Apakah Termasuk Tergesa-gesa Meninggalkan Pekerjaan Yang Ada Maksiatnya?

MENINGGALKAN PEKERJAAN YANG DIDALAMNYA TERDAPAT MAKSIAT

Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Sebagian manusia tidak setuju keputusan sebagian orang yang meninggalkan pekerjaan yang di dalamnya terdapat perbuatan maksiat dan yang diharamkan, dan menuduh mereka tergesa-gesa, membinasakan diri sendiri, dan tidak mendapatkan pekerjaan, apakah rizki memang ditangan mereka ?

Jawaban
Semua rizki berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bisa saja tindakannya meninggalkan maksiat menjadi penyebab datangnya rizki, karena firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا﴿٢﴾وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya” [Ath-Thalaq/65 : 2-3]

Rizki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan bisa didapatkan karena kemaksiatan kecuali atas dasar istidraj (memperdaya/memberikan tempo). Apabila anda melihat seseorang yang diberikan Allah rizki yang melimpah kepadanya, sedangkan dia tetap melakukan maksiat, maka ini adalah istidraj dari Allah kepadanya, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam KitabNya.

وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ

“Dan begitulah adzab Rabbmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzabNya itu adalah sangat pedih lagi keras” [Hud/11 : 102]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan tempo kepada orang yang zhalim, hingga apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan adzabNya, Dia tidak akan melepaskannya. Lalu beliau membaca ayat ini.

وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ

“Dan begitulah adzab Rabbmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzabNya itu adalah sangat pedih lagi keras” [Hud/11 : 102]

Adapun ucapan orang yang mengatakan bahwa ini adalah tindakan tergesa-gesa dan membinasakan diri sendiri, sebenarnya hal ini tidak bisa kita katakan tergesa-gesa atau tidak tergesa-gesa hingga kita melihat kondisi orang yang lari dari pekerjaan, apakah dia bisa tetap bekerja disertai sifat sabar atau tidak bisa sabar, sehingga terpaksa keluar dari pekerjaannya. Apabila ia bisa sabar dan mengharapkan pahala terhadap gangguan yang didapatnya, apalagi dalam perkara-perkara penting seperti seorang tentara misalnya, maka dia wajib untuk tetap bersabar. Dan jika itu tidak mungkin lalu dipaksa keluar, maka dosa atas orang yang mengeluarkannya.

[Fatawa Mu’ashirah, hal. 61 Syaikh Ibn Baz]

[Disalin dari bukuAl-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerbit Darul Haq]

Sumber :  https://almanhaj.or.id/1898-meninggalkan-pekerjaan-yang-didalamnya-terdapat-maksiat.html

4 pemikiran pada “Apakah Termasuk Tergesa-gesa Meninggalkan Pekerjaan Yang Ada Maksiatnya?”

  1. Assalamualaikum…..sebelumnya minta maaf. sekarang ini iklan rokok ada sebagian yang betulisan PERHATIAN: ROKOK MEMBUNUHMU…dng kata2 itu apakah rokok yang menghidupkan dan mematikan. lalu allah d kesampingkan. Di mana bahasa tauhidnya….

    itulah akibat benci sama yang merokok tauhid kita hilang tergeser oleh hawa nafsu kebencian pada yang perokok….

    harusnya kita doakan para perokok supaya dapat hidayah dari allah supaya bisa berhenti merokok…

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    terimakasih mas yogi,
    Kata-kata tersebut bukan berarti ROKOK YANG MEMBUNUHMU,. tetap Allah yang bisa mencabut nyawa makhluknya, tanpa seijin Allah mustahil bisa tercabut nyawa makhluknya,.

    Jangankah merokok, orang BUNUH DIRI, terjun dari gedung, jika ALLAH BELUM BERKEHENDAK, maka tidak akan mati,
    Tulisan Rokok Membunuhmu bagi saya masih terlalu ringan, harusnya ROKOK ADALAH TERORIS berdarah dingin, karena betul-betul seperti itu,.

    Teroris saja jika mau membunuh, dia tidak akan membunuh orang-orang yang dicintainya, istrinya,anaknya, tidak akan dia bunuh, bahkan istri dan anaknya ada yang menjamin jika dia terbunuh,.

    Lihat rokok,..

    Yang terbunuh itu adalah orang-orang yang terdekat, yang dicintainya, bisa istrinya,anaknya,dan orang-orang terdekat dia, dan anehnya, itu dilakukan bukan karena keterpaksaan, tapi karena memang dia suka merokok, bahkan dia membayar untuk perbuatannya,.

