Istri Lebih Memilih Mentaati Orangtua Daripada Suami, Bagaimanakah Hukumnya?

Hukum Memisahkan Suami Istri Hukum Istri Tidak Nurut Suami Orang Tua Istri Selalu Ikut Campur Orang Tua Menyuruh Menceraikan Suami Suami Tidak Menghargai Orang Tua Istri

Apakah Istri Saya Durhaka?

 istri taat suamiPertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Saya menikah–kurang-lebih–satu tahun yang lalu. Sudah enam bulan ini, kami pisah, tidak ada komunikasi lagi, karena istri saya dibawa oleh orang tuanya pindah ke kota lain.

Sejak awal pernikahan kami, acap kali terjadi pertengkaran di antara kami, disebabkan karena kami bekerja beda kota. Istri saya, waktu itu, tinggal dengan orang tuanya. Awalnya, istri saya mau ikut saya jika di kota tempat saya mencari nafkah (dia bisa, red.) dapat pekerjaan, tetapi (ketika, red.) pekerjaan tersebut didapat (oleh, red.) istri saya, (dia, red.) tidak mau pindah ke tempat saya tinggal, dengan berbagai alasan, dan orang tua istri saya selalu menahan istri saya untuk tidak boleh saya bawa ke tempat saya tinggal, dengan berbagai alasan.

Pada suatu saat, terjadi pertengkaran hebat antara kami, dan istri saya meminta cerai kepada saya tetapi saya tidak kabulkan. Dan saya tidak habis pikir; ibu mertua saya menyarankan di antara kami berpisah saja.

Yang menjadi pertanyaan saya :

1. Apa yang harus saya lakukan? Di satu sisi, saya ingin mempertahankan keluarga saya. Di sisi lain, saya kecewa dengan istri saya.
2. Apakah saat ini sudah jatuh talak saya kepada istri saya, sedangkan istri pergi meninggalkan saya?
3. Termasuk istri yang durhakakah istri saya ini; dia lebih memilih ikut orang tuanya dibanding suaminya?
4. Berdosakah mertua saya ini yang memisahkan saya dan istri saya dan membawa pergi istri saya?
5. Langkah terbaik apakah yang harus saya lakukan ?

Terima kasih atas jawaban dan nasihatnya.

NN (**@***.com)

Jawaban:

Wa’alaikum salam wa rahmatullah.

Tentang hukumnya, pertanyaan serupa pernah dibahas di web Ustadz Aris Munandar.

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Mana yang harus didahulukan bagi seorang istri antara berbakti kepada suami dan mengurusi anak, dengan berbakti dan mengurus orang tua? Keduanya tidak bisa dikerjakan secara bersamaan karena tempat tinggal yang saling berjauhan. Memilih salah satunya berarti mengabaikan yang lain. Dua adik belum menikah dan masih tinggal dengan orang tua. Jazakumullah. Nuryati Wassalam. 08139xxxx

Jawaban:

Wassalamu’alaikum warahmatullah,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا »

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi no 1159, dinilai oleh al Albani sebagai hadits hasan shahih).

Ketika menjelaskan hadits di atas penulis Tuhfatul Ahwadzi mengatakan, “Demikian itu dikarenakan banyaknya hak suami yang wajib dipenuhi oleh istri dan tidak mampunya istri untuk berterima kasih kepada suaminya. Dalam hadits ini terdapat ungkapan yang sangat hiperbola menunjukkan wajibnya istri untuk menunaikan hak suaminya karena tidak diperbolehkan bersujud kepada selain Allah.”

Berdasarkan hadits di atas maka seorang istri berkewajiban untuk lebih mendahulukan hak suami dari pada orang tuanya jika tidak mungkin untuk menyelaraskan dua hal ini.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Seorang perempuan jika telah menikah maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya dan mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua” (Majmu’ Fatawa 32/261).

Di halaman yang lain beliau mengatakan,
“Seorang istri tidak boleh keluar dari rumah kecuali dengan izin suami meski diperintahkan oleh bapak atau ibunya apalagi selain keduanya. Hukum ini adalah suatu yang disepakati oleh para imam. Jika suami ingin berpindah tempat tinggal dari tempat semula dan dia adalah seorang suami yang memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami serta menunaikan hak-hak istrinya lalu orang tua istri melarang anaknya untuk pergi bersama suami padahal suami memerintahkannya untuk turut pindah maka kewajiban istri adalah mentaati suami, bukan mentaati orang tuanya karena orang tua dalam hal ini dalam kondisi zalim. Orang tua tidak boleh melarang anak perempuannya untuk mentaati suami dalam masalah-masalah semacam ini” (Majmu’ Fatawa, 32/263). ¹

Selanjutnya, kami sarankan, Anda bisa berikan artikel tersebut kepada istri Anda. Kemudian, lakukanlah negosiasi ulang dengan istri Anda, dengan menggunakan bahasa “cinta”. Sebaiknya, hindari bahasa “tuntutan hak dan kewajiban”.

Semoga diberkahi.

Sumber: 1. http://ustadzaris.com/mendahulukan-hak-suami-dari-orang-tua (Disertai penyuntingan bahasa oleh redaksi KonsultasiSyariah.com)

Dijawab oleh Ustadz Aris Munandar,M.A.  (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Print Friendly

Istri Meninggalkan Suami Membawa Anak Istri Pulang Ke Rumah Orang Tuanya Keluarga Istri Selalu Minta Uang Hukum Istri Pulang Ke Rumah Orang Tua Hukum Istri Ikut Suami

101 Comments

  1. asalamualaikum
    saya bing ikut istri apa nurut sama orang tua

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    maksudnya apa yah,. tolong diperjelas pertanyaanya,

    • Asalamualaikum…
      Saya mau bertanya…istri saya lebih ta’at sama ayahnya dripada saya.. Mksudnya..ketika saya menyuruh untuk melakukan sesuatu dia menolak mengrrjakanya tpi ktika ayahnya menyuruh..dia langsung mengerjaknya…jadi saya sbgai suami ya merasa sedih skaligus marah.. Tlng pencerahanya..wasallam..

      wa’alaikumussalam warahmatullah,.
      ajak pindah istri anda, silahkan ngontrak rumah sendiri,.

    • Saya bingung..ikut istri apa nurut ma ortu.Mgkn gini pak lbh jelasnya…kalo saya suami.dlm ajaran islam..harus lbh nurut atau brbakti kepada siapa??orang tua atau istri??

      Harus lebih berbakti kepada ortu anda, tentu tanpa melalaikan kewajiban andat thd istri dan anak anda,. silahkan baca disini ulasannya

    • Assalamualaikum.
      Sya seorang istri. Sy mau curhat dkit. Sya nikah dah 5 th. Sy dan suami tnggal drmh ibu sy.
      Kdg sy sk rbut sm suami dikarenakn pgen pndh mish dr rmh ibuku.
      Sbenarnya sy pengen ikut suami tp sy kasian sm ibuku krn ibuku terkena penykit stroke sush bcara dan sush jln.
      Drmh ad kk permpuanku yg br sj cerai dgn suaminya dan skrg merwt ibu yg sdg stroke.
      Apa aku hrs gmn. Suami ngjk pndh rmh. Tlg ksh saran ya.

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
      Seorang istri wajib berbakti pada suaminya, menuruti perkataan suaminya, taat pada hal-hal yang bukan maksiat,.
      Jika suami mengajak untuk pindah, maka istri wajib mentaati suami, apalagi di rumah sdh ada kakak perempuan anda yang merawat ibu anda,.
      Anda bisa saja sekali2 menengok ibu anda, tentu wajib seijin suami,

      Layani suami dengan baik, jika suami sudah terambil hatinya, maka suami pun akan dengan senang hati mengabulkan keinginan ibu, insya Allah

      • Assalamualaikum warahmatullah…..
        Saya punya problem, saya sudah menikah hampir 3 tahun, mempunyai anak umur 18 bulan.

        Sy dan suami mempunyai cita2 yg banyak utk keluarga kecil kami, dan sy mendapat tawaran krj di luar negeri serta suami sy menyetujuinya dan kami sdh punya rencana kedepan mau gimana.

        Masalahnya ortu dan mertua tdk setuju klo sy keluar negeri alasannya anak msh kecil, disyukuri sj apa yg ada, pdhl saya jg tdk pernah protes dg penghasilan suami saat ini, kami cuma ingin hidup yg lebih baik itu sj.

        Dan sy sdh berkali2 mempertimbangkan dg suami, bahkan sy sempat mundur dr tawaran tsb lalu kembali lg krn suami bilang tdk apa2, kalo saya tdk kasih ijin brrti km dosa, lah inikan sy kasih ijin. Uangnya jg buat km sendiri, bukan buat sy.

        Emangnya km gak pengen bantu ortumu biar ga dijerat hutang sana sini?? (Ortu sy memang sedang terjerat hutang krn ngotot memasukkan adek sy kuliah bidan yg biayanya selangit).

        Kalau sy dan suami ttp ngotot biar sy keluar negeri apa salah dan termasuk durhaka kpd ortu n mertua?

        Apakah itu termasuk suami yg menyuruh kpd maksiat?

        Suami sy disini jg kerja, gajinya alhamdulillah cukup buat biaya sehari2, tapi kami tahu masa depan disana jauh lebih keras dan kami ingin mengantisipasi itu dr skrg. Salahkah?? Atau hrs bagaimana??

        Mohon jawabannya, terimakasih. Wassalamualaikum.

        wa’alaikumussalam warahmatullah,

        jawabannya, sekarang mba sdh jadi istri, maka wajib berbakti pada suami melebihi bakti anda pada ortu.

        kewajiban mencari nafkah itu ada pada suami, dan anda sebaiknya dirumah saja mengurus anak,melayani suami sebaik2nya,

        ngga usah bekerja,apalagi ke luar negeri, walaupun diijinkan oleh suami demi membantu ortu yg trlilit utang,

        utang ortu itu tanggungjawab ortu, bkn tanggungjawab anda,

        masa depan itu di tangan Ammah, bkn di tangan anda atau suami, jalani yg ada, syukuri..

        pahala yg sangat besar menanti istri, dan itu bkn berada diluar negeri, justru ada di rumah suaminya,…

        ibu..pahala merawat anak dan melayani atau berbakti pada suami itu begitu besar, bahkan istri bisa masuk surga melalui pintu mana saja, dgn cara berbakti pd suami, jgn sampai pahala itu anda biarkan org lain yg mendapatkannya,…

        jadi ibu, ga usah ngajar, tapi full jadi ibu rumah tangga saja, ga usah takut dgn masa depan, besok atau lusa kita masih hidup atau tdk saja kita tdk tahu, apalagi masa yg masih jauuuh ke depan,

  2. Assalamu alaikum wr wb
    saya mau tanya, bila orang tua ku membenci sifat suami aku dan suami aku membenci ama orng tua ku, dan waktu itu aku curhat ama adik ku bila aku udah ndak kuat karena dia ndak punya aturan kegiatan kampung, dia ingin membahagiakan istri, tapi cara nya salah, dan dia jelek2 sifat ibu ku pada bulek nya, lalu aku pulang keruamah ingin nya cerai, tapi setelah ku pikir2 kenapa cerai, cerai itu dosa, trus yaudah ibu ku nyuruh suami ku datang kerumah, tapi suami ku ndak mau karena benci ama orang tua ku, dah dia merasa benar dan jaga harga diri nya sebagai kepala rumah tangga, trus aku ingin kembali tapi ama orang tua ndak boleh dan melarang aku untuk bertemu dengan suami ku,, trus aku harus gimana?..

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Cerai itu ada di tangan suami, bukan ditangan istri atau orangtua si istri,
    Selama ibu belum dicerai, maka ibu tidak boleh meninggalkan rumah suami, dan orangtua ibu tidak berhak untuk menyuruh ibu agar cerai dari suami ibu,

    Jadi, ibu harus kembali kepada suami, tentu dengan tetap berbuat baik kepada orangtua ibu,
    Kewajiban istri untuk berbakti kepada suami itu lebih besar daripada berbakti kepada orangtua ibu sendiri,

    Adapun tentang sikap suami , mudah2an dengan berbaktinya ibu kepada suami, berbuat baik kepada suami, nurut kepada suami, itu akan membuat suami sadar akan kesalahannya,.

  3. saya menikah baru 1th 9 bln, tp suami saya tdk bkrja sdgkan sy sblm nikah udh kerja.

    Terimakasih putri, sudah komentar disini,
    SEbelum menikah, hendaknya kita mengetahui bagaimana kejelasan dari calon suami, baik dari segi ekonomi, terlebih lagi adalah agamanya, dan bukan dengan cara pacaran, karena pacaran itu HARAM dalam Islam, sudah saya ulas disini

    saya tinggal jauh dgn suami sy krn sy bkrj n suami sy msh tinggal dg ortuny, sy msh kuliah wkt itu niat sy slsai kuliah baru sy mengurus pindah n tinggal dgn suami sy tp ortu sy tdk setuju,

    ibu sy gk mau jauh dr sy sdgkan bpk sy gk mau sy pndah krn suami sy blm bkrja

    Jika seorang sudah dinikah, maka wajib berbakti kepada suaminya, tinggal bersama suami, dan lebih mentaati suaminya daripada ortunya sendiri. DAn ortunya si wanita tidak boleh ikut campur dalam rumahtangga , tidak boleh menyuruh anaknya untuk cerai dari suaminya. Jadi kesalahan besar seorang istri yang lebih menuruti keinginan ortunya, sudah saya posting ulasannya disini

    Jika anda ikut suami, kan suami jadi mikir, tapi jika anda tetap bersama ortu, selain anda berarti tidak berbakti kepada suami, ini membuat suami tidak berpikir bagaimana mencari nafkah, dan ini juga bisa membahayakan kondisi suami, sehingga terjadi hal-hal yang negatif seperti suami berzina dengan wanita lain, atau selingkuh, ini bisa karena sikap anda yang seperti itu,

    n akhirny ortu sy memutuskan menyuruh sy bercerai dg suami sy tp sy tdk mau,

    n akhirny suami sy mrh n akhirny suami sy menyetujui keinginan ortu sy utk menceraikan sy tp sy ttp tdk mw

    Jika suami sudah menyetujui cerai, maka jatuh cerai, dan ortu anda, juga anda berdosa, dan cerai itu tidak harus menunggu istri setuju atau tidak, sebab cerai dan rujuk itu ada di tangan suami,
    Namun walaupun sudah cerai, selama masih masa iddah, maka si istri tidak boleh meninggalkan suami, tetap tinggal bersama suami, sebab bisa saja suami akan rujuk kembali, dan si istri tidak boleh menolak atau tidak setuju, karena pada hakekatnya jika baru talak satu, dan masih masa iddah, status sebagai istri masih melekat, sehingga suami boleh saja berhubungan intim dengan istri yang sudah ditalak satu yang masih berada di masa iddah, dan itu dianggap sebagai tanda rujuknya,

    n akhirny sy mengetahui bhw suami sy selingkuh dibelakang sy

    n tdk mengakui prbuatan zina ny it bhkan suami sy ttp akan menceraikan sy, apa itu sdh jatuh talak?

    apakah anda tahu dengan mata kepala sendiri, atau hanya dengar kabar saja,
    seandainya anda melihat sendiri, itu adalah dosa suami, bukan dosa anda, tapi jika suami melakukan hal tersebut karena sikap anda, maka anda berdosa, anda telah durhaka kepada suami,
    Tentang talak, itu sudah jatuh ketika suami menyetujui, tinggal anda hitung saja itu sudah berlalu berapa hari atau bulan, jika masih masa iddah, sebaiknya anda berkumpul bersama suami, barangkali saja suami mau rujuk,

  4. Assalamu alaikum wr wb,,,,
    saya mau nanya, orang tua saya selalu menyalahkan suami saya, bahkan dia pernah bilang kalau saya sudah salah pilih, dan saya selalu kena marah kalau orang tua saya merasa tidak senang dengan suami saya,,,,

    bahkan beberapa bulan lalu saat ibu saya marah terhadap saya, dan saya cerita sama suami sya, dan suami saya memutuskan untuk pergi dari rumah dan mengajak saya pindah rumah, namun saya pergi meninggalkan suami dan orang tua saya, lalu orang tua saya marah besar terhadap suami saya, bahkan ibu saya dan kakak laki-laki saya mengancam keluarga suami saya akan melaporkan ke polisi tentang kejadian ini. tolong beri pencerahan untuk saya,,,???

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.

    Terimakasih indah,.
    Memang sebaiknya jika wanita sudah menikah, maka dia ikut tinggal bersama suaminya, jika belum punya rumah, maka bisa ngontrak, jadi si wanita tidak tinggal bersama di rumah ortunya,.

    Dan istri wajib berbakti kepada suami, melebihi baktinya kepada ortu sendiri, berbeda halnya ketika belum menikah,
    Sebaiknya ibu menuruti perkataan suami, pergi, pindah dari situ dan ngontrak rumah, dan tidak usah mendengarkan perkataan siapapun yang ingin mengusik kebahagiaan rumah tangga ibu, apalagi apa yang disampaikan itu dusta,.
    Dan perbuatan anda meninggalkan suami adalah perbuatan yang salah, seharusnya anda memilih ikut suami, dan tetap berbuat baik kepada ortu anda,
    pahala besar bagi seorang istri yang berbakti kepada suaminya, bahkan itu bisa menjadi jalan bagi istri untuk masuk surga, silahkan lihat disini postingannya,

  5. assalamualaikum,
    saya bingung org tua sy seakan ingn menang sndri,seakan menganggap bhwa suami sy tak py hak atas sy

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    tidak usah bingung meita, kamu segera ikut suami kamu saja, karena suami yang lebih berhak atas dirimu,. dan kamu wajib berbakti kepada suamimu, melebihi bakti kamu kepada ortumu,

  6. saya punya mertua yang slalu ikut campur mslh keluarga saya,sampai-sampai istri saya lebih patuh pada ibunya ketimbang saya(suaminya).
    Bagaimana hukumnya klu saya menentang mertua saya?

    Terimakasih Abdullah,.
    Sebaiknya anda tinggal jangan ikut mertua, silahkan anda ngontrak rumah, dan ajak istri ikut anda,
    Mertua tidak berhak ngatur-ngatur rumah tangga anda, apalagi ngatur2 istri anda,
    Dan sikapi mertua dengan akhlak yang baik, dan tidak harus anda mengikuti kemauan mertua,
    Anda bisa melakukan hal tersebut jika anda tidak tinggal bersama mertua, jika anda tinggal dengan mertua maka mungkin akan terasa susah,

  7. assalamualaikum,.
    saya mau tnya,saya baru nikah 2bulan,saya asalnya ikut suami ngntrak,pda hri itu sya d sruh pulang sma kluarga saya,trus sya pulang dianterin sma suami sya,.
    smpe skrang sya msih tinggal di rmh orang tua sya,sya di suruh jgn ngikut2 suami,.tpis
    ya mungkin krna sya nikah suami sya gx bwa apa2,ibu sya nyuruh sya kerja buat bantuan bpak sya,ktanya kmu msih muda bsa nyari lgi yg msa depan nya crah,.kta ibu sya klw sya ikut suami sya,ktanya sya gx syg sma orang tua sya,
    pertnyaan sya,apa sya hrus ikut suami sya apa menuruti orng tua sya,klw sya ikut suami sya,apa sya gx dosa sma orang tua sya?

    wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih rina,.
    Kamu lebih wajib mengikuti suami daripada orangtua,.
    Jika kamu lebih memilih mengikuti orangtua, maka kamu berdosa, menjadi istri yang durhaka,..
    Tapi jika kamu memilih ikut suami, maka kamu menjadi istri yang berbakti, kamu mendapatkan pahala, dan kamu tidak berdosa,.

    Tidak ada ketaatan kepada manusia dalam hal yang maksiat,. perintah orangtua agar kamu jangan ikut suami, itu adalah maksiat,. jadi ga perlu dituruti anjuran orangtua tsb,.

    Tinggallah di rumah suami, berbakti untuk suami, dan jangan anda mencari nafkah, karena suami lah yang berkewajiban mencari nafkah,.

    • Asslm…
      suami saya d luar negri hampir 3 th.dan saya merasa sudah tidak sanggup lg hidup terpisah.saya meminta suami untuk pulang tpi suami menolak dan kalo sya tanya “trus kpn pulangny? Dya g bisa kasih kepastian.bgmn seharusnya saya.mohon pencerahanya.

