MLM, Apapun Namanya, Tetap Tidak Akan Merubah Hukumnya, Bagaimana Hukum MLM?

Paytren Haram Hukum Paytren Hukum Paytren Dalam Islam Hukum Mlm Paytren Paytren Halal Atau Haram

Tanya Jawab: Bagaimana Hukum Bisnis MLM?

Saya ingin bertanya tentang usaha atau bisnis yang akhir-akhir ini sedang marak di masyarakat, yaitu MLM (Multi Level Marketing). Bagaimanakah hukumnya?

Jawaban:

Segala puji bagi Allah. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya.

Banyak sekali pertanyaan yang datang kepada Al-Lajnah ad-Da’imah Lil Buhut al-Ilmiyah wal Ifta’ tentang aktivitas perusahaan-perusahaan pemarasan berpiramida (Multi Level Marketing), seperti Biznas. Yang inti dari aktivitas mereka adalah mengajak seseorang untuk membeli sebuah produk agar dia juga bisa mengajak orang lain untuk membeli produk tersebut, demikian seterusnya.

Setiap kali bertambah tingkatan anggota di bawahnya, maka orang yang pertama akan mendapatkan keuntungan besar yang bisa mencapai ribuan real. Dan setiap anggota yang dapat mengajak orang-orang setelah bergabung, maka ia akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar pula, selagi ia berhasil merekrut anggota-anggota baru setelah ke dalam daftar para anggota. Inilah yang dinamakan dengan pemasaran berpiramida atau Multi Level Marketing (MLM).

Maka, Lajnah Da’imah menjawab, “Sesungguhnya, transaksi jenis ini adalah haram, karena tujuannya adalah komisi, bukan produk. Terkadang komisi itu bisa mencapai puluh ribu, padahal harga produk tidaklah sampai seratus. Orang yang berakal ketika dihadapkan di antara dua pilihan, niscaya ia akan memilih komisi.

Karena itu, sandaran perusahaan-perusaan ini dalam mempromosikan produk-produk mereka adalah menampakkan jumlah komisi yang besar yang mungkin didapatkan oleh anggota dan menjanjikan buat mereka keuntungan yang melampaui batas sebagai imbalan dari modal yang kecil, yaitu harga produk. Maka, produk yang dipasarkan oleh perusahaan-perusahaan ini sekadar label dan pengantar untuk mendapatkan keuntungan besar.

Melihat hakikat dari transaksi di atas, maka secara syar’i usaha seperti ini adalah haram karena beberapa alasan:

Transaksi tersebut mengandung riba, baik riba fadhl atau riba nasi’ah (riba fadhl adalah penambahan pada salah satu dari dua barang ribawi [barang yang bisa diterapkan hukum riba padanya] yang sejenis dengan transaksi yang kontan.

Adapun riba nasi’ah adalah transaksi antara dua jenis barang ribawi yang sama sebab ribanya, tapi tidak secara kontan). Orang yang ikut dalam bisnis itu membayar sejumlah kecil dari hartanya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar darinya. Maka, ia menukar uang dengan uang dalam bentuk tafadhul (ada selisih nilai) dan ta’khir (tidak kontan). Ini adalah bentuk riba yang diharamkan menurut nash al-Quran dan as-Sunnah dan kesepakatan para ulama. Produk yang dijual oleh perusahaan kepada konsumen hanya sebagai kedok untuk barter uang tersebut dan bukan menjadi tujuan anggota untuk mendapatkan keuntungan dari pemasarannya, sehingga keberadaan produk tidak berpengaruh dalam hukum transaksi jual beli.

Transaksi seperti ini termasuk gharar (yaitu hakikat atau kadar barang yang tidak diketahui oleh salah satu dari kedua belah pihak) yang diharamkan menurut syariat, karena anggota tidak mengetahui apakah dia akan berhasil mendapatkan jumlah anggota yang cukup atau tidak?

