Jual Beli Kredit Ada Yang Halal, Dan Ada Yang Termasuk Riba (haram) Contohnya Jual Beli KREDIT Dengan Menambah Harga

Kredit Termasuk Riba Hukum Mengkreditkan Barang Hukum Kredit Barang Menurut Islam Kredit Yang Halal Dalam Islam Kredit Hp Apakah Riba

Apa Hukum Jual Beli Kredit?

Print Friendly, PDF & Email

Kredit Riba Kredit Barang Apa Termasuk Riba Kredit Barang Riba Atau Tidak Usaha Kredit Barang Menurut Islam Hukum Jual Beli Kredit

257 Comments

  1. Assalamualaikum….

    kalau yang saya tahu walaupun belum tentu benar pendapat saya..semua kredit..mau kpr rumah..mau kredit motor..semua riba..soalnya kalau pembayar telat 1hari dan seterusnya kita kena denda keterlambatan…

    yg anehnya. Kalau ada seorang rentenir. Kita2 mencibir dan agak menghina. Tapi secara tdk sadar kita2 juga sama2 pemakan uang riba…

    ya allah cukupkanlah aku dng rezeqi yg. Halal. sehinga aku terhindar dari yg haram..kayakanlah aku dng kenikmatanmu sehingga aku tdk meminta kepada selainmu…..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Jika ada keterlambatan ada denda, itu jelas sekali riba,
    Solusinya, sebenarnya kita bisa minta tolong kawan kita yang punya uang untuk membeli cash ke dealer, lalu kita membeli dari kawan kita tersebut secara nyicil, tentu kawan kita boleh menaikan harga terlebih dahulu,

    RALAT..
    Setelah saya mendengarkan penjelasan Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat tentang kasus mirip di atas, maka…

    Solusinya adalah BERSABAR, jangan meminta tolong pada teman untuk membelikan motor, lalu anda menyicil pada teman anda walaupun dengan harga lebih karena ingin mendapatkan untung,.

    Ini hakekatnya adalah pinjam meminjam , bukan jual beli , jadi jangan lakukan seperti itu,.

      • bank syariah juga seperti itu bukan tadz…. mereka yg membayar cash ke dealer kita yg menyicil ke bank dengan harga yg telah disepakati bersama

        Makanya bank syariah yang benar-benar syariah itu juga untuk di indonesia sih kayaknya sulit,

    • Assalamualaikum,
      contoh bila “A” membeli HP dengan si “B” Hrga kes Rp.2.500.000, Lalu Si “A” Ingin Cicil Selama 3bulan dengan bunga 3% Sehingga Nilai HP Tersebut menjadi Rp.2635.000 apakah termasuk RIBA?

      Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
      Itu RIBA, harusnya dicicil jg tetap sama harganya dgn harga cash, dan tanpa bunga

      • mohon pencerahan
        lantas kalau yang membeli hp tersebut setuju dengan nilai yang berbeda apakah termasuk riba sedang dia butuh dan penjual juga butuh uang sebagai perputaran dagangan.

        lantas jika kita memberikan harga yg sama selama bbrpa bulan apa malah kita yang bisa merugi karena ini konotasinya adalah jual beli dan sama2 butuh untuk kebutuhan sehari2

        Walaupun setuju, tetap RIBA, jadi rela dengan transaksi RIBA ,

        RIBA itu tidak akan mendatangkan keberkahan dalam jual beli, justru mendatangkan kerusakan, dosa,.dan KERUGIAN di dunia dan akherat,

        • prinsip jual beli kan ada modal ada keuntungan.
          bagaimana cara memperoleh keuntunganya ?

          Simpel, cara memperoleh keuntungannya dengan menjual lebih dari harga pokok,.
          Misalkan anda membeli barang 500ribu, lalu dijual 700 ribu, maka anda mendapat untung 200ribu,
          Dijual dengan cara KONTAN seharga 700ribu, atau dijual secara KREDIT pun 700 ribu,.
          Ada kan untungnya?

          • Misal, harga hp 1juta kita jual 1,2 juta, kita kredit kan dengan harga 1,2 jta,, tetapi si kreditur tahu harga sebenarnya 1jta,, apakah termasuk riba?

            Tidak riba, kan penjual menjual ingin mendapatkan untung, modal penjual 1 juta, lalu dijual baik secara KONTAN atau KREDIT seharga 1,2 juta, jadi untung 200 ribu, baik dijual secara KONTAN atau KREDIT untungnya tetap sama, 200 ribu

            Kan penjual menjual itu tentu ingin mendapatkan keuntungan,

          • Klo misalnya kita jualan brg , tp brg trsebut dr pedagang yg mnjual brg dgn 2 harga ,, saya ambil brang harga yg kredit,, tp saya jual dgn 1 harga itu bagaimna hukumnya ?

            Berdasarkan dalil larangan jual beli dua harga, dan anda melakukan pembelian dengan dua harga, lalu harga kredit yang anda pilih, maka anda telah melakukan pembelian secara RIBA

      • Mohon penjelasan. Saya tukang kridit tp g jual kes.hnya kridit.titik. byarnya seikhlasnya perminggu tidak ad jatah lunasnya.kapan saja yng pnting lunas.hrga yang saya beli.di toko.cntoh.Rp.1000.saya kriditkan.2000. Apkah itu termasuk riba

        Kalau seperti itu, hanya menjual secara KREDIT, tidak menerima kontan maka itu TIDAK RIBA, dan hendaknya DICATAT

      • iyya kita membantu saudara kita yang memang membutuhkan HP tersebut.
        tidak perlu menaikkan harga, biarlah Allah SWT yang memberikan keberkahan kepada kita karena telah meminjami saudara seiman.
        kalaupun yang dipinjami mau mengembalikan lebih maka dia termasuk peminjam yang baik. Wallahu a’lam

        Iya, orang berhutang itu karena sedang kesulitan, jangan malah diCEKEK ,
        Kesannya menolong, meringankan orang lain,.itu di awalnya, untuk selanjutnya,. berat bagi yang berhutang dalam mencicil hutangnya,.

        Ketahuilah akhi (saudaraku) Muslim ! bahwa mu’amalah tersebut yang telah tersebar di kalangan para pedagang dewasa ini, yaitu jual beli kredit, dan mengambil tambahan (harga) sebagai ganti tempo, dan semakin panjang temponya ditambah pula harganya. Dari sisi lain itu hanyalah mu’amalah yang tidak syar’i karena meniadakan ruh Islam yang berdiri di atas (prinsip) memudahkan kepada manusia, kasih sayang terhadap mereka, sebagaimana di dalam sabda beliau.

        “Artinya : Mudah-mudahan Allah merahmati seorang hamba, yang mudah apabila dia menjual, mudah apabila dia membeli, mudah apabila dia menagih” [Hadits Riwayat Al-Bukahri]

        Dan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

        “Artinya : Barangsiapa yang dermawan, yang lemah lembut, yang dekat niscaya Allah haramkan dari neraka” [Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan lainnya, dan telah disebutkan takhrijnya no. 938]

        Maka seandainya salah seorang dari mereka (para pedagang ) bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjual (barang) dengan (sistim hutang atau kredit dengan harga kontan, sesunguhnya itu lebih menguntungkannya, hatta dari sisi materi. Karena hal itu akan menjadikan orang-orang ridha kepadanya dan mau membeli darinya serta akan diberkati di dalam rizkinya, sesuai dengan firmanNya Azza wa Jalla.

        “Artinya : Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan jalan keluar baginya dan memberi rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka” [Ath-Thalaq : 2]

        Read more https://aslibumiayu.net/9660-jual-beli-kredit-ada-yang-halal-dan-ada-yang-termasuk-riba-haram.html

      • Ya Sama Kyk nasib saya didekat rumah saya ada yg menjual hp dia punya toko hp sudah haji begitu pula di pintar masalah agama dia juga guru ngaji tapi kenapa saya mau mencicil hp yg harga aslinya 2.500.000rb menjadi 3.600.000 apakah itu dosa?

        Boleh menjual dengan mengambil untung, misal dia belanja hape modalnya 2.500.000,- lalu dijual 3.600.000′- harga KONTAN dak KREDIT sama 3,6 juta, maka ini BOLEH,.
        Yang tidak boleh itu jika DUA HARGA, misal jika kita beli secara kontan 2,5 juta, tapi kalau kita belinya kredit 3,6 juta, maka jika kita memilih yang 3,6 juta maka itu RIBA

    • Pa saya mau tanya saya dagang kelapa modal kelapa nya besar dan kecil sama pak harganya yaitu 5000
      Kemudian saya jual yg besar 8000 yg kecil 7000 apa itu riba pak

      Bukan riba, tapi laba, karena menjual yang lebih besar lebih mahal dari yang kecil, walaupun modalnya sama

  2. Pak admin yth.
    Soal pembayaran lambat berdenda??. Sebelum pakai Tokem pra bayar PLN, kita didendan kalau terlambat, juga gas dan PDAM. Apakah dendan ini termasuk Riba.
    Terima kasi was.

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Terimakasih mas lukman,
    Utk kasus PDAM dan PLN itu tidak termasuk riba,. Kaum muslim itu terikat dengan perjanjiannya,.
    PLN dan PDAM sudah memberikan ketentuan, jika lewat jatuh tempo, maka akan kena denda, dan jika tidak membayar juga maka mereka juga berhak memutus saluran listrik dan airnya,. Jadi supaya jangan kena denda, bayarlah tepat waktu,

    Dan PDAM serta PLN itu bukan hutang piutang, tapi SEWA menyewa,

    • Assalamualaikum,

      Denda yang bagaimana yang termasuk riba? apakah denda karena terlambat bayar hutang atau denda bayar tagihan PLN/PDAM dsb? terimakasih 🙂

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,
      Denda yang termasuk riba adalah denda karena hutang atau pinjaman,
      Kalau denda PDAM/PLN itu bukanlah riba, itu berbeda,.

    • klo PLN dan PDAM tdk denda karna alasan :
      “PLN dan PDAM sudah memberikan ketentuan, jika lewat jatuh tempo, maka akan kena denda..”

      lising dari perkreditan mobil, motor, atau rumah maka jg kena denda seperti hal diatas, yg membedakan apa?
      sama2 saling kena denda klo jatuh tempo…

      Karena itu bukan masalah hutang piutang,

      Beda dengan leasing,

      Kalau leasing walaupun tanpa denda, itu sudah transaksi RIBA karena terjadi kredit segitiga

  3. Assalamualaikum..

    Bagaimana jika denda keterlambatan pembayaran kredit motor/rumah sudah disepakati sebelumnya dalam perjanjian. apakah denda tersebut riba? Syukron..

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    Terimakasih mas Andi,.
    Denda tersebut adalah riba, baik disepakati atau tidak,.

    Kesepakatan dalam hal tersebut, tidak menjadikan itu menjadi boleh, tetap tidak merubah hukum ribanya

  4. Assalammualaikum,,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah, terimakasih Leni, sudah komentar disini

    contoh misalnya si A butuh rumah sedangkan ia tidak punya uang,lalu si B membelinya,dan menjualnya secara kredit kepada si A,dan harganya di lebihi,,itu kan termasuk riba,,

    Itu bukan riba mba,. itu justru yang dibenarkan,. tidak mengapa menjual dengan harga lebih tinggi dari harga beli anda, kan anda boleh mengambil untung, dijual secara kredit boleh, dengan catatan, jika terlambat nyicilnya tidak ada tambahan denda,

    Dengan catatan si A tidak meminta si B untuk membelikannya, beda perkara jika si A meminta tolong pada si B untuk membelikannya lalu si B menjualnya kepada si A dengan harga lebih tinggi dari harga belinya, jika ini maka itu RIBA

    saya sekarang berjualan baju,dan pembayarannya secara kredit,,,
    pertanyaannya,bagaimana kalau ada yg memesan model lain,,yg di brg sy g ada,apakah saya hrus membelikanya??
    termasuk riba gak saya memenuhi pesanannya..

    Namanya berjualan ya harus ada barangnya,.
    Kecuali jika memang anda sedang HABIS stoknya, maka anda bisa mengadakan stoknya dahulu, namanya pedagang kan bisa membaca peluang pasar,
    nah setelah ada stoknya, anda bisa saja memberitahu kepada pembeli tersebut, apakah mau beli atau tidak

    • Asslamualaikum
      Menyimak dari jawaban mas admin ke mbak leni,
      Ini sama Gk mas..?
      Kalo Si A Butuh Hp Atau Sepatu Ingin Beli Ke Si B Dimana Si B Memang Suka Kreditin Barang, Dengan cara Si B Beli Cash Ke Toko atau Counter Hp Dimana Harga cash Ditambahin Untung Sekian Persen Dari Harga Cash Dengan Pembayaran Sekian Bulan Ke Si B.
      Nah Itu Menurut Saya sama aja Kaya Orang Butuh Rumah.
      Nah Itu riba Gk.?