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
      Ibu minta suami menjemput ibu saja, jadi ibu ikut bersama suami,. sehingga ibu bisa berbakti pada suami, dan suami juga bisa memenuhi kewajibannya sebagai suami,
      Karena suami tidak pernah pulang bertahun-tahun, padahal suami juga punya kewajiban bukan nafkah lahir saja, tapi nafkah batin,.
      Jika memang suami tetap tidak mau juga, dan ibu takut terjerumus dalam perbuatan hina, maka boleh ibu menggugat cerai ke pengadilan, sehingga ibu bisa menikah dengan laki-laki lain,

  8. assalamualaikum

    saya sudah 2.taun menikah dan ortu saya tidak menyukai suami saya. bahkan untuk ketemu aja harus colong2an karena klo ketauan pasti kena marah.

    selama ini saya tinggal dirumah ortu dan suami kerja di kota lain. ortu bahkan pernah mengatakan suamiku dilarang masuk ke rumah akhirnya skrg udh 1 taun suamiku bnrn gak mau pulang kerumah.

    yang bikin saya bingung sikap suami malah disalahkan dibilang gak mau tanggung jawab, udah punya istri lagi dll.

    saya blm bisa ikut suami karena pekerjaan suami blm mapan gajinya tidak cukup buat biaya hidup kami.

    apa yg harus saya lakukan?
    sekedar tambahan saya juga blm pernah dikenalkan ke keluarga suami dengan bermacam2 alasan itu juga yg kadang membuat saya ragu dengan suami

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Apakah sebelum menikah tidak ditelusuri dahulu latar belakang suami? ataukah anda menikah karena pacaran , lha kok bisa ortu anda merestuai pernikahan anda? apakah karena terjadi kecelakaan atau bagaimana?

    Jika sudh menikah, dan syarat sah pernikahannya terpenuhi, maka si istri wajib ikut suami, jika suami ngajak ikut suami, maka wajib ikut, walaupun belum punya rumah sendiri, kan bisa ngontrak,.

    Jadi anda wajib lebih berbakti kepad suami anda, dan ortu anda tidak berhak untuk melarang anda untuk ikut suami, karena hak suami lebih besar daripadah ortu,

    Tentang rizki, selama suami mau mencari rizki, maka tidak mengapa, adapun misalkan harta yang didapat tidak cukup, maka bersabar, sambil terus berusaha tentunya,. dan rizki itu sudah Allah tetapkan,. tidak akan berkurang, dan tidak akan lebih, pas..

    Adapun masalah suami tidak mau mengenalkan kepada keluarga, apa alasannya, apakah ketika menikah tidak mengundang keluarga juga? atau bagaimana

  9. Assalamualaikum,

    Saya sudah 3 tahun menikah,
    Pada hari ini, istri saya d suruh oleh mertua saya utk pergi ke saudaranya, agar turut hadir ke pesta natal saudaranya, sedangkan saya sbg umat muslim, saya melarangnya, tetapi mertua saya ingin datang utk sekedar silahturahmi dengan saudaranya yg non muslim,

    Jika tidak di turuti, mertua saya ingin memutuskan tali kekeluargaan dengan saya, selalu seperti itu,jadi saya selalu merasa terancam, juga istri sayapun ragu utk turuti syp, krna d takutkan menjadi anak durhaka,

    Pertanyaan saya,

    1, apakah di bolehlan istri ikut hadir ke pesta natal karna suruhan ortu na??

    2, jika tidak nurut dngn ortu, apakah menjadi anak durhaka walaupun sudah menikah??

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Terimakasih diaz,
    tidak ada ketaatan kepada orang tua dalam hal maksiat,.
    Orang tua menyuruh agar datang ke perayaan natal, itu adlah maksiat, bahkan bukan sembarang maksiat, lebih besar dosanya dari membunuh, berzina, karena natal adalah perbuatan kesyirikan, dan syirik itu dosa yang paling besar,

    Jika orang tua bukan beragama islam, maka silaturahim otomatis terputus, kecuali jika dia mau masuk islam, bukan anak yang durhaka jika si anak tidak mau menuruti permintaan ortunya utk bermaksiat,.

    Jadi wajib bagi si istri utk lebih taat kepada suaminya, walaupun itu berkunjung ke rumah ortunya, wajib seijin suaminya, jika suaminya tidak mengijinkan, maka si istri tidak boleh pergi ke rumah ortunya,

  10. saya mau tanya: saya bingung

    di hari libur ini,ibu,kakak,ponakan,kakek,bude,sepupu,mau berlibur,bapak saya tidak ikut dirumah sendirian,dan saya tidak tega,

    sedangkan suami saya mengajak saya berlibur bersama mereka,apakah saya dosa mengikuti ajakan suami

    Seorang istri wajib berbakti kepada suaminya,.
    Demikian pula ibu anda, wajib berbakti kepada suaminya, yaitu bapak anda,.
    Anda sendiri, wajib berbakti kepada suami, melebihi baktinya anda kepada ortu,.

    coba kalau bisa anda nasehati ibu dengan cara yang baik, jangan sampai mendapat ibu mendapat murka Allah jika tidak berbakti kepada suaminya,. apalagi jika meninggalkan sendirian bisa membahayakannya,. kecuali jika bapak anda ridha jika ibu anda pergi,.

    jadi anda tidak berdosa mengikuti ajakan suami,.
    Jadi anda tidak usah merasa bingung, karena posisi anda sekaran sebagai istri , beda halnya ketika anda belum punya suami, maka wajib berbakti kepada ortu anda,.

  11. bagaimna kalau saya ingin di pisah kan oleh kakanya ,,
    tetapi istri saya lebih memilih kakaknya dari pada suaminya
    apa hukum nya bila kami di pisah kan

    Terimakasih Dedy,.
    Anda lah yang lebih berhak mempertahankan istri anda,.bukan kakaknya atau ortunya,. dan cerai atau talak itu ada di tangan suami,. Anda segera bawa istri anda, dan pisah dengan keluarga istri , ngontrak rumah sendiri saja,. dan untuk sementara jangan biarkan saudara istri untuk berhubungan dengan istri anda,. apalagi utk menyebabkan bahtera rumah tangga anda hancur,.

  12. Assalamualaikum,,
    Saya mau tanya,
    Bagaimana jika istri tak mau di ajak ke rumah ortu sya, dia lebih memilih tinggal di rumah ortunya sendiri lantaran di suruh orang tuanya dan kakak”nya, di karenakan saya belum kerja yg menyukupi kebutuhannya,
    Apakah saya harus ikuti tinggal d rumahnya atau bagaimana?
    Kalau saya harus tinggal di rumah mertua saya, saya tidak bisa bekerja,
    Dalam hal ini saya harus bagaimana jika istri lebih memilih mengikuti kata” ortu dan kakak”nya di bandingkan saya suaminya, sedangkan jika saya bawa istri saya kakak”nya dan ortunya pasti tidak ngebolehin karena blm punya kerjaan yg mencukupi dan masih ikut ortu saya,

    Mohon pencerahannya,
    Trimakasih,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Segera anda bekerja, bisa merantau, dan anda bisa ngontrak rumah, baru boyong deh istri anda,

  13. Ya sungguh bermanfaat ilmu yang anda postingkan.
    Saya terus berdoa agar istri saya menjadi istri yang sholehah, walaupun sekarang ini saya mengalami hal yang mereka alami .

    Saya berdoa agar ilmu yang mas postingkan menjadi manfaat dan diberi pahala yang sebesar besarnya oleh ALLAH SWT.

    Aamiin,. mudah2an istri anda menjadi istri yang shalihah,.

    • saya kira yg punya masalah seperti ini cuma saya ternyata banyak jg,iya mudah2an semua masalah yg kita alami segera terselesaikan dengan baik dan tanpa harus ada kata bercerai.

  14. Assalammualaikum Wr.Wb

    Saya sudah menikah selama 5 tahun dan sudah memiliki anak perempuan berusia 4tahun,

    sudah hampir 2 tahun ini Suami saya belajar agama dengan ustadz di daerah kampung halamannya.

    Suami selalu menyuruh saya untuk mengikuti semua ajarannya,pada awalny saya ikut mengamalkan semua dzikir dan doa yang diberikan gurunya.tetapi pada saat pertama saya datangpun saya sudah merasa tidak sreg dikarenakan banyak ajaran nya yang menyimpang(seperti:menyembelih kambing untuk tolak bala,Pertama datang di baiat,Dzikir malam ditentukan 1000x dengan tujuan dan niat tertentu,membeli uang kuno Soekarno berlafadzkan Allah dan melakukan amalan2 tertentu,dan banyak lagi yang menurut saya tidak dicontohkan Rasullullah baik dalam Al Quran dan Hadits).

    Sering kali saya&Keluarga mengingatkan kepada suami untuk meninggalkan Gurunya tersebut bahkan sampai saya berkata tinggalkan gurunya atau tinggalkan saya,tetapi suami malah jadi marah dan berkata kata tidak sopan kepada saya&keluarga.

    Dibalik itu juga suami saya saat ini tidak bekerja(ini adalah kejadian ke4x suami saya tidak bekerja),sedangkan saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dari sebelum kami menikah saya sudah bekerja.

    Suami saya orang nya keras baik dalam lisan &perbuatan,sehingga dari awal menikah saya sudah kenyang dengan kekasaran lisan (bahasa binatang)&kekasaran perbuatan(dipukul,diludahi,ditendang,disundut roko).

    Dahulu saya dibegitukan diam saja karena berfikir mungkin dia akan berubah,tetapi sampai saat inipun dia tidak berubah.

    bahkan dia pergi meninggalkan saya dan anak saya (kebetulan saya masih tinggal bersama orang tua)tanpa pamitan dan kabar keberadaannya.

    sudah 2bulan ini saya tidak dinafkahi baik lahir dan batin,orang tua dan seluruh keluarga besarnya sudah tau akan hal ini dan mengembalikan keputusan kepada saya.

    Apa yang harus saya lakukan?

    apakah boleh saya meminta cerai?

    Jazakumullah

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Apa yang dipraktekkan suami dari gurunya tersebut adalah praktek-praktek kesyirikan,.dosa-dosa besar, suami wajib taubat dari hal-hal tersebut dan meninggalkan gurunya.
    Jika anda bisa menasehati, dan bersabar atas perlakuannya, silahkan dinasehati, sambil terus berdoa kepada Allah untuk kebaikan suami,.
    Tapi jika anda sudah tidak berharap lagi, dan tidak ingin didzalimi untuk sekian kali, apalagi suami tidak mau bertaubat dari kesyirikannya, maka tidak mengapa meminta cerai, jika suami tidak mau menceraikan, maka ibu memulangkan mahar yang diberikan oleh suami,. maka otomatis jatuh cerai secara sah menurut islam,

  15. assalamualaikum
    sy mau bertanya…
    saya menikah dengan suami saya suda 1 tahun 1 bln..
    tpi.mulai dari bln ke 3 pernikahan kami..
    bnyak masalah yg datang silih berganti…
    saya bingung.mau berbuat apa lagi…
    ibu saya.melarang saya keluar dari rumah untuk ikut suami dengan alasan.
    saya anak perempuan satu-satunya….
    ayah saya sudah meninggal.4 thun yg lalu.
    dan sayalah tempat tumpuan,semangat ibu saya…
    adik saya 3.masih kecil semua…
    tpi dilain sisi.suami saya sudah tidak betah tinggal serumah dengan ibu saya dengan alasan.. ibu saya terlalu banyak mengurus masalahnya…
    jadi.sy hrus bagai.mana untuk mengambil.sikap yg tepat..
    supaya tidak ada yg merasa.bahwa sya lebih memilih salah satunya…
    mohon blasannya..
    wassalam…

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    mba qisty,. kewajiban seorang istri adalah mentaati suaminya, melebihi taatnya kepada ortu si istri,.
    Cobalah ikuti kemauan suami, mungkin bisa dengan ngontrak rumah sendiri, dan mba berikan nasehat kepada ibu dengan lemah lembut, bahwa istri itu harus berbakti kepada suami,
    Dengan berbakti kepada suami bukan berarti hilang bakti kepada ortu, mungkin kamu bisa ngontrak di tempat yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah ortumu, sehingga kamu bisa menengok ortu , tentu wajib dengan seijin suami,.

  16. Saya sudah menikah selama 5 tahun dan dikaruniai seorang anak.
    Sekarang saya sudah diangkat sebagai seorang PNS, merasa saya sudah lebih dari suami, dari pekerjaan ataupun penghasilan,

    orang tua saya menganggap saya bsa hdup tanpa suami.

    jadi ketika ada suatu masalah, suami saya selalu jelek, bahkan sepertinya mereka mndukung kalau kami bercerai, tetapi kalau boleh jujur, saya masih sangat mencintai suami saya.
    sekarang saya harus bagaimana ?

    Terimakasih ibu, sudah komentar disini
    Seorang istri harus berbakti kepada suaminya, melebihi baktinya dia kepada ortunya sendiri,.
    Seorang istri akan mudah masuk ke dalam surga melalui jalan suaminya, dengan cara menjadi istri yang shalihah,

    Apalah artinya harta dunia,. dibanding nikmat surga,.

    Ibu, jangan tertipu oleh harta, apalagi mengorbankan bakti anda kepada suami,.
    Jangan tertipu oleh tipudaya setan yang memang setiap hari berusaha membuat suami istri itu bercerai,.

    Ibu, berbaktilah kepada suami,. jika pengangkatan ibu itu menjadi penyebab ibu tidak bisa berbakti kepada suami, dan bekerjanya ibu itu tidak seijin suami, apalagi dengan sikap ortu ibu, maka lebih baik ibu mundur jadi pns, ga usah bekerja, dan fokus jadi istri yang berbakti kepada suami,.

    Ibu,.. berbakti kepada suami, balasannya besar, ibu akan dipersilahkan masuk ke surga dari pintu mana saja, silahkan baca ulasannya disini

  17. Assalamualaikum,
    Seorang suami memilih istrinya atau orangtuanya ??
    Sedangkan orangtuanya menyuruh anak laki laki nya untuk bercerai pada istrinya
    Padahal anaknya tidak mau bercerai dengan istrinya ..
    Apa yang harus saya lakukan !! Saya memilih orangtua saya apa istri saya ??

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Seorang suami dianjurkan berbakti kepada ortunya,.
    Mengenai perintah ortu yang suruh menceraikan , maka dilihat dulu apa motivasinya,.
    Jika istri termasuk istri yang taat, shalihah, lalu ortu menyuruh utk menceraikan, maka tidak usah ditaati, tapi tolaklah dengan cara yang paling baik,.

  18. Assalamualaikum…

    saya seorang janda mempunyai 3 anak dan saya menikah lagi dengan laki laki yang belum pernah menikah ..

    di suatu saat suami saya berbuat kesalahan hingga keluarga saya menyuruh suami saya keluar dari rumah untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya …

    dan keluarga saya melarang untuk ikut dengan alasan agar suami saya untuk sementara waktu biar bertanggung jawab ….

    durhaka kah saya membiarkan suami saya pergi sendiri …

    dan saya memilih orang tua dan saudara …

    mohon petunjuknya apa yang harus saya perbuat sebagai seorang istri

    Terimakasih Elly,.
    Seorang istri,lebih wajib berbakti kepada suaminya, daripada kepada ortu atau saudara,.
    Kesalahan yang dilakukan oleh suami, bukan membuat hilang bakti istri kepada suami,.istri tetap WAJIB BERBAKTI KEPADA SUAMI,.

    Jika ortu melarang anda ikut suami, maka tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah, istri wajib taat kepada suami, jika diberi pilihan, ikut suami atau ortu, maka istri wajib memilih ikut suami,.

    Ingat, penghuni neraka itu sebagian besar itu wanita, penyebabnya karena dia durhaka kepada suaminya,.

    Suami berbuat kesalahan, justru dia perlu orang yang mendorong dia utk bertaubat, bukan malah diusir dan dibiarkan sendiri,.
    Jika dengan diusir lalu suami anda semakin berbuat maksiat, maka dosa pula orang yang mengusirnya,.

    Ibaratnya begini, orang yang berbuat dosa itu seperti orang yang sakit, dia butuh obat , bukan malah dibiarkan tanpa diobati,. atau malah diusir,.

  19. Assalamualaikum..

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    Saya seorang istri mempunyai 1 anak usia 8 bulan, sy saat ini masih berstatus mahasiswa yg menyelesaikan tugas akhir..

    Kemarin sy dan suami tinggal bersama ortu, namun karena ortu sy yg sering bertutur kata kasar,merendahkan suami,dan menekan saya menyelesaikan tugas akhir..

    Sementara,sy terkendala krna sy terbagi fokus antara menyelesaikan skripsi,mengurus suami dan anak,dan berjualan dirumah untuk membantu suami yang saat ini kehilangan pekerjaan,dan baru merintis lagi..

    Akhirnya,suami sy mengajak sy pindah ke sebuah kontrakan tujuannya agar rumah tangga kami tenang,tidak dihantui oleh caci maki ortu saya..

    Yg membuat suami saya merasa tidak berharga sebagai imam sy..

    Akhirnya,kamipun menyampaikan pd ortu kami untuk berniat pindah namun, ibu dan ayah saya marah2..

    Dan menganggap kami tdk menghargai ortu..

    Sy diikhlaskan untuk pindah bersama suami,asalkan setelah melangkah keluar dari rumah sy tdk menganggap ibu dan ayah sbagai ortu lagi..

    sy diharamkan menyentuh jasad ibu sy jika beliau meninggal..

    Dan sy tetap meninggalkan ortu sy demi ikut suami..

    Apakah sy dosa trhdap ortu? Ortu sy mengatakan sy anak durhaka,sy menyakit hatinya..namun ortu sy tdk sadar,bahwa kami anak2nya tersakiti sejak kecil sering disiksa,disekap,bahkan setelah sy menikah ortu sy tetap bekata kasar,selalu mencaci kami anaknya dengan kata kotor..

    sy sdh mencoba mengingatkan ortu,namun dianggap bahwa sy tdk menghargai jasa mereka sebagai ortu.. Mohon pencerahannya

    Terimakasih mba eka,.
    mba wajib mengikuti suami, dan anda tidak berdosa terhadap ortu anda,. justru ortu anda bisa yang berdosa jika melarang anda utk berbakti kepada suami,.

    Ortu menganggap anda bukan anaknya, itu juga anda tidak berdosa, justru yg berdosa adalah ortu anda, jika anda merupakan anak yg sah dari ortu,.

    Jadi, taati suami, dan tetap berbuat baik kepada ortu, mungkin ortu marah hanya saat itu saja, nanti dengan berjalannya waktu, dan anda berbuat baik, dan jangan lupa berdoa kepada Allah agar ortu dibukakan hatinya, bahwa istri lebih wajib berbakti kepada suami,. mudah2an semuanya akan menjadi lebih baik,.

