Hukum Memotong Jenggot Menurut Tarjih Muhammadiyah Dan Menurut Nabi Muhammad

Hukum Islam Memotong Pendek Jenggot Ibn Unar Mencukur Jenggot Bolehkah Mencukur Janggot Utk Merapihkan Potong Jenggot Hukum Cadar

HUKUM TENTANG JENGGOT DAN CADARhimpunan fatwa tarjih muhammadiyah

Pertanyaan dari:

H. Syamsul Bahri, BA., KTAM. 1031721,

Jl. Pattimura Gg. Dame Wek IV, Padangsidempuan

(disidangkan pada Jum’at, 10 Rajab 1430 H / 3 Juli 2009 M)

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr. Wb

1.      Mohon dijelaskan hukumnya cadar dan jenggot menurut Al-Qur’an dan Hadits

2.      Semua istri Nabi Muhammad pakai cadar

3.      Orang tidak pakai cadar dan jenggot = ingkar sunnah

Wassalamualaikum Wr. Wb

Jawaban:

1. Masalah Jenggot

Jenggot adalah rambut yang tumbuh menjulur ke bawah pada dagu dan pipi manusia serta lazimnya ini dimiliki oleh kaum lelaki. Di kalangan bangsa tertentu, seperti bangsa Arab dan India, memelihara jenggot hingga terurai panjang merupakan suatu tradisi yang menandakan kebanggaan, kemuliaan dan keperkasaan lelaki yang memeliharanya. Namun di kalangan bangsa lain, memelihara jenggot bukan menjadi suatu tradisi atau kelaziman.

Dalam Islam, terkait dengan masalah jenggot ini, Rasulullah saw bersabda:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خَالِفُوْا اْلمُشْرِكِيْنَ، وَوَفِّرُوْا الِّلْحىٰ وَأَحِفُّوْا الشَّوَارِبَ .[رواه البخاري ومسلم]

Artinya: “Telah menceritakan pada kami Muhammad ibn Minhal, telah menceritakan pada kami Yazid ibn Zurai‘, telah menceritakan pada kami Umar bin Muhammad bin Zaid dari Nafi’ (ajudan Ibnu Umar) dari Ibnu Umar dari Nabi saw yang bersabda: “Berbedalah kamu (jangan menyamai) dengan orang-orang musyrik, peliharalah jenggot, dan cukurlah kumis.” [HR. al-Bukhari dan Muslim]

أَخْبَرَنِي الْعَلاَءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمٰنِ بْنِ يَعْقُوبَ ـ مَوْلَى الْحُرَقَةِ ـ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله : جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَىٰ. خَالِفُوا الْمَجُوسَ. [رواه مسلم]

Artinya: “Telah mengkabarkan padaku Ala’ bin Abdirahman bin Yakub –ajudan al-Hurakah- dari ayahnya, dari Abu Hurairah berkata, bersabda Rasulullah:“Cukurlah kumis, peliharalah jenggot, berbedalah (jangan menyamai) orang-orang Majusi.” [HR. Muslim]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ: عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ: قَصُّ الشَّارِبِ، وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ، وَالسِّوَاكُ، وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ، وَقَصُّ الأَظْفَارِ، وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ، وَنَتْفُ الإِبِطِ، وَحَلْقُ الْعَانَةِ، وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ. [رواه مسلم]

Artinya: “Diriwayatkan dari Abdilah bin Zubair, diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Sepuluh hal yang termasuk fitrah: mencukur kumis, memanjangkan jenggot, bersiwak, istinsyaq (memasukkan air ke hidung), memotong kuku, mencuci sela-sela jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan menghemat air.” [HR. Muslim]

Dari riwayat di atas dapat disimpulkan bahwa kita diperintahkan untuk memelihara jenggot dan mencukur kumis. Demikian diperintahkan oleh Rasul agar kita berbeda dan tidak menyamai orang-orang musyrik -termasuk Majusi, yaitu orang-orang yang menyembah api- di mana mereka suka dan biasa mencukur jenggot bahkan hingga habis.

