Apa Saja Syarat Sah Nikah, Silahkan Baca Rukun dan Adab-Adab Pernikahan

Syarat Sah Nikah Syarat Akad Nikah Syarat Syah Nikah Syarat Sahnya Nikah Syarat Sah Menikah

Agar Nikah Sah Dan Berkah

syarat sah nikahPernikahan termasuk syariat Islam yang sangat luhur lagi mulia. Dengannya jenis manusia dijaga dari kepunahan. Dengannya pula masing-masing dari dua jenis manusia, laki-laki dan perempuan bisa memelihara syahwatnya dengan cara yang baik dan sesuai tuntutan fitrah.

Di dalam pernikahan terdapat keteraturan terpenuhinya hak masing-amsing indifidu suami istri di bawah naungan cinta dan kasih sayang, penghormatan dan penghargaan. Dan  masih banyak lagi hikmah pernikahan yang masih tersembunyi. Yang sedikit tersebut sudah cukup menunjukka bahwa pernikahan dalam Islam memiliki nilai yang sangat agung.

Pernikahan agar sah dan berkah harus terpenuhi padanya rukun-rukunnya serta adab-adabnya. Terpenuhinya rukun-rukun pernikahan kunci sahnya, sedangkan baiknya adab-adabnya akan menjadi sumber keberkahannya. Secara singkat kedua hal tersebut yang akan disampaikan di majlis ini. Insya Allah ta’ala.

Rukun-rukun pernikahan

Agar pernikahan sah, harus terpenuhi empat rukunnya, ialah:

1. Adanya seorang wali yang sah yang menikahkan.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِىٍّ

“Pernikahan tidak sah tanpa wali (yang sah)” (HR. Khamsah selain an-Nasai, dishahihkan oleh Ahmad dan Ibnu Main, al-Irwa’ no: 1839)

2. Disaksikan minimal dua orang saksi.

Yaitu saat akad pernikahan dilangsungkan harus dihadiri minimalnya dua orang saksi  atau lebih dari kalangan laki-laki muslim yang adil pada dirinya dan orang lain. Yaitu bukan orang yang biasa melakukan dosa-dosa besar atau yang semisalnya. Berdasarkan firman Allah azza wajalla:

“dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. (QS ath-Thalaq: 2)

Meski ayat ini tentang thalaq dan ruju’, namun pernikahan dianalogikan kepada keduanya juga.

Selain itu juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِىٍّ وَشَاهِدَىْ عَدْلٍ

“Pernikahan tidak sah tanpa wali yang sah dan dua orang saksi yang adil”. (HR. al-Baihaqi, dishahihkan oleh Syeikh al-Albani dalam shahihul jami no: 7557)

3. Ungkapan akad pernikahan yang sah.

Yang dimaksud ialah shighotul aqdi. Yaitu yang dikenal dengan istilah ijab qobul. Ialah ucapan calon suami atau wakilnya ketika akad pernikahan, kepada wali calon istri, misalnya; “Nikahkan aku dengan putri bapak, atau saudri Bapak yang bernama Fulanah.” Kemudian wali atau wakilnya mengatakan, misalnya; “Aku nikahkan Anda dengan putriku atau dengan saudariku yang bernama Fulanah”. Kemudian si calon suami menjawab dengan megatakan, misalnya; “Aku terima pernikahannya dengan diriku”.

4. Adanya mahar.

Mahar atau mas kawin, atau ada yang menyebut sri kawin, yaitu sesuatu yang diberikan seorang suami kepada seorang istri agar halal bersenang-senang dengannya. Memberi mahar ini hukumnya wajib. Berdasarkan firman Allah subhanahu wata’ala:

Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. (QS an-Nisa’: 4)

Apabila sebuah pernikahan telah terpenuhi keemapat rukun tersebut maka secara syari’at Islam pernikahan tersebut telah sah dan suami istri telah halal bersenang-senang dari dan dengan pasangannya.

Adab-adab pernikahan

Tinggal bagaimana agar pernikahan bisa mendatangkan keberkahan? Agar pernikahan mendatangkan keberkahan maka harus diperhatikan adab-adabnya, ialah dengan memelihara dan mengamalkan adab-adabnya. Yang dimasudkan ialah adab-adab saat pernikahan dan usai pernikahan. Berikut sebagian dari adab-adab tersebut di sebutkan secara singkat;

1. Diawali dengan khuthbah nikah.

Ialah khuthbah singkat yang disampaikan menjelang akad pernikahan dilangsungkan. Yang dibaca kurang lebih ialah sebagai berikut:

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ

لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Setelah itu kemudian dilanjutkan membaca ayat 102 dari surat Ali Imran, dilanjutkan membaca ayat 1 surat an-Nisa’ dan dilanjutkan dengan membaca ayat 70-71 surat al-Ahzab.