      Ingat, si B ini biasa ngreditin , berarti dia penjual, dan namanya penjual tentu melihat peluang pasar,
      Kalau si B menjual ke si A itu harga kontan ke si A itu sama seperti harga kredit, maka tidak riba jika terjadi penjualan secara kredit dari si B ke A,

      Contoh, B beli hape ke coubter 2juta, lalu si B menjual ke si A 2,6juta ke si A, baik kontan atau kredit, harga tetap 2,6jt,

      Nah seperti itu bukanlah riba

      Untuk kasus rumah, silahkan simak di sini

  5. Assalamualaikum,,,bagaimana kalau kita mengkreditkan barang,,tp belanjanya yang mau kereditnya jg ikut belanja bareng ke tokonya sama kita.terimakasih.

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.

    Tidak mengapa, dia tahu harganya juga tidak mengapa, kan harga kredit boleh lebih mahal dari harga cash, asal tanpa riba,

    tapi…

    Jika dia ingin mengkredit dari anda, sementara anda tidak memiliki barangnya, lalu anda membeli barang yang diinginkan , maka harga jual yang diberikan kepada teman anda itu harus seperti harga beli anda, tidak boleh lebih, karena hakekatnya dia bukan ingin membeli, tapi ingin berhutang pada anda, karena ketidak mampuannya membeli,

    • assalalamualaikum ,, mau tanya misal nya kita pinjam k si b,, dgn akad

      pinjam 2 jt tpi krna kita mencicil di naik kan 2oo rb,, jdi 22oo, tpi ada kesepakatan apa kah itu termasuk riba

      Wa’alaikumussalam warahmatullah
      Itu termasuk RIBA ,

    • Kesimpulan yg benar dan mesti d pahami yg mn y td sy baca harga kredit tidak boleh beda……. Ini skarang boleh……..

      Kesimpulannya, boleh KREDIT jika harganya SAMA dengan harga KONTAN,
      Jika mengambil kredit tapi harganya lebih mahal dari yang kontan, maka itu RIBA

  6. assalamualaikum,..
    ada seorang agen rumah/mobil
    dia menjual rumah/mobil yang belum dibelinya, dia hanya perantara saja. harga jualnya dia naikkan jadi beberapa juta. apakah uang yg dihasilkan riba?

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    terimakasih gita, sudah komentar disini,.
    Jika si perantara tersebut menaikan harga itu sepengetahuan dan seijin pemilik mobil/rumah tsb, maka tidak mengapa, tapi jika atas inisiatif sendiri, maka uang lebihnya itu haram bagi dia, wajib diberikan kepada pemilik mobil/rumah tsb,

    maaf ya saya mau tanya lagi
    apakah bunga uang yang di dapat dari deposito bank syariah itu riba?

    ya, itu riba, bank syariah itu terkadang cuma embel-embel saja, prakteknya tetap saja riba, sudah saya posting disini

    terima kasih

    sama-sama

    • Saya ikut deposito BRI syariah.. Sy mulai 5 juta dan sebulan y saya dapat 17 ribu… Apakah itu riba mohon penjelasannya pak

      Itu RIBA yang 17 ribu

      Embel-embel nama belakang dgn kata syariah itu bukan berarti otomatis bank tersebut menjadi bank syariah,

  7. assalaamu’alaikum,
    Bagaimana jika yang menjadi obyeknya adalah buan barang/benda tetapi jasa, misalkan peminjaman untuk biaya kuliah, namun bayarnya dicicil tetapi dengan pengembalian yang lebih besar pada saat awal ?, syukron jawabannya

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    itu adalah RIBA,.

    • bukankah nabi pernah beli onta dengan bayar ditunda dan harganya dibayar 2 onta. Bedanya sama ini apa ya ?

      Sahabat hanya MENTAATI PERINTAH RASULULLAH,
      Seandainya Nabi menyuruh sahabat untuk membayar dengan harga 3 atau 4 ekor unta, sahabat PASTI akan mentaati perintah Rasulullah tersebut,.

      Jika hal di atas menjadi bolehnya harga KREDIT lebih mahal dari KONTAN, maka sudah banyak didapati praktek tersebut oleh PARA SAHABAT,.

      dan dalam kasus di atas, NABI tidak menjelaskan kalau KONTAN harganya 1 ekor unta,.

      Dan bentuk taslimnya para sahabat, mereka tidak bertanya kenapa nabi menyuruh seperti itu, tapi mereka langsung laksanakan,.

      • Pak saya mau tanya ni ada temen mau pinjem duit 300ribu tpi dya bayar nya nyicil selama 26 hari apakah itu riba mksh

        Total cicilannya berapa?
        Jika totalnya tetap 300ribu juga, maka itu bukan Riba, tapi kalau ditotal lebih dari 300ribu, maka itu riba

  8. Pak admin saya mau bertanya kan diatas suda dijelaskan bahwa perkreditan yang melibatkan pihak ketiga adalah RIBA. Kalau saya buka usaha “Menerima Pembayaran Cicilan/Kredit Motor” Apakah termasuk untaian orang2 yang terlibat RIBA?
    afwan

    Termasuk tolong menolong dalam hal tersebut, mending anda tidak usah menerima hal tersebut, kan masih ada yang halal, seperti pembayaran PLN,pulsa,
    Jangan mau menerima cicilan motor sperti pihak ketiga diatas,

  9. Assalamu’alaikum,
    bagaimana hukumnya jika bekerja sehari-hari menggunakan kendaraan motor sebagai marketing/sales, tetapi kendaraan motor yang setiap hari digunakan tersebut dibeli orang tua secara kredit dengan sistem kredit riba/ tidak sesuai dengan syariah, karena ingin membeli kendaraan/motor dengan uang sendiri pun tidak/belum punya penghasilan?

    wa’alaikumussalam wrahmatullah,.
    Motornya halal, yang haram adalah ribanya,.

  10. Assalamu’alaikum wr.wb
    Apakah hukumnya jika seseorang kredit emas 2.6gr hrg 1jt dikredit 20 minggu dgangsuran 65000/minggunya. Wass

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    khusus emas, itu tidak boleh beli secara kredit /dicicil, tapi wajib tunai

      • tp kalau cara mencicilnya setelah selesai baru diambil emas tersebut…dan kemudian tidak ada penambahan harga dari harga sebelumnya.

        Justru harga emas di pasaran itu tidak tetap , setiap hari bisa saja berubah, makanya tidak boleh jual atau beli emas secara KREDIT,.

        • bagaimana dengan barang-barang onderdil motor seperti Ban, Rantai dll dan juga perlengkapan rumah tangga seperti Almari Plastik, Kompor Gas, Magicom dibeli secara dicicil. apakah itu boleh ?

          Boleh asal tanpa riba

        • Assalaamu’alaykum,

          Bagaimana jika saya membeli emas di toko emas namun krn tidak semua model yg diinginkan tersedia, maka dilakukan pemesanan dulu utk nanti sekalian semuanya diambil setelah semua tersedia. Pada saat tsb sudsh ditetapkan harga dan disepakati, lalu toko emas meminta sejumlah DP sbg tanda jadi.
          Saat emas sudah tersedia semua maka saya melunasi pembayaran dan semua emas saya ambil. Apakah ini boleh?

          Wa’alaikumussalam warahmatullah,
          TIDAK BOLEH, jual beli emas itu harus kontan, saat itu juga,.tidak boleh ditunda

    • Pak bagai mana klo emas itu perniagaan jual beli… Karna orang itu tidak sanggup tunai dan terkadang emas itu di jual lagi kepada tokonya tp orang tersebut ttp punya hutang hukumnya bagaimana apakah itu?? Harga emas itu sesuai surat

      Jual beli emas itu harus secara KONTAN, TUNAI, bukan secara KREDIT ATAU DICICIL

  11. Assalamualaikum wrwb…jadi inti nya barang apapun yg dibeli dgn cara Kredit yg melibatkan Bank Konvensional sbg pihak ketiga adalah Riba…

    Bagaimana dgn Kredit di Bank Syariah murni seperti di Bank Syariah Muamalat dan BSM…

    karena yg saya tau Bank Muamalat tidak ada Konvensionalnya dan BSM/Bank Syariah Mandiri management berbeda dgn Bank Mandiri…

    Mohon jawabannya mas admin…Sukron

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Selama bank tersebut masih mengikuti kebijakan atau regulasi BANK INDONESIA maka sulit dikatakan sebagai bank syariah
    Tentang bank syariah, sudah saya posting,. nama belakang syariah itu cuma embel-embel saja, silahkan baca disini postingannya

    • Lembaga bank manapun tidak boleh melakukan transaksi jual beli, pada intinya semua bank walaupun itu syariah hanya meminjamkan uang ke pembeli dan seharusnya bank tidak berhak menerima kelebihan uang dari akad pinjaman karena itu adalah riba

      YA, itulah sebabnya,. nama bank syariah itu kadang ya cuma embel-embel saja jika masih mengikuti kebijakan BI

    • Nah tuh sering dengerin ceramah ustad Erwandi bukannya kata ustad Erwandi jual beli dengan dua harga boleh asal ditawarkan dan udah jelas sipembeli memilih harga yang mana? Saya postingan diatas kata anda ga boleh

      Panutan kita bukanlah ustadz, tapi dalil,.

      Dan dalam hal dua harga ini, saya mengikuti dalil, perkataan ulama, dan penjelasan ulama AHLI HADITS abad ini,.
      Silahkan baca ulasannya di atas,

      • Assalamualaikum,
        saya mau bertanya saya bekerja sebagai driver ojek online,terkadang customer membayar jasa Ana menggunakan gopay. Apakah ana telah melakukan riba? Halalkah rezeki Ana jika dia membayar melalui gopay?

        Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
        HALAL

  12. Berarti yang namanya kredit zaman sekarang seperti KPR, Kredit Motor, Mobil, dsb. itu riba ya kak?

    Jika terlambat maka kena denda,.trus cicilannya ada bunganya,. beli sama dealer tapi mencicil ke pihak ketiga seperti lembaga kredit,. maka itu riba

    bagaimana dengan hutang ke koperasi?

    Jika pengembalian pinjamannya tidak sama dengan uang yang dipinjam, artinya mengembalikannya lebih, atau mungkin cicilannya berbunga, maka ini riba

    Trus bagaimana dengan jualan online dengan sistem dropship?

    tergantung sistemnya,. apakah ada kesepakatan dengan si penjual atau tidak,. dropship ada yang boleh,. nah, seperti apa sistem dropship tsb,

    • Terima kasih atas jawabannya. Untuk dropship, misal kita menjual baju online dengan hanya memasang/upload gambarnya saja tapi barangnya belum di tangan (masih di penjual yang sebenarmya) dan kita ngasih harga sendiri.

      kalau ada yang pesan baru kita konfirmasi ke penjual yang sebenarnya tentang ketersediaan barang.

      Kemudian setelah terjadi kesepakatan dengan calon pembeli, pembeli mentransfer uang ke rekening kita, baru kita pesankan/belikan ke penjual yang sebenarnya dengan kita transfer uang ke penjual tsb.

      Cara seperti itu salah mba,.
      Harusnya anda bilang ke penjual dulu, bahwa anda ikut menjualkan barang dagangan si penjual tersebut, dan harga juga harus seijin si penjual, misalkan harga di penjual 10 ribu, lalu anda menjual kembali 12 ribu, artinya penjual memberikan kebebasan jika kita menjual lebih tinggi,
      Nanti jika ada pembeli akan transfer ke rekening anda, lalu anda memberi tahu penjual agar dikirim ke pembeli, lalu anda bayarkan uang ke penjual, ini tidak mengapa,.

      Jadi perjanjian dengan si penjual atau pemilik barang itu diawal,.

      Bukan salah dropshipnya, tapi akad yang anda lakukan dengan si penjual,.

      Jadi jika ingin betul, silahkan anda buat perjanjian dengan si pemilik barang/penjual bahwa anda ikut menjualkan , anda juga bisa menjual lebih tinggi, atau harga normal tapi anda dapat diskon , jadi nanti bagian keuntungan anda itu adalah diskon yg diberikan si penjual,.

      Saya juga menjual buku online di blog ini dgn sistem dropship kok,.
      Saya posting resensi bukunya, juga harga buku tersebut,. sebelumnya melakukan perjanjian dengan toko buku yang menjual buku tsb,
      Jika ada pembeli, maka dia akan sms ke saya, dan saya minta data pembeli, guna menentukan ongkos kirim,.
      setelah itu saya beritahu ke pembeli utk transfer harga buku dan biaya ongkir,. setelah pembeli transfer saya konfirmasi ke penjual utk mengirimkan buku yang dibeli, dia mengirim dengan nama toko online saya, tapi yang melakukan pengiriman adalah dia,.
      Jadi seperti itu mba,

      • kalau perjanjian dengan penjual asli memang sudah di awal. hanya saja barangnya masih di penjual asli waktu kita pasang gambarnya. begitu.