Sabda Nabi saw:

أَخْبَرَنَا حَسَّانُ بْنُ عَطِيِّةَ عَنِ أَبِي مُنِيْبٍ الْجُرَشِيِّ عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ.[رواه أبو داود]

Artinya: “Telah mengkabarkan pada kami Hassan bin Athiyah dari Abi Munib al-Jurasyi dari Ibnu Umar berkata, bersabda Rasulullah saw: “Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari (golongan) mereka.” [HR. Abu Dawud]

Selain itu, perintah Rasulullah saw ini banyak mengandung unsur pendidikan bagi kaum muslim agar mereka mempunyai kepribadian tersendiri, baik lahir maupun batin dari kaum yang lain seperti kaum kafir-musyrik. Perbedaan secara lahir akan mewakili identitas suatu kaum, di mana dalam hal ini jenggot menjadi identitas atau ciri khas kaum muslim.  Apalagi banyak riwayat seputar hal ini dimasukkan oleh para ulama Hadits dalam bab tersendiri, yaitu bab fitrah yang dimiliki oleh manusia. Mencukur jenggot sama halnya dengan menentang fitrah dan menyerupai perempuan. Seperti yang ditekankan di atas, bahwa jenggot menandakan kesempurnaan lelaki dan membedakannya dari jenis yang lain.

Namun, bukan berarti kita tidak boleh untuk mencukur dan merapikan rambut jenggot apabila sudah terurai panjang, terlihat tidak indah dan rapi, dan bahkan bisa menakutkan atau menjijikan siapa yang melihatnya. Oleh sebab itu jenggot yang demikian dibolehkan untuk  dicukur atau dirapikan. Sebuah riwayat dari Imam at-Tirmidzi yang ia nilai gharib, di mana Nabi saw pernah memangkas sebagian jenggotnya hingga terlihat rata dan rapi.

أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ هَارُونَ، عَنْ أُسَامَةَ بن زَيْدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ: أَنَّ النَّبِيِّ كَانَ يَأْخُدُ مِنْ لِحْيَتِهِ مِنْ عَرْضِهَا وَطُولِهَا .[رواه الترمذي]

Artinya: “Telah mengkabarkan pada kami Umar bin Harun dari Usamah bin Zaid dari Amru bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, bahwasannya Nabi saw memangkas sebagian jenggotnya hingga panjangnya sama.” [HR. at-Tirmidzi]

Menanggapi masalah ini para ulama, baik mutaqaddimin (terdahulu) maupun muta’akhirin (belakangan) banyak yang berbeda pendapat. Ulama kalangan Hanafi dan Hanbali dengan tegas mengatakan bahwa haram hukumnya seseorang memotong jenggotnya hingga habis, bahkan ia dituntut membayar diyat (tebusan). Sedang ulama Syafi’i dan Maliki mengatakan bahwa hukumnya sebatas makruh saja. Imam Nawawi yang mewakili mazhab Syafi’i mengatakan, “mencukur, memotong, dan membakar jenggot adalah makruh. Sedangkan memangkas kelebihan dan merapikannya adalah perbuatan yang baik.

Membiarkannya panjang selama satu bulan adalah makruh, seperti makruhnya memotong dan mengguntingnya.” (Syarh Shahih Muslim: vol. 3: 151). Selanjutnya para ulama juga masih berselisih mengenai ukuran panjang  jenggot yang harus dipotong, meski terdapat sebuah riwayat yang menceritakan bahwa Abu Hurairah dan Abdulah bin Umar biasa memangkas jenggot bila panjangnya sudah melebihi satu genggaman tangan. Namun, sebagian ulama tidak menetapkan panjang tertentu, akan tetapi cukup dipotong sepantasnya. Hasan al-Bashri, seorang tabi’in biasa memangkas dan mencukur jenggotnya, hingga terlihat pantas dan rapi.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa memangkas atau memotong sebagian jenggot hukumnya adalah mubah. Sedang mencukurnya hingga habis hukumnya adalah makruh, namun tidak sampai pada derajat haram. Adapun memeliharanya adalah sunnah.