Apabila dicukupkan sampai di situ tidak mengapa, apabla ditambahkan membaca sabda Rosululoh berikut maka lebih baik, yaitu:

إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ

بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

“sesungguhnya sebenar-benar perkataan ialah Kitabulloh (al-Qur’an), dan sebaik-baik petunjuk ialah petunjuknya Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sejelek-jelek perkara ialah yang diada-adakan (baru), sedangkan setiap yang diadakan adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, sedangkan setiap yang sesat akan masuk ke dalam neraka”

2. Pernikahan diumumkan

Mengumumkan pernikahan diperintahkan. Pernikahan tidak boleh disembunyikan atau di rahasiakan.  Berdasarkan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَعلِنُوا النِّكَاحَ

“Umumkanlah pernikahan” (HR Ahmad, Ibnu Hibban, dll dengan sanad hasan. Shahihul jami’ no: 1072)

Cara mengumumkan pernikahan diantaranya selain dengan menghadirkan minimalnya dua orang saksi juga dengan mengadakan pesta walimah dan dengan menabuh rebana.

Walimah ialah makanan yang dihidangkan saat kedua suami istri usai membangun rumah tangga. Diadakannya walimah ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ

“Adakan pesta walimah meski hanya dengan seekor kambing”. Hadits muttafaqun alaih

Boleh saat walimah dimeriahkan dengan didendangkan “nasyid’ yang baik. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

فَصْلُ مَا بَيْنَ الْحَلاَلِ وَالْحَرَامِ الدُّفُّ وَالصَّوْتُ فِى النِّكَاحِ

“Pembeda antara yang halal dan yang haram (zina) ialah (dipukulnya) rebana dan (didendangkannya) suara pada pernikahan”. (HR an-Nasai: 2/91, at-Tirmidzi: 1/201, Ibnu Majah no: 1896, al-Hakim 2/184, Baihaqi 7/289 dll. At- tirmidzi mengatakan: “hadits ini hasan”. Sebagaimana di dalam al-Irwa no: 1994)

3. Panjatan doa bagi kedua mempelai

Agar pernikahan berkah, maka bagi para tamu undangan walimah hendaknya mendoakan kedua mempelai dengan doa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagi berikut:

« بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِى خَيْرٍ »

“Semoga Allah memberkahimu dalam suka dan dukamu serta mengumpulkan kalian berdua di dalam kebaikan”. (HR Abu Dawud no: 2130, Tirmidzi no: 1091 dishahihkan oleh Syeikh al-Albani)

4. Suami berdoa saat memuali membangun rumah tangga

Maksudnya, kali pertama suami mendatangi istrinya uasai akad pernikahan, pertama kali yang hendaknya dilakukan suami ialah berdoa. Yaitu dengan cara memegang ubun-ubun istri dengan tangan kanannya lalu memanjatkan doa seperti yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagi berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

“Ya Allah. Sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan apa yang telah Engkau titahkan padanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan apa yang telah Engkau titahkan padanya”. (HR Abu Dawud no: 2160 dan Ibnu Majah no: 2252 dengan sanad hasan sebagaimana di dalam Shahih Abu Dawud no: 1892 dan di dalam Shahih Ibnu Majah no: 1825)

5. Berdoa sebelum berhubungan suami istri

Apabila suami istri hendak berhubungan badan, apakah untuk kali yang pertama ataupun untuk yang berikutnya, maka hendaknya suami berdoa dengan doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah setan dar kami, dan jauhkanlah pula setan dari apa yang Engkau rezekikan (anak) buat kami”. (Muttafaqun alaih)

Inilah sebagain dari adab-adab pernikahan yang insya Allah menjadi sebab diberkahinya pernikahan. Semoga yang sedikit ini bermanfaat.

Wallahul muwaffiq.

sumber : http://alghoyami.wordpress.com/2011/02/02/agar-nikah-sah-dan-berkah/

Print Friendly, PDF & Email

Syarat Wajib Nikah Syarat Sah Nikah Menurut Islam Pernikahan Yang Sah Dimata Allah Syarat Nikah Sah Syarat Sah Nikah Dalam Islam

4 Comments

  1. Smoga ana di berikan jodoh yg sholehah….

    Aamiin,.
    Jodoh shalihah nyarinya ditempat yang baik,. melalui perantara yang baik pula,.