  20. Ass… Admin saya bingung,,, awalnya saya hidup 1 atap sm ortu saya,,, lalu suami saya niat ngerantau dan skrng sudah hampir 7 bln ngerantau dikalimantan,,,tapi saya ga ikut krn baru pnya bayi n itu cucu pertama ortu saya,,, skrg suami niat jemput saya kejakrta untuk ikut tinggal dikalimantan,,,tp ortu saya msh ga ikhlas bakal dtinggal cucu pertamanya…. Saya bingung ortu saya menyarankan suami saya tinggal djkrta aj cari krjaan dijkarta biar ortu say msh bs dkt dngan cucunya tp suami saya ga mau n tetap ingin dikalimantan…suami ingin hidup mandiri..,, tolong beri saya pencerahan apa yg harus saya lakukan, terimakasih wass

    Wa’alaikumussalam warahmatullaah,
    Mba yuniar, seorang istri itu wajib berbakti kepada suami, melebihi baktinya kepada ortu sendiri,
    Dengan tinggalnya mba ikut suami, itu juga bermanfaat untuk kebaikan ortu anda, karena dengan anda berbakti kepada suami,ortu andapun mendapatkan pahala dari berbaktinya anda kepada suami,
    Tapi jika ortu melarang anda ikut suami, maka ortu berdosa, karena seorang istri itu wajib taat kepada suaminya, dan suami lebih berhak kepada istrinya daripada ortu, dan suami bukan menyuruh istri berbuat maksiat, bahkan bisa jadi dengan ikutnya istri dengan suami ini lebih menjaga suami, apalagi suami jauh dari istri,

    Jadi jelaskan ke ortu dengan lemah lembut, bahwa mba ingin mentaati Allah dengan berbakti kepada suami,
    Ingatkan ortu dengan cara baik, bahwa status mba itu sudah menjdi seorang istri, yang wajib taat kepada suami, melebihi taatnya kepada ortunya, beda halnya ketika belum menikah, maka wajib taat kepada ortu,

    Ingatkan juga ke ortu denga cara yang paling baik bahwa mba ngga mau masuk neraka karena durhaka kepada suami, tidak taat kepada suami, sebab penghuni neraka itu paling banyak adalah wanita, dikarenakan mereka tidak bersyukur kepada suaminya,. menolak ajakan suami untuk tinggal bersama, ini juga adalah bentuk durhaka kepada suami,

    Lantaran suami, istri bisa masuk surga atau neraka, silahkan baca disini

  21. assalamualaikum….

    admin saya mw bertnya…
    seorang suami hrus lbh mengutamakn ibuny dr pda istrinya… tp ibu mertua saya selalu menuntut hak dr suami saya… beliau slalu meminta uang tnpa melihat kondisi kami… sedangkn suami sya saudrany 7 dn yng lki2 msh ad 2 lgi…tp ibu mertua sya hnya menuntut kepda suami saya. jika kmi tak punya uang ibu mertua saya slalu mrah beliau slalu blng kalau ank laki2 gk baek sma orang tua… pdahl setiap ibu mertua saya hutang kesana kemari yng bayar jga suami sya….
    pertnyaan saya…

    ap yng hrus kmi lakukan selaku ank apkh qt hrus ttp diam dan sabar.. ???

    apkh benar jika orang tua yng msh utuh mksd saya msh ad ibu bpk gk bleh meminta sesuatu hak kpda ank laki2ny yng sdah menikah . kecuali ank yang memberi..

    jika ibu berkta yng tdak baek trus ankny mengingatkn apkh it jga dosa…

    mhon peneranganya ya admin… trimksih. saya tngg blzanya…

    wassalamualaikun warahmatullahiwabwrokatu

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    terimakasih wulan,.
    Jika memang ada dan bisa membantu, maka suami wajib membantu, tentu tanpa mengesampingkan hak istri dan anaknya,.
    Dan istri yang baik, tentu ikut mendukung suami,. berbakti kepada suami,. dan suami wajib berbakti kepada ortunya, apalgi ibu,
    silahkan ibu baca kisah ini

  22. Assalamualaikum..
    Saya ingin bertanya. Dalam waktu dekat saya dan calon suami akan menikah.. Yang menjadi beban pikiran saya adalah, calon suami tinggal+bekerja di luar kota. Harapan dia, ketika kami menikah nanti, saya harus resign bekerja dan ikut tinggal bersamanya. Padahal secara ekonomi, gaji saya lebih tinggi dibandingkan calon suami yang pas-pasan. Orang tua saya menyarankan agar calon suami pindah kesini + mencari pekerjaan disini. Tapi calon suami takut dan ragu bisa mendapatkan pekerjaan atau tidak di kota saya, secara calon suami type orang introvert dan agak pendiam.. Saya bingung, orang tua bersikukuh, jika calon suami tidak mau kesini mending cari lainnya aja.. Karena sampai saat ini saya masih menjadi tulang punggung keluarga (ortu+adik2). Menurut Bapak mana yang harus saya pilih? Mohon masukannya, terima kasih.

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Apakah anda sudah mengenal betul tentang calon suami anda tsb?
    Darimana anda tahu, apakah anda melakukan pacaran?
    Mencari pasangan, itu tidak mudah, dan mencari dengan jalan pacaran , banyak hal2 yg disembunyikan oleh pasangannya, dan itu adalah cara yang haram dalam islam,.

    jadi, saya juga belum bisa menjawab, sebelum saya tahu darimana anda mengenal calon tersebut,.

    • sebelumnya kami saling mengenal dari internet, lalu kami pacaran jarak jauh selama 6tahun dan hanya ketemu maksimal 2x setahun. Meski demikian, insya Allah kami sudah saling mengenal kelebihan dan kekurangan masing-masing, karena setiap hari kami saling bercerita melalui media telepon/bbm. Pada Januari 2015 kmrin, kedua orang tua sudah saling ketemu, dan insya Allah setelah lebaran ini kami mau menikah.. Demikian Pak..

      Saran saya, jangan lanjutkan hubungan tersebut, dan jangan menikah dengan dia,.
      Carilah calon suami yang baik agamanya, dan mendapatkan bagaimana seluk beluk dia bukan dengan pacaran,.
      Nikah dengan pacaran dahulu, hanya akan membawa kesengsaraan bagi keluarga kelak,.
      Apalagi pacaran sudah bertahun-tahun, maka pada saat menikah tinggal hambarnya saja,.. aib-aib akan terbuka semua,. dan kedok akan terbuka,.. dan tinggallah penyesalan,.

      Pacaran adalah masa kepalsuan, pembohongan,penipuan, pencitraan,.

      Wajib bertaubat bagi para pelaku pacaran, cara taubat dari pacaran, silahkan baca disini

      Baca juga postingan yang ini

  23. assalamualaikum

    Bagaimana hukum seorang istri jika ia pergi dengan pria lain untuk menjenguk adiknya yang sedang sakit, sedangkan saya melarang istri saya untuk tidak pergi dengan pria tersebut(karena istri dan pria tersebut telah digosipkan dikantor istri saya pasangan selingkuh tetapi saya tetap percaya terhadap istri saya), saya menyuruh istri saya lebih baik naik taxi.

    saya sangat marah dengan istri saya karena tidak mendengarkan perkataan saya dan istri saya malah balik marah ke saya karena saya dibilang tidak pengertian akan kondisi adiknya dan tidak peduli akan keluarganya.

    akibat kejadian itu saya dan istri sudah hampir seminggu tidak bertemu dan tidak berkomunikasi lagi dan akibat itu saya juga tidak menjenguk adik istri saya, istri saya tinggal dirumah orang tuanya sampai saat ini, dan saya tinggal dirumah orang tua saya.

    (kebetulan kami belum punya rumah, jika weekday kami tinggal dirumah orang saya, dan weekend saya tinggal dirumah orang tua istri). saya tidak menjemput istri saya karena saya merasa dia harus pulang sendiri tanpa harus saya jemput karena dia terakhir kali pergi dengan lelaki yang tidak saya ridhoi. mohon pencerahannya pak. Terima Kasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Anda tidak boleh membiarkan istri anda pergi dengan laki-laki lain, apalagi itu bukan mahramnya,.
    Jangan pernah membiarka istri berdua-duaan dengan laki-laki lain, suami yang membiarkan istrinya berduaan atau bercengkerama dengan laki-laki lain, bisa termasuk suami yang dayyuts,. apa itu, silahkan baca disini

    Jika anda tidak bisa menemani istri menjenguk adik, maka jangan diijinkan istri pergi menengoknya, jangankan adik yang sakit, jika ortunya sakit sekalipun, jika suami tidak mengijinkan menjenguknya, maka istri wajib taat kepada suami, karena istri lebih wajib mentaati suami daripada ortunya sendiri,.

    Anda wajib jemput istri, apalagi itu perjalanan jauh,. jangan biarkan istri pulang sendiri, atau malah diantar laki-laki lain,.
    Tutup peluang istri melakukan kemaksiatan seperti selingkuh,dll, jangan biarkan istri bekerja diluar rumah, cukup anda sendiri saja yang mencari nafkah,.

  24. assalamu’alaykum wr.wb.

    saya seorang istri yg bkrja dgn gaji paspasan. suami sya sdh 2 bulan nganggur, akibat di phk. sesekali ia mndpt kerjaan, tp krn tdk ccok ia nganggur lg. sbelumnya dlm hal ekonomi, pndapatan suami lumayan. skarang beli jajanan utk 1 anak kami pun susah, apalagi saya alhamdulillah bakal punya momongan lgi.

    sya sering bcara pada suami masalah ekonomi, tpi dia malah males-malesan. mmang sbenarnya suami sya super prhatian, smnjak tdk ada krjaan ia sllalu mmbenahi rumah tangga & hal-hal lainnya. tp yg sya ingin cuma nafkah lahir..
    sya jga bersikap dingin trhadap suami jika ia meminta kumpul. itu sya lakukan supaya ia sadar kewajibannya

    dan bahkan sya malu sama ortu krna kmi msh tinggal serumah..

    pertanyaan saya, apa yg hrus sya lakukan?
    bagaimana cra mengarahkan suami sya?
    apakah dosa bila sya mnahan utk tdk kumpul dgn dia? mohon pencerahannya pak

    wa’alaikumussalam warahmtullahi wabarakatuh,
    Terimakasih mba,.
    seorang istri menasehati suami, itu ibarat rakyat menasehati presiden, tidak sembarangan,.. jangn memposisikan diri terhadap suami itu seperti permaisuri raja, atau malah istri menggurui suami,.
    Tapi lakukan dan sampaikan nasehat dengan cara lemah lembut dan di waktu atau momen yang tepat,.
    Dan momen yg tepat justru diantaranya adalah setelah istri melayani suami dengan puas,. setelah berhubungan badan,.
    Dengan anda menolak saat diajak berhubungan, maka ini kesalah besar seorang istri, kalau anda mendapat laknat ortu anda mungkin takut,. padahal ortu kita bukan manusia yang selalu mentaati Allah, ada makhluk Allah yang selalu taat kepada perintah Allah ikut melaknat para wanita yang menolak ajakan suaminya untuk berhubungan badan, makhluk tersebut adalah Malaikat,.
    Jadi ibu wajib bertaubat dari perbuatan tersebut, silahkan baca postingan ini,.

    Jadi, jangan ibu balas perbuatan suami yang tidak menafkahi, dengan perbuatan ibu yang merupakan bentuk kedurhakaan kepada suami,.
    Ingat ibu, penghuni neraka itu sebagian besar adalah wanita, dikarenakan mereka durhaka kepada suaminya,. sampaikan nasehat kepada suami dengan cara yang tepat, juga situasi dan kondisi yang tepat, dan jangan lupa, posisi anda terhadap suami,… gunakan bahasa yg lembut

  25. UmmuHusna
    Assalamu’alaikum ,

    sy mau tny, bagaimana hukumnya ya…

    sy seorang PNS, istri dg 2 balita…

    suami sy menyuruh sy keluar PNS untuk mengikuti suami, kebetulan selama 4 th dr pernikahan kami tinggal berjauhan, sy tgl di kampung bersama orang tua saya…

    nah permasalahannya, ibu sy tidak ridha, sampai terucap tidak ikhlas gitu kalau sy sampai keluar PNS, dan tidak akan sudi ke rumah sy di jakarta…

    apakah sy termasuk durhaka jika mengikuti suami, atau yang durhaka suami sy ke orang tua sy, karena ibu sgt keras dan terkadang ucapannya itu yg kadang tdk mendoakan yg baik untuk anakny malahan kadang seperti mendoakan yg jelek, seperti nanti klo sy keluar sy pasti menyesal di belakang…

    apa yg seharusnya sy lakukan …

    mohon jawabannya, jzakallohu khoiron katsiro

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih ibu,.
    Seorang istri, wajib lebih mentaati suaminya, wajib berbakti kepada suaminya daripada kepada ortunya sendiri,.
    Ibu sebaiknya ikuti ajakan suami, ikut dengan suami dan keluar dari PNS,
    Tidak ada ketaatan kepada manusia dalam hal kemaksiatan, tidak mengapa ibu anda berkata seperti itu, doa kejelekannya tidak akan berpengaruh,.
    Dosa ibu jika tidak mentaati suami justru lebih besar,. apalagi jika akibat ibu tidak nurut omongan suami, lalu suami terjerumus dalam maksiat , maka ibu dapat dosa juga,.
    Ibu, jakarta itu wanitanya cantik-cantik,. banyak kasus perselingkuhan, dll…hendaknya ibu juga takut kalau suami terjerumus dalam hal tersebut,.

    jadi, putuskan, keluar dari PNS, dan ikut dengan suami,.
    Ibu tdk wajib mencari nafkah, tapi suami yg berkewajiban akan hal tersebut,.
    Jadi ibu, ikuti arahan suami, dan kepada ortu anda, maka tetap berbuat baik,.
    Reaksi ortu anda, mungkin itu reaksi sesaat,.. ingat,.. jarang sekali ortu yang tidak sayang sama cucunya,.

    Jika ibu tidak ikut perintah suami, maka ibu bisa termasuk istri yang durhaka,. tapi jika ibu tidak mentaati ortu ibu dalam hal keluar dari PNS, ibu tidak disebut anak yang durhaka kepada ortu,.

  26. asallamualaikum wr,wb..
    istri lebih dari 10x berucap kata cerai/pisah di saat berantem sama suami apakah itu sah secara agama?
    hingga suatu ketika istri lebih memilih tinggal dng orang tuanya dng alasan batin tinggal sama suami, dan istri saya ajak orang tuanya untuk ijin minta pisah dng suaminya di hadapan orang tua suami itu gmn?
    mohon pencerahannya..
    terima kasih,…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Walaupun ketika marah istri berkata 1000 kali kata cerai, maka tidak akan pernah jatuh cerai,.
    Sebab cerai dan rujuk itu ada DI TANGAN SUAMI, selama suami tidak menceraikan, maka tidak jatuh cerai,.
    Dan cobalah introspeksi diri, apa yang menyebabkan hal tersebut,.

    Suami introspeksi, demikian pula istri,.
    Ortu istri tidak berhak menyuruh anaknya meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat islam,.
    Istri harus lebih wajib taat kepada suami daripada kepada ortunya sendiri,.

    Ada ancaman bagi istri yang meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan, silahkan baca ulasannya disini

  27. Asalammulaikum
    Saya suda 3 tahun menikah awalnya suami saya baik kepada saya santun,tp sekarang dia suka kasar dan mementingkan kesenangan dia sendri,

    suami saya berkeja bertani dan pendapatannya tak cukup untuk sehari2 hingga kebutuhan mulai dari makan dan keperluan saya ortu yang menanggung nya dan sekarang suami saya mulai benci kepada saya karna kata suami saya ortu saya pilih kasi kepada adik Saya yg kulia di jakarta.

    suami saya tak menghargai ortu saya,sering memaki2 ibu bapak saya padal beliau sayang da meangap suami saya sebagai ank sendiri.

    dan sekarang saya diajak untuk keluar dari ruma dan hidup mandiri.padahal orng tua mengharapkan saya untuk tingal diruma.

    Sekarang apa yang harus saya lakukuan?

    Apakah saya harus mentaati suami saya atau kata ortu saya?
    Dosa kah suami saya karna tidak menghargai ortu saya.
    padahal semua kebutuhan hidup saya ortu yang tanggung?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Terimakasih bu,
    Mungkin perlu ditelusuri, apa penyebab suami jadi seperti itu,
    Apakah karena suami mungkin merasa diperlakukan kurang baik, atau pernah tersinggung atau gimana, apalagi masih tinggal bersama mertua (ortu ibu)
    Cobalah ibu introspeksi juga, bagaimana sikap ibu kepada suami, layanilah suami dengan baik, selalu menyenangkan jika dilihat suami, jangan usik hatinya.
    Coba ibu juga tersenyum bila suami sedang memandang ibu, tanya kondisinya, siapin makan, pijitin kalau perlu, pokoknya bikin suami nyaman dan betah..
    Coba perlu dipertimbangkan juga ajakan suami untuk mandiri, ibu ikuti saja , karena istri wajib mentaati suami, melebihi taatnya kepada ortu,
    Mungkin ada juga pengaruh bantuan ortu anda kepada suami, sehingga membuat suami ngelunjak, mentang-mentang sudah dibantu, dan ingin bantuannya itu lebih, sehingga dia merasa iri dengan adik ibu, karena tinggal satu rumah, makanya coba turuti saja ajakan suami, dan bantuan ortu ibu jangan jor-joran,. biarin suami saja dulu yang memenuhi kebutuhan sehari-hari, jangan minta kepada ortu, dan ibu juga menerima apa adanya, jangan banyak protes, tapi berilah semangat kepada suami,

    Misalkan suami nyuruh ibu minta kepada ortu, jawab saja, saya lebih suka harta dari mas saja, hasil jerih payah mas sendiri, berapapun saya terima, biar kita hidup sederhana, apa adanya,. saya rela,. hargai suami,. senang ketika suami memberi, berapapun,..

    Jangan cerita kepada ortu anda tentang kondisi rumahtangga anda, jika anda sudah pindah dengan suami untuk mandiri, tapi ceritakan yang baik-baik saja,

    Jangan lupa juga bu, berdoa kepada Allah untuk kebaikan suami,. silahkan baca kisah seorang istri ini, yang mungkin kondisinya lebih parah dari apa yang ibu alami, baca disini

  28. Assalamualaikum…

    saya mau bertanya,, saya menikah baru satu tahun, dan saya berpisah dari istri dikarenakan saya kerja di luar pulau, istri saya di jawa yang sedang hamil 6 bulan dan saya di bali.
    saya pernah menyuruh istri saya untuk tinggal di rumah orang tua saya, dan nanti lahiran juga di rumah orang tua saya, karena anggapan saya sebagai laki laki istri adalah sepenuhnya tanggung jawab suami walaupun saya belum punya rumah sendiri.

    tetapi di sisi lain istri saya selalu mengeluh tidak kerasan / tidak nyaman kalau tinggal di rumah saya. dan istri saya selalu meminta tinggal di rumah orang tuanya / mertua saya.

    tetapi di sisi lainya orang tua saya menyuruh istri saya untuk tinggal di rumah saya sampai nanti bayinya lahir..

    kadang kadang saya ribut dengan istri saya gara gara masalah tinggal dimana.

    apa yang harus saya lakukan dan apa yang harus saya bilang kepada istri saya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Seorang istri wajib mentaati suaminya,.
    Seorang suami wajib mentaati orangtuanya,..
    Hendaknya istri tersebut mentaati suami, dan membuat senang hati ortu suaminya,.

  29. Assalammualaikum Wr. Wb
    Langsung aja

    Saya sudah menikah selama 1 setengah tahun dengan seorang wanita janda anak 1.

    Saya tinggal sebelahan sama mertua.

    Saya meminta kepada istri saya untuk membuka KB karena saya ingin mempunyai momongan atau anak tetapi istri saya tidak mau sehingga saya marah dan pergi dari rmh.

    Setelah saya pergi dari rmh saya sms istri saya dengan kata” cerai sedangkan posisi istri saya saat itu sedang Haid.

    Setelah 3 atau 4 hari kemudia saya sadar karena perceraian bukanlah hal yg baik melaikan hal yg jelek dan tidak di sukai alloh.

    Setelah saya pergi selama 15 hari saya memutuskan untuk datang kembali ke rmh meminta rujuk kembali tetapi saya meminta izin kepada mertua saya.

    Tetapi mertua saya malah menyuruh saya untuk menceraikan anak lebih tepatnya istri saya dan saya jawab saya tidak akan menceraikan anak bapa maka dari itu saya datang atau kembali lg kesini juga.

    Lalu mertua saya jawab bila km tidak mau menceraikan atau mengurus perceraiain ini biar bapa yg urus perceraiannya km tunggu aja panggilan dari pengadilan.

    Setelah selesai perdebatan selesai saya kembali lg ke rmh ortu saya, saya tidak jadi untuk pulang ke istri saya.

    Bagai mana tanggapan agama dan bagai mana tanggapan pengadilan agama.

    Tolong jawab biar saya lbh mengerti

    Terimakasih

    Wasalammualaikum

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Menceraikan istri dalam kondisi haid maka tidak sah cerainya,. anda masih sebagai suaminya..
    Rujuk itu ga perlu minta ijin ke mertua, atau ijin ke istri, karana talak dan rujuk itu ada di tangan suami,.
    Jika suami rujuk, maka otomatis sah, selama masa iddah belum habis,
    Jadi,. sikap mertua itu kurang tepat, dan anda rujuk ke istri juga seharusnya ga perlu ijin ke mertua,.
    Dan sebaiknya, urusan internal rumah tangga itu JANGAN SAMPAI TERDENGAR ke orangtua atau mertua, cukup berdua saja,.

    Hukum pernikahan dan perceraian itu sah atau tidaknya bukan tergantung pada pengadilan agama, bisa jadi sah menurut pengadilan agama, tapi tidak sah menurut aturan islam, dan sebaliknya,. jadi dalam hal ini pihak pengadilan agama harus diberi tahu kronologis, dan bagaimana aturan islam tentang hal ini, sebab banyak juga petugas pengadilan agama yang kurang paham terhadap masalah pernikahan dan perceraian yang benar menurut aturan islam,.

