Hukum Gambar / Foto Pada KTP,SIM,Ijazah,Surat Nikah,Uang,Pasport

Foto Ktp Wanita Berhijab Aturan Foto Sim Bolehkah Foto Ijazah Kelihatan Gigi Pas Foto Pakai Kacamata Contoh Foto Ktp Perempuan

GAMBAR ATAU FOTO UNTUK SESUATU YANG PENTING, KTP, PASPORT

ektp-1Oleh: Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta

Pertanyaan
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta ditanya : Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia sangat memerlukan gambar atau foto untuk diletakkan pada Kartu Tanda Pengenal (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), kartu jaminan sosial, ijazah, pasport dan untuk keperluan lainnya. Yang menjadi pertanyaan adalah : Apakah kita boleh untuk keperluan tersebut, jika tidak boleh, bagaimana dengan mereka yang berkecimpung dalam suatu bidang (memiliki jabatan tertentu), apakah mereka harus keluar atau terus berkecimpung didalamnya?

Jawaban

Mengambil gambar atau berfoto hukumnya haram sebagaimana yang ditegaskan dalam hadits-hadits shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melaknat siapa saja yang membuat gambar dan penjelasan beliau bahwa mereka adalah orang-orang yang paling berat mendapatkan siksa. Hal itu disebabkan bahwa gambar atau lukisan merupakan sarana kepada kemusyrikan, dan kerena perbuatan tersebut sama dengan menyerupakan makhluk Allah.

Tetapi jika hal itu terpaksa dilakukan untuk keperluan pembuatan Kartu Tanda Pengenal, Pasport, Ijazah, atau untuk keperluan yang sangat penting lainnya, maka ada pengecualian (rukhsah) dalam hal yang demikian sesuai dengan kadar kepentingannya, jika ia tidak menemukan cara lain untuk menghindarinya. Sedangkan bagi mereka yang berkecimpung dalam suatu bidang dan tidak menemukan cara selain dengan cara yang demikian, atau pekerjaannya dilakukan demi kemaslahatan umum yang hanya dapat dilakukan dengan cara itu, maka bagi mereka ada pengecualian (rukhshah) karena adanya kepentingan tersebut, sebagaimana firman Allah.

وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ

“Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang kalian dipaksa kepadanya” [Al-An’am : 119]

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiyah wal Ifta (1/494)]

FOTO ATAU GAMBAR WANITA

Pertanyaan
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta ditanya : Apakah foto wanita yang terdapat di Pasport atau Tanda Pengenal lainnya merupakan aurat bagi wanita? Apakah dibenarkan bagi seorang wanita yang menolak berfoto untuk mewakilkan hajinya kepada orang lain disebabkan ia tidak mendapatkan Pasport? Sampai dimanakah batas-batas pakaian yang harus dikenakan oleh seorang wanita yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits?

Jawaban
Tidak diperkenankan bagi seorang wanita untuk berfoto dengan menampakkan wajahnya, baik untuk keperluan Paspor maupun untuk keperluan lainnya, karena wajah merupakan aurat bagi seorang wanita, dan menampakkan wajahnya di dalam Pasport atau kartu identitas lainnya dapat menimbulkan fitnah bagi dirinya. Tetapi jika ia tidak dapat menunaikan ibadah haji disebabkan hal itu, maka ia mendapatkan pengecualian (rukhshah) dalam hal pengambilan gambar wajah guna menunaikan ibadah haji, dan ia tidak boleh mewakilkan ibadah hajinya kepada orang lain.

Setiap bagian tubuh wanita adalah aurat sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka wajib bagi mereka untuk menutup seluruh anggota tubuh dari yang bukan mahramnya, sebagaimana Allah berfirman.

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ

“..Dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami merea…” [An-Nur : 31]

Dan firman Allah,

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“… Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka …” [Al-Ahzab : 53]

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiyah wal Ifta (1/494)]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisiy, Penerjemah Amir Hamzah dkk, Penerbit Darul Haq]

sumber : http://almanhaj.or.id/content/143/slash/0/gambar-atau-foto-untuk-sesuatu-yang-penting-kartu-tanda-pengenal-pasport/

Foto Sim Rambut Bersemir? Foto Sim Pakai Kacamata Foto Sim Menggunakan Kerudung Hitam Foto Sim Menggunakan Kacamata Boleh Atau Tidak Foto Sim C Pake Kacamata

5 Comments

  1. loh kalo begini syariatnya lantas gimana wnita muslimah itu hrus tinggal?
    dlm era skrang yg sudah smakin bnyaknya tekhnologi dan psti smakin bnyak pula aturan,bgaimana cara wnita muslimah mengikuti pergerakan suaminya?
    bgaimana cara wnita muslimah mngikuti suami yg berpindah2 tmpat karna pkerjaan?jika wnita muslimah tdk pnya ktp karna tdk mau difoto?

    sepertinya anda hanya membaca judul postingan, tapi tidak membaca isinya,. jadi berkesimpulan seperti itu, silahkan baca dengan teliti lagi,.