  2. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarkatuh.

    Tadi malam saya menjadi saksi nikah anak dari abang sepupu saya, yang menjadi wali adalah adik kandung si pengantin wanita karena ayah dan kakek mereka sudah meninggal. Sebelum akad nikah dimulai si pengantin pria terlebih dulu diajari ucapan qobul, saat diajari ia mengucapkan terbata bata sehingga minta di tuliskan saja.

    Nah..saat akad nikah yg sebenarnya dimulai..sipengantin pria mengucapkan qobulnya dengan membaca yg sudah dituliskan tadi itu pun agak lambat dan tidak dengan satu kali nafas tapi yg diucapkannya benar dan tidak ada yang kurang / salah. Ketika ditanya apakah sah saya jawab sah.

    Pertanyaan saya : Apakah mengucapakan ijab / qobul harus dengan satu tarikan nafas? dan apakah pernikahan itu sah? karena ketika pulang saya teringat orang tua saya pernah bilang kalau ngucap nikah harus lancar dan satu tarikan nafas.

    Terima kasih mas atas jawabanya.

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Terimakasih mas handoko,..
    Islam itu adalah agama yang mudah dan indah,.
    Dalam akad nikahpun,.sangat mudah, masyarakat lah yang mempersulit,. apalagi dalam mengucapkan ijab qabul, ga usah belajar juga bisa,.
    Akad nikah itu adalah ucapan oleh si wali nikah, lalu dijawab oleh si laki-laki yang mau menikahi si wanita,. dan jawabannya tidak seperti ucapan2 yang ada di masyarakat, bahkan harus satu nafas segala,. itu adalah hal-hal yang dibuat-buat, tidak ada contohnya dari rasulullah,.

    Silahkan baca postingan tentang lafadz ijab qabul, klik link ini

    Ijab qabul yang dilakukan PURA-PURA saja itu SAH, apalagi beneran, makanya jangan dibuat main-main ijab qabul ini, karena walaupun main-main, itu SAH,. apalagi beneran,. sama halnya dengan CERAI, walaupun diucapkan main-main atau pura-pura ,maka itu SAH,.silahkan lihat ulasannya disini

  3. Assalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh.
    Maturnuwun Pak atas ilmu dan pencerahannya. semoga Allah memberikan kemudahan kepada kami yang akan segera menikahkan anak-anak kami dari setiap kesulitan.
    Jazzakumullah khairan
    Wassalamu`alaikum warohmatullah wabarokatuh

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    nggih, sami-sami,.

    Ingat, akad nikah adalah ritual yang mulia, jangan kotori dengan kemungkaran-kemungkaran saat pernikahan yang banyak merebak di masyarakat,

    Bagaimana akan menjadi rumahtangga yang mawaddah wa rahmah, jika saat memulainya dipenuhi dengan kemungkaran,.

  4. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarkatuh

    Saya ingin minta pendapatnya bagaimana kalau melangsungkan pernikahan dengan sederhana .
    Mungkin hanya melangsungkan akad nikah di kua aTau masjid bersama kluarga dan teman2 dekat.. setelah itu mengadakan walimah dengan anak anak yatim atau teman2 kami yang kurang mampu disebuah rumah makan atau sejenisnya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Boleh seperti itu, dan itu jauh lebih baik daripada seperti yang kita saksikan di masyarakat, dengan berbagai kemaksiatannya, padahal menikah itu ibadah yang agung, awal mengarungi rumah tangga, kok sudah diawali dengan maksiat seperti tarian mesum biduan orgen tunggal, dandanan menor pagar ayu, penganten dipajang,kuda ronggeng, dan seabrek budaya rusak lainnya,.

    Walimah itu ngundang makan,.. makan-makan saja, tidak ada ritual lainnya,
    Akad nikah pun simpel, singkat, dan tidak perlu latihan mengucapkan akad nikahnya, tidk seperti yang sering kita lihat, penghulunya malah ngajarin belajar ngucapin akad nikah, akad nikah itu pura-puranya saja jadi, apalagi seriusnya, disinilah kadang para penghulu itu harus diajarin cara akad nikah yang sesuai dengan sunnah rasul,.
    Penghulu itu sebenarnya tugasnya hanya mencatat saja, utk keperluan legalitas administrasi negara,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*