Dan bagaimanapun pemasaran berpiramida itu berlanjut, pasti akan mencapai batas akhir yang akan berhenti padanya. Sedangkan anggota tidak tahu ketika bergabung di dalam piramida, apakah dia berada di tingkatan teratas sehingga ia beruntung, atau berada di tingkatan bawah sehingga ia merugi.

Dan kenyataannya, kebanyakan anggota piramida merugi, kecuali sangat sedikit di tingkatan atas. Dengan demikian, yang mendominasi adalah kerugian. Maka, ini adalah hakikat gharar (tidak ada kejelasan di antara dua belah pihak). Padahal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang dari perbuatan gharar, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya.

Apa yang terdapat dalam transaksi ini merupakan praktik memakan harta manusia dengan cara yang batil, karena tidak ada yang mengambil keuntungan dari transaksi ini selain perusahaan dan para anggota yang ditentukan oleh perusahaan dengan tujuan menipu anggota lainnya. Hal ini telah disebutkan dalam al-Quran tentang keharamannya,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil… (Qs. an-Nisa: 29).

Dalam transaksi ini terdapat penipuan, pengaburan dan penyamaran terhadap manusia. Dari sisi penampakan produk, seakan-akan itulah tujuan dalam transaksi, padahal kenyataannya tidak demikian. Dan dari sisi yang lain, mereka menjanjikan komisi yang besar, tapi seringnya tidak terwujud. Dan ini semua terhitung penipuan yang diharamkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّيْ

Siapa saja yang menipu, maka ia bukan golonganku. (HR. Muslim 295).

Dan dalam hadits yang lain beliau bersabda:

الْبَيْعَانِ بِلْخِيَارِ مَا لِمْ يَتَفَرَّقَا أَوْ قَالَ حَتَّى يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بِوْرِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

Dua orang yang melakukan transaksi jual beli berhak menentukan pilihannya (khiyar) selama belum berpisah, niscaya akan mendapatkan berkah dari transaksinya. Dan jika keduanya saling dusta dan tertutup, niscaya akan dicabut keberkahan transaksinya. (HR. al-Bukhari, 2079 dan Muslim 1532).

Adapun pendapat bahwa transaksi ini tergolong samsarah (jasa sebagai perantara atau makelar), maka itu tidak benar. Karena samsarah adalah transaksi di mana pihak pertama mendapatkan imbalan atas usaha menjual produknya. Adapun pemasaran MLM, anggotalah yang mengeluarkan biaya untuk memasarkan produk tersebut.

Hakikat atau maksud dari samsarah adalah memasarkan barang, berbeda dengan pemasaran berbasis MLM, maksud sebenarnya adalah pemasaran komisi dan bukan (pemasaran) produk. Karena itu, orang yang bergabung dalam MLM akan memasarkan kepada orang yang akan memasarkan dan seterusnya. Berbeda dengan samsarah, (di mana) pihak perantara benar-benar memasarkan kepada calon pembeli barang. Perbedaan di antara dua transaksi sangatlah jelas.

Adapun pendapat bahwa komisi-komisi tersebut masuk dalam kategori hibah (pemberian), maka ini tidak benar. Andaikata (pendapat itu) diterima, maka tidak semua bentuk hibah itu boleh menurut syariat. (Sebagaimana) hibah yang terkait dengan suatu pinjaman adalah riba.

Oleh karena itu, Abdullah bin Salam berkata kepada Abu Burdah,

إِنَّكَ بِأَزْضٍ الرِّبَا بِهَا فَاشٍ إَذَا كَانَ لَكَ عَلَى رَجُلٍ حَقٌ فَأَهْدَى إِلَيْكَ حِمْلَ تِبْنٍ أَوْ حِمْلَ شَعِيْرٍ أَوْ حِمْلَ قَتٌ فَإِنَّهُ رِبًا

Sesungguhnya engkau berada di suatu tempat yang riba tersebar padanya. Maka, jika engkau memiliki hak pada seseorang kemudian dia menghadiahkan kepadanya sepikul jerami, sepikul gandum atau sepikul tumbuhan, maka itu adalah riba.” (HR. al-Bukhari, 3814).