  30. Saya sdh krg lebih 2 tahun menikah saya tinggal di mertua suami saya selalu keluar kota kadang seminggu sebulan tapi ibu saya selalu merindukan kehadiranku untunk juga bealam di rumah orang tuaku sama dgn lama saya di rumah mertua.

    ibu mau saya bermalam di rumah orang tua 1 minggu begitupun di rumah mertua satu minggu.orang tua saya maunya adil.

    sedangkan suami hanya memulangkan saya 2 kali sebulan satu kali itu 2 hari satu malam bgtupun minggu dpannya lagi.bagaimana ini?

    saya binggung sampai ibu bapak marah sama saya krn berfikir saya yg tidak mau pulang padahal saya selalu mau pulang cmn mertua n suami melarang.
    padahal sebenarnya tidak sepertu itu.ibu saya cpt tersinggung jadi kadang saya diam tdk mw menjelaskan takut emosix naik.tolong bantuannya terima kasih

    Ibu,. ketika anda belum bersuami, maka ibu wajib berbakti pada orangtua anda, menyenangkan hati mereka, mengharapkan keridhaan mereka,.

    Berbeda ketika anda sudah bersuami,. maka anda wajib berbakti kepada suami, melebihi bakti anda kepada ortu anda,.
    Apa yang anda lakukan harus seijin suami anda,. termasuk ketika anda bepergian, maka wajib ijin kepada suami, jika suami tidak mengijinkan, maka anda tidak boleh pergi,.

    Demikian pula orangtua wanita, mereka harus sadar posisinya, bahwa anaknya itu sudah bukan berada dibawah tanggungjawabnya, tapi sudah berpindah ke suami,. suaminya yang lebih berhak kepada istrinya,. dan si istri wajib mentaati suaminya..

    Jika si istri mentaati suami, maka ortu istri juga mendapat kebaikan yang banyak,.mendapat pahala,.bahkan ada kisah orangtua yang diampuni dosanya lantaran si istri yang taat kepada suaminya,.

    Jadi ibu,taatlah pada suami, jika ingin berkunjung ke rumah ortu, maka bicarakan secara baik-baik pada suami, dan jangan ada anggapan tidak adil, misalkan suami tidak mengijinkan,.

    Yang disebut adil itu bukan seperti anggapan orangtua anda,. itu bukan adil namanya, istri wajib taat suaminya, melebihi taatnya pada orangtua, adapun jika suami, maka wajib taat kepada orangtuanya,.berbakti pada orangtuanya,. itu bedanya,.
    Keridhaan istri ada pada keridhaan suami,. istri bisa masuk surga lantaran taat dan berbakti pada suami,.

    bahkan…
    Penghuni neraka paling banyak adalah wanita,. kenapa?
    Lantaran tidak bersyukur kepada suaminya,..

  31. Saya menikah sudah 1tahun,,suami saya kerja di jkt,,
    suami saya pengenx saya ikut ke kota bersama dy tapii,,kelurga saya kurang setuju Kǝƪ☺ saya ikut suamii di kota,,mereka ingin nya saya tetap di kampungg ngurus orang tua saya

    terkadang suamii saya suka mengeluhh,,dy mengizinkann tapii tidak 100%,,

    mungkin cz dy juga tidak enak sama kelurga saya,,nahh ƔǡήǴ Mαΰ saya tanyakan sebernya ap ƔǡήǴ harus saya utamakann!!!

    Yang wajib anda turuti, ikut suami ke jakarta, karena jika sudah menjadi istri, maka lebih wajib berbakti kepada suami,.

  32. Assalamu’alaikum

    Saya d larang ibu kandung saya untuk hamil karna sya bru menikah dan sya d suruh kb,,tp suami sya menginginkan segera punya anak,,sya harus bgaimana trima kasih

    Wassalamu’alaikum

    Wa’alaikumussalam warahamtullah
    Tidak perlu mentaati ibu kandung dalam hal maksiat kepada Allah, apalagi ibu kandug menyuruh tidak boleh hamil dulu, padalah salah satu tujuan menikah agar punya banyak keturunan,.
    Ikuti dan taati suami ibu,..karena istri lebih wajib berbakti kepada suaminya, melebihi baktinya kepada ortu sendiri,

  33. saya seorang istri ingin bertanya apakah memang tidak boleh seorang istri mengadukan apa yg orang tua bilang tentang suami kpd suami saya

    apa hukum nya padahal org tua saya selalu menghina dan menjelek2 kan suami saya kpd org lain

    Tidak usah mba,. justru menjaga supaya keluarga mba itu bahagia, tenang,. rukun, itu lebih penting,.
    mba harus lebih berbakti kepada suami, jaga wibawa suami, jaga kehormatan anda dan suami,.
    Tidak usah mencari-cari aib suami, atau kesalahan suami, atau menyampaikan omongan yang ga enak kepada suami tentang dirinya,..

    • Dimn2 orang tua lebih harus dihormati harus berbakti.harus denger orangtua.bknnya bantah sama orng tua.
      alangkah durhaka jika orng tua tidak dihormati.anda

      Seorang anak wajib berbakti pada orangtua, BETUL.. ingat, seorang anak,. baik anak laki-laki atau wanita,.
      Sedangkan khusus bagi wanita, jika dia sudah bersuami, maka dia wajib lebih berbakti pada suaminya, melebihi bakti dia pada ortunya sendiri,

      Disini bukan berarti si wanita harus durhaka terhadap ortunya, tapi dia harus lebih berbakti pada suaminya,. karena posisinya sudah berbeda, beda halnya ketika dia belum menikah,.

      Kalau posisi suami, dia tetap lebih wajib berbakti pada orangtuanya, dan kondisi di lapangan sungguh banyak yang bertolak belakang,.
      Banyak istri yang durhaka kepada suami, lebih mentaati ortunya,.
      Dan banyak suami yang durhaka kepada ortunya, lebih mengutamakan istrinya,.
      Sudah saya posting artikel tentang ini, silahkan baca disini

  34. Assalamu’alaikum.
    Saya syella amelia umurku 20thn .

    Saya mempunyai masalah dalam khidupan saya dan membingungkan diri saya, mantan suami saya mengajak rujuk kembali ,tetapi orgtua saya melarang dan jika saya sampai rujuk kembali dengannya saya tidak akan di anggap anaknya lgi, tapi di sisi lain saya kasihan melihat anak saya yg menderita dengan perceraian ini. Bantu saya untuk mencari jalan keluarnya trimakasih

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Apakah anda dalam masa iddah setelah perceraian itu?

    Jika dalam masa iddah, maka jika suami ingin rujuk, istri tidak boleh menolak, dan rujuknya sah, karena rujuk dan cerai itu ada di tangan suami, bukan ditangan istri,
    Cerai dan rujuk tidak butuh pada persetujuan istri,.

    Tapi jika masa iddah sudah habis, maka wajib melakukan akad nikah yang baru,

    Kalau terjadi perceraian, maka istri tidak boleh meninggalkan rumah suami hingga habis masa iddahnya, jadi istri wajib tinggal bersama suami sampai masa iddah habis, jangan langsung ngacir ke rumah ortu, silahkan baca ulasannya disini

  35. Mba saya sedang merasakan kebingungan
    Diposisi lain saya ingin kembali dengan mantan suami saya tapi saya dilaramg oleh orgtua saya dan kata orgtua saya jika saya sampai rujuk tidak akan pernah di akui anaknya lg.
    Jadi saya bnar bnar bingung saya harus bgai mna?

    Jika masih dalam masa iddah, maka istri tidak boleh menolak rujuknya suami, karena rujuk itu ada di tangan suami,. dan istri lebih wajib berbakti pada suami daripada pada ortunya,.

    Jika sudah habis masa iddah, maka harus dengan nikah yang baru, dan ini terserah anda, anda yang tahu bagaimana kelakuan suami, agama suami, dan anda juga wajib berbakti pada ortu anda,.

  36. Assalamu alaikum wr wb
    bagaimana hukumya jika suami tiap kali bertengkar meninggalkan rumah (kos sendiri) selama 1 bln tp masih sering plng kerumah ngasih uang jajan ke anaknya kemudian dy menjatuhkan talak 1 dy mw kembali asal istrinya mw d ajak kos sendiri.

    istrinya tdk mau krn sebab pertengkaran mereka adalah karena ibunya (suami) ikut campur soal keuangan akan tetapi suami lebih memihak ibunya dan memojokkan sang istri.

    di sisi lain ortu dr istri bilang jika kamu ikut suami kos sendiri berarti u menyalahkan ortu u sendiri dan siap jauh dr ortu krn si suami selalu menyalahkan/ menjelek jelekan ortu dr istri pdhal kenyataan pertengkaran mreka bkn dr ortu si istri melainkan dr ortu suami.terima kasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Seorang istri, wajib berbakti kepada suaminya,. melebihi bakti dia kepada ortu kandungnya,.
    Adapun suami, maka dia lebih wajib berbakti kepada ortunya, tentu tanpa melepas tanggungjawabnya terhadap istri dan anaknya,.

    Ibu,.. anak itu adalah milik ortunya,. tapi jika istri, suaminya lebih berhak,.
    Jadi bedakan , ingat posisi anda,.
    Berbaktilah pada suami,. ambil hatinya,. sanjung suami dihadapan ortu suami, sehingga ortu suami merasa bangga,. maka tidak mengapa ibu ikut kost bersama suami,. bukan tetap tinggal di rumah ortu anda,.

    Ingat posisi ibu, sebaiknya ibu baca kisah ini

  37. Asalamualaikum..,.

    Saya sudah 4tahun berumah tangga semnjak saya berumah tangga hidup saya semakin terpuruk karena kesedihan,ibu saya sedang sakit kanker payu darah di fonis stadium 4 , ketika saya tau ibu saya sakit saya leebih mengurus ibu saya,sebenarnya ibu saya mempunyai sifat egois di sisi lain saya yang mengurus ibu saya tetapi saya selalu di salahkan dan di anggap tidak patuh sama ibu saya, ibu saya selalu menganggap kalau suami saya laki laki yang tidak pernah membanggakan istri juga ibu saya,sebenarnya saya kecewa dan tidak terima dengan perlakuan ibu saya terhadap suami saya terus saya mengadu ke pda suami saya dan suami saya marah besar dan mengjak pergi dari rumah,tetapi di sisi lain saya tidak mau meninggalkan ibu saya yg sedang sakit parah
    Sebelumnya saya mau bertanya apakah saya berdosa jika saya lebih patuh dengan ibu saya di bandingkan suami saya,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Seharusnya anda jangan ceritakan hal tsb kepada suami,. tentu suami marah besar karenanya,
    Seorang istri, lebih wajib berbakti pada suami, melebihi baktinya dia kepada ortunya sendiri,.
    Melalui suami, istri bisa masuk surga, dan melalui suami istri bisa tercebur ke neraka,.

    Jadi jika disuruh memilih, maka pilih ikut suami, dan tdak dikatakan sebagai anak durhaka,. tidak ada ketaatan pada hal yang maksiat,.
    Justru jika ada istri yang lebih mentaati ortu ketimbah suaminya, dia adalah istri yang durhaka,.
    Tentang ibu, mungkin anda bisa minta tlg saudara anda ,
    Mungkin anda merasa takut dilaknat orang tua, padahal orang tua tidak dijamin sebagai manusia yang mulia,. anda harus lebih takut dilaknat makhluk2 mulia dan selalu taat, siapa mereka? para malaikat,.
    Malaikat akan melaknat wanita yang tidak mau diajak suaminya,. dalam hal ini adalah ajakan ke tempat tidur,. dengan anda tidak mau ikut suami, jika suami meminta anda, maka anda akan menolaknya bukan, karna tidak tinggal ikut suami,.

  38. Asalamualikum,,,
    Saya mau nanya,,saya udh nikah 6 bln ini,,tpi bnyk mzalah yg hrs saya hadapi,,saya bekerja dluar negri dan istri saya bekerja dluar kota dalam negri,,
    Jdi pertnyaan saya:
    Berdosa tidak klo istri pergi sama temenya(wanita),pergi nonton,,ktnya ngilangin kejenuhan,,tpi istri udh pergi bru ngasih tau suami,,terus saya (suami) tdk mengijinkanya,,tpi mlh enak2n nontn aj,,dkrnakan udh bayar d malu sama tmen,,?

    Waktu saya lg tlpn istri saya lngsung motong pembicaraanya,,ktanya istri saya udh ada janji sama temen mau makan,,tpi saya ga ngijinin,,bagemana hukumnya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Seharusnya, kalau bisa anda ajak istri tinggal dilluar negeri bersama anda, atau istri di rumah tidak usah bekerja, kan yang wajib mencari nafkah adalah suami, istri tetap tinggal di rumah,
    Atau anda pulang saja dan bekerja di dalam negeri, tidak usah bekerja di luar negeri,.
    Ingat… godaan jauh dari suami itu besar, peluang pun terbuka lebar, demikian pula godaan jauh dari istri juga besar, peluang pun sama-sama terbuka lebar,.

    Silahkan dipikirkan kembali, mana yang lebih anda prioritaskan, apalagi anda juga sebagai kepala keluarga, yang akan dimintai pertanggungan jawab terhadapa istri dan anaknya,.
    Bekerja di luar kota bagi si wanita , apalagi tiap hari keluar kota, ini tentu hal yang beresiko,apalagi jaman sekarang ini,
    Wanita boleh saja bekerja, tapi ada syarat-syaratnya,.dan kadang bekerjanya wanita di luar rumahnya, itu membuat keluarga tersbut tidak bahagia, baca disini

  39. Saya seorang istri dan anak perempuan.
    Ibu saya kena struk ringan, bisa berjalan dan beraktifitas cuma tidak maksimal.
    Dirumah ada bapak dan adik laki2, tapi beliau ingin saya tinggal dan menetap disana.
    Sedangkan suami ingin berumah tangga di kota asalnya karena disana dia mencari nafkah.
    Saya sangat bingung dan tertekan dengan hal tsb. Mohon solusinya

    Anak disuruh berbakti kepada orangtuanya,.
    Jika anak tidak berbakti kepada orangtuanya,. maka disebut sebagai anak durhaka,.

    Seorang istri,. wajib berbakti kepada suaminya,. melebihi baktinya kepada ortunya,.
    Akan disebut istri yang durhaka, jika istri tidak taat dan berbakti pada suaminya,.

    Jika anda takut disebut sebagai anak durhaka oleh orang tua, maka anda harus lebih takut lagi jika dicap sebagai istri yang durhaka,.

    Ketaatan seorang istri pada suaminya, bakti seorang istri pada suaminya, maka orangtuanya akan mendapat pahala karena sikap istri yang taat dan berbakti tersebut,.

    Jika istri tidak taat, malah lebih mengikuti ortu daripada suaminya,. maka si istri mendapat dosa, demikian pula ortunya,..

    Jadi tidak usah bingung, apalagi di rumah ada bapak dan adik laki-laki,..
    Berbaktilah pada suami,. dan berdoalah,.
    Mudah-mudahan karena bakti anda kepada suami, Allah sembuhkan sakit ortu anda,.

    Melalui ketaatan pada suami,.. istri bisa masuk surga dari pintu mana saja yang dia inginkan,. silahkan lihat postingannya disini

  40. Assalamualaikum.

    saya mau brtanya bgaimana hukumnya jika suami sering memukul istri dan menyiksa jika ada masalah?, saya brumah tngga sdah 4 thun dan baru punya ank 1 umur 6 buln..
    suami saya pergi ke kampung nya untuk mncari pekerjaan tpi oleh ibunya tidk bleh pulang lgi ke rumah krna ibunya ingin suami saya tetap brsamanya dan jngan prgi …

    lalu saya dan ank saya d suruh suami saya untuk menyusul dan menetap disana tapi orang tua saya tidak mengijinkan krna suami saya sering memukuli saya dimana ada masalah di tmbah lagi mertua saya tidak suka dengan saya..

    disini saya bingung krna saya ingin ttp memprtahan kn rumah tangga saya demi anak saya..

    tapi ortu saya bersih keras melarang saya karna tkut saya trus di siksa oleh suami saya.

    dan sudah 1 mnggu ni saya tidak prnah berkomunikasi lgi dengan suami saya krna dia marah kpda saya sebab saya tidak mau menyusul nya…

    apakah tetap wajib bagi istri untuk tetap menaati dan mengikuti kmana pun suami pergi mskipun sang suami sering bertindak kasar kpd sang istri?, mohon jawaban dan solusinya,, wasallam

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Mba nisa, perlu mba ketahui, seorang wanita jika sudah menikah, maka lebih wajib berbakti kepada suaminya, dan suaminya yang lebih berhak daripada orangtuanya.. berbeda dengan anak laki-laki, walaupun sudah menjadi suami, dia tetap wajib berbakti pada ortunya,.

    Anda menceritakan kalau anda sering dipukul oleh suami, disiksa,. apa suami memukul tanpa sebab? atau mungkin akibat tersinggung dengan ucapan atau sikap anda pada suami, ini juga perlu ditelusuri sebabnya,. masa tanpa alasan tiba2 suami memukul atau menyiksa,.

    Jika suami memukul anda karena sikap anda, maka yang perlu dibenahi ya jangan bersikap yang membuat suami terpicu amarahnya,
    baik dengan ucapan atau perbuatan,.

    terkait masalah anda memilih ikut suami atau ortu, maka jelas,. ikut suami,. dan ortu anda tidak berhak melarang istri utk ikut suaminya, karena suami jaauh lebih berhak dari ortunya,. jika dia sudah jadi istri, berbeda ketika belum menikah,.maka ortu lebih berhak,

    Jadi coba mba introspeksi,. taati suami, berbakti pada suami, jangan buat suami timbul amarahnya,.. jika anda tidak mau durhaka dan membuat orangtua marah, maka ke suami harusnya juga lebih dari itu malah,.

    Bahkan tahukah anda,. neraka sebagian besar penghuninya adalah WANITA, .. apa sebabnya? karena DURHAKA PADA SUAMINYA,..

    Jadi mba, jalin hubungan baik dengan suami, komunikasi, dan berbaktilah pada suami,. melalui suami, anda bisa masuk surga dari pintu mana saja, tentu ada syaratnya.. silahkan baca disini

  41. saya perempuan usia 25 tahun, dan akan menikah dalam beberapa minggu ke depan.

    saya memiliki seorang ibu, dan adik laki – laki berusia 23 tahun.

    ibu saya hanya seorang pengasuh balita, sedang adik saya belum bekerja.

    selama ini saya kontrak rumah untuk memberi tempat tinggal pada ibu dan adik saya.

    calon suami saya mengharuskan saya tetap bekerja agar bisa menghidupi ibu dan adik saya, sedang dia bekerja untuk menghidupi saya dan keluarganya.

    dan setelah menikah saya harus pindah ke tempat suami saya tinggal, karena memang calon suami bekerja di beda kota dengan saya.

    yang ingin saya tanyakan, bagaimana nasib ibu saya ketika saya menikah nanti ?

    saya takut ketika pindah tempat tinggal, saya tidak langsung mendapat pekerjaan ?

    meski saya paham bahwa rezeki sudah Allah atur, hanya saja saya belum siap melihat ibu saya bersusah payah mencari nafkah untuk hidup sehari – hari bersama adik saya, tanpa adanya seorang bapak.

    karena saya yatim dari umur 7 tahun.
    mohon diberikan saran bagaimana saya kedepannya.
    terima kasih.

    Jawaban bisa dilihat di postingan ini

  42. Assalamualaikum.
    Saya mau tanya, saya sudah menikah hampir 1thn dan skrang saya sdang hamil, smntara orang tua saya ingin di jamin perbulan nya 500rb, kalau tdk ada pemasukan perbulan pasti ortu saya suruh kami tdk untuk menghubunginya. Sedangkan suami saya hanya pedagang yang kdang rame kdang sepi.
    Terus apa yang harus saya lakukan saya mau nelahirkan tapi ortu saya sdang menjauhi sya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Anda lebih wajib mentaati suami, dan menerima pemberian suami,.
    Adapun permintaan ortu anda, maka tidak ada kewajiban bagi ibu utk memenuhinya,. dan jika ibu ingin memberi pada ortu , maka wajib seijin suami,.

    Kalau bisa anda ikut suami saja, bisa ngontrak rumah sendiri

  43. Asallamualaikum.w.w
    Saya bingung..

    saya sudah 10 tahun tak jumpa ibu saya karna merantau.

    Dan saya sudah 2 tahun menikah,rencana mau pulkam bersama suami dan anak.

    mau ibu dan saya 1 tahun tinggal dulu bersama ibu,ngilangkn rindu sama ibu..karna lama tak jumpa.

    ibu juga tinggal sendiri tak ada suami,anak jauh semua,

    tapi suami saya tak setuju bila saya tinggal 1 tahun sama ibu saya.

    di sisi lain saya ingin balas kebaikan ibu saya,dan memberikan nya kasih sayang dari anak nya,memberikan waktu untuk brmanja kepada saya.