Apakah betul pendapat diatas? Mari kita simak penjelasannya dari hadits-hadits yang sangat banyak jumlahnya,

Nabi Saja Berjenggot

Memelihara dan membiarkan jenggot merupakan syari’at Islam dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Marilah kita lihat bagaimana bentuk fisik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berjenggot.

Dari Anas bin Malik –pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam– mengatakan,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah laki-laki yang berperawakan terlalu tinggi dan tidak juga pendek. Kulitnya tidaklah putih sekali dan tidak juga coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus. Allah mengutus beliau sebagai Rasul di saat beliau berumur 40 tahun, lalu tinggal di Makkah selama 10 tahun. Kemudian tinggal di Madinah selama 10 tahun pula, lalu wafat di penghujung tahun enam puluhan. Di kepala serta jenggotnya hanya terdapat 20 helai rambut yang sudah putih.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Al Muhammadiyyah, Muhammad Nashirudin Al Albani, hal. 13, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih)

Lihatlah saudaraku, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat di atas dengan sangat jelas terlihat memiliki jenggot. Lalu pantaskah orang berjenggot dicela?!

Perintah Nabi Agar Memelihara Jenggot

Hadits pertama, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)

Hadits kedua, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى

Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot. (HR. Muslim no. 625)

Hadits ketiga, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَةِ.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis danmembiarkan (memelihara) jenggot. (HR. Muslim no. 624)

Hadits keempat, dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ

Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.” (HR. Muslim no. 626)

Hadits kelima, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انْهَكُوا الشَّوَارِبَ ، وَأَعْفُوا اللِّحَى

Cukur habislah kumis danbiarkanlah (peliharalah) jenggot.(HR. Bukhari no. 5893)

Hadits keenam, dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ ، وَفِّرُوا اللِّحَى ، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ

Selisilah orang-orang musyrik. Biarkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis.” (HR. Bukhari no. 5892)

Ulama besar Syafi’iyyah, An Nawawi rahimahullah mengatakan, ”Kesimpulannya ada lima riwayat yang menggunakan lafazh,

أَعْفُوا وَأَوْفُوا وَأَرْخُوا وَأَرْجُوا وَوَفِّرُوا

Semua lafazh tersebut bermakna membiarkan jenggot tersebut sebagaimana adanya.” (Lihat Syarh An Nawawi ‘alam Muslim, 1/416, Mawqi’ Al Islam-Maktabah Syamilah 5)

Di samping hadits-hadits yang menggunakan kata perintah di atas, memelihara jenggot juga merupakan sunnah fithroh. Dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ

Ada sepuluh macam fitroh, yaitu memendekkan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.” (HR. Muslim no. 627)

Jika seseorang mencukur jenggot, berarti dia telah keluar dari fitroh yang telah Allah fitrohkan bagi manusia. Allah Ta’ala berfirman,

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada penggantian pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar Ruum [30] : 30)

Selain dalil-dalil di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamjuga sangat tidak suka melihat orang yang jenggotnya dalam keadaan tercukur.

Ketika Kisro (penguasa Persia) mengutus dua orang untuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menemui beliau dalam keadaan jenggot yang tercukur dan kumis yang lebat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka melihat keduanya.

Beliau bertanya,”Celaka kalian! Siapa yang memerintahkan kalian seperti ini?”