Dan (hukum) hibah tergantung dari sebab adanya hibah tersebut. Karena itu, ketika ada seorang pekerja yang datang lalu berkata, “Ini untuk kalian, dan ini dihadiahkan kepada saya.” Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah seandainya engkau duduk di rumah ayahmu atau ibumu, lalu engkau menunggu (saja), apakah dihadiahkan kepadamu atau tidak?” (HR. Muslim 1832).

Dan komisi-komisi ini hanyalah diperoleh karena bergabung dalam sistem pemasaran berjejaring. Maka apapun namanya, baik itu hadiah, hibah, atau selainnya, maka hal tersebut sama sekali tidak mengubah hakikat dan hukumnya.

Dan (juga) hal yang patut disebut juga, ada beberapa perusahaan yang muncul di pasar bursa dengan sistem pemasaran berpiramida (MLM) dalam transaksi mereka. Dan hukumnya sama dengan perusahaan-perusahaan yang telah berlalu penyebutannya. Walaupun sebagiannya berbeda dengan yang lainnya pada produk-produk yang mereka perdagangkan. Wabillahi taufiq wa shallallahu ‘ala Nabiyina Muhammad wa aalihi wa shahbihi. (Lihat Fatwa al-Lajnah ad-Da’imah Lil Buhuts al-Ilmiyah wal Ifta’ tanggal 14/3/1425 no. 22935)

Sumber: Majalah Al Mawaddah, Vol. 34/Ramadhan-Syawwal 1431 H

Dipublikasikan oleh www.PengusahaMuslim.com dengan pengubahan tata bahasa seperlunya oleh tim redaksi.

sumber : http://pengusahamuslim.com/tanya-jawab-bagaimana-hukum-bisnis-mlm#.UyAOiM4ykwo

Hukum Bisnis Paytren Mlm Yusuf Mansur Haram? Hukum Ikut Paytren Hukum Mlm Dalam Islam Hukum Paytren Menurut Islam

19 Comments

  1. Menurut ana, deskripsi antum di atas masih MLM secara umum. Saya akan beri tahukan bagaimana VSI mengajak member untuk ikut ke dalamnya. Nah, ini adalah cerita pengalaman ana, semoga bermanfaat.

    Pada mulanya ana memang tidak tertarik dengan MLM bahkan sampai ana di VSI pun ana masih belum sreg (oleh karena itu ana masih cari kebenarannya).

    Jadi, ana ikut VSI dengan niat :
    1. kemudahan transaksi di masa depan, yaitu transaksi by phone. Kita menyimpan sejumlah uang kita (saldo) ke rekening VSI (yang rencananya akan diganti ke BRI Syariah karena BRI Syariah sudah dibeli VSI) dari uang yang kita simpan itulah, kita akan menggunakannya dengan hp kita yang sudah di daftarkan di VSI, (uang portable). Jadi, misal ke supermarket tinggal bayar dengan Hp. Sebenarnya aplikasi ini memang sudah ada dalam bentuk kartu kredit.

    Jika ingin MLM tersebut menjadi MLM yang halal, maka tidak ada uang pendaftaran untuk menjadi anggota MLM tersebut, silahkan baca postingan tentang hal tersebut disini

    2. Mengurangi kapitalisme. Inilah logika yusuf mansyur : Jika anda membeli mie di in***rt, maka keuntungan dari penjualan mie mutlak milik yang punya in****rt. Nah, dengan kita bertransaksi dengan VSI, kita mendapatkan “casback” per tiap transaksi yang kita lakukan, jadi keuntungannya di bagi dua (g selalu sama besar lho ya!!!), VSI dan kita.

    Namun, ambil satu contoh saja, harga pokok pulsa u/ member VSI ternyata jauh lebih mahal dari vendor lainnya misal harga 10rb M3 dihargai 10.700. Jika kita jual ke orang lain lagi, 11rb, maka kita akan untung 300 dan 75 (cashback dr VSI).

    Sampai saat ini ana berfikir mahalnya harga pokok digunakan untuk membayari bonus2 yang VSI tawarkan dan menurut saya itu sah karena itu hak VSI.