        Tidak mengapa barang masih di penjual, bahkan yang mengirim adalah si penjual , tapi uang ditransfer ke anda, tidak masalah,. dalam hal ini anda menjadi wakil dari si penjual

        untuk harga apakah kita bebas memberi harga atau penjual asli harus tahu kita ngasih harga berapa ke calon pembeli?

        Penjual asli harus tahu, atau si penjual menyetujui anda menjual dengan harga berapapun,. jadi harus seijin si penjual,

        • Assalamualaikum wrwb

          Saya ingin mengutip terlebih dahulu dari artikel lain dari website ini

          Ibnu Hajar menjelaskan perkatan Ibnu ‘Abbas di atas dengan berkata, “Bila si A membeli bahan makanan seharga 100 dinar –misalnya- dan ia telah membayarkan uang tersebut kepada penjual (si B), sedangkan ia belum menerima bahan makanan yang ia beli, kemudian ia menjualnya kembali kepada si C seharga 120 dinar dan ia langsung menerima uang pembayaran tersebut dari C, padahal bahan makanan yang ia jual masih tetap berada di si B, maka seakan-akan si A telah menjual/menukar (mengutangkan) uang 100 dinar dengan pembayaran/harga 120 dinar. Sebagai konsekwensi penafsiran ini, maka larangan ini tidak hanya berlaku pada bahan makanan saja, (akan tetapi berlaku juga pada komoditi perniagaan lainnya pen.).” (Fathul Bari, oleh Ibnu Hajar Al-Asqalany 4:348-349)

          Sumber: https://aslibumiayu.net/11673-membeli-motor-ke-dealer-eh-menyicil-angsurannya-ke-bank-atau-lembaga-keuangan-hukumnya-adalah-riba.html

          Dari kutipan diatas jika dilihat kasusnya hampir sama dengan penjual dropship yang anda lakukan, anda sama sekali tidak menerima buku dari toko buku yang anda beli bukunya bahkan toko buku itu sendiri yang melakukan pengiriman kepada pembeli buku. Jadi pertanyaan saya kenapa penjelasan Ibnu Hajar dianggap riba sedangkan dropship yang anda lakukan itu diperbolehkan? dimana perbedaanya? Apakah jika antara si A dan si B sudah ada kesepakatan maka itu diperbolehkan?

          Terima kasih

          wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

          Drop ship berbeda dgn kasus du dalam hadits tsb,
          Kalau drop ship justru org yg menjualkan itu sebagai wakil si penjual,

          misal si A adalah toko pemilik barang, si B org yg menjualkan dg sistem drop ship, lalu si C pembeli,

          nah si B dan si A itu sdh ada kesepakatan bahwa si B boleh menjualkan barang milik si A dgn harga yg diketahui dan dusetujui oleh si A,

          Jadi walaupun barang belum dimiliki oleh si B, si B dalam hal ini menjadi wakil si A, jadi si C bisa melakukan transaksi langsung dg si B dan barang dikirim dari si A dgn atas nama si B ,

          itu bedanya… jd ga sama seperti kasus yg dijadikan contoh

        • عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِينِى الرَّجُلُ فَيُرِيدُ مِنِّى الْبَيْعَ لَيْسَ عِنْدِى أَفَأَبْتَاعُهُ لَهُ مِنَ السُّوقِ فَقَالَ : لاَ تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

          Dari Hakim bin Hizam, “Beliau berkata kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, ada orang yang mendatangiku. Orang tersebut ingin mengadakan transaksi jual beli, denganku, barang yang belum aku miliki. Bolehkah aku membelikan barang tertentu yang dia inginkan di pasar setelah bertransaksi dengan orang tersebut?’ Kemudian, Nabi bersabda, ‘Janganlah kau menjual barang yang belum kau miliki.‘” (HR. Abu Daud, no. 3505; dinilai sahih oleh Al-Albani)

          Read more http://pengusahamuslim.com/2094-jangan-jual-barang-yang-bukan-milikmu.html

          Bukankah kasus si B sesuai dengan hadist diatas? sehingga hukumnya adalah haram??

          TIDAK sesuai dgn hadits di atas,
          Silahkan baca komentar di atasnya, sudah ada penjelasannya,

          Dalam hal ini si B itu menjadi WAKIL si A yang merupakan si penjual,

          Si B sdh melakukan kesepakatan dengan si A selaku pemilik barang, dan si A sdh memberikan kuasa pada si B untuk menjualkan barangnya, maka ketika ada pembeli misalkan si C , maka si B harus konfirmasi dulu ke si A untuk ngecek ketersediaan barang ada atau tudaknya,

          Jadi bkn menjual barang yg belum dimiliki

  13. klau jual barang semisal kontan 10000 klu kredit 12000 .apakah riba

    jika seperti itu, maka hendaklah penjual menentukan salah satu harga yang termurah, kalau tetap dia mempertahankan ada kredit ada cash, lalu transaksi yang dipilih itu yang lebih mahal, maka ini adalah RIBA,

    • Klw kredit motor di Adira halal gx ?

      Motornya HALAL, RIBANYA HARAM

      1 dirham riba, dosanya seperti 36 kali berzina,. 1 dirham itu tidak sampai 60 ribu rupiah
      Dan dosa teringan dari riba itu seperti dosa anak yang berzina dengan ibunya,..

  14. Assalamualaikum….
    Kalau semisal sudah terlanjur membeli rumah secara kredit dan cicilannya masih lama,sedangkan kita tidak punya cukup uang untuk melunasinya,lantas bagaimana solusinya Pak?

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Jika bisa dijual saja rumahnya, dan hasil penjualannya digunakan untuk membayar sisa cicilan seluruhnya,. dan anda bisa ngontrak rumah saja,.

    • Assallamuallaikum…
      kl hukum gade yang benar bgmna?…
      misal ada tmn…
      sy tlng dengan menyerahkan mobilx sbgai jaminan lalu sy kasi pinjam uang sy 50 jt selama satu bulan …
      tentunya nilai mbil mseh agak tggi dngan jumlah uang …
      dan mbilya saya pake…
      nah bgmn hukum msalah itu …
      tlng jelaskan…

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,
      Jika mobilnya anda pakai, itu riba, karena anda mengambil manfaat dari barang jaminan tersebut, harusnya cukup surat bpkb nya saja yang anda pegang,.

      Nanti jika sudah jatuh tempo sebulan, maka anda tagih uangnya, dan jika tidak mampu membayar, tentu barang gadaiannya dijual, nah anda ambil sejumlah 50 juta, sisanya berikan ke pemilik mobil

      • Assalamualaikum,
        permisi numpang tanya n menanggapi, bagaimana kalau uang 50jt yg dipinjam tadi digunakan untuk buka usaha/ bisnis, si peminjam memperoleh keuntungan, tetapi pemberi pinjaman tidak mendapat manfaat apa-apa krn mobilnya jg tidak boleh dipakai. Sedangkan si peminjam itu punya dua mobil, motor, dan rumah besar.

        Wa’alaikumussalam warahmatullah,..

        Kan akadnya itu pinjam meminjam,
        Pinjam 50 juta, ya mengembalikannya 50 juta juga,
        Namanya pinjam uang, ya terserah uangnya oleh peminjam mau diapakan, bisa untuk bisnis, atau yg lainnya yang pentung saat jatuh tempo dikembalikan, nilainya sama seperti saat minjam.,

        Dan gadai itu termasuk pinjam meminjam, hanya ada jaminan saja

        Apakah si peminjam dapat keuntungan?
        Dapat, yaitu pahala meminjamkan itu sama seperti pahala sedekah

      • bagaimana dengan sistem gadai sawah. umumnya dipedesaan sistem gadai sawah adalah semisal si A pinjam uang 1juta ke B dengan jaminan nanti hasil panen saya kasih sekian %. dan itu berlanjut terus selama si A belum bisa balikin duit ke B. apakah sekian % hasil yang dikaishkan setiap panen itu termasuk RIBA ?

        Itu jelas RIBA, sudah saya posting koq, baca di sini

  15. Assalamualaikum..
    Pak saya kan beli motor cash tapi saya minta tolong ke seseorang untuk dicarikan dealer yang mau menjual motor secara cash.. lalu saya memberi uang kepada seseorang itu sebagai ucapan terima kasih karna mw membantu saya mencarikan dealer yanh menjual motor secara cash.
    Apa kah uang yang saya beri ke seseorang itu termasuk riba atau bukan? Haram atau tidak?
    Terimakasih 🙂

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    itu adalah komisi, bukan uang riba, boleh saja, tidak haram

  16. Assalamualaikum wr wb

    apakah menjual rumah secara kredit ( KPR ) juga termasuk yg dilarang agama?

    syukron…

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Seperti apakah menjualnya? anda jual rumah ke bank, lalu bank mengkreditkan ke orang lagi,. apa begitu?

  17. Assalamualaikum……,
    Seseorang bakal dpt arisan bl depan sebesar 1.000.000,- krn ybs butuh uang sekarang dia minta ditalangin “udah 900.000 aja arisan bl depan ambil semua sama kamu” begitu katanya, apakah itu termsk riba ?
    Trims.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Terimakasih kurdi,.
    itu adalah riba,.

    • Assalamualaikum ,
      maaf sblumnya saya kurang paham dengan jawabannya bisa di jelaskan lebih rinci ???
      Bukankah itu sama halnya dengan memberi komisi ? Kenapa riba, Terimakasih

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
      arisan itu seperti utang,. utang bergilir,.
      kalau utang, maka melunasinya pun tidak boleh kurang, tidak boleh lebih,.
      Jadi jika dia menghutangi 1 juta, ya bayar 1 juta, bukan 900 ribu, jadi yg 100 ribu itu bukan komisi, tapi riba

  18. Saya bekerja di Perusahaan yang modal Kerja /Usahanya dari Pinjaman dan berbunga,
    Apakah gaji yang setiap bulannya itu termasuk riba ? kalau begitu saya menafkahi anak isteri saya dengan uang riba ? mohon solusinya. Dan bagaimana dengan Negara kita banyak hutang berbunga untuk pembangunan dan perputaran perekonomian. Ribakah negara kita ? siapakah yang berdosa dan tanggung jawab siapa dosa ini ?. Mohon solusunya. Terima kasih.

    Tidak pak,.
    Uang pinjaman yang haram adalah ribanya, tapi uangnya tidak menjadi uang haram,
    Yang menanggung riba adalah pelaku riba tersebut, yaitu pemilik perusahaan,. adapun jika usahanya adalah usaha yang halal, maka hasilnya itu halal bagi karyawannya,. karyawannya tidak terkena dosa riba

    • Pak bukannya tolong menolong dalam riba itu juga gak boleh?

      Kalau begitu kerja jadi pegawai bank juga halal nih? Yang dosa pemiliknya aja

      Saya kok bingung

      Riba itu haram bagi pelakunya,. kerja di bank juga haram, jika uang riba itu diberikan pada orang lain, maka orang yang diberi tidaklah mendapat dosa riba,.

      • bukankah pemakan riba, pencatat riba dan lain lain juga dilaknat ?
        bagaimana memisahkan uang riba dan pokok di bank ?
        Semuanya sudah bercampur.

        Kan ketahuan nominalnya,.
        Misalkan kita meminjam uang di bank 1juta,. itu jelas, yang riba adalah bunganya,. kan bunganya juga jelas,. mudah kan memisahkan,. bukan memisahkan pisiknya, tapi ya pisahkan nilainya saja, kan bisa dihitung,.

        apalagi bank kan ada buku tabungan, jelas sekali berapa nominal bunga atau ribanya,.

        pemakan riba, adalah orang yang melakukan riba, dan dia makan dari uang tersebut,.
        berbeda jika harta riba itu diberikan pada orang lain, maka orang lain tersebut tidak terkena ancaman dosa memakan riba,. karena dia bukan pelaku riba tersebut,baca ulasannya disini

    • pak tpi kan karyawan sma aja membantu perusahaan itu, apakah gajinya itu gak haram?. Apakah orang yg bekerja pada perusahaan leasing/bank berdosa?.

      Karyawan bank ribawi atau lembaga ribawi dari tukang sapu hingga direkturnya itu berdosa, penghasilannya haram , jadi seluruh karyawannya atau pengelolanya penghasilannya haram

  19. Salam, misalnya kalau ada yg ingin pinjam uang ke saya 5 juta untuk modal dagang. Nah waktu akadnya dia bilang nanti saat mengembalikannya saya akan di kasih uang terima kasih(lebihan) 500 rb karena kemauan dia sendiri. Apakah itu termasuk riba atau hadiah atau lainnya?

    Kalau dia berkata begitu itu di muka,. maka itu adalah RIBA, walaupun itu kemauan dia sendiri,

  20. Saya mau bertanya mengenai bank konvensional dan syariah, bank tersebut memang menerapkan prkatek riba tetapi bagaimana solusinya buat kita semua karena pembayaran gaji dimana mana harus menggunkan jasa bank bank tersebut. Jika kita tidak menggunakan jasa bank tersebut kita tidak bisa melakukan transfer atau pengambilan uang secara praktis karena tidak punya account di bank. seperti apa solusi terbaiknya?