Keduanya berkata, ”Tuan kami (yaitu Kisra) memerintahkan kami seperti ini.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Akan tetapi, Rabb-ku memerintahkanku untuk memelihara jenggotku dan menggunting kumisku.” (HR. Thabrani, Hasan. Dinukil dari Minal Hadin Nabawi I’faul Liha)

Lihatlah saudaraku, dalam hadits yang telah kami bawakan di atas menunjukkan bahwa memelihara jenggot adalah suatu perintah. Memangkasnya dicela oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Menurut kaedah dalam Ilmu Ushul Fiqh, ”Al Amru lil wujubyaitu setiap perintah menunjukkan suatu kewajiban.  Sehingga memelihara jenggot yang tepat bukan hanya sekedar anjuran, namun suatu kewajiban. Di samping itu, maksud memelihara jenggot adalah untuk menyelisihi orang-orang musyrik dan Majusi serta perbuatan ini adalah fithroh manusia yang dilarang untuk diubah.

Berdasar hadits-hadits di atas, memelihara jenggot tidak selalu Nabi kaitkan dengan menyelisihi orang kafir. Hanya dalam beberapa hadits namun tidak semua, Nabi kaitkan dengan menyelisihi Musyrikin dan Majusi. Sehingga tidaklah benar anggapan bahwa perintah memelihara jenggot dikaitkan dengan menyelisihi Yahudi.

Maka sudah sepantasnya setiap muslim memperhatikan perintah Nabi dan celaan beliau terhadap orang-orang yang memangkas jenggotnya. Jadi yang lebih tepat dilakukan adalah memelihara jenggot dan memendekkan kumis.

Muhammadiyah artinya pengikut ajaran nabi muhammad, Kalau ingin jadi muhammadiyah sejati, sudah pasti harus mengikuti anjuran nabi muhammad, yaitu membiarkan jenggot tumbuh apa adanya, tidak memotongnya, lebih lengkap silahkan baca disini

sumber : https://aslibumiayu.net//2011/12/02/memelihara-jenggot-itu-perintah-nabi-bukan-karena-dijaman-nabi-tidak-ada-silet-buat-memotongnya/

http://www.fatwatarjih.com/2012/11/hukum-jenggot-dan-cadar.html

Hukum Memangkas Jenggot Memanjangkan Jenggot Menurut Muhammadiyah Wahabi Benarkah Imam Syafii Haramkan Cukur Jenggot Rambut Panjang Menurut Muhammadiyah Apakah Hukum Memangkas Jenggot?

13 Comments

  1. http://ustadzaris.com/tidak-salafi-karena-memangkas-habis-jenggot. bagaimana dengan artikel ini mas?

    Artikel itu benar, menyatakan memotong jenggot itu diharamkan, memelihara jenggot itu wajib,.

    Di akhir artikel ada penjelasan sebagaimana judul artikel tsb, begini bunyinya :
    Akan tetapi memelihara jenggot bukanlah permasalahan akidah. Orang yang mencukur habis jenggot tidaklah keluar dari ahli sunnah wal jamaah”.

    Maksudnya, jika ada seorang salafi yang memotong habis jenggotnya, itu tidak mengeluarkan dia dari kesalafiannya, tapi dia telah berbuat dosa, berbuat maksiat, apalagi jika itu dilakukan secara terpaksa, karena kedzaliman penguasa yang tidak mengijinkan warganya memelihara jenggot, jika memelihara jenggot bisa membahayakan dirinya, berbeda halnya jika dia meyakini dalam hatinya bahwa memelihara jenggot itu tidak wajib, ini sudah menyangkut akidah, karena dalilnya begitu jelas,..

    berbeda pula kalau pemahaman seseorang tentang jenggot itu masih meragukannya, dia tidak yakin karena salah dalam memahami dalil ttg wajibnya memelihara jenggot,

  2. Assalamualaikum,
    Saya kerja di pabrik,dan atasan saya menyuruh saya memotong jenggot,apakah harus saya turuti?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Terimakasih mas,.
    Jika bos anda muslim, katakan kepadanya, alam semesta ini ciptaan Allah, Penghuninya juga ciptaan Allah.
    Allah memerintahkan kepada Jin dan Manusia agar mentaati perintah Allah.
    Bagi umat islam, Allah memerintahkan bagi laki-laki untuk membiarkan jenggot mereka tumbuh, memotongnya hukumnya haram, dosa,.
    Makanya saya lebih memilih untuk mentaati Allah dengan tidak memotong jenggot saya,.