    Nah, disini ada lagi penyebab ini menjadi MLM yang haram, yaitu menaikan harga diatas harga standar, karena ya untuk bagi-bagi bonus,. menaikan harga saja itu sdh menjadi masalah, apalagi ditambah bagi-bagi bonus,silahkan anda baca postingan bagaimana supaya MLM menjadi halal, silahkan klik link ini

    misal gini, anda memiliki downline hingga kaki ke 10 , nah downline kaki ke 10 ini melakukan transaksi, maka apa dampak bagi anda dan downline yang ada diatas kaki ke 10 tersebut? tentu akan mendapat bonus dari transaksi downline ke 10 tersebut bukan?? nah, ini adalah memakan harta sesama muslim secara BATIL,. dan ini diharamkan dalam islam,

    3. Saya ikut VSI karena saya sepakat dengan ide yusuf mansur u/ berjamaah membeli kembali aset2 indonesia. Yang menjadi member VSI berhak bersama2 VSI untuk patungan membeli perusahaan, contoh : hotel moya vidi di jogja. Harapan saya memang nantinya akan benar2 ada inves2 di bidang lain.

    Apapun niatnya, setulus apapun niatnya, sebaik apapun niatnya, jika itu melanggar aturan syari, maka tidak akan bernilai apapun untuk kebaikan pelakunya, bahkan jika ternyata itu melanggar aturan islam, maka kerugian yang sangat besar bagi pencetus MLM tersebut, semakin banyak yang bergabung dengan MLM tersebut, maka semakin besar saja dosa yang akan dipetik oleh pencetus dan penggiat MLM tersebut, sehingga MLM tersebut akan menjadi MLM DOSA, semakin lama semakin besar dosa yang dipetik,.. sungguh kerugian diatas kerugian,.

    Uang pangkal VSI dalah 275rb. Untuk apa?

    Software (tapi sampai sekarang masih peoses); buku yusuf mansyur (taruhlah harganya 50rb); dan geratis kuliah bisnis online di wisata hati (menurut VSI senilai 1jt). Nah, apakah hal ini tetap dikatakan VSI tidak memiliki produk?

    Setiap keanggotaan bonusnya berbeda, sesuai rupiah yang dibayarkan. Jadi, produk awal (yang dijual) adalah bonus2 ini. Kemudian, dg sistem transaksi yang sudah kita dapatkan, kita dapat bertransaksi dengannya.

    Inti dr VSI menurut saya adalah menjual sistem kemudahan pembayaran (walaupun samapai sekarang belum sempurna)

    Nah, ini juga yang dipertanyakan, dan semakin membuat ini betul-betul bukan produk yang dikedepankan, tapi sistem MLM itu sendiri, dan memang MLM itu lebih banyak yang dipermasalahkan adalah di sistem MLM tersebut, bukan di produk yang dijualnya,
    Apakah orang yang pertama kali bergabung itu membutuhkan software tersebut, atau misalkan kita berikan kepada orang-orang, apakah orang tsb butuh kepada software tersebut? berbeda jika itu berupa produk, banyak orang yang butuh,

    Islam sudah mengatur semua, termasuk dalam hal ini urusan muamalah, nah, sependek pengetahuan saya, pencetus VSI ini bukanlah ustadz yang paham muamalah secara benar, sebelum meluncurkan VSI saja ustadz tsb telah berdakwah dengan andalan sedekahnya, padahal jika sedekah mengharap balasan dunia, maka kerugian yang akan didapatkan kelak di akherat, sebagaimana sudah saya posting disini

    NAMUN, INILAH YG SAYA SAYANGKAN, banyak orang di VSI (dan bisa jadi di luar) hanya melihat VSI sebagai sistem MLM yang hanya mencari keuntungan dengan perekrutan orang.

