Daging BABI Itu HARAM dan NAJIS, Bagaimana Jika Baju Kita Terkena Daging Babi?

Cara Menghilangkan Najis Setelah Makan Daging Babi Babi Termasuk Najis Najis Babi Dalam Islam Daging Babi Najis Apakah Babi Itu Najis

Pengharaman Babi


babi itu haram dan najisHati-Hati Daging Babi

Allah telah mengharamkan makanan dan hewan-hewan yang jelek, karena makanan memiliki pengaruh terhadap akhlak dan tabiat seseorang. Harta dan makanan yang halal dan baik akan menumbuhkan darah dan daging yang baik, demikian juga sebaliknya. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih dan memilah harta dan makanan untuk diri kita, anak dan keluarga kita, jangan sampai memakan barang dan makanan yang haram, baik berupa daging ataupun yang lainnya.

Apalagi dewasa ini orang-orang sudah banyak yang tidak peduli dengan hal-hal tersebut, sebagaimana Rasulullah telah isyaratkan dalam sabdanya:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ؛ أَمِن الحَلاَلِ أَمْ مِنَ الحَرَامِ؟!

“Akan datang kepada manusia suatu zaman (ketika itu) seorang tidak lagi peduli dengan apa yang dia dapatkan, apakah dari yang halal atau haram?!” (HR. Bukhari: 2059)

Sehingga sangat perlu pengetahuan yang cukup untuk dapat memilih dan memilah-milah hewan yang diperbolehkan dimakan.

Di antara hewan yang diharamkan untuk dimakan adalah babi dan ini sudah merupakan kesepakatan kaum muslimin, sebab pelarangan memakan daging babi sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah, di antaranya:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.” (QS. Al Baqarah: 173)

Firman-Nya:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالْدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al Maa’idah: 3)

Dan firman-Nya:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالْدَّمَ وَلَحْمَ الْخَنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah.” (QS. An Nahl: 115)

Demikian juga sabda beliau:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ الْخَمْرَ وَثَمَنَهَا وَحَرَّمَ الْمَيْتَةَ وَثَمَنَهَا وَحَرَّمَ الْخِنْزِيرَ وَثَمَنَهُ

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr dan hasil penjualannya dan mengharamkan bangkai dan hasil penjualannya serta mengharamkan babi dan hasil penjualannya.” (HR. Abu Daud)

Dengan demikian jelaslah haramnya daging babi dan seluruh anggota tubuhnya. (Ibnu Hazm menandaskan hukum ini merupakan ijma’ dalam kitab Al Muhalla 7/390-430)

Hikmah Pengharamannya

Mayoritas para ulama menjelaskan bahwa sebab pengharaman babi adalah karena najisnya berdasarkan firman-Nya:

قُل لاَّ أَجِدُ فِي مَا أُوْحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّماً عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلاَّ أَن يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَماً مَّسْفُوحاً أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقاً أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor (najis)” (QS. Al An’aam: 145)

Sedangkan hikmah pengharamannya dijelaskan Syaikh Shalih Al Fauzan dalam pernyataan beliau: “Ada yang diharamkan karena makanannya yang jelek seperti Babi, karena ia mewarisi mayoritas akhlak yang rendah lagi buruk, sebab ia adalah hewan terbanyak makan barang-barang kotor dan kotoran tanpa kecuali.” (Kitab Al Ath’imah hal. 40)

Penulis Tafsir Al Manaar menyatakan: “Allah mengharamkan daging babi karena najis, sebab makanan yang paling disukainya (makanan favoritnya) adalah kotoran dan ia berbahaya pada semua daerah, sebagaimana telah dibuktikan dengan pengalaman serta makan dagingnya termasuk sebab menularnya cacing yang mematikan. Ada juga yang menyatakan bahwa ia memiliki pengaruh jelek terhadap sifat iffah (menjaga kehormatan) dan cemburu (ghirah).” (Shohih Fiqh Sunnah, 2/339) Wallahu ta’ala a’lam.

