Mau Mendapatkan Pemimpin Yang Baik? Rakyatnya Dulu Yang Harus Menjadi Baik,.. Gonta-Ganti Pemimpin Bukanlah SOLUSI Yang Tepat..

Rakyat Baik, Pemimpin Baik

demontsrasi bukan ajaran islamAlkisah, ada seorang khawarij yang datang menemui Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu seraya berkata,

“Wahai Khalifah Ali, mengapa pemerintahanmu banyak dikritik oleh orang yang tidak sebagaimana pemerintahan Abu Bakr dan Umar?”

Sahabat Ali menjawab,

“Karena pada zaman Abu Bakar dan Umar yang menjadi rakyat adalah aku dan orang-orang yang semisalku, sedangkan rakyatku adalah kamu dan orang-orang yang semisalmu!”

(Syarah Riyadhus Shalihin 2/36 oleh Muhammad ibn Shalih al Utsaimin)

Kisah ini menunjukkan suatu kaidah berharga bahwa pemimpin itu tergantung keadaan rakyatnya. Jika rakyatnya baik maka Allah akan mengangkat untuk mereka pemimpin yang baik.

Sebaliknya, jika rakyat banyak berbuat dzalim, maka jangan heran jika Allah memberikan pemimpin yang dzalim kepada mereka, sebagaimana balasan yang setimpal dari perbuatan mereka.

(Lihat masalah ini dalam risalah Kamaa Takuunuu Yuwalla ‘Alaikum karya asy Syaikh Abdul Malik Ramadhani al Jazairi)

(Dikutip dari Majalah al Furqon)

Allah Ta’ala berfirman,

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Dan demikianlah kami jadikan sebagian orang yang zalim sebagai pemimpin bagi sebagian yang lain disebabkan amal yang mereka lakukan.” (Qs Al An’am: 129)

Fakhruddin Ar Razi mengatakan, “Jika rakyat ingin terbebas dari penguasa yang zalim maka hendaklah mereka meninggalkan kezaliman yang mereka lakukan.” (Tafsir At Tahrir wat Tanwir karya Ibnu Asyur 8/74 cetakan Dar Tunisiah 1984)

Artikel: www.kisahislam.net

Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam

sumber : http://kisahislam.net/2014/03/19/rakyat-baik-pemimpin-baik/

Print Friendly, PDF & Email

Pemerintah Tergantung Amalan Rakyatnya Hadits Pemimpin Cerminan Rakyatnya Dalil Sikap Pemimpin Tergantung Pada Rakyat Janji Allah Kalau Kita Ingin Mendapatkan Pemimpin Yg Baik Perbaiki Akhlak Maka Allah Akan Beri Pemimpin Yang Baik

9 Comments

  1. bukan rakyat dulu yg harus menjadi baik…

    Pemimpin dulu yg harus menjadi baik,baru rakyat nya menjadi baik…

    contoh nya..

    dulu pada zaman Rasulullah zaman yg cukup zalim…

    tetapi ALLAH telah mengirim Pemimpin yg cukup baik…

    hingga dia boleh menjaga rakyat nya menjadi baik……

    ( bukan rakyat yg harus baik dulu..mas)..

    kalau pemim[pin nyas tak ada perhatian dengan ekonomi rakyat nya…macam mana rakyat mau baik….

    Terimakasih mas faizal riza, komentar yang cukup bagus,.
    Rasulullah ketika di mekah, awal beliau mulai berdakwah, ditawari oleh kaum quraisy, Rasul ditawari harta, wanita, bahkan kekuasaan,. tapi RASULULLAH MENOLAKNYA,. kenapa? karena kaum quraisy rusak akidahnya, mereka tidak mau menerima dakwah rasulullah, mereka tetap menyembah berhala,.

    Bukankah jika berprinsip yang penting pemimpinnya baik dulu, nanti setelah berkuasa kan mudah merubah rakyatnya??
    Bukankah rasulullah itu baik, mulia akhlaknya,. tapi kenapa rasulullah menolak tawaran tersebut?? karena mustahil merubah rakyat yang tidak paham akidah yang benar, walaupun pemimpinnya benar, lurus akidahnya,.