    Justru disitu kuncinya, yang menentukan member VSI itu dapet bonus kan dari perekrutan, semakin banyak merekrut, maka akan semakin mudah meraih bonus-bonus tersebut, bukankah demikian? bukan karena dia seorang diri menjual produk atau melakukan transaksi,

    TAnpa perekrutan, mustahil member tersebut mendapatkan bonus yang wah tersebut,. hanya mengandalkan kemudahan bertransaksi?? ini mungkin 1001 saja,. mungkin cuma anda seorang kali yang berprinsip begitu, namun tetap saja walaupun anda tidak merekrut orang, anda telah terjatuh ke dalam transaksi yang diharamkan, dengan membayar uang pendaftaran yang cuma sebesar 275 ribu tsb,

    PERTANYAAN SAYA : “Apakah saya tetap dibenarkan jika saya menggunakan sistem VSI? Misal saya ajak orang dan saya dapat bonus, jika ternyata bonus ini adalah haram, apakah boleh saya gunakan seperti saya menggunakan laba dari bank tempat saya menyimpan uang?

    Tolong penjelasan dan analisis yang lebih detail y. SAYA BUKAN MENCARI pembenaran, TAPI KEBENARAN. Saya masih butuh dibimbing dalam menegakkan syariah wa sunnah

    Jika anda mengajak seseorang bergabung, lalu anda mendapat reward, ini reward karena apa? dan uang dari siapa? tentu uang dari orang yang anda ajak bergabung, bukan dari VSI, iya betul yang memberikan adalah VSI, tapi diambilkan dari orang yang anda ajak tersebut, ini salah satu bentuk memakan harta saudara anda dengan cara batil,. ini bukan dosa kecil, anda akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akherat, itu jika anda mengajak satu orang, jika anda mengajak 10 orang, dan 10 orang ini berhasil mengajak 10 orang lagi, dan demikian lagi seterusnya,.. maka ini akan menjadi MLM DOSA bagi anda, anda akan memetiknya kelak di akherat,.. apakah anda mau? silahkan tentukan pilihan,. mumpung mungkin belum terlampau jauh anda melangkah,.

    • Software paytren di google playstore itu free, saya heran kalau biaya pendaftarannya salah satunya untuk membeli software yang notabene free.

      Pelayanan yang sama bisa didapatkan oleh tokopedia seperti beli pulsa, bayar pdam, bayar pln dan lain-lain tanpa perlu rekrut orang dan bayar biaya pendaftaran.

      Mudah-mudahan kita diberikan taufik untuk berhati-hati dalam beramal.

      Itu MONEY GAME menurut DSN MUI

  2. Barakallahu fikh…

    Ana ingin bertanya, bagaimanakah cara bertaubat dari MLM?
    Apakah seseorang yang ingin bertaubat (telah bertaubat) dari MLM harus mengembalikan uang orang-orang yang telah direkrutnya semasa menjalankan MLM?
    Bila harus mengembalikan, apakah hal tersebut juga berlaku pada seseorang yang baru mengetahui bahwa MLM itu haram kemudia bertaubat?

    Mohon nasehatnya….Jazakallah khair…

    Terimakasih ibn Abdullah,
    wafiika baarakallah,
    Cara taubat dari harta yang didapatkan dari MLM adalah dengan menyedekahkan harta tersebut, karena itu adalah harta haram, jangan sampai anda memakan harta haram tersebut,
    Jika memungkinkan untuk mengembalikan uang-uang downline anda, maka lakukanlah,.

    Dan anda jelaskan ke downline2 anda bahwa MLM itu haram, harta dari usaha MLM itu adalah harta haram,

  3. Aku sudh terjun dalam mlm sejenis dngn MLM UYM,

    tpi alhamdulillah ada yg memberikan tau kalau di MLM itu pihak yg dirugikan,

    jdi aku lngsung berhenti dr bisnis MLM,

    walaupun hrus rugi uang waktu(meluangkan waktu utk dftr MLM) gk masalah yg penting kalo bisa jgn sampai merugikan org lain walau hanya sebiji gandum

    Alhamdulillah

  4. Suatu saat aku ingin brtanya scra langsung lewat ustadz yg mengajar di pondoknya uym,do’akan ya akhi semoga bisa kesampaian,klo bsa ketemu langsung sma UYM malah beneran sya

    Uym ga paham tentang pemahaman islam yang benar,

    Musik yang sdh jelas haram saja, di tv milik uym masih ada,

    Apalagi masalah MLM Ini,.