    Mohon diluruskan jika pernyataan saya berikut ini salah :
    Menurut saya kita menggunakan jasa bank konvensional tidak berdosa, mengapa ? karena yang menanggung dosa adalah pembuat sistem di negara ini seperti pemerintah dan MUI yang jelas2 tidak mengeluarkan fatwa yang tegas terhadap sistem perbankan. Bukankah dosa suatu kaum dipikul sama pemimpin pemerintahan atau pemimpin suatu umat?

    Mohon pencerahannya..

    Menggunakan bank konvensional utk kemudahan transaksi,dan tidak memakan bunganya, itu tidak mengapa, seperti untuk transfer, pembayaran, atau gaji,.
    Ulasannya sudah saya posting disini

    • ass….Pak…sy mau tanya sy kan mau beli kursi utk dagangan mie kepiting sy…cm sy beli nya Kredit melalui teman,,selama 10 bulan dgn hrg 1.050 dicicil 105rb/bln
      Tapi yg beli kursi nya sy sendiri dia kasi sy uang aja krn dia gk sempat beli nya apa kah boleh pak?apakan itu riba?mohon penjelasan nya pak sblm sy kerjakan.

      Itu artinya teman anda meminjami uang 1.050.000,-
      Maka anda pun mengembalikan uangnya sejumlah itu,

      • Assalamu alaikum,
        maaf mau tanya kasus mirif dengan di atas, contoh saya biasa kredit piring merk B dengan hrga 200 rb dgn cara di cicil. Trus saya mau nyicil lagi tapi kali ini yg biasa ngreditin gak bisa beliin piring tsb, ahirnya dia ngasih uang nya dan saya yg beli langsung ke toko hrga nya 150 tapi nyicil nya dgn hrga 200 rb apakah riba? Mohon penjelasan mya trmksh

        Wa’alaikumussalam warahmatullah,
        Jelas itu RIBA, dan itu bukan transaksi JUAL BELI, tapi pinjam meminjam, anda pinjam 150 ribu, tapi mengembalikannya 200 ribu,

  21. Assalamu’aiaikum…
    Mau tanya nih, kalau kasusnya seperti ini apakah termasuk riba? Misal, Si A punya barang dengan nilai 10jt, kemudian Si B ingin membeli barang tersebut secara kredit. Nah Si B tanya, “Berapa harga kreditnya?”. Kemudian Si A menjawab, “Harga kreditnya tergantung lama kreditnya. Kalau kredit 3 bulan harganya 10.300.000, kalau kredit 6 bulan harganya 10.600.000, dan begitu seterusnya. Intinya ada tambahan 100rb tiap bulan sesuai lama kreditnya”

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    tidak boleh, kecuali kalau anda menetapkan harga yang terendah,

    • Maaf saya kurang paham dengan jawaban soal ini . Dilain pertannyaan djelaskan kalo kita menentukan 2 harga kita harus mencari yang paling murah karena itu termasuk rba . Tapi knapa ini boleh ??

      terimakasih sudah mengingatkan,..
      sudah saya ralat,

      dulu saya menjawab boleh karena ada ustadz yang menjelaskan itu adalah boleh, bahkan postingan diatas juga itu isi postingan awalnya adalah yang membolehkan, tapi setelah saya mendengarkan penjelasan sesuai dgn teks hadits, maka saya mengikuti dalil yang saya sertakan videonya, jadi saya rubah postingannya, juga jawaban2 komentar, dan yang anda sebutkan itu yang terluput,

      terimakasih sudah mengingatkan

      • Kadang saya bingung ko bpk tanya lagi sama ustad.. Pak kadang kita tuh ngk berpokok sama satu ayat hadist saja bukan… Knp bpk menjawab sudah di ralat ralat terus…..bagai mna klo hamba Allah sudah membaca yg di awal di jelaskan..
        …maaf

        Itulah manusia, ada ilmu yang belum sampai, maka dia berpendapat seperti itu,.
        Setelah ilmu sampai, maka merubah lagi pendapatnya,.mengikuti hal yang mencocoki dalil,
        Dan dalam hal ini, pemaparan tentang jual beli dua harga, yang sesuai dengan dalil juga penjelasan ulama adalah yang menjelaskan bahwa RIBA jika harga kredit lebih mahal dari harga kontan

        Dan karena hal tersebut saya meralat jawaban saya, dan memposting postingan yang sejalan dengan dalil

      • ass..pak sy mau tanya jika sy membeli kursi utk jualan mie kepiting sy sm teman sistim bayar nya credit selama 10 bulan swbesar 1.050rb….sdgkan hrg nya 700rb pak…
        Nah dia cm kasi kan uang aja sm sy tp sy yg beli kursi itu sbdiri ditoko lantaran dia gk sempat kawani saya,,apa kah itu boleh atau termasuk riba pak?

        Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
        Itu hakekatnya adalah transaksi pinjam meminjam, teman anda meminjamkan 700rb, jika anda mengembalikannya 1.050rb maka itu riba, seharusnya anda mengembalikannya tetap 700rb,

      • Assalamu’alaikum

        saya mau tanya misal qt jual pulsa lalu ada yg hutang tp qt blg d awal kl hutang harganya d lebihin 1rb sbgai uang pengganti waktu,kl cash qt kan g perlu mencatat tp kl hutang kan qt catat dan agak ribet ketika d hitung pas akhir bulan jd sbgai uang jasa jg..kl itu gmn pak. Mksh sblmnya

        Wa’alaikumussalam warahmatullah
        Harga kontan dan hutang itu SAMA, jika harga hutang lebih besar dari kontan, maka itu RIBA

  22. Saya mau menanyakan yang ini :

    Penafsiran pertama: Bank telah menghutangi pembeli motor tersebut uang sejumlah Rp 10.000.000,- dan dalam waktu yang sama Bank langsung membayarkannya ke showrom tempat ia membeli motornya itu. Kemudian Bank menuntut pembeli ini untuk membayar piutang tersebut dalam jumlah Rp 13.000.000,-. Bila penafsiran ini yang terjadi, maka ini jelas-jelas riba nasi’ah (riba jahiliyyah). Dan hukumnya seperti yang disebutkan dalam hadits berikut:

    Ada satu hal yang dilupakan. Bukankah transaksi di atas adalah ditunda ? Dengan penundaan transaksi maka dalam Islam dibenarkan untuk menambah harga. Kecuali kalau transaksi tunai jelas tidak boleh. Kalaupun seandainya motor belum dibawa ke bank itupun hanya masalah kemudahan saja. Karena kita biasanya sudah tahu barangnya dengan jelas. Kemudian masalah surat kendaraan yang atas nama penghutang. Ini hanya masalah administrasi bukankah bpkb masih dibawa oleh bank sehingga kepemilikan barang masih secara administrasi dalam penguasaan bank.

    Memang jaman nabi semuanya serba sederhana. Saya pikir inovasi seperti ini masih bisa diterima asalkan hukum dasarnya tetap diikuti dan tidak dirubah. Malah jaman Nabi 1 onta dibayar 2 onta itu 100% padahal sekarang kredit motor ‘cuma’ kurang dari 50%. Contoh misalnya orang haji melempar jumrah. Jaman Nabi jumrahnya kecil tapi sekarang sudah berubah menjadi besar dan bertingkat. Thawaf pun bisa ditingkat 2 atau 3. Apakah ini menyalahi hukum Islam ?

    Praktek bank bukan begitu mas,.
    Tapi bank sudah melakukan akad jual beli, sementara motor belum di miliki oleh bank,. alias bank tidak menyetok motor,.
    bank baru memesan motor setelah ada pembeli dan melakukan akad utk membeli motor, dan ada keterikatan dengan calon pembeli tersebut, yaitu si calon pembeli wajib membayar harga motor tersebut,. ini adalah akad yang terlarang,. menjual barang yang belum dimiliki

  23. saya mau beli mobil tapi keridit gimana teran saksinya supaya tidak riba mksh

    Anda bisa membeli mobil teman anda, harga kontan atau kredit sama saja,.

    Atau anda datang ke dealer, lalu beli ke dealer, harga kontan atau kredit sama saja, tanpa bunga,denda,.. itu jika ada

    • Ada yg mau kridit hp tp dia mau bli sendiri dgn minta uang nya saja umpama 1jt .
      jd kridit nya 1,5jt slama 6 bln byr nya mingguan itu riba bukan.

      Kalau mintanya dalam bentuk uang, itu riba, jadi dihitungnya pinjam uang 1 jt, lalu bayarnya 1,5 jt,

      Beda halnya jika anda punya hape, lalu anda jual ke temen anda tersebut, seharga 1,5 juta, baik cash atau nyicil harga tetap sama, itu baru bukan riba,

      • kalau kita ingin kridit HP, apakah itu termasuk riba ?
        trus jika sudah terlanjur kredit, apakah yang melakukan kredit mendapat dosa ?
        trimakasih

        Jika harga kontan lebih murah dari harga KREDIT, lalu anda memilih yang KREDIT, maka terjatuh dalam RIBA

        jika sudah terlanjur, ya segera bertaubat, segera lunasi secepatnya , agar segera lepas dari riba

      • Assalamualaikum
        Mau tanya
        Kalo qt diberi motor sama org tua. Tp qt tahu motor itu kredit, nah karena g enak nolak y qt pakai untuk usaha jualan
        Q termasuk pemakan riba jg g ?
        Mohon penjelasannya, terima kasih

        Wa’alaikumussalamwarahmatullah,..
        Yang berdosa itu perbuatan RIBA nya, kalau motornya ya boleh saja dipakai,

        Dan dosa riba itu yg berdosa ya yang melakukan, saksi dan juru catatnya,

        Anda ga berdosa walaupun diberi motor hasil kredit

  24. assalamualaikum.
    syh kurang paham mengenai riba.
    syh ingin tau hukum ngeridit motor apakah termasuk riba

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Kredit motor ada yang riba, ada yang tidak,>
    Contoh yang riba adalah kredit motor yang melibatkan tiga pihak, pembeli, bank, dan lembaga pembiayaan semacam leasing (adira, dan yang semisalnya) saya sudah ulas disini

    Kalau kredit motor yang tidak riba contohnya seperti ini,.
    Anda ingin membeli motor, lalu anda minta tolong ke teman anda agar dia membelikan motor, misalkan seharga 10 juta, lalu teman anda tersebut menjual lagi motor yang dibelinya kepada anda seharga 10 juta juga dengan cara dicicil, sesuai perjanjian, dan jika terlambat nyicil tidak ada denda, maka ini boleh dan bukan riba,

    Atau anda beli motor ke teman anda, atau ke dealer, dimana harga kontan dan kredit SAMA saja

    • Assalamu Alaikum

      Maaf bedanya apa kasus di atas. Minta Bank Belikan motor. Terus bank menjual lagi kepada kita. Jika apa yg dilakukan bank memenuhi syarat, katakanlah bank membeli motor dan membawa ke kantor bank tersebut, kemudian memanggil si Fulan untuk akad, tetapi hal demikian tetap diharamkan karena sebenarnya manipulasi pinjaman riba, maka apa bedanya dengan minta tolong dengan teman?

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,
      Iya, BETUL mas,.
      Saya RALAT, saya sudah mendengarkan penjelasan Ustadz Abdul Hakim Abdat yang mirip kasus beli rumah via bank syariah,.
      Jadi walaupun minta tolong teman juga itu tetap termasuk RIBA, hakekatnya adalah meminjam uang ke teman, lalu mbayarnya lebih ,

      • Astagfirullah saya baca ini ko berbulak balik pak…bli motor pke duit tmn terus di bayar 13.000.000 boleh secara kredit…. Itu ap beda y kita intinya pinjam duit dong buat bli motor dan trus motor itu pke nama kita sendiri….trus kita punya hutang sm tmn…. Itu ap nm y

        Jazakumullahu khairan sudah diingatkan,
        Sudah saya ralat, saya juga bolak-balik membaca tanggapan komentar saya, ternyata ada yg belum saya ralat, yaitu contoh beli motor via teman,

        Jadi yang benar dan tidak ingin terkena riba, ya belinya seharga beli teman tersebut, tidak lebih, jadi akad yang sesungguhnya terjadi bukan jual beli motor, tapi pinjam meminjam, dan namanya meminjam maka mengembalikannya sejumlah uang yang dipinjam

        • Bukannya itu kebebasan teman pak? Teman kan beli nya misalnya 10 jt, otomatis itu udah hak milik dia, dia mau jual berapa aja itu hak dia kan? Yang penting misalkan dijual secara kontan atau kredit harganya tidak boleh berbeda. Mohon pencerahannya

          Masalahnya adalah teman tersebut beli motor karena ada temannya yang ngga punya uang, tapi ingin memiliki motor dengan bantuan temannya tersebut,

          Sehingga temannya itu membeli motor secara kontan 10 juta, lalu dia menjual pada temannya secara kredit sebesar 13 juta, maka itu RIBA, karena hakekatnya itu bukan jual beli, tapi pinjam uang 10 juta dalam bentuk motor,lalu harus mengembalikan secara tempo sebesar 13 juta,..