    Bagaimana pendapat anda jika ada orang yang membakar masjid, sehari dibakar 360 masjid, dan harga per masjidnya itu 1 milyar,.

    Seandainya di indonesia kaum muslimin semuanya berhenti merokok sehari, maka bisa untuk membangun 360 masjid yang masing-masing masjid itu nilainya 1 milyar,. fantastis kan mas,. silahkan lihat postingannya disini

    Oh iya, baca pula perbedaan ROKOK dan KENTUT , silahkan baca disini

    Tubuh kita ini milik Allah semuanya, dan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, jika kita memasukkan barang yang berbahaya bagi tubuh kita, Allah akan mintai pertanggungjawaban,.

    Seorang yang bertauhid dengan benar, maka TIDAK AKAN MEROKOK,. karena itu dapat merusak tubuhnya, merusak amanah Allah,. orang yang bertauhid tidak menyia-nyiakan amanah Allah tersebut,

    Balas
    • Maaf pak. Kalau baca jawaban bahwa tulisan rokok membunuhmu gpp..

      Berarti tulisan dan ucapan g apa2 yang penting tujuan tetap pada allah….

      berarti ucapan dan tulisan g bakalan d pertangung jawabkan d akhirat nnti. Berarti kalau ada slogan dukun penyembuh penyakit..

      ato menyembah berhala mendatangkan rezeqi. Gpp dong kalau mwnurut bapak tujuannya akhir pada allah…

      maaf kalau pendapat pribadi saya waktu baca tulisan Rokok Membunuhmu miris hati saya.

      ternyata ada orang yang berani menyamakan allah dng rokok..

      Itu adalah tulisan peringatan keras, sama sebagaimana perkataan kesyirikan akan membinasakan pelakunya,
      Jadi itu bukan berarti menyamakan dengan Allah,
      Sudah diberi peringatan keras seperti itu, masih juga tidak paham, maka ditanyakan dimanakah akal-akal mereka,.

      Sama halnya di tempat-tempat listrik tegangan tinggi, ada tulisan WARNING , bergambar tengkorak, atau tulisan , Hati-hati tegangan tinggi, dan peringatan-peringatan semisal, itu bukan sedang menyamakan Allah,

      Contoh lain, beribadahlah dengan benar agar masuk surga
      atau shalatlah , agar tidak dimasukan ke neraka,.

      Memangnya siapa yang bisa memasukan ke surga, dan siapa yang bisa menghindarkan kita dari neraka? Hanya Allah,.
      lantas,. apakah itu berarti kita menyamakan Allah ?
      Ini pemahaman yang tidak tepat,.

      Ingat, menyamakan Allah itu kesyirikan, hukumannya berat,. lalu kata-kata rokok membunuhmu itu berarti menyamakan Allah?

      Balas
  2. Iya pak mudah2 saudara2 kita yang masih merokok cepet pada berhenti aamin……

    aamiin,..

    Oh iya, kita tidak mencela “si perokoknya” tapi kita mencela perbuatan merokoknya,. kepada “si perokoknya” kita doakan, mudah-mudahan Allah berikan hidayah, sehingga meninggalkan perbuatan jelek dan buruk tersebut,.

    Dan hidayah taufik hanya Allah yang mampu memberikan,. kita tidak bisa, kita hanya menyampaikan saja, urusan diterima atau ditolak, kita tidak ngambil pusing,. sebab hanya Allah yang memberikan hidayah taufik tsb, ,.

    Balas
    • Kalau rokok bisa membunuh manusia, lalu kenapa pemerintah memboleh kan pabrik rokok semakin meraja lela?
      Apa sengaja ingin membunuh masal??
      Lalu bagaimana nasib dan hukum para pekerja di pabrik rokok dalam islam?

      simpel, kalau rakyat ga pada beli rokok, maka dengan sendirinya pabrik rokok aoan TUTUP, jadilah rakyat yg cerdas, jangan jadi rakyat yang mau ditipu,dibodohi, tapi malah senang, bahkan membayar mahal untuk itu, jadi rakyat super bodoh..

      Bekerja di pabrik rokok haram penghasilannya, termasuk tolong menolong dalam kemaksiatan, menjadi pedagang rokok juga haram,

      Balas

Silahkan tinggalkan komentar di sini