    Jadi jalau mau bertanya bkn ke uym, tapi ke ustadz yg paham islam menurut manhaj salaf,

  5. alhamdulillah…tulisan yang sangat bagus.
    toh sampai sekarang bisnis MLM sampai sekarang masih terus berkembang. meski sebelumnya sudah scam/macet….nafsu setan pembikin bisnis ini terus berputar otak…mulai dari tambang emas, bagi hasil wara laba..bahkan sampai umroh pun ada.

    dan rata-2 korban itu termakan jebakan MLM iming-2 bonus/return/reward yang notabene itu adalah uang dari downline…naudzu mindzaalik itu kan bukan uang dari hasil kerja, tapi uang downline yang dimakan rame-2.

    Ya, itulah namanya sistem MLM,
    Yang menikmati ya piramida di atas,

  6. Mas, kalau kayak travel umroh yang menganut sistem seperti mlm gimana?

    Kayak arminareka contohnya itukan sejenis jasa gimana hukumnya?

    Dan juga dia tidak pakai tutup poin dan kalau kita daftar uang pendaftarannya langsung jadi dp buat berangkat umroh…
    barrakallahu fik…

    Sama saja mas, beda produk saja,sistemnya seperti MLM juga,

    Saya sudah pernah diajak, dan yang ngajak saya malah saya jelaskan bahwa hal tersebut adalah MLM, memakan harta kaum muslimin secara batil,..

    Benar atau tidak itu bukan karena terdaftar ijinnya di lembaga negara, tapi apakah sesuai syariat islam atau tidak,
    Walaupun tidak ada tutup poin, tapi ada hal lain yang itu merupakan kedzaliman, yaitu adanya komisi..

    MLM itu justru yang menarik itu komisi dan rewardnya,

    Padahal kalau mau UMROH GRATIS, mudah koq,

    Biro haji dan umroh biasanya juga menawarkan, jika bisa mengajak 10orang pergi umroh, maka dia bisa umroh gratis, atau diuangkan komisinya,..
    Ga harus ikut arminareka

    • Assalaamu ‘alaikum..
      mohon penjelasan..

      Mas admin bilang :

      “…kalau mau UMROH GRATIS, mudah koq,
      Biro haji dan umroh biasanya juga menawarkan, jika bisa mengajak 10 orang pergi umroh, maka dia bisa umroh gratis, atau diuangkan komisinya,..
      Ga harus ikut arminareka ”

      Mf kl msh ada kesubhatan,
      beri komisi pd yg ngajak, itulah prinsip mlm.

      maka bukankah mengajak orang untuk umroh melalui biro haji, seperti sistem MLM dalam lingkup kecil ?

      mengapa menjadi haram pada MLM tetapi boleh penerapannya pada yang lain?

      mohon penjelasan, terima kasih

      ini yang sy fahami,

      Beda…
      Kalau ngajak sepuluh orang ke biro haji dan umrah, kita ga perlu daftar jadi member,..

      Kalau MLM, maka harus jadi member dahulu,

      MLM itu sudah bukan rahasia umum, yg ngajak dapat komisi, yg diajak mbayar biaya pendaftaran, dan komisi dibayar oleh perusahaan, hakekatnya ya ngambil dari uang pendaftaran org yg diajak gabung,alias downline, dan ini adalah kedzaliman,

      Di ar** jika upline bisa membuat downline berpasangan, maka akan mendapat komisi pasangan,..

      • Jadi prinsipnya mendaftar menjadi member atau dapat komisi dari yang diajak yang merupakan tindakan dzolim.?

        Bukankah sama yang mengajak dpt komisi dr yang diajak melalui perusahaan tersebut.

        Ada jawaban jawaban yang kontradiksi dan saling bertentangan.

        Mana yg kontradiksi dan saling bertentangan?