    Apakah jenggot saya ini merugikan perusahaan? apakah jenggot ini mengurangi etos kerja saya,.? kan tidak,.
    Jadi, jika saya disuruh tetap untuk memotong jenggot, maka saya lebih memilih keluar dari tempat ini, Allah maha memberi rizki, bahkan rizki tempat ini Allah juga yang memberikan,

    • Jazakallah khairan….
      Smoga ana di beri kkuatan oleh Allah subhana wa taala dalam brpegang dengan sunnah….
      Ana sering baca blog ini,dan alhamdulillah bnyak ilmu yg ana dapatkan….

      Alhamdulillah,.

  3. Assalamualaikum
    admin saya ingin tanya bagaimana jika ibu saya memerintahkan memotong jenggot,meskipun tidak semuanya,saya sudah menginformasikan tentang hukum memanjangkan jenggot bagi lakilaki,apa yg harus saya lakukan dan katakan pada beliau?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    mas dhadhik, memotong jenggot itu termasuk maksiat kepada perintah Allah, dan tidak ada ketaatan kepada makhluk jika kita diperintahkan untuk bermaksiat kepada Allah,
    Katakan dengan lemah lembut kepada ibu, “saya tidak mau bermaksiat kepada Allah, saya menyayangi ibu karena Allah, sehingga saya tidak mau ibu disiksa oleh Allah karena menyuruh saya bermaksiat kepada Allah,.

    Apakah ibu mau Allah menyiksa saya karena bermaksiat kepada Allah dengan memotong jenggot saya,.
    Apakah ibu mau Allah menyiksa ibu karena ibu menyuruh saya bermaksiat kepada Allah,
    Pernahkan ibu melihat api yang menyala di tungku dapur,. Api neraka sangat jauh lebih panas dari tungku dapur, dan saya tidak mau disiksa di neraka, dan saya juga tidak mau ibu disiksa di neraka karena maksiat kepada Allah,.

    Perbaikilah akhlak kamu kepada ibu, mudah2an ibu kamu berubah cara pandangnya terhadap syariat Allah ini,

  4. Assalamu ‘alaikum
    Saya tidak melihat dalam hadist diwajibkan memelihara jenggot kecuali yang diriwayatkan thabrani sendiri.

    Pelajari dulu mas tentang hadist jangan jadikan yang dianjurkan menjadi kewajiban bisa sesat nantinya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Terimakasih,. anda belum melihat ya,. silahkan lihat disini mas,.

    Silahkan dipelajari yah,. agar tidak sesat nantinya,..

  5. Sip. Berarti kesimpulannya memanjangkan secara terpelihara jadi bukan memanjangkan tanpa batasan/panjang yg asal panjang saja, kayak PJMM(persatuan jenggot morat marit)

    Ya, membiarkan tidak dipotong, dan dijaga kebersihannya, bukan kayak orang yang ga bisa mengurus diri,

  6. assalamualaikum…

    gmn jika perusahaan,bagaimana jika hanya sementara misalnya selama training 1 minggu
    apakah boleh di potong…
    setelah training boleh di panjangkan..

    Wa’alaikumussalam warahmtullah,.
    tetap ngga boleh,. apakah jenggot akan mengurangi kinerja? TIDAK…
    cari saja perusahaan lain, rizki Allah itu tidak pada satu perusahaan tok,.