Menjual Daging Babi

Rasulullah sendiri menyatakan bahwa Allah mengharamkan babi dan harta hasil penjualannya. Tentu saja hal ini menunjukkan pengharaman jual beli babi dan dagingnya serta seluruh anggota tubuhnya walaupun sudah diusahakan untuk mengubahnya dalam bentuk-bentuk lain, misalnya sebagai katalisator atau dicampur dengan daging lainnya. Hal ini juga ditegaskan Rasulullah dalam sabdanya:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَامَ الْفَتْحِ وَهُوَ بِمَكَّةَ إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيرِ وَالْأَصْنَامِ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ شُحُومَ الْمَيْتَةِ فَإِنَّهَا يُطْلَى بِهَا السُّفُنُ وَيُدْهَنُ بِهَا الْجُلُودُ وَيَسْتَصْبِحُ بِهَا النَّاسُ فَقَالَ لَا هُوَ حَرَامٌ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ إِنَّ اللَّهَ لَمَّا حَرَّمَ شُحُومَهَا جَمَلُوهُ ثُمَّ بَاعُوهُ فَأَكَلُوا ثَمَنَهُ

Dari Jabir bin Abdullah beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada tahun penaklukan Mekkah dan beliau waktu itu berada di Mekkah: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan jual beli khamr, bangkai, babi dan patung-patung.” Lalu ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah Apakah boleh (menjual) lemak bangkai, karena ia dapat digunakan untuk mengecat perahu dan meminyaki kulit serta dipakai orang untuk bahan bakar lampu?” Maka beliau menjawab: “Tidak boleh, ia tetap haram.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi ketika itu: “Semoga Allah memusnahkan orang Yahudi, sungguh Allah telah mengharamkan lemaknya lalu mereka rubah bentuknya menjadi minyak kemudian menjualnya dan memakan hasil penjualannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Walaupun pertanyaannya mengenai bangkai namun juga bersifat umum terhadap seluruh yang haram dalam hadits tersebut dan yang lainnya.

Demikian, mudah-mudahan Allah menunjuki kaum muslimin ke jalan yang lurus.

***

Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.
Artikel www.muslim.or.id

sumber : http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/babi-haram.html

Shalat dengan Baju Terkena Daging Babi

Pertanyaan:
Bolehkah shalat memakai baju yang terkena daging babi? Bolehkah menggunakan piring dan pisau yang terkena daging babi tanpa mencucinya terlebih dahulu? Apakah khamr bisa diqiyaskan dengan daging babi?

Jawaban:

Shalat dengan Baju Terkena Daging Babi

Tidak boleh seseorang mengerjakan shalat dengan memakai baju yang terkena daging babi, karena daging babi adalah najis, seperti firman-Nya,

قُل لآأَجِدُ فِي مَآأُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلاَّ أَن يَّكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ

Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatau yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali jika makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi -karena sesungguhnya semua itu kotor–“ (Al-An’am: 145)

Berdasarkan ayat ini, maka tidak boleh seseorang shalat dengan memakai baju ini hingga mencucinya. Jika telah dicuci, maka dibolehkan shalat dengan memakai baju tersebut.

Dibolehkan menggunakan piring, pisau, dan selainnya bila telah dicuci. Sedangkan sebelum dicuci, maka tidak boleh menggunakannya karena telah terkena najis. Adapun khamr, berdasarkan pendapat yang rajih (kuat), maka ia suci dan tidak najis.

Sumber: Anda Bertanya Ulama Menjawab, Bimbingan untuk Orang yang Masuk Islam, Pustaka Imam Ahmad

Artikel www.KonsutasiSyariah.com

sumber : http://www.konsultasisyariah.com/shalat-dengan-baju-terkena-daging-babi/

Print Friendly, PDF & Email

Hukum Menyentuh Daging Babi Apakah Babi Najis Bagian Babi Yang Najis Apakah Daging Babi Najis Menyentuh Babi Dalam Islam

18 Comments

  1. asalammuallaikum,,
    sy mau tanya,sya kerja menjaga org tua dn sy selalu membersikan kotoran atau kencingnya,
    apakah sholat sy sah,kadang2 selesai membersikan kotoran org tua tersebut,sy hanya melakukan cuci tangan sj,dn sy mengambil wuduk langsung sholat,apakah sholat sy sah atau tidak,,
    mohon jawabanya?……..
    terima kasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Alhamdulillah, anda diberi kesempatan untuk berbakti kepada orangtua,. ini amalan yang sangat besar pahalanya,.. bahkan bisa sebagai pembuka jalan ke surga,. asal anda ikhlas, sabar,. mengharap balasan dari Allah semata,.
    Najis itu bukan pembatal wudhu,. kecuali najis tersebut keluar dari si pelaku, tapi kalau terkena najis dari orang lain, maka cukup dibersihkan saja tanpa mengulang wudhu,.
    Ketika anda habis membersihkan kotoran orang tua, cukup cuci tangan atau badan yang terkena kotoran tsb,..
    Kalau sudah hilang tanda2 kotoran tsb, baik warna atau baunya, maka itu sudah suci,. sah dipakai shalat jika anda sudah berwudhu,