          Beda halnya ketika teman tersebut datang, si teman satunya memang sudah memiliki motor, maka boleh saja dia mengkreditkan motornya, misal dulunya dia beli 10juta, lalu dikreditkan ke teman 13 juta,..

  25. Assalamu’alaikum
    Kalau sudah terlanjut kredit motor dengan melibatkan pihak ketiga dan ada denda juga jika terlambat pembayarannya, apa yang harus dilakukan? Dan kreditannya pun tinggal satu bulan lagi lunas. Bagaimana solusinya??

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Segera bertaubat, dan bayar langsung tidak usah menunggu jatuh tempo,. jangan berlama-lama betah dengan riba,

    Ingat dosa riba, bagian yang teringan dari riba, itu seperti si anak berzina dengan ibunya sendiri, silahkan baca disini

  26. pak.. didaerahku lagi rame bisnis komunitas.. contoh d4f.. dream for fredom..
    gmn hukumnya ya?
    aku gk brani ikut sblm jelas.. trims

    Gak usah ikut bisnis2 model gitu pak deni, ga jelas,.
    Ada unsur gharar juga,. ada unsur MLM nya juga, itu haram hukumnya
    Silahkan baca pengalaman org yang pernah ikutan juga, baca disini

  27. Assalaamu’alaikum….
    saya pernah mengkreditkan barang elektronik tp yg beli barangnya bukan saya tp si pengkredit dg meminta uang sekian rupiah utk membeli barang tsb dan saya tidak tahu harga barang yg dibeli tsb seharga uang yg saya berikan atau tidak.
    Apakah kelebihan uang yg saya terima dr akad kredit tsb termasuk riba?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Mengkreditkan barang itu adalah barang yang sudah anda miliki, jadi anda beli dulu, baru dikreditkan ke orang lain,

    Kalau seperti di atas, itu berarti meminjamkan UANG, bukan kredit barang, jadi mengembalikan uangnyapun sejumlah UANG yang dipinjamkan tersebut

  28. Assalamualaikum,

    sy mau tanya.saya punya teman yg punya usaha, teman saya mntk saya menanamkan modal pd usahanya dan dia akan kasih saya tiap bln sekian jt.Apakh uang yg sy trm itu adlh riba?? Wassalam

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika seperti itu, ya.. ITU RIBA

    Kerjasama dan posisi anda sebagai investor tidak seperti itu pembagiannya,.

  29. sebetulnya simpel aja untuk memahami firman Allah diatas kita memang boleh kredit kita memang boleh ada hutang piutang, yang tidak dibolehkan kalau kita beli cash harganya 100.000, kalau kredit harga barang jadi 150.000 (Riba).
    kalau harga cash 100.000 harga kredit pun harus 100.000.

    Alhamdulillah, saya sudah mendengar penjelasan tentang hal tersebut, makanya postingan saya ganti isinya, termasuk saya mengedit tanggapan komentar yang ada,

    • Nah kalo yg ini saya setuju !!!! …
      Pak admin benar !!! Yg di maksud riba itu berbunga . Yg namanya berbunga itu ya semakin lama semakin banyak !!! Itu lah riba !!! Jadi kalo jelas jangka waktu dan perbulan nya !! Itu sah2 aja

      Menurut dalil, justru itu tidak sah, jika si penjual menghadapkan kepada si pembeli opsi ini, jika cash sekian, jika kredit sekian (lebih mahal) , maka disinilah ribanya,. jika si penjual tidak menetapkan harga yang lebih murah,.
      Jadi bukan karena jelas jangka waktu dan perbulannya lalu menjadi itu sah,. dan bukan riba,. ini pemahaman yang keliru

  30. Asalamualaikum..
    Saya al ingin brtanya.. Saya bingung transaksi saya inu trmasuk riba atau tidak. Krn brbeda kasus.. Sy mmbeli brg.. Dikarenakan pnjual tdk dpt mmblikan langsung.. Dia transfer uang kpd sy.. Kemudian sy yg mmblikan brg.. Hutang 4juta .. Dtransfer 3,4jt.. 6rts perbulan dan bln 13 byr 3rts.. Artinya sy hrs mnrima uang 3,4 juta dg tambahan 4,1 juta artinya sy hrs mmbyara 7,5juta.. Riba kah ini? Di awal jika dlunasi dtengah prjalanan kredit akan dptong pmbayaran. Namun akan ttp jika smpe lunas 13bulan. Mohon bntu saya u mnyelesaikan prmslhan hukum jual beli yg sudah sy lkukan ini. Trimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Saya bingung memahami pertanyaan anda,jadi belum bisa jawab, tolong diperjelas lagi,

  31. kalau kta mengkreditkan emas ,misal kta beli hrga emasnya1000000 kta angsurkan dlm 1 bln mnjdi 1200000 itu gmn hkmnya

    Kalau emas tidak boleh dibayar tempo atau kredit, wajib CASH,

    Tidak boleh menukar emas dengan uang, walaupun keduanya tidak sama jenis kecuali dengan syarat harus tunai dalam satu majelis. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau menjelaskan barang-barang yang termasuk riba dalam sabdanya,

    فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

    “Jika berbeda jenis, maka juallah terserah kalian, asalkan tunai”

    HR. Muslim no. 1587

  32. Assalammualaikum warahmatullah,.
    Kalau bekerja di perusahaan leassing (fif,astra, dll) pendapatan karyawan tersebut (gaji,bonus, dll) halal atau tidak ya?
    Terimakasih pak.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Bekerja di tempat ribawi, seperti bank konvensional, lembaga kredit yang ribawi seperti leasing,lembaga keuangan sebagai pihak ketiga,. maka hasil dari gajinya adalah hasil yang haram,
    Tentang kredit segitiga atau yang melibatkan lembaga seperti fif,adira, bisa dilhat di postingan ini

    Kalau astra itu bukan lembaga keuangan, jadi tidak termasuk

  33. Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    mas, misalnya ada perumahan yang telah dibeli oleh pihak bank (bukan lagi milik developer) lalu kita membeli rumah dari pihak bank tsb secara kredit, bagaimana hukumnya?
    apakah hal ini ada unsur ribanya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Jika kita bertransaksi dengan bank saja selaku pemilik rumah, bukan menggunakan jasa leasing atau pihak ketiga, maka tidak apa-apa,

    Tapi itu bisa jadi riba jika kita terlambat menyicil terkena denda,. nah denda itu adalah ribanya

    Pertanyaannya, adakah di indonesia bank yang seperti itu?

  34. Bagaimana dengan hukum ikut bisnis dream for freedom ??

    Ngga boleh, itu bisnis tipu menipu, dan memakan harta orang lain dengan cara yang batil

    • Assalamu alaikum
      pak Kalau gabung bisnis sm ustadz yusup paytren
      Itu riba atau boleh

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
      Itu adalah bisnis seperti MLM, lebih baik tinggalkan, tidak usah tergiur,.
      Bagaimana hukum MLM, silahkan baca di sini

  35. pak,alhamdulillah sudah dapet ilmu kalau kredit segitiga haram hukumnya.bulan kemarin cicilan motor kurang 4x langsung saya lunasi setelah tahu hukum kredit motor via leasing itu haram,Yang saya tanyakan motor hasil kredit segitiga tersebut setelah lunas enaknya saya apakan ya? bolehkah tetep saya gunakan sehari-hari?

    Yang jadi masalah bukan motor yang dibelinya pak,. selama itu halal ya boleh dimanfaatkan,.
    yang haram itu ya RIBA nya,.makanya kalau bisa langsung selesaikan, tidak berlama-lama dalam riba,

    jadi motornya ya silahkan saja dimanfaatkan, kan motornya bukan hasil riba,.itu uang anda,.

  36. kalau deposito uang di bank syariah.
    bunganya haram gak?

    Jika ada bank syariah ada produknya berupa deposito berbunga, maka itu bukan bank syariah namanya,.. bunganya ya tetap haram sebab itu adalah riba, jangan tertipu oleh nama syariah, kadang itu cuma embel-embel saja, silahkan baca disini

    • Kalau misalnya si A mau beli sofa kredit ke saya lalu kami ke toko bersama untuk membelinya, sudah pernah di bahas bahwa tidak apa-apa jika transaksi antara saya dan si A di lakukan di luar toko, tetapi jika sofa tersebut tidak dikirim ke rumah saya tetapi langsung dikirim dari toko ke rumah si A, itu bagaimana pa?

      Kalau mau seperti itu, anda beli dahulu sofanya, lalu dikirim ke si A, tapi status sofa itu adalah milik anda, lalu setelah itu anda buat transaksi baru, akad baru bahwa anda menjual sofa tersebut ke si A,

  37. assalamualaikum,

    saya ingin bertanya bagaimana jika posisinya seperti berikut:
    saya memiliki olshop, banyak reseller saya yg meminta saya langsung mengirimkan barang ke customernya si reseller ini dg nama pengirim a.n reselller

    jadi reselller mengambil barang dagangan saya misal harga 50.000 lalu beliau memasang gambar saya tsb untuk dijual lagi seharga 70.000. ketika ada customer yg membeli, reselller ini membayar kpd saya sejumlah 50.000 dan meminta saya untuk langsung mengirimkannya ke customer (tanpa reseller menerima barangnya terlebih dahulu/dropship)

    Wa’alaikumussalam warahmatullah.
    Jika sudah ada perjanjian dengan si pemilik barang, dalam hal ini anda dengan resellernya, jadi si reseller itu menjadi wakil anda utk menjualkan barang milik anda, dengan harga sepersetujuan anda,. jadi bukan si reseller menjual sendiri tanpa ada perjanjian di awal dgn anda, tapi sudah berani menjual, kalau ini terlarang, karena menjual barang yang belum dimiliki,.

    Jadi jika anda sudah menyetujui nanti reseller menjadi wakil anda utk menjual barang anda, dan anda menyetujui jika reseller menjual 70 ribu, lalu dibayarkan kepada anda 50 ribu, jadi si reseller dapat keuntungan dari selisih harga tersebut, maka ini tidak mengapa, jadi sistem drop ship , asal barang yang dijual jelas spesifikasinya, sesuai dengan info yang dipajang,

  38. assalamu’alaikum..
    kami saat ini sedang melajani usaha jual beli kredit, maaf jika nanti banyak pertanyaan :
    1. SI A pesan barang sama kami, terus kami carikan pesanan si A ke toko langganan kami SI B . apa boleh si B mengirim barang langsung ke Si A?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika si anda merupakan wakil dari toko si B , dan si A sudah memesan dan membayar kepada anda secara cash, maka tidak mengapa jika si B mengirim langsung ke alamat si A

    Tapi jika si A cuma pesan, tidak melakukan pembayaran, maka anda harus memesan ke si B , lalu barang dikirim ke tempat anda, dan anda bawa sendiri ke si A.

  39. Selamat pagi Pak Admin
    saya ingin bertanya soal perkreditan sprei yang saya jalankan saya beli tunai dari orang lain lalu saya kasihkan keorang lain buat jual seandainya laku 10 sprei saya kasih bonus keorang itu apakah usaha saya termasuk riba Pak.

    Karna sprei saya beli 100.000 saya kreditkan selama 10 bulan dengan bayaran 20.000 perbulan Pak.

    Kalau telat bayar saya tidak tambahkan bunga Pak. Lalu kadang saya kasihkan brosur keorang ini buat nawarin orang mau pesan sprei motif apa. Lalu, nanti saya beli sama orangnya secara tunai lalu saya kreditin apa Riba tidak Pak.terima kasih Pak sebelumnya Pak.

    Asal tidak dua harga, misalkan kredit sekian, cash sekian,. maka tidak mengapa,
    komisi yang anda berikan kepada orang yang menjualkan itu tidak mengapa

  40. Selamat pagi Pak Admin
    saya ingin bertanya soal perkreditan sprei yang saya jalankan saya beli tunai dari orang lain lalu saya kasihkan keorang lain buat jual seandainya laku 10 sprei saya kasih bonus keorang itu apakah usaha saya termasuk riba Pak.

    Anda memberikan komisi kepada orang yang menjualkan sprei anda, begitu maksudnya? jika betul, ya ngga apa-apa, itu bukan riba

    Karna sprei saya beli 100.000 saya kreditkan selama 10 bulan dengan bayaran 20.000 perbulan Pak. Kalau telat bayar saya tidak tambahkan bunga Pak.

    Lalu kadang saya kasihkan brosur keorang ini buat nawarin orang mau pesan sprei motif apa. Lalu, nanti saya beli sama orangnya secara tunai lalu saya kreditin apa Riba tidak Pak.terima kasih Pak sebelumnya Pak.