    Jadi ngga benar anggapan pemimpinnya dulu yang baik, baru rakyatnya mengikuti,. ini adalah hal yang mustahil,

    lalu bagaimana metode yang ditempuh oleh Rasulullah? Apakah beliau langsung mendirikan pemerintahan? TIDAK,.
    Tapi Rasulullah mendidik kaum muslimin, membenahi akidah mereka, menanamkan akidah yang benar, sehingga masyarakat paham apa itu ajaran islam yang benar, sehingga ketika pemerintahan islam tegak, maka masyarakat dengan kesadaran sendiri mengikutinya,.

    Kapan rasullah mendirikan pemerintahan? setelah hijrah ke madinah, dan mendidik masyarakat di madinah sehingga paham akidah islam yang benar, Sehingga Allahpun berikan kekuasaan kepada Rasulullah,

    Lihat,.. bedakan dengan gonta-ganti pemimpin model yang sekarang ada, demokrasi,. demokrasi bukan dari islam, bahkan merupakan produk gagal di negeri asalnya, lalu dipakailah produk gagal tersebut di beberapa negara,. maka kestabilan di negara-negara demokrasi tidak pernah terwujud, negara demokrasi akan selalu bergejolak,. dan ini membuat senang negara-negara yang membenci islam, sehingga merekapun berusaha merubah sistem politik di negara yang menerapkan sistem islam seperti saudi arabia,.

    Lihatlah negara-negara yang tidak menerapkan demokrasi, negara tsb menjadi negara maju, rakyatnya terjamin, lihat malasyia, lihat brunai darusalam, lihat jepang, lihat inggris , jerman,. dan lihat saudi arabia,.

    Janji Allah, jika rakyatnya baik, maka akan allah berikan pemimpin yang baik,..
    Baik disini adalah baik agamanya, lurus akidahnya,. bukan baik menurut persangkaan manusia, tapi baik menurut Allah dan Rasulnya,.

    • Apakah yang terjadi di indonesia disebabkan rakyat salah dalam mengadopsi sistem pemerintahan,yaitu sistem demokrasi ?

      Kan pemimpin itu cerminan dari rakyatnya,.. banyaknya rakyat yang jauh dari agama, maka akand diberi pemimpin yang seperti itu pula,

    • Trus mau tunggu SELURUH rakyat Indonesia jadi baik dulu, baru negara kita bisa baik? Mudah mana mengganti 1 orang dan mendakwahi 20 juta orang?

      Sesama Islam aja masih saling tahdzir, gimana mau mendakwahi 20 juta orang? Atau TS mau suruh rakyat indonesia jadi baik sendiri tanpa didakwahi begitu?

      Rasulullah menolak menjadi pemimpin Krn tawaran itu ada imbalannya: berhenti BERDAKWAH. jadi penjelasannya ga cocok.

      Allah sendiri yg berkata, tidak akan berubah kecuali rubah dulu apa yg ada pada DIRI KALIAN, bukan apa yg ada di PEMIMPIN KALIAN,

      Jadi walaupun pemimpin negeri ini yg terpilih adalah manusia yg PALING BERTAKWA se indonesia, maka tidak ada jaminan negeri ini menjadi baik jika RAKYATNYA jah dari ajaran islam,

  2. contoh sederhana:

    1. rakyat yang buang sampah sembarangan trus kalo banjir pemerintah lah yang disalahkan
    2. ‘cinta damai’ saat ditilang, dengan alasan gak mau repot ke persidangan, artinya rakyat sendiri lah yang membudayakan suap di negerinya sendiri…
    3. tidak tertib lalu lintas, menerobos lampu merah, meyebrang tidak pada tempatnya, akhirnya macet dan pemerintah lagi yang disalahkan….
    4. rakyat banyak yang merokok, akhirnya timbul berbagai penyakit dan pemerintah lagi yang harus ‘nombok’ subsidi kesehatan
    5. rakyat (oknum pedagang licik) yang suka menimbun barang2 kebutuhan pokok, akhirnya harga naik, maka pemerintah lagi yang disalahkan. katanya gak bisa ngatur harga…..

    silahkan tambahkan sendiri….

