Bagaimanakah Lafal Ijab Kabul Dalam Pernikahan, Apakah Harus Dengan Bahasa Arab?

Ijab Qobul Ada Dua Peran Ayah Dalam Ijab Qobul Pernikahan Ap Yg Di Ucapkan Pengantin Laki2 Saat Ijab Kabul Bacaan Ikuti Pengulu 2017 Ijab Qabul Pake Binti Atau Tidak

Lafal Ijab Kabul Akad Nikah yang Benar

lafal ijab qabul pernikahanAssalamu’alaikum.
Ustadz, bagaimanakah ucapan atau lafal ijab kabul pernikahan yang benar menurut islam?
Mohon penjelasan.

Donar

Jawaban:

Wa’alaikum salam.

Di antara rukun nikah adalah adanya ijab kabul.

Ijab adalah perkataan wali pengantin wanita kepada pengantin pria: Zawwajtuka ibnatii…, saya nikahkan kamu dengan putriku…. Sedangkan kabul adalah ucapan pengantin pria: Saya terima…

Jika sudah dilakukan ijab kabul dan dihadiri dua saksi laki-laki atau diumumkan (diketahui halayak), maka nikahnya sah.
Dalam pengucapan ijab kabul, tidak disyaratkan menggunakan kalimat tertentu dalam ijab kabul. Akan tetapi, semua kalimat yang dikenal masyarakat sebagai kalimat ijab kabul akad nikah maka status nikahnya sah.

Lajnah Daimah ditanya tentang lafadz nikah.

Mereka menjawab,
Semua kalimat yang menunjukkan ijab kabul maka akad nikahnya sah dengan menggunakan kalimat tersebut, menurut pendapat yang lebih kuat. Yang paling tegas adalah kalimat: ‘zawwajtuka’ dan ‘ankahtuka’ (aku nikahkan kamu), kemudian ‘mallaktuka’ (aku serahkan padamu).
Fatawa Lajnah Daimah (17:82).
Demikian penjelasan di: http://www.islamqa.com/ar/ref/155354

Bolehkah akad nikah (ijab kabul) dengan selain bahasa Arab?

Pendapat yang lebih kuat, bahwa akad nikah sah dengan selain bahasa Arab, meskipun dia bisa bahasa Arab. Disebutkan dalam Mausu’ah Fiqhiyah al-Kuwaitiyah:
Mayoritas ulama berpendapat bahwa orang yang tidak bisa bahasa Arab boleh melakukan akad nikah dengan bahasa kesehariannya. Karena dia tidak mampu berbahasa Arab, sehingga tidak harus menggunakan bahasa arab. Sebagaimana orang bisu.

Kemudian disebutkan perselisihan ulama tentang akad nikah dengan selain bahasa Arab, yang kesimpulannya:

  • Akad nikah sah dengan bahasa apapun, meskipun orangnya bisa bahasa Arab. Ini adalah pendapat Hanafiyah, Syafi’iyah – menurut keterangan yang lebih kuat –, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan Ibnu Qudamah. Dalam hal ini kedudukan bahasa non-Arab dengan bahasa Arab sama saja. Karena Orang yang menggunakan bahasa selain Arab, memiliki maksud yang sama dengan orang yang berbahasa Arab.
  • Akad nikah tidak sah dengan selain bahasa Arab. Meskipun dia tidak bisa bahasa Arab. Ini adalah pendapat sebagian ulama Syafi’iyah. Mereka beralasan bahwa lafadz ijab kabul akad nikah statusnya sebagaimana takbir ketika salat yang hanya boleh diucapkan dengan bahasa Arab.
  • Akad nikah sah menggunakan selain bahasa Arab, dengan syarat pelakunya tidak bisa bahasa Arab. Jika pelakunya bisa bahasa Arab maka harus menggunakan bahasa Arab. Ini adalah pendapat ketiga dalam madzhab syafii.

(Mausu’ah Fiqhiyah Kuwaitiyah: 11:174).

Apakah harus disebutkan nama pengantin wanita?

Diantara syarat sahnya nikah adalah adanya kejelasan masing-masing pengantin. Seperti menyebut nama pengantin wanita atau dengan isyarat tunjuk, jika pengantin ada di tempat akad. Misalnya, seorang wali pengantin wanita berkata kepada pengantin lelaki “Aku nikahkan kamu dengan anak ini, kemudian si wali menunjuk putrinya yang berada di sebelahnya.” hukum akad nikahnya sah.