    Saya bingung patuh pada suami atau mengobati rindu sama ibu..,balas kasih ibu

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Ibu, posisi wanita, jika dia belum menikah, maka wajib berbakti pada ortunya,.
    Tapi jika sudah menikah, maka dia wajib berbakti dan taat pada suaminya,. melebihi taatnya pada ortu sendiri,.
    Bagaimana cara wanita yang sudah bersuami membalas budi pada ibunya? caranya adalah dengan berbakti pada suami, taat pada suami, yang itu merupakan buah dari didikan sang ibu,. sehingga dengan baktinya istri pada suami, maka ibu anda akan mendapatkan pahala yang sangat banyak,. tidakkah anda merasa senang?
    Tidak ada kebahagiaan yang besar antara Allah berikan pahala pada ibu anda, dibanding anda bermanja-manja, atau mungkin ibu anda dikasih uang banyak oleh anda,.

    Jadi, suami mengijinkan pulang kampung bersama suami itu hal yang patut anda syukuri,. dan jika suami tidak mengijinkan anda tinggal lama, ya anda wajib taat,. ingat posisi anda sekarang,. beda perkara jika anda belum nikah,

    Jika mau, anda ajak ibu anda tinggal bersama, tentu harus SEIJIN SUAMI,. jika suami tidak mengijinkan maka tidak boleh,.

  44. .Ass.sy sdh menikah 8thn.
    sy sdh pny anak 1.
    lgs aja ya.

    sy bingung orangtua suami sy (mertua)melarang sy ikut suami sy.

    suami sy jualan di bdg.

    pdhl sy inginnya ikut suami sy dimanapun suami sy tnggl.

    tp mertua sy ttp sj melarang sy.

    merka slalu nyuruh sy dan anak sy tnggl bersama mertua sy di majalengka.

    pdhl suami sy tdk kberatan klo sy ikut dia.dan di suatu saat ketikq suami sysdh pusing di omeli ortunya.

    suami sy jg marah sm sy karna sy trs ikut2 suami sy.

    pdhl sy hanya ingin tinggal bersama suami dan anak sy.

    menjadi keluarga kecil.meskipun kmi ngontrak.

    apa yg hrs sy lakukan?apa slh sy ingin ikut suami?

    tp orangtua suami melarangnya?

    dg berbagai alasan.misalnya klo bawa anak&istri biayanya boros dll.
    bahkan mertua sy melarang sy punya anak lg.mohon pencerahannya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Suami anda wajib mentaati orangtuanya, dan anda juga tentu wajib mendorong suami utk mentaati orangtuanya,.
    Seandainya mertua anda menyuruh anda tinggal bersama mertua seperti cerita anda diatas, maka tidak mengapa anda tinggal di majalengka, suami bekerja di bandung, toh jarak bandung majalengka bukan hal yang cukup jauh, apalagi suami berdagang,..

    Anda bisa berbakti pada suami dan mertua, karena seorang suami masih harus berbakti dan membuat bahagia kedua orang tuanya,.
    Anda jadilah menantu yang bisa menyenangkan mertua, jangan sakiti hatinya,.. selama mertua tidak memerintahkan hal yang maksiat, maka silahkan ibu taati,.
    Sebagai bahan utk menambah wawasan, silahkan baca postingan ini

  45. Ass saya mau brtanya , saya krng lbih stahun mnikah , skrng sya sdng mngandung anak prtma kmi mslahnya adalah orng tua saya mminta saya melahirkan ditmpt dia tnggl tetapi suami saya tidak bisa dengan adanya alasan yg kuat
    klo saya mmlih ortu saya , suami saya mrah bsar , ttapi klo sya mmlih suami saya ortu saya tdk akan mnggap saya anakny lgi
    apa yg hrus sya lakukan mnakah yg hrus sya pilih , durhaka mna saya kpda suami kh atau ortu saya
    tlong jwbnnya ya
    saya bnar2 sdg bngung , klo saya sprti ini saya tkut akn ksehatan calon ank saya

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.

    WAJIB IKUTI SUAMI,. durhaka kepada suami dosanya jauuuuuh lebih besar dari durhaka pada orang tua,.. dan tidak disebut sebagai durhaka pada orang tua jika anda mentaati suami,. justru jika anda mengikuti orang tua, anda yang durhaka pada suami,.

    Beda sikap jika anda masih belum menikah dengan sudah menikah,.. jika wanita sudah menikah, maka suami lebih berhak dari ortunya,. dan istri wajib lebih taat pada suami daripada ortunya,..

    Kebanyakan penghuni neraka adalah wanita, penyebabnya adalah karena durhaka pada suaminya,.

    Tidak dianggap anak oleh ortu, tidak mengapa, justru yang berdosa adalah ortu anda,. tapi anda tetap menganggap mereka adalah ortu anda, dan tetap berbuat baik dan mendoakan mereka,.

  46. assalamualaikum,
    saya sudah menikah 4 tahun ke 5 tahun sekarang, saya menikah dengan janda anak dua dengan kondisi memiliki 1 toko satu, pada awalnya saya mengajar di sebuah sekolah dan jual jasa pemasangan hardware di station tv lokal.

    setelah 2 bulan menikah, orang tua istri ( mertua ) meminta saya untuk turut membantu toko milik istri saya tersebut.

    disini posisi orang tua istri lebih dominan dalam rumah tangga saya, dan cenderung meluapkan kemarahan dengan bahasa yang kasar, begitu juga istri saya, jika terjadi pertengkaran, terjadi pengusiran dan kata-kata kotor ( binatang / hewan ) dan kasar.

    konflik pun semakin meluas hingga istri saya selalu kesal bila ada orang tua saya datang atau berkunjung ke rumah orang tua saya, pasti selalu tercipta sebuah masalah, karena pikiran yang negatif ( pro dan kontra ).

    saya selalu nurut dan dan tidak pernah cerita kepada orang tua saya, setiap kali ada kesalahan saya dimarahi dan dimaki-maki dihadapan siapapun.

    saya bersabar, sampai tuduhan – tuduhan yang lain nya pun terus-menerus dilontarkan, hingga saya memiliki anak laki-laki, karena se iring waktu toko pun bertambah dan berkembang jadi 4 toko, saya memiliki kesibukan yang tinggi, saya terkadang lelah dengan pembayaran yang bertubi-tubi, dengan masalah di rumah yang terus menerus, dengan kegiatan sehari-hari yang memakan waktu lebih dari 18 jam, sehingga saya ingin istirahat pun sulit sekali.

    saya dituduh selingkuh karena masalah bbm dengan teman-teman baik baru atau pun lama, saya dirazia dengan memeriksa semua saku celana, email dan sosial media saya di kuasai dan terus memusuhi keluarga saya.

    bagaimanakah hukum dan solusi yang harus diambil jika terus-terusan dalam kondisi seperti ini, terimakasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Anda sebagai kepala keluarga, istri itu harusnya berbakti kepada anda, dan orangtua istri tidak berhak mencampuri urusan rumah tangga anda,.

    Kenapa anda tidak mengangkat karyawan saja, dan anda sebagai pengawas dan pengaturnya, sehingga anda ada waktu utk keluarga,.demikian pula agar istri fokus mengurus rumah tangga,.

    Anda berhak mengatur istri , karena istri itu dibawah anda, dan istri wajib taat, dan harus berbakti pada suami,.

    Kemudian anda juga jaga pergaulan, jangan menjadikan kawan2 lama yang merupakan lawan jenis anda, lalu anda melakukan komunikasi baik di medsos atau bbm, itu juga bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga anda, bisa bbm man dengan istri saja, jadikan bbm itu sebagai sarana menambah keharmonisan rumah tangga anda,. bukan sebaliknya,.

    Sikap ke mertua, tetap berbuat baik, tapi jangan mau mertua ikut2an mengatur rumah tangga anda,.

    Kalau susah, bisa saja pindah tempat tinggal anda , menjauh dari mertua, tapi usaha tetap disitu dengan mengangkat karyawan,. atau buka usaha di tempat lain,.

  47. assalamuallaikum.

    apakah dosa bila mertua membiarkan dan mendukung istri saya selingkuh

    bahkan membiarkan laki2 nya nginap dirumah saya beberapa kali.

    gimana hukumnya mertua?wassallam.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Mertua berdosa, dan si suami jika mengetahui hal tersebut dan membiarkannya, maka si suami juga berdosa,.. menjadi suami dayyuts,.

    Harusnya anda melarang dengan tegas laki-laki yang bukan mahram nginap di rumah anda,.

    Bahkan anda juga berhak melarang mertua masuk ke rumah anda, atau mencampuri keluarga anda, jika itu hanya menambah kerusakan rumah tangga anda,.

    Istri lebih wajib taat pada suami, bukan kepada ortunya,.

    Suruh istri bertaubat, jika tidak mau, ya lebih baik ceraikan saja,.

    Silahkan baca ulasannya disini

  48. Assalamualaikum
    saya Neynie
    sya mau crta dan mnta pndpt ksiapa lgi..

    Saya diceraikan suami saya wktu desmber lalu,tpi Mntn suami saya Blg ke ortunya klo sya yg mnta cerai. Iya saya menyetujuii perceraiian itu KRN ekonomi..

    Jujur dia Menafkahi Istri dan anaknya Tdk trcukupi..

    Ditambah lagi Mntn suami saya Tdk Bicra kalo dia Membagi Rezeki itu kpd Orangtuanya..

    Sya sudah brusaha Mengingatkan dan slalu diam. Tdk marah. Namun Sya tdk kuat dg Mntn mertua saya yg slalu meminta Uang kpd suami saya tnpa sepengetahuan saya..

    Pdhl Anak”nya Mntn suami saya mash byk lbh sukses dri mntn suami saya..

    Dan skrg Mntn suami saya Pun menafkahi anaknya Diatur keuangannya Olh orangtuanya ..

    Ya saya brsykr mntn suami saya msh inget anaknya Dan memberi nafkah. Tpi Apa hrus lwt ortunya..
    Saya kecewanya krn itu..
    Bagaiimana solusinya
    apa saya Berdosaa?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Ibu, istri wajib berbakti kepada suami, melebihi baktinya pada ortu si istri,.
    Tapi suami, tetap wajib berbakti pada ortunya..

    Suami memberikan uang pada ortunya, itu kewajiban suami,dan suami tetap lebih wajib berbakti pada ortunya, berbeda dengan istri,.
    Dan hukum asalnya suami memberikan uang ke istri itu sesuai kemampuan suami,..
    Dan istri tidak boleh memprotes suami ketika suami memberikan uang pada ortunya,..
    Silahkan baca disini ulasannya , klik saja

  49. Assalamualaikum..
    Saya mohon petunjuk..
    Desember tahun 2015 lalu mertua lelaki saya meninggal,rencana bulan mei awal ini saya akan menempati rumah baru.
    sementara saya masih tinggal di rumah orang tua saya. Suami dan saya bekerja.

    Suami bekerja siang hari. Sementara jadwal kerja saya tidak selalu siang.

    Kebetulan karna saya yg membuat scedule kantor sementara sdh 6 bln ini saya menyamakan scedule dgn suami. Jarak rmh dan kantor kurang lebih 1 jam. Kami berencana pindah rmh agar jarak kerj tidak jauh. Dan teman 2 di kantor saya tidak iri krn saya selalu masuk siang. Tetapi menurut mertua perempuan saya.. Kami tidak boleh pindah rumah sebelum setahun meninggalnya bpk mertua.. Apa yg harus kami lakukan?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah..
    Saran saya, cukup suami yang bekerja, dan anda di rumah, menjadi full ibu rumah tangga, pahala yang besar menanti bagi sang istri, dengan tinggalnya si istri di rumah suaminya, silahkan baca kisah nyata disini
    Istri wajib berbakti pada suami, melebihi baktinya kepada orangtua sendiri,.
    Sementara suami, tetap wajib berbakti kepada orangtuanya,.
    Jika ibu suami meminta untuk tidak pindah, maka turuti saja demi menyenangkan hati ibu suami tersebut, dan juga bentuk bakti suami kepada ibunya,.
    Adapun keyakinan tidak boleh pindah selama belum setahun, maka ini tidak benar,

  50. Assalamualaikum.. mau konsultan .. istri saya selalu nurut apa kata orang tuanya dia.

    Dan selalu menyengkal perintah atau usulan saya..

    saya sudah menikan hampir 1 tahun. Dan saya juga sudah di karuniani anak baru 3 minggu.

    Tapi nggak tau kenapa istri saya selalu mengikuti pada ibunya. Sedangkan saya sama sekali. Padahal saya semenjak menikah pisah dengab orang tua masing masing. Sudah punya rumah sendiri. Tapi kenapa selalu yang handle istri saya orang tuanya dia.

    Saya sebagai suami merasa di lecehkan. Padahal kewajiban saya terhadap istri saya tercukupi. Dari nafkah hingga urusan ranjang.

    Terkadang saya berfikiran apakah saya cerai kan atau gimana. Di sisi lain kalau saya ceraikan saya berfikir.. saya baru punya anak 1 baru 3 minggu.. saya berfikir demikian.

    Karena batin saya yang sudah tidak kuat dengan sikap istri saya terhadap saya. Dan kedua orang tuanya dia.. apa yang harus saya lakukan.

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    seorang istri wajib berbakti pd suaminya, tidak boleh membangkang pd suaminya,

    Orangtua boleh saja mengatur anak wanitanya, selama belum menikah, tapi kalau sudah menikah, maka tidak boleh mengatur atur seenaknya, itu sudah bukan haknya, si wanita sdh menjadi tanggungjawab suami.

    silahkan anda bicarakan baik baik dgn istri anda dulu, sampaikan dengan lemah lembut, boleh printkan artikel ini juga biar istri paham,

    Jika penyebab itu semua adalah karena orangtua si istri, anda berhak untuk melarang ortu istri anda tinggal di rumah anda, jika itu bisa merusak keharmonisan rumah tangga anda,

    lakukan upaya pendekatan itu dulu,
    jangan lupa berdoa kepada Allah utk kebaikan rumah tangga anda,

    jika upaya pendekatan dan penyadaran pada istri tidak mendatangkan hasil, istri tetap membangkang, ga mau berbakti pd anda, ya itu terserah anda, mau mempertahankan atau menceraikannya..

    jika cerai, tetap anda wajib menafkahi anak anda,

    • Terimakasih atas masukan dan sarannya. Hingga detik ini pun istri saya belum sadar akan hal itu. Saya masih bingung. Ngurus istri 1 saja susahnya. Minta ampun.. padahal orang tua istri saya kemaren bilang.. pas lagi ada cekcok dengan istri saya.. ortu dia bilang kaya gini. “Rumah tangga mau baik atau tidaknya tergantung sama kalian berdua… ” oke saya cerna kata kata itu. Dan kejadian lagi.. ketika kakek nenek dari istri saya.. mempunyai hajatan.. dari pihak keluarga istri saya.. bilang itu nadine ( anak saya) besok bawa kesini.. dengan tegas dia bilang. Lalu saya menjawab. Maaf anak saya (nadine) belum bisa datang ke acata tsb. Di karenakan umur bayi baru 3 minggu.. belum genap 40 hari kata orang tua. Sedangkan dari pihak keluarga istri saya. Merasa kecewa dengan saya. Karena melarang datang ke acara keluarga. Sedangkan istri saya tetep kekeh pengen ke sana. ..

      Nah dari kejadian ini. Saya ambil kesimpulan dari amanat orang tua istri saya yang sia katakan pada saya. RUMAH TaNGGA BAIK ATAU TIDaknya tergantung kalian berdua. NAH itu ini urusanku sama istriku. kenapa orang tua istri saya tetep memprofokatori istri saya untuk ke sana dengan berbagai alasan. BUkannya dia memberi nasehat patuhlah pada suami. sevara tidak langsung dia (ortu istriku) merusak rumah tanggaku jadi bertengkar. Saya harus gimana pak. Terimakasih

      Jika rumah tangga anda jadi berantakan akibat pihak keluarga istri anda yang merecokin atau memprofokasinya, anda berhak melarang istri untuk berhubungan dengan keluarganya,.

      Dan anda berhak melarang mereka untuk masuk ke rumah anda,..
      Alat komunikasi seperti Hape, sebaiknya juga diganti saja sehingga pihak keluarga istri tidak bisa berhubungan, sambil terus anda bersikap baik kepada istri, membuat istri anda agar berbakti pada anda sebagai suaminya,.
      Anda juga bersikap tegas kepada keluarga istri, walaupun tetap bersikap baik,.

      Intinya anda tidak memutuskan hubungan, hanya untuk sementara ini anda tidak usah berhubungan dulu dengan keluarga istri, sampai kondisi menjadi kondusif

  51. assalamu’alaikum..
    maaf pak, nma sya RIA mau tanya…

    berdosakah saya seorang anak perempuan yang sudah menikah dan punya anak menolak menuruti keinginan ibu saya karena saya juga punya tanggung jawab sendiri terhadap keluarga kecil saya..dalam artian ibu saya selalu meminta jatah uang bulanan..

    saya sudah di katai anak durhaka tidak nurut sama ibuk.mentang mentang sudah berkeluarga sudah mau menyingkirkan ibu.. hati saya sakit pak…

    padahal selama bekerja biarpun sedikit tapi sering saya selalu ngasih uang buat ibuk saya klo beliau minta selalu di kasih sma suami sya..

    saya bingung pak..saya di suruh mbantu biaya adik saya sekolah.. padahal dulu sebelum menikah hasil kerja sya,saya kasihkan ke ibu saya buat bantu adik sekolah juga kebutuhan sehari hari..saya hanya menyisihkan sedikit buat tabungan…

    bahkan sampai nikah saja saya biaya sendiri..

    tapi setiap berbicara ibuk saya seperti menuntut saya untuk mengganti biaya yang dulu saya pake buat sekolah dan selalu mengungkit masa lalu saya sekolah yang membiayai ibuk saya sekarang gantian ibuk saya nyuruh saya biayain adik sya….

    pelan2 saya jelaskan pada ibu klo sya bisa bantu tapi tidak seperti dulu sebelum saya nikah karena saya sudah jadi orang tua seperti ibuk ingin membesarkan anak juga..

    tapi ibuk saya marah dan tidak mau tau pokoknya tetap minta uang bulan..

    semua keluarga ibuk saya memojokkan say.. hati saya menangis kasihan sama suami saya pak..

    harus mengutamakan keinginan ibuk saya yang mementingkan kebutuhan adik saya ataukah anak sya sendiri pak m… mohon bimbingannya… sebelum dan sesudahnya sya ucapkan terima kasih…

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Seoarang anak wanita, wajib berbakti kepada orangtuanya, tapi ketika sdh menikah, dia wajib berbakti pada suaminya, melebihi baktinya pada ortunya..

    seorang istri, sdh bukan menjadi tanggungjawab orangtua lagi, tapi suaminya yg bertanggungjawab,

    suaminya wajib menafkahi istrinya, baik nafkah lahir atau batin

    Istri wajib menjaga harta suami, tdk boleh memberikan harta kepada orglain tanpa seijin suami, termasuk untuk memberikan kepada orangtua itu wajib seijin suami,

    Dan bukan sikap orangtua yg benar menuntut anak perempuannya yg sdh bersuami agar memenuhi kebutuhan dirinya atau anaknya yg lain dalam hal ini adalah adik anda, itu bukan kewajiban anda, tapi kewajiban orangtua itu sendiri, orangtualah yg wajib menafkahi anak anaknya..

    jadi ketika ibu berbakti pada suam8 dikata katain sbg anak durhaka, dll juga keluarga ibu memojokkan ibu, maka ga usah dianggap,

    ibu berbuat baik, berbakti pd suami, jadi istri shalihah..

    karena surga bagi istri bisa diraih melalui ketaatan pada suami, berbakti pd suami

    betapa banyak wanita penghuni neraka, itu karena mereka durhaka kepada suaminya,

    tentang membantu ibu, silahkan ibu bicarakan dgn suami, tanpa mengesampingkan kebutuhan anak ibu sendiri,

    carilah ridha suami, jangan sakiti hati suami, ..

  52. Assalamu’alaikum…
    Saya sudah menikah sudah 2thn lebih dan sampai sekarang saya belum di karuniai seorang anak.saya tinggal ngontrak bersama istri dan adiknya yang sekarang berusia kurang lebih 10thn.saya suka bertengkar sama istri saya gara gara masalah adiknya.adiknya di urus sewaktu masih kecil sama istri saya saat ibunya meninggal beberapa hari setelah melahirkan dia.sampai sekarang adiknya nggak mau pisah dari istri saya..