    Itu bukan riba, asal barangnya sesuai dengan yang di brosur,.

    Dan ingat.. tidak ada bunga ketika mengkreditkannya,.

  41. Assalamu’alaikum…
    Maaf mau konsultasi. Saya sekarang kredit motor di FIF dan kredit perumahan di BANK MANDIRI.semuanya konvensional,saya yakin itu riba.tp saya ga bisa nglunasin cicilan2 itu.
    kalo motor dan rumah itu saya jual,apakah uang hasil penjualanya itu haram?
    Terus apakah asuransi prudential syari’ah itu haram juga?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.

    Jika memang bisa dijual motor dan rumahnya,.lalu hasil penjualannya bisa untuk menutupi seluruh cicilannya,. maka sebaiknya itu yang dilakukan, agar segera terbebas dari riba,.

    Tidak mengapa ga punya motor, asal tidk terjerat riba,.
    Tidak mengapa tinggal di rumah kontrakan, daripada punya rumah sendiri tapi terjerat riba,

    Tentang asuransi syariah di indonesia saya belum tahu,. kalau embel2 syariah, itu bukan jaminan, saya sudah posting disini

  42. assalamuailakum…

    mata pencarian saya adalah jualan bahan sembako (warung) yang ingin saya tanyakan , saya beli barang sama agen dengan cara hutang lalu saya jual ke pembeli dengan kontan.bagaimana hukumnya?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Tidak mengapa, asal jelas akadnya, dan tidak ada riba..

  43. Asslm,,,,yg ingin sya tyakan adalah bgaimna hkumnya klaw meminjam uang ke BANK konvensional? Yg hrus kita byar ke pihak BANK lbih dri jmlh uang yg kita pinjam,,trimksih,,wasslm

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    kelebihannya itu adalah riba,

  44. Assallammuallakum wrb.
    Saya Punya usah kredit barang.
    di usaha sy ada banyak sistem
    1.Custumer Memilih barangnya, kemudian sy kasi uangnya setelah barang diterima kita akad dan sy memberikan rincian kredit 1Bln 5% 2Bln 10% jd setiap bulan nambah 5%
    2. Custumer memilih barangnya kemudian saya mencari barangnya kemudian sy tawarkan milih yang berapa bulan
    apakah usah kredit saya termasuk riba, mohon bantuannya.

    Thanks,
    Warm Regards

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    itu termasuk riba jika akadnya seperti itu,.
    Harusnya jika kredit mau 1 bulan , 2 bulan itu harusnya sama saja, tidak berbeda, misal 1 bulan itu 5 % , maka yang 2 bulan juga 5% , jadi tidak beda, atau jika ada cash , maka harga cash dan kredit itu tidak boleh dua harga, tapi satu harga

  45. Saya penjual plsa..saya jual 12000…teman saya hutang pulsa tp bayarnya 2 minggu lagi trus sya bilang q jual 13000..apa yu termasuk riba

    jika anda mengatakan kepada teman anda seperti ini, kalau cash 12 ribu, tapi jika tempo 13 ribu, maka anda seharusnya menetapkan harga yang lebih murah, yaitu harga 12 ribu, jika tidak, maka itu adalah riba

    • Saya usaha kredit barang, pembeli saya bebaskan untuk menentukan batas waktu pembayaran, misal cicilan 5 bulan harga 1 jt, kalau 10 bulan 2 jt, itu bagaimana hukum nya pa?

      itu termasuk jual beli dua harga, ini dilarang,

      lebih baik anda tentukan dicicilnya berapa lama, dan satu harga saja, jadi dicicil 5 bulan atau 10 bulan harga tetap sama,..

      ingat dalam berjualan yg dicari itu halal dan keberkahan harta, serta bebas dari riba,

      • Saya usaha kredit barang, terkadang pembeli suka menanyakan harga terlebih dahulu, misal pembeli mau kredit hp, kebanyakan pembeli bertanya dulu berapa harga cash nya?

        Kalau di cicil 3 bulan jadi berapa?

        Lalu kadang bertanya lagi kalau 6 bulan jadi berapa? Bahkan ada jg yang bertanya dulu berapa % ambil keuntungan perbulannya?

        Bagaimana kalau kasus nya seperti itu pa? Bagaimana hukumnya?

        Jika belum tahu hukumnya menjual dengan dua harga, maka bertaubat saja pada Allah, sehingga tidak diulangi lagi.

        Jadi mulai sekarang jika jual barang cash atau kredit jangan dua harga, tapi mau beli secara cash atau kredit sama saja harganya, misal cash 500rb, kredit jg 500rb

        Tentang keuntungan berapa persen, bisa anda jawab, sekian persen, namanya pedagang kan ga ada yg mau jual rugi,

        • Jika konsumen ingin ikut beli pesanannya gimana pa? Misal dy mau beli hp kredit ke saya lalu dia mau ikut ke toko nya, harga hp nya 1jt, lalu saya jual dgn harga 1,5 jt. Itu bagaimana?
          Kan konsumen nya sudah tau harga cash nya karena dia ikut ke toko.

          Tidak mengapa, tapi akadnya nanti setelah hp sudah anda miliki,
          Jadi anda beli hape tersebut bersama dia ke toko, lalu anda beli hape tersebut 1 juta. Lalu anda pergi dari toko tersebut, dan transaksi dengan si konsumen tersebut, bukan transaksi di toko tersebut,

          Jadi akad atau transaksi dengan konsumen itu setelah anda memiliki hape tersebut, dan pergi dari toko tersebut

          • Maaf pa saya mau bertanya lagi, misalnya ada konsumen mau beli televisi kredit ke saya, tapi dia mau beli televisinya sendiri, jadi dia minta uangnya ke saya lalu beli televisi sendiri ke toko, baru kwitansinya di berikan kepada saya sebagai bukti.

            Bagaimana pa kalau kasusnya seperti itu?

            Kalau jawabannya tidak apa-apa, bagaimana saya memberikan harga jualnya, karena dia beli sendiri ke tokonya.

            Tidak bisa, berarti itu statusnya bukan beli televisi dari anda, tapi itu anda meminjamkan uang, bukan jual beli,

  46. asallamuallaikum
    mohon doanya agar saya bisa cepat lepas dari riba, yang baru aja saya sepakati pada pertengahan bulan maret tahun ini antara saya dengan pihak bank, saya pinjem uang di bank untuk renovasi rumah dengan agunan sertifikat rumah itu sendiri dengan jangka waktu 10 tahun, masya allah lama banget, mohon do’anya aja supaya saya bisa cepet nyelesaiin masalah ini aamiin…..
    wasalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullah.
    Mudah-mudahan Allah mudahkan… Aamiin

  47. Assalamualaikum
    saya mau tanya … saya sedang di bingungkan dengan riba atau dengan pendapat orang lain.
    saya bekerja di jasa pembiayaan kredit barang atau bank.

    saya bingung itu riba atau tidak sedangkan yg saya tau yang berbungan Atau berlipat ganda itu termasuk riba.namun saya mau keluar tapi pendapat orang itu bkn riba dan halal kalo itu niatnya ibadah dan untuk keluarga sedangkan saya tau tu riba nah saya mau keluar tapi bingung saya takut ambil jalan …

    saya takut salah penafsiran ttg riba .mohon untuk solusi atau jawaban dari kebingungan saya.
    saya ingin berhenti di riba yg tidak membawa berkah dan di laknat walaupun penghasilanya lumayam bekerja di tempat pembiayaan.
    terima kasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    YA betul, itu riba,. jadi lebih baik anda keluar dari tempat riba tersebut,.

  48. assalamu’alaikum.
    afwan mau tanya, jika SiA pesan barang sama saya, terus saya carikan ke toko si B, karena sama toko B kami sudah di anggap Agen (sekedar di ucapkan oleh pemilik toko tidak tertulis) jadi ada kemudahan dari toko B untuk kami dalam hal pembayaran (bisa di cicil). Apakah barang yang sudah saya beli dari toko si B itu bisa saya jual secara kredit kepada Si A? jazzakallah..

    Wa’alaikumussalama warahmatullah,.
    Jika anda statusnya sebagai wakil si B yang merupakan pemilik toko dan si B ini sudah menyepakatinya, maka tidak mengapa.

  49. Maaf mau nanya, apakah sy riba atau tdk ya? Sy jualan baju, sy beli dgn harga Rp 10.000, trus sy jual kembali dgn harga Rp 50.000. sy dapat untung 4 kali lipat. mohon penjelasannya.. jazklh

    Adakah batasan atau standar dalam mencari untung ketika kita berdagang? Atau boleh kita mencari untung seenak kita? Karena ada yang menganggap ada batasan dalam masalah ini. Bagaimana perspektif Islam dalam hal ini menurut para ulama?

    Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz –semoga Allah senantiasa merahmati beliau– ditanya mengenai standar keuntungan syar’i dalam berdagang. Kemudian bolehkah seseorang membeli suatu barang dengan harga 50 riyal lalu ia jual 80 atau lebih dari itu?

    Jawab beliau rahimahullah:

    Perlu diketahui bahwa tidak ada batasan keuntungan (menurut syari’at). Keuntungan bisa saja banyak, bisa pula sedikit. Kecuali jika sudah ada batasan harga di pasaran dengan harga tertentu, maka tidak boleh konsumen dikelabui saat itu. Bahkan sudah sepantasnya si pedagang memberitahukan pada pelanggannya bahwa barang ini ada dengan harga sekian dan sekian, namun harga yang ia patok adalah demikian. Jika si pelanggan berminat dengan harga seperti itu, maka tidaklah masalah. Akan tetapi lebih baik memberikan harga seperti yang telah ada di pasaran. Adapun jika harga barang tersebut belum ada di pasaran dan belum ada standarnya, maka ia boleh menjual barang tersebut sesukanya dengan harga yang ia inginkan walau dengan keuntungan 30%, 50% atau semisal itu. Ini jika barang tersebut tidak ada standar harga.

    Sekali lagi syari’at tidak menetapkan besaran keuntungan bagi si pedagang. Akan tetapi seorang mukmin hendaknya memudahkan saudaranya. Hendaknya ia tetap suka walau mendapatkan keuntungan sedikit. Kecuali jika suatu saat kondisi berubah, barang yang ada berubah atau naiknya harga barang karena sedikitnya pasokan atau ada sebab lainnya sehingga keuntungan mesti ia tambah.

    Adapun jika seorang pedagang mengelabui orang yang tidak berdaya apa-apa atau ia menipu orang miskin dan ia menjual dengan harga yang terlalu tinggi, maka itu tidak boleh. Hendaknya ia menetapkan harga dengan harga standar seperti yang orang-orang jual. Kecuali jika ia menjual dengan ia katakan bahwa harga standar demikian dan demikian, sedangkan ia jual dengan harga seperti ini, maka seperti itu tidaklah masalah asalkan ia telah jelaskan sesuai realita atau karena alasan pasar yang jauh. Ketika ia naikkan harga seperti itu, ia sudah jelaskan alasannya.

  50. Saya kurang sependapat dengan pendapat anda yang membolehkan pilihan “pertama”. Apapun yang dimasud, bahwa kita membeli dngn harga 1 jt, meskipun dia berhutang kepada showroom motor, tetap harga 1 jt. Tidak ada ceritanya beda harga jadi 1.3 jt.
    Kemudian perlu saudara ingat juga, Rasulullah saw melarang jual beli suatu barang dengan harga yang berbeda. Kredit 1 jt ttp bayar 1 jt. Gak ada cerita hadi 1.3 jt.
    Itu sudah riba dan tidak sesuai tuntunan nabi menjual harga barang dengan berbeda harga.

    Betul kata anda, tidak ada jual beli jika cash sekian, dan kredit sekian (lebih mahal) saya mengikuti pendapat yang demikian, karena ini yang lebih kuat,.