  2. Asalammualaikum,
    saya ingin bertanya,saya di rumah tinggal ber 3,saya suami dan cucu,sy dan cucu beragama islam,sedang kan suami saya beragama kristen,saya tidak makan daging babi,tapi setiap minggu,saya memasak nya untuk suami,sementara saya dan cucu saya tidak pernah memakan nya,apa hukum nya kalau seperti ini?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Terimakasih bu susilowati
    Seorang wanita muslim haram menikah dengan laki-laki kafir / non muslim,
    Jadi, laki-laki yang dianggap suami oleh anda, itu bukanlah suami anda yang sah, karena dia beragama kristen,.
    Jadi anda tidak boleh tinggal bersamanya, tidak ada pernikahan, jika nikah maka ngga sah nikahnya hingga dia mau masuk islam,
    Jika terjadi hubungan badan, maka dianggapnya sebagai ZINA,. silahkan baca ulasannya disini

    jadi jika yg dianggap suami itu kristen, ibu otomatis cerai, statusnya bukan sebagai istri yang sah,

  3. Asalammualaikum,
    nama saya rosma,sy dengan suami beda agama,tapi saya menjalankan sholat,yang saya mau tanyakan sah apa tidak ibadah sholat yang saya jalanin? ,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Terimakasih rosma,.
    seorang wanita muslim haram menikah dengan laki-laki non muslim,. pernikahannya tidak sah, jadi statusnya bukan suami istri, tapi sama sperti pezina,. jika dia berhubungan suami istri, maka sama saja seperti berzina,.

    Jadi, mba wajib meninggalkan laki-laki tersebut, mba wajib bertaubat, jangan diteruskan,. karena itu sama dengan zina,.

    Taubat dari zina bisa dibaca ulasannya disini

  4. Assalamu’alaykum
    ,maaf sy mau nanya jika babi itu haram dan penghasilan/ uang yg d dpt dari hasil kerja tersebut apakah halal
    dan jika itu haram apakah ada zakat dari gaji tersebut untuk mensucikan nya??
    syukron atas jawabannya

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Penghasilannya haram, harta haram tidak ada zakatnya,. tapi wajib kita berlindung dari memakan harta haram,.

    Bagaimana caranya agar kita tidak diancam dengan memakan harta haram? semaksimal mungkin kita tidak memakannya, tapi berikan kepada orang lain,. dan tentunya jangan bekerja lagi di tempat haram tersebut

  5. Assalamu’alaikum..
    Saya indha, saya ank kost tapi didalam kost itu banyak yg non-muslim.
    Tman saya yg non-muslim memakan daging babi 3hari yg lalu terus dia tdak sengaja memakai gelas saya !!
    Apakah itu haram ? Trus cara menghilangkan najis tersebut bgmna ? Trima kasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Daging babi itu haram, kotor, dan tidak najis menurut pendapat yang kuat,.
    Jadi cukup dicuci saja gelasnya,

  6. assalamualaikum..
    saya anisa.. saya mau tanya baju saya dan tangan saya terkena najis daging babi.. tapi saya hanya mencuci dengan air tidak dengan debu.. sya tau itu masih najis… tangan saya hanya saya cuci dengan air sudah bersih lalu saya mandi otomatis kan tangan saya memakai sabun mengoleskan semua sabun ke tubuh dengan tangan saya yang hanya saya cuci dengan air.. apakan seluruh tubuh saya juga ikut najis…. dan satu lagi apakah baju saya yang terkena najis daging babi saya cuci dengan air biasa dan saya campur dengan baju yang tidak terkena najis apakah seluruh baju saya ikut terkena najis semua… saya mencucinya dengan air bukan air camput debu.. itu bagaimana??