        Bisa anda sebutkan?
        Kedzalimannya adalah, saat org yang ngajak itu berhasil mengajak bergabung, maka yg diajak akan membayar biaya pendaftaran, contoh dia harus bayar 350 ribu, atau 1 juta,
        Lalu orang yang ngajak langsung mendapatkan bonus sebesar 75 ribu, atau 350 ribu ,

        Nah bonus itu hakekatnya diambil dari uang pendaftaran, itu kedzaliman pertama,

  7. Mas,…ana uda masuk di vsi..tpi ana untuk trsnsaksi jual beli pulsa dll,nah apakah ini boleh atw msih haram
    mohon penjelasannya

    Lebih baik daftar ke agen pulsa yang biasa saja, tidak pakai mbayar daftarnya, tapi langsung setor deposit, tidak ada upline atau downline,
    Vsi atau paytren itu masih mengadopsi sistem MLM konvensional, jadi tidak merubah hukumnya,

  8. Assalamu’alaikum!
    Bagaimana jika saya sdh memberitahukan kpd byk org ttg mlm ini sampai sya lupa kpd siapa saja saya menawarkannya,bagaimana saya menghadapi masalah ini?

    Perlukah saya memberitahu setiap org yg saya tawarkan ttg keharamannya meskipun mereka tdk merspon produk mlm ini?

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah
    Ya anda kirimkan klarifikasi anda saja sebagaimana anda dulu memberitahu tentang MLM tersebut,

  9. Ana mau tanya.

    ana ikut pembayaran online sejenis pa****n tapi tanpa ada uang pendaftaran.

    bisa ajak orang join jg .menjadi downline tapi saya sebagai upline tidak mendapat bonus apa2.

    tidak ada jg bonus pasangan, tidak ada sistem piramid dan sebagainya.

    cuma yg ada adalah setiap downline melakukan transaksi..

    misal beli pulsa 10rb, maka saya sebagai upline dapat komisi Rp.25.

    apakah komisi itu riba?

    saya join ini tujuan awalnya utk mendapatkan kemudahan dan harga beli murah..

    ketimbang beli pulsa di counter atau baar bayar di atm atau kantor p*s.

    kemudian saya mulai menjual pulsa ke tmn2 saya dngan harga rata2 sama dengan harga jual konter pulsa.

    krna mudah dan murah td bbrp teman saya tertaruk join.

    kalau seandainya komisi tadi haram..

    bisakah saya tetap menggunakan online ppob ini utk jualan pulsa, tiket pesawat dsb tapi uang komisi tadi saya sedekahkan saja?

    Ada tiga syarat yang harus dipenuhi agar marketing dengan sistem MLM hukumnya halal:

    Pertama, orang yang ingin memasarkan produk tidak diharuskan untuk membeli produk tersebut.

    Kedua, harga produk yang dipasarkan dengan sistem MLM itu tidak boleh lebih mahal dari pada harga wajar untuk produk sejenis. Hanya ada dua pilihan harga semisal dengan harga produk sejenis atau malah lebih murah.

    Ketiga, orang yang ingin memasarkan produk tersebut tidak disyaratkan harus membayar sejumlah uang tertentu untuk menjadi anggota.

    Jika tiga syarat ini bisa dipenuhi, maka sistem MLM yang diterapkan adalah sistem yang tidak melanggar syariat.

    Sumber: https://aslibumiayu.net/9054-bagaimana-syaratnya-agar-mlm-menjadi-halal-bandingkan-dengan-mlm-yang-ada-di-indonesia.html

    Boleh sebutkan namanya, biar saya lihat, mungkin dengan websitenya

    • Jazakallah. saya aldi. saya gak punya website.

      sebenarnya ada dua kondisi..

      free member pendaftaran gratis, dan berbayar.

      bedanya kalau berbayar..uang deposit kita bisa diuangkan utuh tanpa potongan.

      kalau free member (tanpa uang daftar), deposit tidak bisa diuangkan tapi hanya bisa dihabiskan dengan transaksi pulsa dsb.