  51. Kalau gini gimana ..

    saya hutang bank 50 juta..
    dengan bayar kredit jadi 70 juta..
    kalau dikira kira..saya sudah bayar 50 juta..pertanyaan saya.bolehkah saya tidak membayar yang 20 juta sebab itu riba..atau hutang asal saya sudah lunas.bolehkah?

    hutang di bank biasanya ya ada bunga,. kalau dalam islam hutang 50 juta ya dicicil tetap 50 juta, bukan membengkak jadi 70 juta
    secara hukum islam, ya sudah lunas, tapi secara hukum yang berlaku di negara yang membolehkan riba,. anda akan berurusan dengan hukum tersebut, bahkan mungkin bisa masuk penjara karena tidak mau membayar, atau harta anda disita,

  52. Assalamualaikum,,

    apakah jawaban diatas merupakan kesepakatan ulama,,atau ada ulama yg beda pendapat? mohon dalihnya. Karena ustat di kampung saya baru sekali ini berbeda pendapat dengan aslibumiayu. Terimakasih

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    memang ada khilaf di kalangan ulama, dan saya pribadi memilih penjelasan di atas, itu lebih selamat, apalagi melihat dampak dari kredit dg dua harga tersebut bisa kita saksikan mudharatnya di indonesia…

    berbeda ketika pintu kredit belum banyak dibuka oleh pemerintah,

    Dan secara dzahir haditspun menunjukan larangan jual beli seperti itu,

  53. afwan, dengan di hapusnya jawaban artikel diatas apakah berarti mas admin meyakini bahwa jual beli kredit itu haram ?
    afwan jika salah pendapat saya, atau bagaimana yang rajih saya makin bingung?

    ada ribanya, yang haram itu ribanya,jadi jual beli yang seperti itu mengandung riba, sebaiknya tidak dilakukan dan dijauhi, ini yg lebih selamat, apalagi melihat dampak dari jual beli seperti ini bisa kita lihat langsung di negeri indonesia ini,

    kalau mau harga jual cash dan kredit itu sama saja harganya,

  54. Assalamualaikum..
    kalo misal menjual barang harga resmi 200rb..
    tp sy jualkn dengan potongan..
    kl bayar cash sy kasih diskon 20% dr harga jual,kl bayar’a mau dicicil sy kasih diskon 10% saja..
    apakah yg sperti ini termasuk riba ?? mohon penjelasannya..

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    itu sama saja, termasuk dalam larangan tersebut, sama saja seperti dua harga dalam satu transaksi

  55. Assalamualaikum.
    Saya ada 2 pertanyaan
    Yg pertama saya beli ac dicicil melalui pihak ketiga selama 12 bulan dan sudah bayar 4 bulan. Agar saya bebas dari riba tersebut apa yg harus saya lakukan.

    Yg kedua.. Saat ini saya bekerja sebagai staff pengisian uang mesin atm di salah satu bank bumn, apakah pekerjaan saya termasuk haram karna saling membantu dalam riba.
    Terimakasih jawabannya pak .

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Berapa harga AC nya, apakah cash dan kredit harganya berbeda atau sama, apakah cicilannya ada bunganya?

    Bekerja di tempat ribawi, itu sama saja tolong menolong dalam kemaksiatan, jadi apapun profesinya, dari atasan hingga bawahannya, hingga tukang sapu dan satpamnya, terkena ancaman itu, dan penghasilan dari tempat tersebut haram hukumnya,

    Sudah saya posting tentang bekerja di bank ribawi, dosa teringannya itu seperti dosa seorang anak yang berzina dengan ibunya sendiri, silahkan baca disini

  56. Assalam mualaikum, wr. wb

    Pak,

    Kalau seperti ini, saya punya barang harga 3000
    yang dijual secara angsur. tapi ketika akan akad terjadi proses tawar menawar yang barangnya menjadi 2000 dijual angsur.
    apakah itu termasuk riba ??

    mohon jawabannya pak, kalaw bisa balas ke email saya.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    itu bukan riba,

    • saya jadi bingung !!! kok bukan pak???, bisa dijelasin soalnya diatas ada pertanyaan kayak gini:

      Heni May 11, 2016 at 8:01 am

      Assalamualaikum..
      kalo misal menjual barang harga resmi 200rb..
      tp sy jualkn dengan potongan..
      kl bayar cash sy kasih diskon 20% dr harga jual,kl bayar’a mau dicicil sy kasih diskon 10% saja..
      apakah yg sperti ini termasuk riba ?? mohon penjelasannya..

      wa’alaikumussalam warahmatullah,
      itu sama saja, termasuk dalam larangan tersebut, sama saja seperti dua harga dalam satu transaksi

      +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

      apakah beda pak? karena saya jumpa ada kemiripan tapi beda kalimat saja.

      Jazakallah khair

      jawaban saya di koment tsb itu adalah termasuk yg dilarang, itu sama sama jual beli yang terlarang,

      jadi jika cash diskon besar, dan kredit diskon lebih kecil itu sama saja dgn cash diskon 30%, jika kredit diskon 10% , maka ini jual beli yg terlarang

      • Assalam mu’alaikum
        Mau tanya, harga mobil di dealer 100jt, saya punya uang 50jt, akhirnya saya beli lewat leasing dng harga 120jt, dng persyaratan dp 50jt dan sisanya dicicil 70jt selama 1thn. Selama satu tahun saya menyicil lunas tanpa ada denda, apakah ini termasuk riba?.
        Syukron.
        Wassalam mu’alaikum

        wa’alaikumussalam warahmatullah

        Anda awal transaksi dengan dealer atau leasing?

        atau anda datang ke dealer dulu lalu disuruh ke leasing?

        • Saya langsung ke leasing.
          Dengan catatan saya tahu jika beli di dealer lebih murah daripada di leasing, dan di leasing apabila ada keterlambatan cicilan akan muncul denda, maka saya bayar cicilan tiap tggl jatuh tempo supaya tidak kena denda, sampai dengan lunas.

          Apakah selisih kelebihan yg saya bayarkan ke leasing itu menjadi riba atau komisi jasa utk leasing?.

          Saya tanya,apakah leasing itu sudah punya motor yang anda mau beli?

          jika ada keterlambatan ada denda, ya itu transaksi riba, apakah ada jaminan anda tidak akan trlambat bayar? tidak ada jaminan..jadi transaksi trsebut jelas batil,

  57. ms sy pedgng klo kasus sperti ini gmn apakah riba. sy jual barang klo beli satuan @20 ribu klo beli di atas 5 harga @15 rb. jazakallah khairan

    Itu tidak termasuk,
    jazakallahu khairan

  58. Bismillah
    assalamualaikum..
    dikarenakan msh bingung..mohon penjelasannya.

    Tentang dua harga, misalkan
    kredit sekian, cash sekian,.

    apakah ini termasuk dua harga:
    jual BBM 10rb/ltr kalau di cash..
    tp kalau dihutang (bukan kredit/cicil) 15rb/ltr..

    mohon penjelasannya

    wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    dihutang kan sama saja dibayar tempo, pembayarannya ditunda, walaupun tanpa dicicil, alias sekali bayar,

  59. apakah jenis transaksi seperti itu dilarang..?
    harga tinggi tapi hutang..dan
    harga rendah (normal) tp cash.
    seperti yg telah disebutkan diatas tentang jual beli BBM..

    karena jk dalam bisnis perhitungan perputaran uang..penjual akan rugi akhi.
    kalau harga bensin 10rb,kalau ngutang jg 10rb.
    apalagi orang yg ngutang kadang baru bayar setelah 3-4 bulan.

    bagaimana hukumnya?

    dalam islam, kalau hutang itu dicatat,kapan mbayarnya..jadi bkn dgn ketidakjelasan kapan mbayarnya,

    rugi? iya menurut prinsip ekonomi, dan jika mau si penjual bisa menolak utk dihutangi,

    Dan jangan membiasakan pembeli berhutang, sebab dengan adanya kemudahan berhutang ini justru akan membuat dampak kurang baik,

    ingat, untung atau rugi itu jgn dilihat dari sisi prinsip ekonomi saja, justru keuntungan yang sebenarnya adalah keberkahan dari transaksi tsb.

    mungkin secara prinsip ekonomi rugi, tapi tdk juga, hutang itu jika terpaksa, dan pembeli yg berhutangpun itu dlm kondisi trpaksa,jadi bkn si penjual malah yg nawarin agar jualannya laku,

    justru sebaliknya jika cash dan kredit harga sama, maka akan menguntungkan penjual,karena pastinya akan banyak pembeli,

    jadi tdk benar jika itu merugikan dari sisi ekonomi,

    mentaati aturan Allah, apalagi menjauhi riba, pasti akan mendatangkan keuntungan, bkn kerugian, walaupun secara sepintas mungkin seolah2 merugikan,

  60. Assalam mualaikum, wr. wb
    Pak ustad. ada sodara sy menawarkan menaruh uang di koperasi . lalu setiap bulannya uang kita di byarkan secara persennan.

    Contoh sy menyimpan uang 50.000.000.lalu setiap bulannya pihak koperasi mengembalikan ke saya 5 jt setiap bulannya.
    apakah ini termasuk riba ..????

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Maksudhny menyimpan uang 50jt itu untuk apa, dan yang 5 jt perbulan itu uang apa, pengembalian uang 50 jt tersebut, atau bagaimana, tolong dijelaskan,.

    • Iyah.setau sy uang yg saya simpan di koperasi di putar.untuk membantu pedagang kecil. Mungkin ! Contoh sy dan pihak koperasi membuat perjanjian. Uang yang saya simpan 5 jt. Selama setahun. Akan di bayarkan setiap bulannya Rp.500 rb. Dan setelah setahun uang sya yg 5 jt bisa diambil kembali.

      Akad perjanjiannya seperti apa? itu sebagai pinjaman modal, atau investasi usaha, jika investasi usaha, seperti apa akadnya?

  61. asaalammualaikum
    1.sy pengusaha material pasir,modalnya cuma beberapa truk, kalau ad pembeli sy baru kulakkan ke penambang pasir kemudian langsung sy krim k pembeli, keuntungan saya jual pasir dan sewa truk saya.

    apakah cara saya berdagang suda benar,mohon penjelasannya sy belum paham tata cra jual beli?

    wa’alaikumussalamwarahmatullah
    Bagaimana sistem jual belinya jika ada pembeli,
    Apakah anda menjual pasir yg blm jadi milik anda, atau anda sudah diberi kebebasan oleh pemilik pasir untuk menjualkan pasirnya, tolong dijelaskan lagi

  62. Assalamu’alaikum
    Ortu saya penjual barang cash dan kredit
    Pada saat menjual kredit , si pembeli tidak bertanya tentang harga cash nya
    Dan ortu saya langsung membuat harga cicilan nya 10 bulan , tidak ada kalau 3 bulan segini, kalau 12 bulan segini
    Apakah termasuk riba ?

    Dan pada saat pembeli membeli barang, ortu saya dan pembeli misalnya ke tempat yang menjual barang elektronik dan sudah dikenal
    Kan di tempat penjualan barang elektronik tersebut tidak ada sistem kredit disitu
    apa ini termasuk ribakah ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Tolong jelaskan prosesnya , misalkan ada orang sebut saja si A mau beli ke ortu anda, seperti apa prosesnya dari awal hingga barang sampai ke si A

  63. akhi mau tanya saya mau jual mobil seken akadnya 105jt..
    gataunya tiba2 si pembeli pake leasing..
    disini saya terkena riba ga?
    yg leasing antara dia sm bank aja sedangkan penjual taunya cash 105jt..
    bagaimana hukum penjual?

    kalau anda tahu sebelum transaksi bahwa dia menggunakan leasing, maka anda terkena, tapi jika anda tidak tahu menahu, dan tahunya setelah transaksi, maka anda tidak terkena,.

    jadi jika tahu sebelum transaksi, ya lebih baik di cancel saja

  64. Assalamualaikum..

    Akh..mau tanya…jika orang tua sy membelikan sy motor…nah motor itu bayarnya melalui kredit leasing, apakah motor yg sy gunakan tersebut mnjd haram hukum nya atau halal ? Mohon jawabannya akh
    wassalam

    wa’alaikumussalamwarahmatullah

    yg haram ribanya, motornya tetap halal,

    sedangkan dosa teringan dari riba itu seperti dosa seorang anak berzina dgn ibunya sendiri

  65. saya mau tanya.

    kalau kita kredit, tapi kita punya kemampuan untuk membayar sebelum jatuh tempo /sebelum kena denda, apakah itu riba?

    waktu mau kredit sudah deal harga dan perhitungannya. tetapi apabila kita menghindari denda, apakah kredit itu tetap riba? mohon penjelasannya trimakasih.

    Kredit yg riba itu bkn hanya karena denda saja, tapi karena bunga, atau karena dua harga, misal kalau cash 1jt, jika kredit 1,2 jt,

  66. Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    mohon saran dan penjelasannya

    saya di tawari untuk menjadi member di suatu perusahaan yang menjual produk yg syarat masuk member tersebut membeli produk tsb agar bisa menjadi member.
    dan jika menjadi member/anggota kelompok yang menjual produk untuk dipasarkan ke masyarakat dengan mempromosikan produk agar pengumpulan point untuk memperoleh bonus?
    apakah itu termasuk golongan riba?

    mohon penjelasannya dan pencerahannya
    supaya saya tidak salah melangkah.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Itu MLM namanya, haram hukumnya, silahkan baca di sini ulasannya

  67. Asalamualaikum
    bgmn jika saya membeli mobil dgn leasing syariah… apakah termasuk riba?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    seperti apa akad atau prosedur dari leasingnya, coba jelaskan,

  68. aslamualaikum,

    sya ada rencana mau buka usha kredit hp, tentunya kalo kredit hrganya bisa lebih dari harga cash bahkan bisa hampir 2x lipat, gmna hukumnya apkah ini termasuk riba ?

    terima kasih

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Jika akadnya ada dua hargam cash swkian,kredit sekian (lebih mahal dari cash) maka itu adalah riba,

    Harusnya cash dan kredit itu sama

  69. pa, sy dlu beli motor dgn leasing tp skrg sudh lunas,, sy ga tau itu dlu hukumnya apa,, skrg apa yg hrs sy lkukan dgn motor itu?

    motornya halal, ribanya itu haram,anda wajib bertaubat dari riba yang anda lakukan, dosa riba yg paling ringan itu seperti dosa anak menzinai ibunya sendiri

  70. Saya pegawai di kreditan elektronik…sebagai kepala gudang..apakah gaji yg saya terima termasuk riba…

    Seperti apa sistem kreditnya?