    Yang mau saya tanyakan
    1.apakah saya berdosa memisahkan istri saya dari adiknya karena saya ingin hidup berumah tangga ber2 sama istri saya ?
    2.apakah bapaknya/mertua saya berdosa karena ngga mau ngurus anaknya gara gara anaknya ga mau pisah sama kakaknya padahal dia sudah menikah lagi ?
    3.apakah istri saya berdosa karena telah mengurus adiknya padahal kita sudah berumah tangga dan bapaknya juga masih ada ?
    4.apakah kelak saya di minta pertanggung jawaban di akhirat karena selama ini adiknya tinggal sama saya ?
    5.apakah saya boleh menggugat cerai istri saya karena dia lebih memilih mengurus adiknya padahal saya ngga suka karena saya ingin hidup berdua ?

    Mohon penjelasannya..
    Semoga alloh memberikan pencerahan dan mengampuni kita semua.amin
    Assalamu’alaikum

    wa’alaikumussalamwarahmatullah

    seorang wanita yg sdh bersuami, maka wajib berbakti pada suaminya, melebihi baktinya kepada ortunya,

    anak adalah tanggungjawab ortunya, jadi yg wajib memelihara anak adalah ortunya,jadi sebaiknya adiknya istri itu sering diajak main ke ortunya, jangan terlalu sering tinggal bersama istri anda, apalagi itu sering menjadi pemicu percekcokan,

    istri wajib berbakti pada suami, jadi sikap istri yang seperti itu tidak dibenarkan, nasehatilah istri anda dengan lemah lembut, mumpung adik istri tersebut belum baligh, adik istri itu adalah ipar anda, dan ipar itu kata Rasulullah itu adalah kematian,

    coba bicarakan secara baik baik, dan jangan sekali kali anda berkata cerai,

    ingat cerai itu ada di tangan suami, sekali suami berkata cerai secara jelas, maka sah talaknya, jadi ga ada istilah gugat cerai, gugat cerai itu jika istri yg minta cerai,

    kalau suami sih ga perlu gugat cerai, tinggal ngomong saya ceraikan kamu sekarang, maka jatuh ,sah talaknya

  53. assalamualaikum,
    saya menikah sudah hampir 1 tahun,dan bulan juli 2016 saya akan menjadi seorang ibu.
    sebelum saya menikah selama ini saya membantu ekonomi ortu saya,sampai saat ini,terlebih saya masih mempunyai adik yang baru masuk kuliah.& ortu saya sdh tidak bekerja dan tdk ada penghasilan.
    saya merasa sangat bersalah apabila saya menelantarkan orgtua saya,apabila saya tidak membantu alasan saya bekerja sampai saat ini untuk membantu ortu saya dan mencukupi kebutuhan pribadi saya.

    selama saya menikah saya sering sekali berantem mengenai keuangan dgn suami. suami menganggap saya tidak memikirkan keluarga kecil kami karena saya masih memberikan bulanan ke orgtua saya. suami saya ingin penghasilan saya bekerja di kelola oleh suami. tapi saya tidak setuju karena apabila di kelola suami, kebutuhan biaya saya akan terbatas. karena selama saya menikah semua keperluan saya pribadi hasil dari saya bekerja bukan dari nafkah suami (seperti : ongkos+mkn+dll) terlebih selama menikah suami saya hanya memberikan nafkah yang sangat minim selama sebulan 15% dari penghasilan suami hanya cukup byr pembantu+listrik+byr arisan mertua+mkn sebulan pun menjadi sgt minim.selebihnya apabila kurang uang untuk kebutuhan rumah,uang pribadi saya pun ikut menambahkan (mensuport kebutuhan keluarga kecil kami).tapi suami saya apabila sdh pertengahan bulan sering sekali mengungkit2 uang bulanan tersebut dan merasa saya istri yg boros dan suami merasa beban akan tanggungan bulanan tersebut. padahal uang keluar 10rb pun saya selalu catat di note,sbg bukti pengeluaran.

    belum lagi menghadapi mertua saya yg slalu mengatur,setiap hari pagi&mlm menghubungi suami saya untuk krmhnya.padahal kami pulang kerja mlm tapi memaksa untuk mampir, saya sering ribut dengan suami saya krna hal ini, saya dalam keadaan hamil besar + cape kerja tp mertua tidak pernah mengerti keadaan,belum lagi suami saya yang tidak prnh menolak kehendak mertua,dan apabila saya bilang cape & tdk enak badan pun,suami berfikir saya mengada-ngada.

    dengan semua yang saya alami dlm rumah tangga ini,saya mrasa sendiri,suami seperti orang asing karena tidak pernah bijak dan melindungi saya sebagai istri,sementara mertua selalu membuat kami b2 ribut.

    1.apa yang harus saya lakukan, mengahadapi suami yang tergolong anak mami?
    2. apa yang harus saya lakukan menghadapi suami yang pelit,perhitungan.
    3. apakah saya tergolong istri durhaka terhadap suami,karena tidak mnurut apa kata suami mengenai larangan suami untuk memberikan ortua saya bulanan walaupun itu uang dari hasil saya bekerja?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Seorang wanita, jika dia sudah bersuami, maka suaminya yang wajib mencari nafkah,
    Si istri sebaiknya DI RUMAH SAJA mengurus rumah tangga suami,
    Jika si wanita ingin tetap kerja, itu wajib seijin suaminya, dan kondisi di tempat kerja pun terjaga, tidak ada syariat yang dilanggar, seperti campur baur antara laki-laki dan wanita,.

    Banyak kasus, ketika istri bekerja, maka keluarga kurang harmonis dan tidak bahagia, bahkan rawan terjadi keretakan rumah tangga,.
    Bisa jadi suami pelit, perhitungan, itu juga dipicu oleh hal tersebut, yaitu suami tidak bertanggungjawab, tidak memberikan nafkah secara cukup, itu karena istri bekerja, dan istri bekerja itu atas ijin suami, yang seharusnya waktu si istri untuk suami, itu digunakan untuk bekerja, dan perlu anda ingat, wanita itu wajib berbakti kepada suaminya, melebihi baktinya pada ortu wanita itu sendiri,
    Akan tetapi suami masih lebih wajib berbakti kepada ortunya,. jadi ngga tepat kalau disebut sebagai anak mami,.

    Jadi sebaiknya, pikirkan kembali, cobalah anda ingat posisi anda sebagai istri,..
    Melalui suami, pahala besar bisa didapatkan oleh istri,.. silahkan baca disini

    Jangan pahala besar itu malah tidak anda ambil, tapi malah memelihara pembantu,.. seharusnya anda rengkuh pahala itu, silahkan baca disini

    Dan tentang mertua anda, justru suami wajib berbakti pada ortunya, dan anda juga tidak boleh bersikap kurang baik terhadap mertua, silahkan baca ulasannya disini

    Tentang wanit yang bekerja di luar rumah, bukan menjadi full ibu rumah tangga, silahkan baca kisah ini,. klik link ini

    Kisah wanita eropa, baca disini

    Kisah nyata juga,. baca disini

    Bangga menjadi ibu rumah tangga, baca disini

  54. saya sudah menikah sekitar 3 tahun .. dan sdah mempunyai putri berusia 2 tahun , impian yang kami bangun adalah ingin punya rumah sendiri meskipun kecil yang terpenting bagi kami bisa mandiri .

    namun keuangan kami tdak cukup , jngankan beli rumah ngontrak saja spertinya susah . akhirnya istri ikut tinggal bersama saya dan ortu saya , setelah punya anak .. istri sdah tdak betah tinggal bersama kami , sebenarnya hal ini sdah saya duga jauh sewaktu kami belum punya anak . hampir saja kami bercerai , namun karna saya sayang pada putri saya dan istripun demikian , akhirnya saya kembali memperbaiki bahtera yang skian tahun kami lalui suka maupun duka . yang terpenting bagi saya dan istri saya tiada pihak ketiga dlam rumah tangga .

    di bulan romadhon ini .. ayah saya ingin sekali mnhabiskan waktunya untuk cucunya , karna istri dan anak saya tinggal bersama mertua jadi 1 minggu sekali saya pulang ke desa menjenguk mereka.

    istri saya gak betah tinggal bersama kami .. sdagkan saya anak satu”nya dlam keluarga ini , pngennya istri ” kalo bisa kita ngontrak aja ” saya gak mampu buat ngontrak , kalo pun mampu saya gak sampai hati ninggalin orang tua saya yang sakit”an skarang ini …

    APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN ?

    Apa yg membuat istri tidak betah, coba anda cari tahu, tentu dgn bertanya dgn akhlak yg baik kepada istri,

    yang harus anda lakukan adalah membahagiakan orangtua anda, silahkan anda baca postingan ini

  55. Assalamualaikum,

    sy mo tanya suami sy anak ke 3 dan kk2ny sudah menikah..
    tetapi kk2ny jarang menengok ortu.

    suami n sy sekarang tinggal dengan ortu suami.
    terkadang sy tidak nyaman tinggal dg mertua trus karena sdh 4 th.
    sy sdh memiliki anak 2, setiap suami sy ingin pindah rumah slu dimarahi n disuruh tinggal bersama mereka saja.
    menurut bpk sy harus bagaimana?tx

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Anda harus taat dan berbakti pada suami anda, melebihi baktinya pada ortu anda sendiri,.
    Dan suami tetap wajib taat dan berbakti pada ortunya,.. jangan membuat kecewa ortunya, taati mereka, bahagiakan mereka, dan anda juga wajib membantu suami utk mentaati mereka, membahagiakan mereka,.
    Jadi jika ortu suami menyuruh anda dan suami tinggal disitu, maka turuti,. jangan buat mereka kecewa,.

    Tapi ingat, taat disini dalam hal yang bukan maksiat kepada Allah

    Silahkan anda baca postingan ini

  56. Assalamualaikum. Wr. Wb.

    Saya anak perempuan satu”nya dari 3 bersaudara,adik saya yg satu msih SMP dan yg satunya masih usia 2 thn. Posisinya saya skrg sudah menikah slama 9 bln dan sedang hamil 5 bln,ttpi tinggal berjauhan dg suami krena pekerja suami disana dan pkerjaan saya disni.

    Suami msih ikut dg ortunya, dan suami ngjak tinggal brsama dg dia disana, karena klau suami ikut sya disni suami tidak bisa bkrja,tetapi saya belum tega ninggalin ortu dirumah,karena ibu saya sedang sakit sudah 4 thn dan skrg susah untuk berjalan,dirmh saya juga ada bude yg kdang ngurusin adek dan ibu,jga ada bpak yg sbgai pncari nfkah.
    Pertnyaannya :
    1. Berdosakah bila saya meninggalkan ibu yg lg sakit untuk tinggal bersama suami.?
    2. Jika bpak keberatan untuk sya tinggal dg suami apa yang harus saya lakukan.?

    Mohon pencerahannya.
    Terima kasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Seorang anak, wajib berbakti kepada orangtuanya,.
    Baik anak laki-laki atau anak wanita, wajib berbakti pada orangtuanya, mentaatinya dalam hal kebaikan, yang tidak bertentangan dengan ajaran islam.

    Wanita, yang sudah menikah, maka wajib lebih berbakti kepada suaminya,. melebihi baktinya pada ortunya sendiri,.
    Betapa wanita yang takut mendapat laknat dari orangtuanya, mendapat kutukan orangtuanya, takut dicap sebagai anak durhaka,. tapi tidak takut akibat tidak mentaati suaminya,.

    Seharusnya istri justru lebih takut pada suaminya, lebih berbakti pada suaminya,. karena lantaran sikap kepada suami, istri bisa masuk surga, atau malah masuk neraka

    Mayoritas penghuni neraka itu adalah para wanita, apa sebabnya? bukan karena durhaka kepada orangtua, tapi durhaka kepada suami,.
    Melalui ketaatan dan ridha suami, seorang istri bisa masuk surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya,. silahkan baca postingannya disini

    Hendaknya ibu lebih takut menjadi istri yang durhaka,
    Ketika ibu belum menikah, maka ibu wajib berbakti pada orangtua, tapi setelah menikah, maka ibu wajib berbakti pada suami,.
    Ibu bisa saja membantu membantu orangtua ketika sudah tinggal bersama suami, bisa mengirim uang, tentu wajib seijin suami,.

    Bila ayah tidak mengijinkan, maka sampaikan kepada ayah, tegakah ayah melihat saya masuk neraka akibat durhaka kepada suami? status saya sudah sebagai istri, yang wajib taat dan berbakti pada suaminya, jika saya taat, maka saya akan mendapatkan pahala, dan bapak pun mendapatkan pahala juga,.

    Jika bapak menghalangi saya, maka bapak berdosa, dan saya juga berdosa karena menjadi istri yang tidak taat pada suami,.

    • Jadi saya tidak akan durhaka terhadap kedua ortu saya kan,? saya takut masuk neraka karena meninggalkan ibu yg lg sakit..

      Terima kasih banyak atas pencerahannya.

      Tidak, ada yang lebih bertanggung jawab terhadap ibu anda, ada ayah anda, juga saudari anda,.
      Dan kewajiban anda justru wajib berbakti pada suami,.taati suami,
      Justru orangtua anda akan mendapatkan pahala, jika anaknya taat pada suaminya

  57. Assalamualaikum….wr.wr.
    Sy mw brtnya .
    ap kah orng yg mninggalkn suami krn propesi ny cntoh ny klo dya Bidan,guru,karir, .
    sdng suami tdak mridoi mka it kslhn suami

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Seorang istri wajib mentaati dan berbakti kepada suami,.
    Dan kewajiban mencari nafkah itu adalah kewajiban suami, istri tinggal di rumah mengurus rumah tangga, ngurus suami dan anak,.
    Jika istri bekerja, maka harus dengan ijin suami, jika suaminya tidak mengijinkan, maka istri wajib taat,.
    Jika tidak taat, atau istri nekat kerja hingga suami tidak ridho, maka si istri berdosa, telah durhaka kepada suaminya,.

    Syarat bolehnya wanita bekarja, saya sudah posting disini

  58. assalamu alaikum
    sya menikah sdah hnpir 2 tahun.tpat tgl 30 thun 2016 ini sya mlahirkan bayi prempuan, tpi nyawanx tdk dpt trtolong. saat ini kmi msih tnggal d rumah org tua saya. tpi ibu saya slalu mengabarkan kpada ayah z ttg sesuatu yg tdk dy sukai dri z dan suami z. dan ayah z slalu sja prcaya ttg pngaduan ibu. hingga dy mngatakan sebab mninggalnya anak Z krena z dan suami sllu mngecewakan org tua. mendengar hal itu suami z marah dan mngeluarkan bhasa2 kasar ttg ibuq.
    pertanyaanya; apkah z hrus ikut org tua atw suami z yg ngajak pindah stelah ksembuhan luka sesar yg z alami?
    prtanyaan ke dua: berdosa kah suami z jka sampai mngeluarkan bhasa kasar kpada saudara z yg d tujukan kpd org tua z?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Mba wajib berbakti pada suami, taati suami, ikut suami pindah,

    karena kewajiban istri itu adalah mentaati suamilebih dari taatnya dia pada ortu kandungnya,

    Dan ortu anda tidak boleh mencampuri urusan rumah tangga menantunya,

    mba juga harus menjaga wibawa suami,jangan durhaka pd suami,

    ingat, neraka itu mayoritas penghuninya adalah wanita, penyebabnya adalah karena durhaka kepada suaminya,

  59. Saya sangat memahami bahwa ketika saya sudah menjadi seorang istri maka saya wajib menuruti apa kata suami selama itu bukan jalan kemaksiatan,

    sejujurnya kami ingin sekali pindah rumah lepas dari ibu saya ( ayah saya sdh meninggal) sebenarnya saya sangat berat meninggalkan ibu karena ibu hanya tinggal sendirian.

    Tetapi, sebagai informasi keadaan saya saat ini sedang hamil muda dan suami bekerja diluar kota, dan selama km menikah hingga saya hamil saya merasa perilaku ibu saya sama sekali tidak baik. Seperti suka menggunjing orang, suka menyalahkan suami saya, aturan yang sangat banyak bahkan saat saya hamil muda pun, perhatian bahkan ucap syukur tidak pernah diucapkan.

    Kadang saya stres knp ibu saya tidak bs seperti ibu2 yang lain.. yg bisa menjadi sahabat dan teman bagi anaknya.

    Sebenarnya kami sudah memiliki rumah sendiri di kota tempat kerja suami saya, tetapi suami saya jg merasa kasian jika harus meninggalkan ibu saya sendirian. Meskipun kami harus sering makan hati akan sikap ibu.. dan suami saya jg kasian dgn saya krn lingkungan rumah tidak mendukung kehamilan saya sehingga membuat suami saya kawatir jika saya stres. Lalu saya harus bagaimana…

    Mba ikut suami saja, berbakti pada suami, mudah2an dgn pindahnya anda, akan membawa perubahan sikap ibu anda menuju lebih baik,

    Ibu anda tidak berhak mencampuri rumah tangga suami mba, dan mba harus lebih mendengar perkataan suami, berbaktilah sebaik-baiknya

    mba masih bisa berbuat baik koq kepada ibu anda, walaupun tlh tinggal bersama suami, doakan ibu anda dgn kebaikan,

    jika mba ingin memberi uang pada ibu, maka wajib seijin suami, karena posisi mba sdh berbeda,

  60. mas admin..saya ingin bertanya dan minta pendapat anda..

    Saya menikah dengan suami saya sudah hampir 2 tahun dan kami punya anak berumur 6 bulan. selama 2 tahun terakhir saya bekerja sebagai guru dan suami saya bekerja di perusahaan swasta di luar kota.

    kami tinggal di rumah orang tua saya. jadi kami bertemu seminggu sekali.

    masuk di tahun kedua ini, suami dan saya merasa mulai tidak sehat pernikahan kami karena berjauhan. hak dan kewajiban menjadi seringkali tidak terpenuhi, terlebih saat ini kami sudah memiliki anak. maka saya putuskan utk berhenti kerja dan ikut suami saya.

    Tapi, hal ini mendapat penolakan keras dari ibu saya. ibu saya memaksa utk saya tetap bekerja. alasan yg beliau kemukakan adalah, apa yg akan terjadi pada saya dan anak saya kalau suami saya meninggal nanti, atau menikah lagi atau bercerai(Naudzubillahimindzalik)..

    saya menjadi tidak ada pegangan penghasilan..

    ibu saya ketakutan berlebihan tentang hal itu..
    Apa yg harus saya lakukan ?
    Saya ingin berkumpul bersama suami dan anak saya tapi ibu kandung saya sendiri tidak mendukung..

    Yang anda lakukan, keluar kerja, dan ikut suami,.
    Berbaktilah kepada suami, adapun pendapat ibu anda, itu adalah ketakutan yang berlebihan,
    Seorang istri itu lebih wajib berbakti kepada suaminya, dan ortu istri tidak berhak mengatur-atur rumah tangga anak wanitanya yang sudah bersuami,.

    Jadi keputusan ibu untuk keluar kerja dan ikut suami itu merupakan keputusan yang benar,.

    Ingat bu, neraka itu mayoritas penghuninya adalah wanita,.
    Apa sebabnya,. karena durhaka kepada suaminya,.

    Dan ada jalan menuju surga bagi wanita yang mudah ditempuh,.
    Di mana? di rumah suaminya,..

    Silahkan baca postingannya di sini

  61. Assalamualaikum,,

    saya menikah sudah hampir setahun dengan istri selama pernikahan kami selalu saja ada keributan tapi kami berhasil melaluinya,,,

    sampai pada puncaknya 3 minggu lalu istri saya meninggalkan saya kembali pada ibunya karena dengan alsan tersiksa batinya,,,

    Ibu saya sangat kecewa mendengar ini karena ibu saya sudah berulangkali menasehati istri saya kalo ada perselisihan dengan suami jangan pernah pergi dari rumah,,tidak pantas,,,

    akhir kata istri saya pun kembali kerumah lagi dan datang kepada ibu saya,,ibu saya pun bilang kenapa kembali lagi kan sudah sering dinasehatin kalau kabur itu tidak baik dan tidak menyelesaikan masalah ,,

    istri saya pun kembali pergi dari rumah tanpa meminta maaf kepada ibu saya dan kembali kepada ibunya,,,

    setiap ada permasalah istri saya selalu menuntut cerai seperti kata cerai diujung mulut saja,,

    saya sudah bersabar menghadapinya tapi dia memilih ttp dengan keluarganya,,,mohon petunjuknya dalam masalah ini

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Mengarungi rumah tangga, itu ibarat berlayar di lautan luas,.
    Kadang angin bersahabat, ombak tidak ada, laut tenang,. gemericik air menambah nyaman suasana,.