Ibnu Qudamah mengatakan, “Diantara syarat nikah adalah adanya kejelasan pengantin. Karena orang yang melakukan akad dan yang diakadkan harus jelas. Kemudian dilihat, jika pengantin wanita ada di tempat akad, kemudian wali mengatakan, ‘saya nikahkan anda dengan anak ini’ maka akad nikahnya sah. Karena isyarat sudah dianggap penjelasan. Jika ditambahi, misalnya dengan mengatakan, ‘saya nikahkan kamu dengan anakku yang ini’ atau ‘…dengan anakku yang bernama fulanah’ maka ini sifatnya hanya menguatkan makna.

Jika pengantin wanita tidak ada di tempat akad maka ada dua keadaan:

  • Wali hanya memiliki satu anak perempuan. Maka dia boleh mengatakan, “Saya nikahkan anda dengan putriku” Jika disebutkan namanya maka statusnya hanya menguatkan.
  • Wali nikah memiliki anak perempuan lebih dari satu. Wali ini tidak boleh menggunakan kalimat umum, misalnya mengatakan, “Saya nikahkan kamu dengan putriku” Dalam keadaan ini akad nikahnya tidak sah, sampai si wali menyebutkan ciri khas salah satu putrinya yang hendak dia nikahkan, baik dengan menyebut nama atau sifatnya. Misalnya dia mengatakan, “Saya nikahkan kamu dengan putriku yang pertama atau yang bernama…” (Al-Mughni, 7:444).

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Materi terkait:

1. Urutan Wali Nikah.

2. Biaya Pernikah KUA, Siapa yang Menanggung?

3. Mau Menikah Sirri.

sumber : http://www.konsultasisyariah.com/ijab-kabul-akad-nikah/

Print Friendly, PDF & Email

Ijab Qobul Nikah Wali Abang Cara Ijab Kabul Bahasa Jawa Ijab Qabul Lafadz Ijab Qobul Bahasa Jawa Kalimat Uzzawwijuka Amaraula Dalam Ijab Qabul

5 Comments

  1. kalau menurut saya kalimat yang benar adalah : aku nikahkan putri kandungku kepada engkau.. – bukan ( aku nikahkan engkau dengan putriku)..

    karna laki-laki menerima..

    artinya yang dinikahkan itu perempuan bukan laki-laki yang dinikahkan,karna yang punya hak wali adalah perempuan..atau dengan kata lain wanita yang diberikan kepada laki-laki bukan laki-laki yang diberikan kepada perempuan. ( diberikan tanggung jawab maksudnya ) kesimpulannya kalimat yang diberikan mas admin di atas sudah benar tapi kalimatnya terbalik,

    kalau kalimat bahasa sudah terbalik berarti sudah lain arti. gunakan bahasa yang baik dan benar mas admin..

    dalam bahasa arab atau bahasa alqur’an lain huruf sudah lain arti..

    begitupun dalam bahasa indonesia. dalam bahasa indonesia kalimat ” makan dengan kalimat “dimakan kan sudah beda arti/makna…

    TErimakasih kang muhammad mahdi, sudah komentar disini,.
    sebenarnya lafadz akad nikah tidak ada lafadz yang baku, harus seperti itu,.
    wong bercandanya saja jadi alias sah,. misalkan ada seorang bapak berkata seperti ini kepada seorang laki-laki,. Mas, maukah kamu saya nikahkan dengan anak saya yang bernama fulanah,. jika si laki-laki menjawab MAU, saya terima,.,.. maka itu bisa SAH,. walaupun itu cuma BERCANDA,..

    Atau mungkin kata-kata lai, misalkan seorang bapak berkata, SAYA nikahkan kamu dengan anak saya yang bernama fulanah,. jika si laki-laki berkata, IYA PAK, SAYA TERIMA,. maka SAH.. secara hukum islam,.

    makanya tidak boleh bercanda dalam hal ini,… apalagi lafadz serius dalam AKAD NIKAH,. ini ya SAH,. ngga ada lafadz khusus,. yang penting yang dimaksud adalah lafadz yang maksudnya adalah menikahkan,.

    Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

    ثلاث جدهن جد وهزلهن جد: النكاح والطلاق والرجعة

    “Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius: nikah, cerai dan ruju.’” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali An Nasa’i. Dihasankan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah)

    • Yang saya maksud : jika laki-laki menjawab ” saya terima ” berarti-kan ada sesuatu yang diberikan kepada laki-laki,, ( jadi dengan kata lain si bapak kandung/wali ber-ucap saya berikan anak kandungku kepada engkau… bukan ber-ucap saya berikan kamu dengan anak kandungku ).itu kalau kita menggunakan bahasa yang baik dan benar..
      jadi kesimpulannya,menurut saya contoh kalimat yang tepat :
      Bapak kandung wanita / wali : ya ananda ” Muhammad mahdi bin karyoto adi prayitno.
      saya menjawab : saya.
      Bapak kandung wanita / wali : aku nikahkan dan kawinkan anak kandungku yang bernama endang suparni kepada engkau dengan mas kawin………di bayar tunai.
      saya menjawab : saya terima nikah dan kawinnya endang suparni dengan mas kawin tersebut dibayar tunai….

      terimakasih mas Muhammad mahdi,.
      islam itu mudah, akad nikah, walaupun tidak dengan lafadz, tapi dengan bahasa isyarat, itu sah, contoh, bagaimana akad nikahnya orang yang bisu? bukankah tidak bisa melafadzkan ucapan?
      Jadi tidak seperti apa yang anda gambarkan,.

      contoh gini, simpel,.
      misalkan si ayah wanita berkata kepada laki-laki yang bernama Fulan,
      ayah wanita : kamu mau saya nikahkan sekarang dengan anak saya yang bernama si fulanah?
      Fulan : tidak menjawab iya, tapi sekedar mengganggukan kepala tanda setuju, maka itu SAH ,

  2. Cara lafal ijab kobul nya gmana nh sya pgn tau m0h0n di bls ya 🙂

    TIDAK ADA LAFAL KHUSUS,. intinya cuma ucapan bahwa si mempelai laki-laki kepada wali si wanita bahwa dia menerima untuk dinikahkan,.

    Jadi tidak ada lafal khusus,.

    Secara mudahnya, misalkan si wali ngomong begini, Saya nikahkan kamu dengan anak saya yang bernama fulanah,. lalu si laki-laki tersebut cuma menjawab IYA,. itu juga SUDAH SAH,.

  3. Assalamualaikum kang Muhammad Mahdi,
    Jawaban yang diberikan oleh ustadz Admin itu sudah sangat benar, anda terlalu membuat masalah ijab dan qabul menjadi ribet, saya selaku penghulu sangat sering menggunakan contoh seperti yg dicontohkan Admin tentang ijab qabulnya orang bisu yg hanya cukup dengan isyarat, kalau menggunakan bahasa Arabkan ANKAHTUKA (KA untuk laki-laki) sy belum pernah dengar ANKAHTUKI (KI untuk Perempuan),

    tapi prinsipnya sama saja, seandainya walinya berkata didepan 2 orang saksi laki-laki, sambil merokok dan minum kopi ditambah cengengesan “Heiiii FULAN kamu kawin ya sama anakku” trus si Fulan sambil buru-buru jalan karena mau ke Toilet, dan berteriak “Ya aku mau” itupun sudah sah, jadi jangan pernah bermain-main dengan kata-kata NIKAH, CERAI DAN RUJUK,

    semoga bisa diterima, difahami dan di Ma’lumi

    Ya,. mudah saja akad nikah itu,. jangan dibikin ribet, lah wong pura2 nikah saja jika yang melakukan adalah walinya maka sah,.

  4. Terjemah zawwajtuka dst dengan aku nikahkan kamu adalah tdk benar. Yg benar ” aku nikahkan …. ,kepadamu.” karena maful awal harus sebagai fail (yg menikahi) dan maful tsani adalah yg bermakna maful ( yg dinikahi). Aku nikahkan kamu dsr , kalimat itu adalah rancu, masak yg. Dinikahkan dia
    juga yg menerima

    Tidak ada lafadz khusus,. sekedar ucapan wali kepada si laki-laki, misalkan seperti ini, kamu saya nikahkan dengan anak saya si fulanah,. lalu laki-laki tsb menjawab, saya terima,. maka ini sudah SAH..

    Islam itu mudah, akad nikah ga perlu latihan,.. pura-puranya saja jadi,. apalagi seriusnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*