apa tidak ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Ada dua pendapat dalam hal ini, jika yang menikahi adalah laki-laki yang menghamilinya, yaitu ada pendapat yang mengatakan nikahnya sah, dan wajib bertaubat dari zina yang dilakukan,.
    Ada yang berpendapat nikahnya tidak sah, wajib bertaubat dan diulang akad nikahnya
    Silahkan pilih sendiri pendapat yang mana,

    Makanya ambil pelajaran, jangan ini terulang pada anak-anak anda,. karena menikahi wanita yang dihamili itu tidak menghapus dosa zina yang dilakukan, dan itu bukan bentuk perntanggungjawaban, karena tidak ada kewajiban bagi laki-laki yang menghamili agar menikahi wanita yang dihamilinya, yang wajib adalah bertaubat dari zina yang dilakukannya, ulasannya sudah saya posting disini

  12. Assalamualaikum w.b.t.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Terima kasih atas penjelasan tuan mengenai hal ini. Ia sangat membantu. Tetapi ada seperkara dua yg masih buat sy bingung.

    1. Sekiranya seorang isteri itu menghamil kn anak zina(yakni anak perempuan) dan bukan dari benih suaminya. adakah suami nya sah menjadi wali nikah utk anak itu dari segi islam? bagaimana hukum nya?

    Anak zina itu dinasabkan kepada ibunya, jadi suaminya tidak bisa menjadi wali bagi dia, walinya adalah wali hakim,. dan jika si ibunya hamil duluan, lalu dinikahi oleh laki-laki lain ( bukan laki-laki yang menghamilinya) maka nikahnya tidak sah,.

    2. Adakah menjadi wajib utk si isteri mencerita kan hal sebenar mengenai status anak zina itu kepada suaminya/anak nya itu?
    Apakah hukum nya jika si isteri ingin merahsiakn nya atas kerana menutup aib dan telah bertaubat?

    Harus diberi tahu, agar si anak atau suami tahu kepada siapa nasabnya,. jika tdk diberitahu maka akan menimbulkan masalah kelak, baik tentang waris, atau perwalian, atau status pernikahan si anak,.

    TERIMA KASIH ATAS PENJELASAN TUAN

    sama-sama

  13. saya masi kurang jelas atas jawaban tentang wali nika untuk anak perempuan yg diduga hasil selingkunya istri saya.

    yang ingin saya tanyakan apaka saya itri yg sa dari istri saya bisa jadi wali nika buat anak tersebut @

    terima kasi atas jawabanya tapi bukan ka itu sam halnya membuka aib keluarga di muka umum mohon jawabannya
    @

    Tolong anda rinci ceritanya,.
    apakah anda menikah, setelah menikah istri selingkuh lalu hamil dan melahirkan anak perempuan, atau bagaimana kisahnya,. silahkan anda jelaskan,

  14. bukan ka kalu kita mewali hakimkan seorang anak hasil zina bukan ka itu membuka aib keluarga dan mencoreng anak itu sendiri

    sedangkan ada satu penjelasan kalau anak itu tidak berdosa
    kenapa dia harus menanggu aib tersebut adaka solusi yg lebi bijak wasalam.@

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    solusinya,.. jangan pernah berzina jika tidak ingin seperti itu,.
    Si anak tidak berdosa, tapi jika si anak wali nikahnya bukan wali hakim, maka nikahnya tidak sah, dan jika diteruskan, maka status si anak itu dihukumi berzina juga, karena tidak sah nikahnya,.

    Jika si anak tidak diberi tahu, maka nanti akan timbul masalah, saat pembagian waris,. anak zina tidak mendapatkan warisan dari bapak biologisnya,. jika ini tidak dijelaskan, bisa saja si anak menuntut,.

    Banyak keburukan-keburukan dari zina,. bahkan bukan saja anda yang menanggung,.

    Ingat,..zina itu adalah hutang,.
    Jika anda berzina, maka keluarga anda yang akan membayarnya,. bisa saudari anda dizinai, putri anda dizinai, atau keturunan dan kerabat anda yang dizinai,.. silahkan lihat postingannya disini

    Jika nekad tidak menggunakan wali hakim,maka akan terjadi MLM Zina, apa itu, silahkan baca disini

  15. Islam memang penuh kebenaran, sudah ada penelitian yang membuktikan jika seorang perempuan (sebut saja miss. Xxx) berzina dengan beberapa laki-laki (sebut saja mr. X, mr. Y dan mr. Z), jika kemudian dilakukan test DNA pada anak hasil zina miss. Xxx tersebut, maka akan didapati DNA dari mr. X, mr. Y dan mr. Z.

    Test DNA sekalipun tidak bisa dijadikan acuan untuk menentukan nasab.

    Maka itu tidak perlu membantah sesuatu ketentuan dari Allah dan juga Rasulullah, karena semakin mencoba mengingkarinya akan semakin bingung dan tersesat.

  16. Assalamualaikum
    Bagaimana hukumnya Bersetubuh dgn mantan istri (talak 1, sdh lebih dari masa iddah, istri blm menikah dgn orang lain dan stelah itu rujuk kembali),
    Terimakasih atas jawabannya

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Kalau sudah habis masa iddahnya, maka statusnya sama seperti wanita lain, jadi perbuatan tersebut adalah ZINA,.
    setelah habis masa iddah maka TIDAK ADA RUJUK, tapi akad nikah ulang, karena statusnya sudah bukan istri lagi, berbeda ketika masih masa iddah,.
    Wajib bertaubat keduanya dari zina yang dilakukan,.