  7. Assalammualaikum,,
    Maaf di indonesia terdapat beberapa perusahaan yang mewajibkan memotong dan membersih kan kumis dan jenggot agar terlihat rapih,,
    Disisi lain saya ingin mengikuti anjuran anjuran dalam islam tpi di sisi lain saya pun jarus mengikuti aturan dalam bekerja,,
    Apa yang harus saya lakukan agar tidak menyimpang dari anjuran anjuran nabi,,
    Haruskah saya mengundurkan diri dalam bekerjaan ini,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Jika memang perusahaan tidak memperbolehkan kita melakukan perintah Rasul tersebut, sebaiknya ya keluar dari pekerjaan tersebut,..
    Katakan pada manajemen perusahaan, apakah jenggot menghambat aktifitas kerja?
    Dan sampaikan opsi anda, jika tidak boleh melakukan perintah Rasul tersebut, anda memilih keluar dari pekerjaan tersebut..
    Rizki Allah itu luas,. bukan hanya di perusahaan tersebut,.
    Barangsiapa bertakwa, maka Allah akan berikan rizki dari arah yang tidak terduga

  8. Sy sangat menghargai pendapat anda…. namun tetap mesti hati2 agar terhindar dari TAKABUR dengan mengklaim pemahaman anda adalah pemahaman NABI dan pendapat muhammadiyah tidak sesuai NABI….
    TETAP TAWADHU Mas…

    Muhammadiyah sendiri tetap menghargai pendapat yg berbeda tidak menghujat atau mencaci yg berjenggot. Bahkan ulama2 muhammadiyah dari jaman dulu hingga sekarang banyak yg berjenggot.

    Muhammadiyah terbuka thd masukan utk selalu ditarjih …selama ada pendapat yg lebih kuat insya Allah bisa diterima…
    Wallahu a’lam
    Salam ukhuwwah saudaraku….
    Astaghfirullah ….

    Jika ada dalil yang sangat jelas dan tegas dari NABI… maka pendapat siapapun,. tidaklah dianggap…
    Tokoh sehebat apapun, ormas sebesar apapun, jika fatwanya menyelisih dalil yang sudah jelas,. maka buang fatwa tersebut ke tong sampah..
    Sebagaimana perkataan Imam Syafii,.. jika ada pendapatku yang menyelisihi dalil dari nabi, maka buang pendapatku,..
    Jika ada hadits shahih, itulah pendapatku,.

    Dalam hal jenggot, sudah jelas perintah dari nabi, biarkan jenggot, rapikan kumis,..
    Dan bagaimana dengan putusan tarjih muhammadiyah? jika menyelisihi dalil dari nabi, maka ga usah dianggap putusan tarjih tersebut,

  9. Kenapa ya orang2 kok fanatik n taklid buta sama organisasinya,

    pdhl organisasinya itu banyak yg menyelisihi ajaran Rasul??

    Karena jauhnya mereka dari ajaran Rasulullah, ajaran islam berdasrkan pemahaman sahabat,

    Alquran melarang umat islam berkelompok-kelompok,
    Alquran menyuruh umat islam agar bersatu,

  10. Assalamu alaykum,
    gimana kalau sekedar merapikan sisinya aja biar nggak bengkok2 janggotnya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Yang dirapikan dengan cara dipotong itu adalah KUMIS saja,.
    Kalau jenggot, biarkan, jaga kebersihannya,. DILARANG memotongnya, merapikan boleh tapi bukan dengan memotongnya,.

  11. assalamualaikum,

    saya mau tanya itu maksudnya 73 golongan itu apa ya?
    semacam nu, muhammadiyah, dll, gitu atau gimana?

    mohon penjelasannya. terima kasih sebelumnya

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Maksudnya bkn ormas, kalau ormas di dunia ini sdh jutaan jumlahnya,

    Tapi golongan tersebut adalah golongan yang menyimpang dari ajaran Rasulullah,

    Dan tidak penting mengetahui 72 golongan yg diancam neraka tersebut, justru yg penting mengetahui SATU golongan yang selamat , siapa mereka? Baca di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*