    Kadang kondisi laut berubah, angin kencang, kadang hujan turun deras, halilintar menyambar-nyambar, mungkin perahu juga oleng,.

    Nah, disini tugas nahkoda, berusaha bagaimana agar kapal tidak tenggelam,. berdoa jangan lupa, bahkan itu yang lebih dulu dilakukan, baru upaya untuk menyelamatkan,.

    Jika ada problem rumah tangga, selesaikan berdua,. jangan sampai orang tua mengetahui, baik ortu istri atau ortu anda,.

    Jangan sampai ortu mendengar kabar yang tidak enak tentang anaknya,.

    Pokoknya selesaikan berdua,.
    Ketika suasana ribut, maka jangan ditambah ribut,. jika istri sedang marah, suami ngalah,. jika suami sedang marah, istri juga ngalah, bukan malah menambahi,. api jangan ditambah api, tapi siram dengan air,.

    Wanita itu , tercipta dari tulang yang bengkok..makanya untuk meluruskanya butuh kesabaran, tidak bisa secara kasar, sebab bisa patah,.

    Coba introspeksi saja, apa sih penyebab kekisruhan tersebut, selesaikan dengan kepala dingin,.
    Anda jemput saja istri, tidak mengapa minta maaf, coba rajut kembali benang-benang kusust tersebut sehingga menjadi kain yang indah,.

  62. Assalamu’alaikum..

    saya seorang istri sudah menikah 4 tahun dengan suami saya..dari awal pernikahan kedua keluarga kami saling konflik.

    orang tua saya memendam kebencian selama bertahun – bertahun padahal keluarga suami pernah datang kerumah untuk meminta maaf.

    saya dan suami tinggal di luar kota. setiap lebaran, kami berusaha untuk membagi hari untuk kedua keluarga..tetapi selalu saja salah dimata kedua orang tua dan selalu mengungkit2 kejadian yang telah lalu..yang pada akhirnya menjelek2an keluarga satunya..

    jujur, kami sudah lelah menghadapi ini semua. Saya benar2 kecewa dengan kedua orang tua saya yang masih menyimpan kebencian terhadap keluarga suami dan tidak ingin menyambung tali silahturahmi.

    apa yang harus saya dan suami lakukan karena jika kebencian itu masih ada, setiap tindakan kami selalu salah?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,

    yang harus anda lakukan, taat dan berbakti pada suami, menjaga hargadirinya,wibawanya,

    tentang ortu anda, tidak usah terlalu memikirkan sikapnya, doakan saja agar Allah berikan kebaikan,

    Jadi anda fokus utk berbakti pd suami ,jangan membuat suami k3cewa, dan jangan membuat ortu suami kecewa, karena suami tetap wajib berbakti pd ortunya, dan istri lebih wajib berbakti pd suaminya, melebihi baktinya pd ortunya, silahkan baca disini

  63. Aku seorang istri…aku meninggalkan suamiku dari rumah karna menuruti kemauan ortu..sampai* jatuh talak tiga dari suamiku..!!
    Apakah aku wanita yg sangat berdosa..??

    Seorang istri wajib berbakti pada suaminya,. melebihi baktinya pada ortunya sendiri,.
    Seorang istri wajib mentaati suami, selama bukan dalam hal maksiat,.
    Jadi istri wajib tinggal bersama suami, dan tidak boleh meninggalkan rumah suami tanpa ijin dari suami,.
    Ortu anda tidak berhak sama sekali mengatur-ngatur keluarga suami, juga mengatur-ngatur anda,.

    Jadi istri yang tidak taat pada suami, ya itu adalah istri yang durhaka, berdosa tentunya, wajib bertaubat,.

    Talak tiga disini itu sekali talak, atau sebelumnya sudah terjadi talk satu dan dua?

    • Gak pernah…baru pertama kali dan langsung talak 3..

      Gak ada talak tiga sekaligus, itu jatuhnya TALAK SATU, jika masih dalam masa iddah, kembalilah ke suamimu,dan minta maaf,
      Masa iddah itu tiga kali haid

  64. Assalamualaikum,
    bagaimana jika punya suami sudah 3 thn dipenjara karena kasus narkoba.
    Seminggu ini beliau sudah keluar dan membawa serta org tua k rumah org tua istri untuk meminta maaf dan bertanya boleh kembali bersama istri dan anaknya atau tdk.
    Jk tidak beliau sudah mengikhlaskan.
    Org tua di depan keluarga suami sudah memaafkan tp setelah keluarga suami pergi mereka menolak suami.

    Di anggap sudah mempermalukan keluarga. Akhirnya suami tinggal sementara dirumah saudara, menunggu emosi keluarga istri reda.
    Tp seandainya ini terus berlanjut dan orang tua istri terus tidak mengijinkan istri serta anak nya bertemu suami sebaiknya tindakan apa yg di ambil suami?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Selama suami tidak menceraikan istrinya, maka dia tetap suaminya,.

    Dan orang tua istri tidak berhak memisahkannya,

    Dan jika keluarga istri menikahkan dia dengan lelaki lain, maka nikahnya tidak sah, karena dia menikahi istri orang, dan dianggap berzina jika sampai berhubungan intim

  65. Assalamualaikum, sy berkeluarga jln 3 tahun, alhamdulillah sy & suami sy sama2 berkarier, sm2 pny gaji. Dari sblm mnikah setiap blnnya sy sisihkan utk org tua, sampai skrg. Kamipun sudah pny anak. Kita tau jaman skrg khidupan smakin mahal, dan disaat kami lg menabung utk masa depan, org tua sy harus mewajibkan sy memberikan uang kpd mereka dlm jumlah yg byk utk membangun rumah. Disatu sisi sy ingin mbantu org tua, tp disisi lain pd saat sy mengatakan hal ini pd suami sy, dia berkata, kita ini baru saja memulai rumah tangga, bukannya kita gak mau bantu org tua, tp kita pun lg memulai kehidupan, toh setiap bln kan kita juga sisihkan buat org tua..Nah pertanyaannya, apa yg harus sy lakukan sbg anak dan sbg seorang istri? TRIM’S

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Yang wajib anda lakukan, patuhi suami,..
    Kalau perlu anda berhenti bekerja, tinggal di rumah saja, melayani suami dan ngurus anak saja,
    Biarlah cukup suami saja yang bekerja,mencari nafkah,

    Dan anda tidak boleh memberikan harta ke ortu anda tanpa seijin suami, walaupun itu uang hasil kerja ibu sendiri, karena posisi ibu sebagai istri, ibu bekerja pun wajib dgn ijin suami

  66. Assalamu’alaikum
    Saya berniat akan menikah dengan WNA dan dia berniat ingin menjadi muallaf.

    Orangtua saya menyetujui tetapi dengan syarat saya harus tetap tinggal d indonesia. Tetapi calon suami tidak mau tinggal di indonesia karena dia sudah ada pekerjaan d negaranya dan sedang study S2 disana.

    Dia bilang kalau kami menikah sebelum dia lulus maka saya harus ikut tinggal di negaranya karena dia tidak mau tinggal terpisah setelah menikah.

    Dan setelah dia lulus study nya kita sepakat akan mencari negara tempat tinggal di tengah2 yg tidak trlalu jauh dari orgtua nya dan orgtua saya.

    Ibu saya merasa berat dan menyuruh saya untuk memikirkan kembali rencana mnikah dgn dia. Ayah saya merasa berat tetapi menyerahkan keputusan di tangan saya yg penting saya merasa bahagia dan tentram.

    Saya bingung apa yang harus saya lakukan. Apakah saya harus memutuskan membatalkan rencana pernikahan dengan dia atau bagaimana?

    Di satu sisi saya ingin segera menikah karena usia sudah sangat cukup untuk menikah di satu sisi saya tidak tega meninggalkan orangtua karena saya anak perempuan satu2nya.

    Adik saya laki2 sudah menikah dan sering berkunjung dn menginap setiap weekend di rumah orangtua saya. Mohon sarannya. Terimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Mba dewi, seorang wanita itu ketika menikah , jangan hanya bermodalkan janji, tapi wajib mengetahui calon suaminya, terutama baiknya AGAMANYA,..
    Jadi jangan karena janji dia akan masuk islam lalu anda mau dinikahinya,.

    Jika usia anda memang menghawatirkan, mungkin karena karir yang anda kejar,.. maka mba harus punya prioritas,.
    Wanita itu tidak wajib mencari nafkah, yang wajib itu adalah suami, wanita itu dinafkahi,.
    Jadi tidak usah mengejar gelar tersebut,

    Pulang saja ke indonesia, bekali diri anda untuk bekal pernikahan, dan cari calon yang shalih, bukan calon yang belum masuk islam, atau yang menjanjikan akan masuk islam,. ini terlalu beresiko,.

    Terkadang laki-laki juga ngeper duluan tatkala si wanitanya mungkin terlalu tinggi karir atau titelnya, dan tak jarang wanita yang sperti itu malah menjadi pratu karena terlalu mengejar karir,

    Bahkan jika wanita sudah menjadi istri, karirnya setinggi apapun,. lebih baik tinggalkan, dan fokus mengurus suami dan anak-anak,. mencetak anak generasi bangsa yang beriman dan bertakwa

  67. Saya mau tanya pak saya harus gimana?
    Setiap Bulan mertua saya selalu ingin di kunjungi.
    Saya selalu turutin bahkan menginap di rumahnya sampai 4 hri.
    Ketika saya mau pulang ibu mertua ngamuk bilangnya masih kangen.
    Tetapi pekerjaan saya tidak bisa di tinggal.
    Istri saya malah belain ibu mertua saya.
    Trs saya tinggal pulang sendiri, apakah saya salah?

    Mertua suami tidak berhak mengatur-ngatur rumah tangga anaknya,.
    Apalagi jika itu membuat suami terganggu, jadi sebaiknya istri juga dipahamkan, paham posisinya sekarang sudah menjadi seorang istri, bukan seperti dulu lagi,.
    Seorang istri wajib berbakti pada suami, melebihi baktinya pada ortu kandungnya,.

  68. Assalamu’alaikum…
    Usia pernikahan saya sdh 4thn jalan dan saya sdh memiliki 1orang anak..

    Namun sdh 6bulan ini sy pisah ranjang di karnakan ada sdikit pertengkaran, setelah itu istri pergi dr kontrakan dan tinggal drmh ortunya..

    Dpt hari ke 3 saya berniat untuk mengajak istri pulang namun ortu nya melarang istri sy untk menginjak kontrakan,

    mertua berkata “bapak mash berhak atas anak bapak” dgn alasan krn sy sbgai seorang suami tdk pernh menafkahi istri dgn uang yg halal..

    Maaf sebelum nya sy ingin menjelaskan tentang diri sy sendiri, jujur kegiatan sy sblm knal dgn istri dan kluarganya adalah berjudi,

    namun smua itu tdk pernh sy tutupi kpd istri sy,

    dan maaf jg krna sdg ada nya walaupun hasil judi istri ikt merasakanya bahkan hampir smua kluarga besar istri pun pernah merasakan,,

    Dan saat ini mertua sy meminta sy untk menanda tangani surat perceraian, tapi sampai saat ini blm sy tanda tangani, karna sy mash ingin bersatu dlm rmh tangga sya dgn 1 alasan yaitu anak..

    Pertanyaanya
    Apakah mertua seperti ini tergolong manusia ya munafik?

    Apakah dgn menafkahi anak termasuk menafkahi istri jg?

    Apakah ada dalil nya mertua berhak atas anak nya yg sdh brumah tangga?
    Terimakasih, assalamualaikum…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Pertama, anda wajib bertaubat dari judi yang anda lakukan,

    Suami yang lebih berhak kepada istrinya melebihi ortu istri, jadi ortu istri tidak berhak,

    Istri boleh saja mengajukan gugat cerai jika suaminya tidak baik agamanya, selalu bermaksiat, atau istri tidak mau lagi berkumpul dengan suami karena tidak cinta lagi,

    Anak anda, itu kewajiban anda untuk menafkahinya hingga si anak bisa mandiri, dan selama istri masih sah, maka anda wajib menafkahi,

    Anda cari nafkah yg halal, jgn berjudi terus-terusan

    Coba anda rubah diri anda, cari nafkah yg halal, dan berjanji pada istri dan ortu istri bahwa anda akan berubah,mudah-mudahan saja istri mau kembali dan tidak menggugat cerai

  69. Saya ingin brtanya pak..

    Maaf jika kluar dari judul pmbahasan
    Mnakah yg lbih bsar dosanya
    Antara zina dan meninggalka suami untuk bkrja di luar negri…

    Krna sttus saya brpacaran dan sya msih hrus mncukupi kbutuhan orang tua

    Pacaran itu dosa, dan itu jalan menuju zina..

    Yang wajib mencari nafkah itu adalah kepala rumah tangga,

    Ga boleh istri meninggalkan suami untuk mencari nafkah demi menghidupi kebutuhan ortunya,

    Justru kewajiban istri itu berbakti pada suami

  70. assalamu’alaikum…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    pak mau tanya sya seorang istri dan seorang ibu..

    singkat sajaa.. sya tahu posisi sya dan sya tahu posisi suami sya..

    dulu sebelum sya bekerja suami yng kerja menafkahi sya dan jga anak sya…

    karena ekonomi sya punya keinginan mbantu suami bekerja dan sya bekerja jauh dari anak dan suami itu atas niat sya sendiri dan alhamdulillah tdk berbaur dengan laki2 dan itupun juga dengan ijin suami..

    sya gk bisa menjalankan tugas sya sebagai seorang istri dan seorang ibu istilahnya posisinya bergantian suami yang ngurus rumah dan anak karena anak masih kecil (pokok intinya bhsa jawa montang manting dewe)tpi klo ada pekerjaan suami sya juga bekerja..

    pokok permasalahan pada ibuk sya pak..

    dulu sebelum nikah semua hasil kerja sya kasihkan ibuk sya,sya hnya menyisihkan sedikit buat persiapan nikah sya,dan sekarang sya sudah berumah tangga..

    ini juga masalah materi/uang…

    ibuk sya kurang terima bila di kasih sedikit uang dari suami sya padhal itu juga dari sya ..

    ibuk sya menginginkan klo kirim uang jngn lewat suami,beliau ingin di kirimin sendiri padahal klo adik sya butuh buat sekolah sma suami berapapun selalu di kasih itu klo ada klo ndak ada suami nyari utangan buat di kasihkan ke beliau dan ibuk suami sendiri gk di kasih

    kadang sya melas ke mertua alhamdulillah dpt mertua syang bngt ma menantu hehe…

    tpi yang sya bingungkan menghadapi ibuk sya..

    biarpun sya yang bekerja tpi posisi sya sudah menikah dan kebutuhan keluarga kecil itu lebih utama..

    sya tdk mau berbohong pda suami apapun itu termasuk masalah materi/uang dan tidak mau umpet2an di belakang suami ngasih diam2 ..

    ibuk sya mencari cara biar bisa menghubungi sya..

    beliau minta tolong ke orang lain suruh minta nmr telpon sya tpi gk dpt karena memang hnya suami sya yang tahu nmr telpon sya..

    ada yang bilangin ke suami katanya suami gk peduli dan gk pernah ngasih uang ke ibuk sya..

    ketika itu suami sya langsung telpon sya dan sya langsung ngomong ke ibuk sya kok tega bngt sma sya,suami dan juga anak sya ngomong jelek2 di belakang dngan kerabat..

    ibuk sya marah besar katanya tidak mau mengerti keadaan orang tua..

    beliau menginginkan sya njatah ibuk dan nenek tiap bulan karena sya menolak keinginan ibuk sya beliau marah besar mengatai sya yang gk pantas di ucapkan …

    karena rumah yng di tempati suami dan anak yang bikin ibuk sya tpi tanah bapak sya…

    di karenakan cek cok akhirnya suami dan anak meninggalkan rumah tsb…

    sya di bilang anak durhaka sama ibuk sya katanya tak peduli dengan orang tua lebih mementingkan anak dan suami ketimbang ibuknya sendiri…. sya takut akan azab Alloh yang amat pedih pak..

    pertanyaan sya:
    1.berdosakah saya kepada ibuk sya bila sikap sya seperti itu..

    Tidak, justru ibu anda yang berdosa, tidak paham kondisi anda saat ini adalah seorang istri yang wajib berbakti pada suaminya melebihi bakti ibu ke ortu kandung, bahkan ibu harus berbakti ke suami, juga membantu suami untuk berbakti pada ortunya

    2.apakah sya sudah termasuk anak durhaka karena tidak bisa menuruti keinginan ibuk sya..

    Tidak, bukan anak durhaka, justru ibu harusnya takut mendapatkan murka Allah ketika suami juga murka kepada ibu,
    Posisi suami terhadap ibu itu seperti seorang raja terhadap rakyatnya,.

    3.salahkah bila sya memilih suami dan anak sya..

    Ibu wajib memilih suami dan anak, berbaktilah pada suami melebihi bakti anda pada ortu sendiri,

    4.salahkah sya mengingatkan ibuk sya karena sya sudah berumah tangga agar tdk ikut campur masalah sya ..

    sya bingung pak ustad mohon pencerahannya.. sebelum dan sesudahnya sya ucapkan bnyak terima kasih..

    Tidak salah, tentu mengingatkan dengan cara yang baik,
    Dan ingat, posisi ibu sekarang adalah sebagai istri, semua pemberian ibu kepada ortu itu wajib seijin suami, jangan berkhianat pada suami,.
    Dan sebaiknya, dorong suami untuk bekerja, mencari nafkah, dan ibu yang dirumah, bukan terbalik,.

  71. assalamu’alaikum warrohmatulloh..

    pak.. apakah hukumnya,jika suami yang meminta cerai pada istri..? padahal sudah jelas dlm islam bahwa talak atau cerai ad di tangan suami tanpa persetujuan istri…

    apakah itu juga termasuk ucapan talak kepada istri…?

    apakah itu sudah termasuk talak yang syah..?

    mohon percerahannya pak.. sebelum dan sesudahnya sya ucapkan bnyak terima kasih..:)

    Wa’alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh,

    Seperti apa redaksi meminta cerainya?
    Cerai dan rujuk itu ada d tanfan suami, ga butuh persetujuan istri,

    Jika suami mengatakan saya ceraikan kamu, maka jatuh ,sah talaknya,..

    Jika suami meminta pada istri, maka saya ingin tahu, seperti apa permintaanya,

  72. Assalamu’alaikum ..
    Saya seorang istri dengan 1 anak yang masih kecil kira2 umurnya 5bulanan ..
    Suami saya bekerja diluar kota, saya tidak ikut suami karna sedang merawat anak, apa saya berdosa ??

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Jika suami tidak menyuruh ikut, dan anda tidak mengkhianati suami, maka tidak berdosa,.

  73. Saya ingin bertanya. Saya saat ini telah menikah dan ikut suami pindah kota jauh dr orang tua.

    Dan saat ini ibu saya sedang sakit tapi aku tidak bisa mengunjungi ibuku yang sedang sakit karena jauh dan aku tidak bisa berangkat sendirian karena baru pertama kali keluar kota dan suamiku tidak bisa menemani karena tidak di ijinkan dari kantor tempat ia bekerja. Apakah aku berdosa

    Jika posisi anda belum menikah, maka wajib berbakti pada orangtuanya,.
    Jika posisi sebagai ISTRI, maka lebih wajib berbakti pada SUAMINYA melebihi baktinya pada ortunya,..
    Jadi, wajib mentaati suami,dan anda bisa mendoakan orangtua, membantu orangtua, tentu seijin suami,.
    Dan jika ingin mengunjungi ortu, WAJIB dengan ijin suami, dan harus ada mahram dalam perjalanan,. kalau tidak ada, jangan memaksakan diri, dan anda tidak berdosa karena hal ini,

    • Jika karna masalah tidak kehadiranku saat ibuku sakit membuat saudara2 dan keluargaku disana marah dan mengatakan hidupku tidak akan selamat dan jika terjadi sesuatu buruk pada ibuku adalah tanggung jawab suamiku.