    • sya sudah baca smua dari atas smpai bwah.dan sya tau ada pngecualian buat wnita muslimah boleh berfoto jika untk alasan naik haji.lantas bgaimana tntang berfoto untk hukum ktp,ijasah dll?
      artikel diatas mnurut sya kurang detil karna hnya penyebutan tntang wnita berfoto yg mau naik haji.dan artikel diatas tdk menyebutkan tntang keumuman hadist..

      ini saya copaskan dari artikel diatas,

      Tetapi jika hal itu terpaksa dilakukan untuk keperluan pembuatan Kartu Tanda Pengenal, Pasport, Ijazah, atau untuk keperluan yang sangat penting lainnya, maka ada pengecualian (rukhsah) dalam hal yang demikian sesuai dengan kadar kepentingannya, jika ia tidak menemukan cara lain untuk menghindarinya. Sedangkan bagi mereka yang berkecimpung dalam suatu bidang dan tidak menemukan cara selain dengan cara yang demikian, atau pekerjaannya dilakukan demi kemaslahatan umum yang hanya dapat dilakukan dengan cara itu, maka bagi mereka ada pengecualian (rukhshah) karena adanya kepentingan tersebut, sebagaimana firman Allah.

  2. assalamualaikum..pa sya mau tnya keseharian pekerja an saya dalam usaha cetak foto.menurut bpk bgaimana tentang pekerjaan tsb..wasllam..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Terimakasih mas ahid hidayat, maaf baru bisa jawab,
    berikut ini saya nukilkan pertanyaan yg serupa dgn anda

    pertanyaan :
    slm ini saya kerja di toko studio foto, slh satu bidangnya adl mengedit dan mencetak foto. Apakah pekerjaan saya ini termasuk haram?. Lantas langkah apa yg sebaiknya saya lakukan?

    Jawaban dari ust Aris:
    Jika anda tidak bisa menyeleksi konsumen sehingga anda juga mencetak foto wanita ‘telanjang’ maka pekerjaan dan gaji anda adalah haram.
    Cobalah berupaya mencari pekerjaan lain yang lebih baik.

    Selengkapnya silahkan anda baca disini

  3. Mas admin Di artikelmu yg lain bilang ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang mengambil gambar dengan kamera(berfoto) tapi di artikel yg ini malah diharamkan….

    ini bahasa jawanya MBULET min jangan bikin ana bingung dong

    Sebutkan MBULETnya, postingan di atas membahas hukum gambar makhluk hidup di KTP,ijazah,mata uang..
    Gambar yang sifatnya darurat,..

    Tolong dibedakan.. Ga seperti gambar2 makhluk hidup untuk dipajang, itu sih jelas ada larangannya

    Jadi ga usah bingung lagi….

  4. Intinya begini saja sudah:
    1. Bolehkah menyimpan gambar dan foto makhluk bernyawa dan tumbuh-tumbuhan??
    Kalau disimpan, bukan dipajang, ini

    boleh saja, walaupun lebih baik dihindari, karena tidak ada manfaatnya menyimpan gambar-gambar makhluk hidup

    2.Bolehkah memajang gambar dan foto makhluk bernyawa dan tumbuh-tumbuhan??

    Tidak boleh memajang gambar atau foto makhluk hidup, kalau memajang selain hal tersebut boleh2saja, contohnya memajang gambar pemandangan yg ydk ada gambar makhluk hidupnya

    3.Bolehkah mengambil gambar dengan kamera atau berfoto??

    Boleh, tapi memajangnya tidak boleh, kecuali foto selain makhluk hidup

    4.Bolehkah menggambar/melukis selain makhluk hidup/tumbuh-tumbuhan??

    Boleh menggambar selain makhluk hidup,
    Rasulullah sudah memberitahu bolehnya menggambar selain makhluk hidup, makhluk hidup disini adalah manusia dan hewan, tumbuh-tumbuhan tidak dikatagorikan sebagai makhluk hidup

    Ditunggu jawabannya gan, biar ane sama pengunjung yg lain mndptkan kejelasan dan tidak terkesan MBULET…Syukron

    Sebenarnya tidak MBULET, jika anda bertanya hal yang membuat anda tidak paham

    Buat menambah wawasan anda, silahkan baca postingan yang ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*