    Jika rakyatnya seperti Umar dan Ali, maka pemimpinnya seperti Abu Bakar,.
    Tapi jika rakyatnya seperti contoh diatas,. ya pemimpinnya ngga jauh-jauh lah,.

    • Assalamu’alaikum.

      Wa’alaikumussalamwarahmatullah

      1. Jadi teman2 rela menjadi korban politik, terus ditekan oleh musuh musuh Islam? Buktinya waktu pemilu nggak mau pilih.

      Relakah anda jika anda disamakan dengan orang yang baru sembuh dari rumah sakit jiwa ?
      Bagaimanakah kekuatan suara anda dengan dirinya ?
      Sama saja, yaitu memiliki kekuatan CUMA SATU suara,..
      Lalu dengan sistem seperti itukah anda menginginkan perbaikan ?
      Bukan tambah baik, tapi akan tambah rusak, bahkan bisa bangkrut

      2. Kita dlm kondisi darurat, maka gunakan kecerdasan dlm bersikap. Dlm Islam dibolehkan melakukan kemudharatan yg lebih kecil demi menghindari terjadinya kemudharatan yg lebih besar. Renungkan kisah2 dlm Alquran.antum akan temukan Byk contoh didlm nya.
      Sekiranya saudara antum balap2an dan cedera parah, antum sbg dokternya menyuruh dia pulang “udah pulang sana siapa suruh balap2 an ataukah antum memilih dia tetap dimasukan ke UGD?

      Dokter yang CERDAS akan memberikan arahan agar TIDAK BALAPAN,sehingga tidak masuk UGD, bukan malah nganjurin balapan biar masuk UGD, kan itu menguntungkan dokter,

      Dan yang jadi korban kan dah banyak..

      3. Harap jgn diremehkan tokoh dan ulama di Majelis Ulama Indonesia. Disana byk alumni arab saudi. Datangi mereka baik2 Antum bisa diskusi langsung dgn mereka. Antum akan mendpatkan jawaban lebih memuaskan.

      Apakah mereka tidak belajar dari saudi?
      Negeri gersang dan tandus, panas lagi, tapi menjadi negara yang makmur, bahkan mampu memberikan hutang pada indonesia, bahkan pada china,

      Indonesia negeri subur, menghijau, kekayaan alamnya melimpah, tapi….

      4. Berbaurlah dgn tokoh2 masyarakat dan pejabat pemerintah. Berdakwah pertama dgn penuh hikmah Jgn buat sekat (QS. ANNAHL: 125) . Akhi Persatuan tdk akan terwujud kalau duduk2 dimasjid aja.

      Justru,..nabi pun memulai dari masjid, makmurkan masjid-masjid Allah,
      Bukan masjid Allah sepi, bahkan seringkali dikalahkan oleh kepentingan partai, apalagi ketika ada rapat-rapat,..
      Seperti itu akan Allah berikan pertolongan ?

      5. Jangan belajar cuma pd 1-2 ustadz, nanti akibatnya antum mengganggap dia sdh maksum, nggak mugkin pendapatnya salah

      Alhamdulillah, ustadz2 SALAFI sangat banyak, bahkan kajian SALAFI sangat banyak, karena SALAFI lah yang paling perduli kepada akidah umat, pondasi umat,..
      Bangunan yang kokoh, maka pondasinyapun kokoh,
      Jangan ngimpi ingin membangun bangunan megah dan besar, tapi pondasinya tidaj diperhatikan,..

      Mungkin kalian hanya akan bisa membuat gubuk, yang akan hilang ketika ada angin kencang,

  3. Setuju, kebanyakan ulama-ulama besar menolak ketika ditawarkan jabatan oleh rajanya, karena mereka lebih suka berdakwah memperbaiki akhlaq rakyatnya, karena keyakinan ini (rakyat yang baik akan mempunyai pemimpin yang baik).

    Itu bukti bahwa para ulama itu berjuang bukan untuk mencari kuasa, tetapi ingin memperbaiki akhlaq umatnya, seperti sabda Rasul SAW, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*