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    daging babi itu haram, kotor,. dan tidak najis menurut pendapat yang terkuat,.
    Jadi cukup dicuci saja bagian yang terkena,

  7. Assalamu alaikum
    Sya mu tnya,apakah saya bisa dikatakan trkena najis mugalladah dr babi,krn saya bekerja n satu kost dgn org yg bkrja di restoran yg ada babinya,bahkan saya 1 kamar mandi ,saya tau pst org yg bkerjaa tu m’bersih tngan/badanx ktika plg krja,tpi yg bkin saya was was,apakah najisnya tu mnyebar,n sya trkena juga?krn diaa tdk mnsucikan dgn 7 kli bsuhan yg d cmpur dgn debu salah satunyav

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Daging babi tidak najis, tapi haram dan kotor,.
    Jadi bukan tergolong najis mughaladhah seperti kasus ketika dijilat anjing,

  8. Assalamu’alaikum .. saya mau bertanya .. saya ini kerja sebagai baby sitter .. dan majikan saya kristen .. kadang anak yang di momong saya makan makann babi .. otomatis saya yang nyuapin .. kadang belepotan kemana-mana kadang kena ke baju saya.. saya suka ragu buat langsung solat kalo abis nyuapin babi .. itu sebaiknya gimana? Mohon balesanya.. trimakasih 🙂

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Yang rajih, daging babi itu haram, dan tidak najis, hanya kotor saja,.

  9. assalamualaikum warrohmatullah Hi wabarokatuu…??
    saya pernah tidak sengaja memakan daging babi dan apakah dosa itu dapat diampuni..??
    bagaimana cara bertaubat nya… apa dapat diampuni oleh allah SWT jika dapat diampuni bagaimana caranya…?? waktu saya kecil karena saya tidak sengaja..
    Terima kasih.. semoga di baca
    waassalamualaikum warrohmatullah Hi wabarokatuu…??

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Kalau tidak sengaja itu tidak dihukumi sebagai dosa

  10. asalammuallaikum ,
    saya mau bertanaya saya adalah seorang muslim yg baru saja taubat dri masa lalu saya , bagaimana hukum makan daging babi secara sengaja dan bagaimana cara mensucikannya lagy ? terima kasih ..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Caranya ya dengan bertaubat secara nasuha,.. taubat yang sebenar-benarnya

  11. Menurut say najisnya babi tidak sesuai dngn dalil yang ditujukan . Jelas ayat itu mengharamkan memakannya daging babi .

    Bukan menajiskan daging babi . Tapi semua itu terserah allah .
    Kita cmn dpt berpendapat .
    Maaf kata bila komentar saya salah karna kita sesama orang yang masih mencari ilmu dan jauh dari kata sempurna .

    iya betul, yang lebih kuat, daging babi itu haram, dan tidak najis, tapi kotor,. jadi jika terkena daging babi, maka dicuci bagian yang terkena tersebut, belum saya posting ttg hal ini,.

  12. TEman saya bekerja di luar negri .Dia bekerja sebagai pemotong daging babi..lalu bagaimana hukumnya menurut islam..

    Babi itu haram, maka hasil bekerja disitu pun haram hukumnya

  13. Nama saya alfa asal lampung.
    Saya pernah memakan daging babi.
    Apakah saya sah sholat nya, dan apa saya juga najis?

    Anda telah memakan sesuatu yang Allah haramkan,
    Bertaubatlah dari hal tersebut,.

  14. Asalammualaikum,
    nama saya alif saya pernah terkena minyak babi ditangan saya tanpa sengaja saya memegang celana saya dan pas dicuci tercampur baju lain, jadi kayak mana apakah semua baju yg tercampur itu najis semua?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Cukup cuci tangan yang terkena saja dengan sabun,
    Pakaian yang terkena juga cukup dicuci, jadi baju yang tercuci kan jadi bersih, sehingga menjadi bersih

  15. Assalamualaikum warahmatullahiwabarakaatuh
    Saya menjadi pelayan di restoran babi, terkadang baju saya terkena sisa2 makanan tersebut n saya lanjut sholat.
    Sekarang saya mau keluar dari restoran tersebut, tata cara apa yang saya lakukan agar membersihkan diri saya ini.
    Apakah saya harus samak atau gimana ?
    Jazakillah khairon

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Segera keluar dari tempat tersebut dan bertaubat,
    Karena penghasilan dari daging haram maka haram gajinya,

    Cara membersihkannya cukup dibersihkan saja hingga tidak terdapat bekasnya, bisa cukup dgn dicuci hingga bersih

  16. maaf saya mau tanya nama saya rendy dan adalah mualaf tapi saya rajin sholat tapi kadang saya makan daging babi bagai mana ya solusinya

    Bertaubat dari mengkonsumsi daging haram tersebut,
    1. Menyesali hal tsb 2. Meninggalkan makan daging babi 3. Bertekad kuat untuk tidak mengulangi hal itu lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*