Celana JOJON Sudah Sesuai Dengan Anjuran Rasulullah, Yaitu Diatas Mata Kaki (cingkrang)

Jojon, Salafi Dan Pengamal Sunnah

celana-jojon-tidak-isbalApa hubungannya?

Jojon jadi salafi sebelum meninggal?

Bukan!
Tapi bagi salafi dan para pengamal sunnah, Jojon pernah jadi ikon yang paling pas untuk menyindir mereka.

“Itu celana ngapain sih dibikin ngatung gitu? Kayak Jojon aja!”

Begitu kata orang yang sinis dengan salafi dan para pengamal sunnah ketika melihat casing sebagian mereka yang celananya dibikin ngatung, kayak celana Jojon. Walau kadang happy ending, sang empunya kata sinis, akhirnya sama-sama menggunakan celana ngatung seperti kawannya yang disinisi.
======
*Sedikit Memahamkan

“Emangnya harus ya celana ngatung gitu?”
Begini pertanyaan di benak banyak orang sembari keheranan ngeliat orang yang celananya ngatung. Begini mas, mereka itu sedang berusaha mencari surga dan terhindar dari azab di hari kiamat dengan mengikuti Rasulullah. Mereka itu sedang berusaha untuk tidak terancam hadits-hadits berikut:

“Sarung yang berada di bawah kedua mata kaki, ada di dalam neraka” (HR Muslim)

Kata Rasulullah: “Ada tiga golongan manusia pada hari kiamat nanti. Allah Subhanahu wata’ala tidak berbicara kepada mereka, tidak memandang ke arah mereka, juga tidak menyucikan mereka. Untuk mereka azab yang pedih.”

Kata-kata ini diulang sebanyak tiga kali oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sampai-sampai para sahabat bertanya,

“Siapakah ketiga golongan tersebut, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab,
“Orang yang memanjangkan pakaiannya di bawah mata kaki, orang yang selalu mengungkit-ungkit kebaikan, dan orang yang menjual barang dagangan dengan sumpah palsu.” (HR Muslim)

“Ooo gitu, pantesan itu orang yang celananya ngatung sok suci, sok masuk surga sendirian, lha doktrinnya kayak gini!”
Begitu mungkin di benak sebagian orang ketika dijelaskan dan biasanya ini gara-gara trauma diskusi dan gaul dengan orang yang celananya ngatung.

Begini Mas, realita memang tidak bisa dipungkiri, ada sebagian orang yang celananya ngatung malah jadi berlagak sok suci dan sok masuk surga sendiri.

Tapi yang kayak gitu juga gak bener.

Kita sesama muslim tetap saudara, tugas kita saling menasihati, bukan saling menghakimi. Nasihat diterima atau tidak, kita tetap saudara.
======
Banyak diskusi lain tentang masalah celana ngatung ini, nampaknya terlalu panjang kalau diteruskan di status ini.

Silakan bisa yufiding kata kunci “isbal” di yufid.com (yufiding adalah mencari informasi internet dengan menggunakan mesin pencari www.yufid.com )

Ala kulli haal, sebagai sesama muslim, dan sesama pengguna celana ngatung, mudah2an Allah menerima Jojon dan mengampuni dosa-dosanya.

sumber : status fb Amrullah Akadhinta

Baca juga, bagaimana caranya agar memakai celana cingkrang bernilai pahala, silahkan klik link ini

Print Friendly, PDF & Email

1 Comment

  1. sedikit pengalaman saat saya ikut pameran buku di smu yg berlatar belakang militer di kota magelang.
    Saat akan masuk area pameran, satpam menghentikan saya dan dg penuh curiga (karna celana cingkrang dan jenggot), memandangi
    saya hingga akhirnya menegur

    “mas,pakainnya mbok yg nasionalis sedikit!”

    padahal klo kita mau jujur, celana cingkrang,jenggot dan kopiah LEBIH NASIONALIS dibanding seragam tentara dan pns.

    Karena ternyata PAHLAWAN NASIONAL yakni Pangeran Diponegoro (yg patungnya yg jelas2 bercelana cingkrang dan bersorban) dan Tuanku Imam Bonjol adalah pengikut sunnah.

    Jadi, Alhamdulillah makin pe-de dg sunnah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*