    Cara taubat dari zina, silahkan lihat postingannya disini

  17. Bagaimana kalo istrinya di perkosa sampai tidak tahu sampai mengandung anak dan benih itu.sampai lahir kedunia.???

    Jika betul diperkosa,. nasab anak tetap ke suami sahnya,.

  18. Assalamualaikum.wr.wb
    Saya mau tanya mohon bimbingan nya , saya pernah berzina lalu saya hamil dan saya melahirkan anak itu tanpa sepengetahuan bapak nya , dan sekarang saya menikah dengan laki2 lain apakah suami saya ini bisa menjadi wali dari anak perempuan saya ? Trima kasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Sebelumnya anda wajib bertaubat dari zina yang anda lakukan, cara taubat dari zina bisa dilihat disini

    Anak hasil zina tidak boleh dinasabkan ke laki-laki , tapi nasabnya ke ibunya, dan bapak biologisnya tidak ada hubungan nasab,..
    Bapak biologisnya saja tidak boleh menjadi wali nikahnya, apalagi bapak tirinya, itu ga boleh juga, status anak zina bisa dilihat disini

  19. asalamulaikum wr.Wb

    saya mau bertanya, jika anak pezina menikah kemudian yang mewalikan bapak biolgisnya apa pernikahan anak tersebut sah ???

    Sedangkan orang tua pezina tersebut dulunya sudah menikah 2 kali, yang pertama menikah dalam keadaan hamil, kemudian setelah anaknya lahir, mereka menikah lagi secara siri.
    Mohon penjelasan atas pertanyaan saya..

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    nikahnya tidak sah,jika trjadi hubungan badan, maka dihitungnya sbg zina MLM zina

  20. assalamualaikum,,,
    kalo ank dari perkosaan ato dosakah gadis yg diperkosa,,
    mohon maaf cuma nambah ilmu

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Jika gadis tersebut betul diperkosa, maka dia tidak berdosa, dan nasab anak tetap ke ibunya, bukan ke laki-laki yang memperkosa,.
    Dan untuk membuktikan betulkah dia diperkosa, maka bisa diketahui ketika anak itu lahir, apakah mirip si ibunya atau laki-lakinya,
    Jika mirip ibunya, maka dia bukan diperkosa, tapi karena itu dilakukan suka sama suka, sehingga si ibu mengeluarkan mani duluan, sehingga si anak menjadi mirip ibunya,.

  21. Assallamuaallaykum..

    saya mau bertanya jika seorang wanita berselingkuh dari suami nya lalu hamil dan siwanita tidak tau anak yg dia lahirkan anak suaminya atau anak selingkuhanya..

    bagaimana hak perwalian nikah terhadap anaknya jika anaknya perempuan dan anak perempuan yg dilahirķan menjadi binti suami nya atau selingkuhanya? Jazzakallah khair

    wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    jika ada istri yg selingkuh dia wajib bertaubat dari perbuatan tersebut.

    Adapun nasab anaknya tetap ke suaminya, dan statusnya bukan anak zina, dan bkn dinasabkan ke selingkuhannya atau ke ibunya,

    • Maaf saya masih kurang faham.Apabila nanti anak perempuan itu menikah yang sah menjadi walinya siapa? Dan anak perempuan tersebut menjadi binti dari siapa? Jazzakillah khair

      Itu menjadi anak sah si suami dari istri tersebut, nasabnya ke suami si istri tersebut, dan dia bukan anak zina,

      binti nya ke suami si istri tsb, walinya adalah suami si istri tersebut,

  22. Assalamu’alaikum.
    Saya masih kurang paham dengan beberapa jawaban yang diberikan tentang wali nikah anak (perempuan) hasil zina.
    Jika istri diduga selingkuh kemudian hamil, suami sah istri tsb tidak mengakui anak dalam kandungannya saat itu sebagai anaknya, sampai si istri melahirkan anak tsb, sang suami tetap bersikukuh itu bukan anak kandungnya tapi anak hasil perselingkuhan istrinya. Namun si suami dalam akta kelahiran tetap diakui sebagai bapak dari anak tsb. Karena berbagai masalah 1 thn kemudian mereka bercerai. Pasca bercerai si suami tidak memberi nafkah kepada si anak itu. Sampai anak perempuan tsb dewasa, si suami dan istri itu menutupi kebenaran anak siapa sebenarnya dia.
    Bagaimana hukum anak perempuan ini? Ketika akan menikah, siapa yang jadi walinya? Apa yang sebaiknya dilakukan si anak perempuan itu ketika akhirnya tahu dia bukan anak kandung bapaknya (yang namanya tercantum dalam akta kelahiran)?
    Mohon jawaban dan penjelasnnya, maaf jika kepanjangan.
    Terima kasih

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,..
    Jika ada seorang ISTRI berzina, lalu hamil, maka nasab anak itu ke SUAMINYA, jadi nasabnya itu ke suami si istri tersebut,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*