      Apakah ini kesalahan ku dan aku tlah termasuk anak durhaka pada orang tua

      Saudara-saudara anda yang salah,
      Kalau anak laki-laki tetap WAJIB berbakti pada ortunya, walaupun sudah menikah,

      Tapi anak wanita, jika sudah menikah maka WAJIB berbakti pada suaminya,
      Suami yang lebih berhak daripada ortunya,

      Jadi doa kejelekan dan anggapan saudara2 anda itu ga usah dianggap,

      Justru bisa jadi ortu anda diampuni lantaran bakti anda kepada suami,

      Jadi tidak benar suami anda yg salah,dan anda tidak disebut anak durhaka,

      Bentuk bakti anak wanita pada ortunya adalah dengan baktinya dia pada suaminya, karena orangtuanya telah memasrahkan anaknya pada laki2 yang dinikahkan dgn anaknya

  74. Assalamualaikum, sy nikah 11 th, sekarang sy dipisahkan sm suami kurang lebih sebulan, sy disuruh plg ke rumah ibu saya, sementara suami tinggal kadang di rumah kakanya atau apartemen kakaknya, kami blm punya rumah, baru pindah dari kota lain. Skrg suami setelah km pindah ke jkt, suami tiba tiba marah dan ingin pisah dgn alasan sy terlalu prioritas kan ibu saya, memang selama kami di luar jkt, sy kalau di tlp ortu utk pulang, sy pasti pulang, sy tetap pamit sama suami, tapi suami merasa sy bukan minta ijin, hanya pemberitahuan saja kalau akan ke jkt, sedangkan sy merasa itu adalah permohonan ijin saya, akhirnya sy sadar dan minta maaf berulang kali sama suami, sampai memohon ampun nya, dan berusaha melunakkan hati nya, dia blg memaafkan saya, tapi hati nya sudah sakit bgt, suami bicara sm tante sy mau urus surat gugatan ke pengadilan, sementara ketika terakhir ketemu sy waktu nyuruh sy plg ke rumah ortu, dia blg sy belum jatuhkan kata T lima huruf ya, dia gak mau ucapin dgn jelas kata itu, tapi setelah selang 7 hari ketemu tante, dia blg mau ngurus surat nya dgn pakai pengacara, sy sedih dgn keadaan ini, sy tidak mau pisah dgn suami sy, sy sadar dan minta maaf sama suami apa yg dia anggap kesalahan saya selama ini yg dia blg tdk menghargai diri nya, dgn seenaknya plg ke jkt kalau dipanggil pulang, padahal ketika itu sy pamit, dia blg iya boleh pulang dan anterin sy ke bandara. Saya bingung kenapa suami jd berubah, ibu sy shock dgn keadaan saya, krn dia anggap kami baik baik saja, dan dan memang iya, sy juga merasa selama 11 th sebelum pindah ke jkt kami baik baik saja. Apa yang sy lakukan utk menghadapi suami yg keras ini. Saya dgn suami saat ini seperti putus komunikasi, hanya sy yg tiap hari wa dan sms dia utk blg minta maaf dan mengingat kan masa masa indah kami, walaupun tidak pernah di balasnya

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Coba ibu hubungi suami, dan tinggal bersama suami, ambil hati suami,

    Dan jadikan kejadian yang sudah2 sebagai pelajaran,

    Suami adalah raja, istri ibarat rakyat,..
    Jika ibu dipanggil pulang, minta ijin suami, dan ga boleh pulang sendiri, wajib bersama mahram, dalam hal ini adalah suami, jika suami tidak mau menemani maka urungkan pulangnya,

    Istri lebih wajib berbakti pada suami, jaga perasaan suami

  75. Assalamu’alaikum
    Mohon masukan atas permasalahan yg sedang sy hadapi,sy baru bercerai (sdh melewati massa iddah), bercerai di usia pernikahan yg ke 11 tahun, alasan suami menceraikan sy krn dia tdk sanggup membayar hutang2 kami yg jumlah nya sangat besar, dia hanya sanggup membayar ke 1 pihak saja, oleh karena itu dia membebankan sebagian besar hutang2 trsbt kpd saya,

    pdhl sy tdk bekerja dan tdk punya penghasilan, walaupun sbnrnya kami masih saling mencintai, suami menyarankan sy untuk bekerja ke luar negeri (jepang),

    dia blng klo sy sdh menyelesaikan hutang2 tersebut dia akan menerima sy kembali sbg istri (rujuk, dengan syarat tersebut), dan memulai hidup baru,

    Permasalahannya, bbrp kmrn ada yg yg dtg kpd orang tua sy, berniat menikahi sy dan akan memberikan mahar besar yg jmlh nya cukup untuk menyelesaikan hutang2 tsb, jelas dlm hati sy tdk mau krn sy masih mencintai suami sy, tapi disisi lain orang tua sy sdh terlanjur sakit hati kepada suami, karena tega menceraikan saya dan meninggalkan saya dengan beban yg begitu besar,

    kedatangan laki2 trsbt dianggap orang tua sy sebagai jalan dr Allah atas semua masalah sy, krn laki2 trsbt mmng tdk diragukan lg kesalehan dan kebaikannya walaupun secara fisik dan penampilan mmng kurang ok,

    sy sempat mengutaran penolakan sy kpd org tua, tp org tua marah dan bilang sy tdk nurut dan tdk berbakti kpd org tua,

    apa yg harus sy lakukan, tetap bekerja keluar negri utk menyelesaikan hutang2 sy lalu kembali kpd suami krn sy masih sgt mencintainya walaupun org tua menentangnya, atau mengikuti keinginan org tua dg menerima laki2 tsb, mhn pencerahannya, jazakumullah

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,..
    Jika laki2 yang melamarnya itu baik agamanya, maka terima saja,..

    Cinta itu hanya ada pada pernikahan,.
    Anak wajib berbakti pada orangtua, membuat senang mereka,..

    Kalau sdh jadi istri baru lebih berbakti pada suami,

    Jadi anda sebaiknya mengikuti saran orangtua, karena tidak ada otangtua yang menginginkan anaknya sengsara, tapi banyak didapati anak yg durhaka dengan ortunya,

    Mantan suami anda itu sdh menjadi orang lain, tentu anjuran ortu lebih diutamakan

  76. Assalamualaikum wr wb,

    saya seorang suami yg SDH kurang lebih hidup DGN istri selama 22 tahun,

    mertua saya selalu mengajak istri saya pergi tanpa ijin dulu ke saya sbg suami anaknya,

    saya jengkel Krn merasa SDH TDK dihargai lagi sebagai suami..

    Dan ini puncaknya..

    SUATU HARI MERTUA SAYA NGAJAK UMROH ISTRI SAYA,SEDANGKAN ISTRI SAYA YG MINTA IJIN KE SAYA,SAYA BUKAN TIDAK KASIH IJIN,SAYA HANYA MENYARANKAN SABAR DULU JGN UMROH DULU SAMA MERTUA SAYA,

    SAYA SEBAGAI SUAMI KEPINGIN SEKALI UMROH BERDUA ISTRI SAYA,

    KRN SAYA JUGA INGIN MELIHAT BAITULLAH BERDUA ISTRI SAYA,TAPI SAAT SEKARANG INI SAYA MASIH BELUM PUNYA DANA UTK UMROH BERSAMA ISTRI SAYA,TAPI ISTRI SAYA DIAJAK MERTUA SAYA DAN DIBIAYAI ,KRN SATU ALASAN UMUR IBUNYA KATANYA,DAN MUMPUNG ADA UMUR DAN TENAGA,SEDANGKAN SAYA SUDAH KASIH PENGERTIAN KEPADA ISTRI SAYA,

    TAPI ISTRI SAYA TIDAK MAU TAU TENTANG USULAN SAYA SEBAGAI SUAMINYA,BAGAIMANA HUKUMNYA TERHADAP ISTRI SAYA DALAM AGAMA??,
    DAN TINDAKAN SAYA HARUS BAGAIMANA,KRN SAYA KECEWA DGN ISTRI SAYA,YG SAYA ANGGAP TERLALU EGOIS

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Itu adalah istri yang durhaka kepada suami,.
    nasehati saja agar si istri paham wajibnya berbakti istri kepada suami, melebihi baktinya pada ortunya sendiri,.

    • Alhamdulillah..
      Sekarang ini istri saya sudah tidak merengek rengek lagi mau berangkat,akhirnya mertua saya pun menunda kepergiannya bersama istri saya,setelah..

      Saya memberi pengertian ke istri saya,dan istri saya hanya menunggu saya sampai ada dana untuk bertamu ke rumah ALLAH baru kami berangkat ..Terima kasih atas perhatiannya…

      Semoga saudara saudaraku yg ada masalah di dalam rumah tangganya…

      INSYAALLAH CEPAT TERSELESAIKAN DAN MEMBINA KEMBALI RUMAH TANGGANYA MENUJU KE KELUARGA SAKINAH.MAWADDAH,WAROMMAH..AMINN YA ROBBALL ALAMINN..Wss wr wb.

      Wa’alaikumussalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Alhamdulillah,..
      Aamiin

  77. Assalamualaikum
    Saya mau menikah dibulan september ini.saya bekerja sebagai abdi negara yang bertugas dipelosok.

    setelah menikah nanti istri saya tidak bisa ikut saya karena harus menyelesaikan kuliahnya yang hanya tinggal beberapa bulan saja.

    dan hal itu dapat saya maklumi tetapi istri saya meminta waktu yang lebih lama lagi dengan alasan ingin bekerja dulu untuk membantu orang tuanya karena masih memiliki 3 adik perempuan yang masih butuh biaya sekolah sedangkan gaji saya sebagai abdi negara tidak besar sehingga agak sulit juga untuk membantu keluarga istri saya setiap bulan.

    saya minta tolong untuk sarannya agar dapat jalan keluar yang baik.

    dan bagaimana cara untuk menjelaskan kepada istri saya agar dia mau ikut saya ketempat saya bertugas?

    dan ada lagi yang membuat saya merasa aneh karena calon ibu mertua saya waktu mau lamaran meminta tambahan uang lamaran lebih yang disepakati dari awal saat saya meminta alasan kenapa harus ditambah beliau tidak memberikan alasan yang jelas dan uang resepsi semuanya saya yang menanggung.

    sempat saya meminta agar untuk akad nikah ditempat mempelai wanita dan resepsi ditempat saya tetapi beliau ngotot tetap ditempat perempuan dengan biaya yang besar dan saya yang hanya abdi negara merasa sangat berat.

    saya sempat menyuruh calon saya untuk mencari lelaki yang lebih berada dari saya tapi dia tetap memilih saya.

    apa yang saya harus lakukan untuk menghadapi calon mertua yang seperti itu?terima kasih
    Wassalamualaikum

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,..
    Bersabar saja dan cari wanita yang baik agamanya, yang mau berbakti pada suaminya kelak jika jadi istri,

    Kalau berdasarkan penuturan anda, maka lebih baik tidak usah diteruskan,

  78. Asalammualikum .
    Saya mau curhat.
    Saya seorang istri .
    Saya ingin minta pendapat.
    Saya sudah menikah 8bulan, dan mama saya meninggal sudah 7bulan, apakah saya salah jika saya mau mengurusi bapak saya? Dan jauh lebih ingin tinggal bareng sama bapak, ketimbang harus ngontrak ? Saya punya kaka cowo 3 dan semuanya sudah menikh.
    Saya diberi amat oleh ibu saya, sebelum dia meninggal, dia pernah bilang, saya hrus jaga bapak saya.
    Dan saya sering kali berantem sama suami karna beda pendapat.
    Saya ingin tinggal sama bapak saya, saya ingin menjaga dia, saya ingin mengurusi dia. Dan suami gamau.
    Jalan apa yang harus saya tempuh ? Terimakasih

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,

    Mba wajib berbakti pada SUAMI, dan kakak laki2 mba lah yang WAJIB berbakti dan menjaga bapak,

    Jadi ikutlah apa kata suami

    Dengan berbaktinya mba pada suami, itu berarti mba berbakti pada ortu mba,

    Ingat, neraka itu mayoritas penghuninya adalah WANITA disebabkan karena durhaka pada suaminya

  79. Assalamualaikum
    Saya seorang istri dengan 2orang anak laki2 yg masih kecil. Suami saya menginginkan saya hamil lagi utk mendapatkan anak perempuan. Orangtua saya tidak setuju kalau kami menambah anak, karena melihat repotnya kakak laki-laki saya yang mempunyai 5orang. Umur saya jg sdh memasuki masa resiko tinggi untuk kehamilan. Saya bingung harus bagaimana.

    Sementara suami saya kerja di luar kota dan saya tinggal di rumah orangtua saya yang sudah menjadi milik kami (diberikan kepada kami dan sudah kami bangun/renovasi) bersama kedua orangtua saya. Saya tidak ingin mengecewakan keduanya. Mohon pencerahannya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Anda tidak ingin mengecewakan keduanya, tentu anda lebih wajib lagi untuk tidak mengecewakan SUAMI, karena seorang istri harus LEBIH WAJIB BERBAKTI pada SUAMI melebihi baktinya pada ortunya sendiri,.

    Adapun masa resiko tinggi, itu wajib menurut dokter yang terpercaya, bukan sekedar MITOS medis, kalau usia 40 tahun lebih itu berbahaya jika hamil,

    Allah menciptakan rahim wanita itu sempurna, jika masih haidh, berarti masih bisa hamil,

    Rasulullah berbangga dengan banyaknya umat beliau, makanya beliau menganjurkan memilih wanita yang penyayang dan subur rahimnya,

  80. Assalamualaikum..
    Saya ingin bertanya..
    Apakah saya berdosa kepda ibu saya..
    Di karenakan saya memilih seseorang itu untuk menjadi suami saya..
    Sebelumnya lelaki itu ingin melamar saya..
    Tapi ibu saya tidak ingin menerimanya.. dia ingin saya menikah dengan lelaki lain..
    Tapi saya tetap ingin menikah dengan lelaki itu walaupun ibu saya tidak restu..
    Apakah saya berdosa…
    Kerna kami setelah menikah akan pindah tempat tinggal ..

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Sebaiknya jaga perasaan ibumu,
    Orangtua itu jauh lebih berpengalaman dalam memilihkan jodoh untuk anaknya,..
    Jangan sakiti hati ibumu, yg sdh berkorban ,mempertaruhkan nyawa untuk melahirkanmu,…

    Ingat, jangan menjadi anal yg durhaka kepada orangtua, terutama ibu…

  81. Assalamualaikum
    bagaimana hukum seorang istri yang meninggalkan anak / tdk mau mengurus anak setelah bercerai dengan alasan tidk suka dengan mantan mertua / keluarga dari pria. anak diasuh oleh saya dari umur 3 bulan karena sang istri tidak mau mengurusnya. yg saya khawatirkan klaw anak jadi membeci / durhaka terhadap ibunya. bagaimana pandangan dalam islam untuk wanita sepoerti ini dan apakah berdosa jika anak suatu saat nanti membenci ibunya.

    Mohon pencerahannya. terima kasih

    Yang wajib menafkahi / memelihara si anak adalah Ayah anak tsb, bkn ibunya,
    Jika ibunya tidak mau memberikan hak anak yaitu menyusuinya, ya si ibu berdosa,

    Jika Ayah yg mengurusnya, maka urus dgn baik, dan tidak usah menanamkan rasa kebencian kepada ibunya, walaubagaimanapun ibunya sangat besar jasanya, bahkan tidak bisa terbalaskan oleh si anak, walau hanya sekedar membalas rasa sakit ketika mengandung dan melahirkannya, si ibu mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan dirinya,

    Jika memungkinkan, perbaiki rumahtangganya, rujuk, selesaikan permasalahan yg ada dgn kepala dingin, dgn cara yg baik dan bijak

  82. Asslmualaikum.
    sya ingin merujuk istri saya yang baru saya cerai 2hari. Saya jatuh talak karna khilaf . Sya lngsung mnyesalinya bnar bnar. tpi mertua sya tidak mau mnytujui rujuk. Krna sya sudah sngat mngcewakannya. Sya yakin istri sya mau rujuk. Tp kluarganya slalu menutupi kbrdaannya dn mnjauhkn dri sya.

    Sya sudah meminta maaf k kluarganya hingga saya mncium kaki kdua orang tuanya dn mncuciny Kakinya. Beharap mnrima tobat saya dn sdikit mngurangi dosa sya.Tpi tetep orngtuanya teguh dngan ktidak stujuannya untuk rujuk anaknya dngan sya. mohon sarannya.. Waslam.

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Talak dan rujuk itu ada di TANGAN SUAMI, ga butuh persetujuan istri atau MERTUA,..
    Cara rujuk pun mudah, anda tinggal mengatakannya , dan tidak perlu mertua atau istri setuju, maka istri tetap masih sah sebagai istri anda,..

    Dan selanjutnya anda introspeksi, jangan mudah mengucapkan cerai, selesaikan masalah dgn kepala dingin,

    Dan cara meminta maaf kepada mertua juga tidak sebegitunya hingga mencium dan mencuci kakinya, itu terlalu berlebihan..

  83. Assalammu’alaikum,
    izinkan saya sharing dan bertanya, mudah-mudahan share ini dapat dijadikan pelajaran juga oleh rekan-rekan sekalian.

    Saat ini saya telah bertunangan dengan seorang gadis, dari awal berhubungan saya selalu jujur bagaimana latar belakang saya, apa pekerjaan saya, dan berapa penghasilan saya, sampai pada penjelasan bahwa ibu saya hanya memiliki saya sebagai anak, dan ibu saya sudah tidak bersuami.

    saya yang berpenghasilan cukup alhamdulillah lebih dari UMR jakarta otomatis berani untuk maju dan bertunangan dengannya.

    Ia memberikan syarat kami nantinya tingal dirumah orang tuanya, dengan pertimbangan cepat saya menyanggupi permintaannya dengan tidak lupa beberapa kali saya menjelaskan mengenai kondisi ibu saya jika saya tinggal dirumah orang tua calon istri saya nantinya.

    Beberapa hari kemarin saya mencoba untuk mengira-ngira perhitungan pengeluaran setelah menikah dengan gaji yang saya miliki saat ini(dengan kemungkinan naik tahun berikutnya 4-5%).

    tidak lupa saya menjelaskan kembali bahwa ibu saya memiliki rumah yang terletak di lahan penggusuran, dengan luas rumah yang hanya 5x5m.

    Keinginan saya adalah nantinya setelah menikah tetap dapat menafkahi keluarga dan juga memberikan uang makan dan menyicil rumah sederhana untuk ditinggali ibu saya jika rumahnya digusur.

    Intinya adalah pengeluaran untuk ibu saya diatur olehnya tidak boleh sampai 2juta, lalu sisanya 5juta itu untuk diatur calon saya nantinya, permasalahannya 5juta tersebut dianggap kurang sekali untuk menghidupinya, memang benar biaya hidup itu sulit namun apakah dengan uang sebesar 5juta tersebut benar-benar kurang menurut rekan-rekan sekalian?

    sehingga biaya untuk membantu ibu saya harus dikurangi? saya hanya tidak ingin menelantarkan ibu saya.

    memang tunangan saya ini sedari kecil selalu dituruti keinginannya oleh orang tuanya(kata dia).

    ia juga mengatakan bahwa dengan orang tuanya saja saat ini untuk jajan saja sudah demikian besar.

    saya ingin memahami keinginannya tersebut secara nyata, namun dengan kondisi keuangan yang menurut saya seharusnya BISA dikelola tersebut dia masih tetap bilang kurang dan uang untuk ibu saya harus dikurangi, maka saya menjadi amat kesal.
    karena hanya saya anak satu-satunya ibu saya dan ibu saya sudah pisah sejak lama dengan ayah saya. mohon kiranya jika admin berkenan memberikan sarannya selain saya juga istikharah dengan bagaimana melanjutkan atau tidak pertunangannya, sebelumnya saya ucapkan terimakasih untuk aslibumiayu.net

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah

    Tidak usah dilanjutkan bang, cari calon yang baik agamanya,
    Belum jadi istri saja sudah mengatur-mengatur seperti itu, justru seharusnya istri yang wajib mentaati suami, nafkah juga suami yang mengaturnya,

    Dan anda wajib berbakti pada ibu anda, termasuk menafkahi ibu anda, dan istri serta keluarga istri NGGA BERHAK mengatur-ngatur anda dalam hal bakti pada ibu anda,..

    Jadi saya melihat calon anda dan keluarganya terlalu mengedepankan dunia, tidak baik agamanya,

    Masih banyak wanita muslimah di jakarta, dan abang coba pelajari islam berdasarkan manhaj salaf, di jakarta sangat banyak, dan abang bisa nanti sambil nanya2 bahwa abang sedang mencari calon istri yang shalihah,..

    Dan tidak usah bertunangan, karena ga ada tunangan dalam islam,

    Dan abang wajib memperhatikan ibu,
    bahagiakan ibu anda, dan jika menikah nanti, ajak ibu tinggal bersama anda, berbaktilah pada ibu, dan cari calon yang shalihah bukan yang matre

    Baca postingan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*