      saya ambil free. tidak ada ketentuan harus bertransaksi berapa gitu.

      tidak bertransaksi jg deposit kita utuh.

      tidak jg diharuskan merekrut anggota. tapi dia jg ada cashback setiap transaksi.

      cuma yg saya ragukab hanya ;

      1. apakah komisi setiap downline saya teemasuk riba?,

      2. apakah menjual pulsa itu dihalalkan..

      misal pulsa 20rb saya jual 22rb.

      dan 22rb harga normal penjualan konter pulsa disekitaran saya.

      jazakallah

      Tolong sebutkan nama penyelenggara atau usahanya, biar saya lihat bagaimana sistem kerjanya

  10. Ass,wr.wb.
    Mhn maaf, saya ingin bertanya:
    1. Apakah sudah di tanyakan member paytren yg sebagai Downline, merasa di rugikan/tidak iklas, karena secara tidak tidak langsung telah di ambil dananya oleh upline sebagai komisi?

    2. Mereka yg ikut MLM , ingin mendapatkan penghasilan.mengharapkan penghasilan tambahan, entah untuk kebutuhan sehari-hari, atau sedang kesulitan. dapatkah anda memahami hal ini,,haruskah fatwa ini keluar, sedangkan org yg mengikuti MLM tersebut blm tentu merasa di rugikan, atau di paksa ,atau merasa tertipu.saya Bkn org paytren tapi memadamkan harapan org buat saya adalah lebih dosa,mhn maaf…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Ada tiga syarat yang harus dipenuhi agar marketing dengan sistem MLM hukumnya halal:

    Pertama, orang yang ingin memasarkan produk tidak diharuskan untuk membeli produk tersebut.

    Kedua, harga produk yang dipasarkan dengan sistem MLM itu tidak boleh lebih mahal dari pada harga wajar untuk produk sejenis. Hanya ada dua pilihan harga semisal dengan harga produk sejenis atau malah lebih murah.

    Ketiga, orang yang ingin memasarkan produk tersebut tidak disyaratkan harus membayar sejumlah uang tertentu untuk menjadi anggota.

    Jika tiga syarat ini bisa dipenuhi, maka sistem MLM yang diterapkan adalah sistem yang tidak melanggar syariat.

    Nah, ketiga syarat di atas tidak ada di PAYTREN, tapi itu ada di pulsagram, daftarnya gratis,..silahkan dicoba,. KLIK DI SINI

  11. Bismillah …

    Jika saya punya aplikasi; kemudian saya jual lisensi aplikasi tersebut kepada khalayak apakah itu haram?
    Jika Saya ingin memberi/ berbagi hasil dari penjualan lisensi kepada rekan yang membantu menjual apakah itu haram?
    JIka saya ingin menjual pulsa/menerima pembayaran dengan aplikasi tersebut dengan harga (pasar) apakah itu haram?

    Aplikasi apa dulu mas, dan apa kegunaan aplikasi tersebut,
    Jika itu aplikasi MLM seperti Pay***n, itu bukanlah aplikasi yang dibutuhkan, nyatanya ada aplikasi yang seperti itu fungsinya, dan GRATIS,. tidak perlu beli lisensi, bahkan kegunaanya pun sama, dan ndaftarnya gratis, tidak perlu keluar duit 350 ribu,

    Jadi silahkan mas sebutkan nama aplikasinya,

  12. ini sudah berkonsultasi langsung dengan ownernya belum?

    dan silakan pelajarai marketing plan dari paytren.

    akan sangat berbahaya sekali anda terlalu cepat menyimpulkan paytren inilah itulah.

    tanggung jawabnya besar loh, bisa menyesatkan orang banyak

    Saya sudah pelajari marketung plannya,
    Saya sudah simak penjelasan dari video ownernya, juga video para leadernya,..
    Kesimpulannya, paytren bukan MLM yg HALAL,

    Dan bahaya besar justru bagi owner dan membernya, Allah akan mintai pertanggungjawaban kelak di akherat,kedzaliman berjamaah

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*