  71. Assalamualaikum warahmahtullahi wabarakatuh.

    Mohon penjelasannya, istri saya menjual barang (dispenser) seharga 800 ribu/buah.

    Cash dan kredit sama harganya tetap 800 ribu rupiah, tapi harga 800 ribu itu sudah untung karena kami beli dengan harga dibawah dan beli tempatnya jauh.

    Apakah ini riba atau gimana mohon infonya. Terima kasih…..

    Wa’alaikumussalamwarahmatullahiwabarakatuh..
    Itu bkn riba,justru itu transaksi yg bnr,tdk ada dua harga antara cash dan kredit

  72. Alhamdulillah….

    terima kasih atas penjelasannya. Semoga Allah senantiasa menyertai setiap langkah dalam hidup kita. Dan semoga ilmu yang diamalkan menjadi pahala yang tiada hentinya.

    Amin ya Robbal alamiin…..

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Aamiin

  73. Asalamualaikum..
    saya bekerja di salahsatu lising terkemuka di Indonesia, jadi sitimnya seseorang membeli elektronik, dari pihak lising membayar ke pihak toko, dam pembeli menyicil ke pihak lising, dan pasti ada bunga nya, apakah itu RIBA..?

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah
    Itu adalah RIBA, sebaiknya segera keluar dari tempat tersebut, karena haram penghasilan dari tempat tersebut

  74. saya suka mengkreditkan barang elektronik…
    misalmya saya beli kulkas 1 jt..
    saya kreditkan lagi ke pembeli jadi 1,5 …
    trus pas pembeli nerima barang saya minta dp 200 sisany dicicil 6 bln…apakah itu riba

    tidak mengapa mengkreditkan seperti itu, asal tidak ada dua harga , misal kalau cash 1,3 juta, kredit 1,5 juta, nah kalau seperti ini termasuk riba,
    Dan cicilan juga jangan ada bunga atau denda jika terlambat bayar

    • Menurut penjelasan Ust. Erwandi tidak mengapa beda harga cash dengan kredit, krn disitulah untung/laba dr jual beli kredit, ktk di penjual bilang sy jual cash 1,3 jt dan kredit 1,5 jt itu baru penawaran belum akad, ktk pembeli mengatakan sy beli kredit 1,5 jt maka sistulah terjadi akad. Jd bukan itu yg dimaksud jual beli dg 2 hrg. Krn pd dasarnya akadnya cuma 1. Kayaknya yg jawab ini belum paham masalah fiqih jual beli kredit.. Coba tanya dulu sm ahlinya baru menjawab

      Ini perkataan AHLINYA, bahkan perkataan PERAWI HADITS TENTANG DUA HARGA,. bahkan perkataan RASULULLAH sendiri,.

      Barangsiapa menjual dua (harga) penjualan di dalam satu penjualan, maka baginya (harga,-pent) yang paling sedikit atau (kalau tidak mau, maka harga yang lebih tinggi adalah, -pent) riba” [Hadits No. 2326]

      Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam “Al-Mushannaf (VI/120/502)”, Abu Daud dari Ibnu Abi Syaibah (no. 3461), Ibnu Hibban di dalam “Shahihnya (1110)”, Al-Hakim (II/45), dan Al-Baihaqi (V/343) kesemuanya meriwayatkan bawha telah becerita kepada kami Ibnu Abi Zaidah dari Muhammad bin Amir dari Abu Salamah dari Abu Hurairah secara marfu. [1]

      Aku (Al-Albani) berkata : “Ini sanadnya hasan, bahkan telah dishahihkan oleh Al-Hakim, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, juga oleh Ibnu Hazm di dalam “Al-Muhalla (IX/16)”.

      Juga diriwayatkan oleh An-Nasa’i (VII/296, cetakan baru), At-Tirmidzi (I/232), dia menshahihkannya, Ibnul Jarud (286), Ibnu Hibban (1109), Al-Baghawi di dalam “Syarh As-Sunnah (VIII/142/211)”, ia juga menshahihkannya, Ahmad (II/342, 375, 503) dan Al-Baihaqi dari beberapa jalan dari Muhammad bin Amr dengan lafazh :

      “Artinya : Beliau melarang dua (harga) penjualan di dalam satu penjualan”.

      Al-Baihaqi berkata : “Bahwa Abdul Wahhab (yakni Ibnu Atha’) berkata yaitu (si penjual) berkata : “Itu (barang) untukmu apabila kontan Rp 10,- namun jika dengan penundaan (seharga) Rp 20,-“

      Imam Ibnu Qutaibah juga menerangkannya dengan (keterangan) ini, beliau berkata di dalam “Gharib Al-Hadits (I/18)” :

      Diantara jual beli yang terlarang (ialah) dua syarat (harga) dalam satu penjualan, yaitu (misalnya) seseorang membeli barang seharga dua dinar jika temponya dua bulan, dan seharga tiga dinar jika temponya tiga bulan. Itulah makna “dua (harga) penjualan di dalam satu penjualan.

      Dan hadits itu dengan lafazh ini [2] adalah ringkas dan shahih. Hadits ini tersebut didalam hadits Ibnu Umar dan Ibnu Amr, keduanya telah ditakhrij di dalam “Irwaa Al-Ghalil (V/150-151)”.

      Dan semakna dengan hadits itu adalah ucapan Ibnu Mas’ud.

      “Artinya : Satu akad jual beli di dalam dua akad jual beli adalah riba”

      [Dikeluarkan oleh Abdur Razzaq di dalam Al-Mushannaf (VIII/138-139), Ibnu Abi Syaibah (VI/199), Ibnu Hibban (163, 1111) dan Ath-Thabrani (41/1), sanadnya shahih]

      Sementara itu ada perselisihan tentang apakah Abdurrahman mendengar riwayat dari bapaknya (yaitu) Ibnu Mas’ud ?. Sekelompok (ulama,-pent) telah memastikannya,sedangkan (menurut kaidah,-pent) yang memastikan itu didahulukan atas yang meniadakan.

      Dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad (I/393), dan ini juga merupakan riwayat Ibnu Hibban (1112) (dari Ibnu Mas’ud,-pent) dengan lafazh.

      “Artinya : Tidak patut dua akad jual-beli di dalam satu akad jual-beli (menurut lafazh Ibnu Hibban : Tidak halal dua akad jual beli) dan sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Allah melaknat pemakan (riba) [3], saksinya dan penulisnya”

      Dan sanadnya juga shahih

      Demikian pula diriwayatkan oleh Ibnu Nashr di dalam As-Sunnah (54), dia menambahkan dalam satu riwayat.

      “Artinya : Yaitu seseorang berkata :

      “Jika kontan maka (harganya) sekian dan sekian, dan jika tidak kontan maka (harganya) sekian dan sekian”.

      Ini adalah salah satu riwayat (pendapat) Ahmad (I/398), tetapi beliau (Ahmad) menjadikannya sebagai perkataan Sammak, perawi dari Abdurrahman Ibnu Abdullah.

      Kemudian hadits itu diriwayatkan oleh Ibnu Nashr (55) dan Abdur Razzaq di dalam Al-Mushannaf (VIII/137/14629) dengan sanad yang shahih dari Syuraih, kemudian Syuraih menyebutkannya dengan ucapannya persis seperti lafazh hadits yang sedang diterangkan ini.

      Aku (Al-Albani) berkata : Sammak adalah Ibnu Harb, seorang Tabi’i yang ma’ruf (dikenal), dia berkata : “Aku telah bertemu dengan delapan puluh sahabat”, Karena itu keterangannya terhadap hadits sepantasnya didahulukan di saat terjadi pertentangan (keterangan,-pent). Apalagi dia adalah salah satu perawi hadits ini, tentu seorang perawi lebih tahu terhadap apa yang dia riwayatkan dari pada selainnya, karena dimungkinkan dia mengambil riwayat disertai dengan pemahaman maknanya dari orang yang diambil riwayatnya.

      Apalagi sekelompok ulama dan Fuqaha (para ahli fiqh) Salaf menyepakatinya atas hal itu. Mereka adalah :

      [1]. Ibnu Sirin Ayyub
      Meriwayatkan darinya, bahwa Ibnu Sirin membenci seseorang berkata : “Aku menjual (barang,-pent) kepadamu seharga 10 dinar secara kontan, atau 15 dinar secara tempo” Diriwayatkan oleh Abdur Razzaq di dalam “Al-Mushannaf (VIII/138/14630)” dengan sanad yang shahih darinya (Ibnu Sirin).

      [2]. Thawus
      Dia berkata : “Apabila (penjual,-pent) mengatakan bahwa (barang) itu dengan (harga) sekian dan sekian jika temponya sekian dan sekian, tetapi dengan (harga) sekian jika temponya sekian dan sekian. Lalu terjadi jual beli atas (cara) ini, maka (penjual harus mengambil, -pent) harga yang lebih rendah sampai tempo yang lebih lama.

      Dikeluarkan oleh Abdur Razzaq juga (14631) dengan sanad yang shahih juga. Abdur Razaq juga meriwayatkan (pada no 14626), demikian pula Ibnu Abu Syaibah (VI/120) dari jalan Laits dari Thawus dengannya (perkataan di atas,-pent) secara ringkas, tanpa perkataan : “Lalu terjadi jual beli…” tetapi dengan tambahan (riwayat) : “Kemudian (jika penjualnya, -pent) menjual dengan salah satu dari kedua harga itu sebelum (pembeli, -pent) berpisah dari (penjual), maka tidak mengapa”. Akan tetapi ini tidak shahih dari Thawus, karena :Laits –yaitu Ibnu Abu Salim- telah berubah ingatan (karena tua).

      [3]. Sufyan Ats-Tsauri
      Mengatakan bahwa, jika engkau berkata :

      “Aku menjual kepadamu dengan kontan (seharga) sekian, dan dengan tidak kontan (seharga) sekian dan sekian”, kemudian pembeli membawanya pergi, maka dia berhak memilih di antara dua (harga) penjualan tadi, selama belum terjadi keputusan jual-beli atas salah satu harga. Dan jika telah terjadi jual-beli seperti ini, maka itu adalah dibenci.

      Itulah “dua penjualan di dalam satu penjualan”, dan itu tertolak serta terlarang. Maka jika engkau mendapati barangmu masih utuh, engkau dapat mengambil harga yang paling rendah dan waktu yang lebih lama. Diriwayatkan oleh Abdur Razaq (14632) dari Sufyan Ats-Tsauri.

      [4]. Al-Auza’i
      Riwayatnya secara ringkas senada dengan di atas. Dalam riwayat itu dikisahkan bahwa Al-Auza’i ditanya : “Jika (pembeli,-pent) membawa pergi dagangan itu (berdasarkan jual-beli dengan) dua syarat tadi?”

      Dia (Al-Auza’i) menjawab : “Harga barang itu dengan harga yang terendah dengan tempo yang lebih lama” Al-Khaththabi menyebutkannya (riwayat ini, pent) di dalam “Ma’alimus Sunnah (V/99)”. Kemudian para imam hadits dan lughoh (bahasa Arab) berjalan mengikuti sunnah mereka, diantaranya :

      [5]. Imam An-Nasa’i
      Beliau berkata dibawah bab : Dua penjualan di dalam satu penjualan: “yaitu seseorang berkata : Aku menjual kepadamu barang ini seharga 100 dirham secara kontan, dan seharga 200 dirham secara tidak kontan”.

      Demikian juga An-Nasa’i menerangkan seperti itu pada hadits Ibnu Amr.

      “Artinya : Tidak halal dua persyaratan di dalam satu penjualan”

      Hadits ini ini telah ditakhrih didalam “Al-Irwaa (1305) dan lihatlah “Shahihul Jaami (7520)”.

      [6]. Ibnu Hibban
      Beliau berkata di dalam “Shahihnya (VII/225-Al-Ihsan)” : “Telah disebutkan larangan tentang menjual sesuatu dengan harga 100 dinar secara kredit, dan seharga 90 dinar secara kontan. Beliau menyebutkan hal itu dibawah hadits Abu Hurairah dengan lafazh yang ringkas.

      [7]. Ibnul Atsir
      Di dalam “Gharibul Hadits” dia menyebutkannya di dalam penjelasan dua hadits yang telah diisyaratkan tadi.

      HUKUM JUAL BELI KREDIT
      Sesungguhnya telah disebutkan pendapat-pendapat yang lain mengenai tafsir “dua penjualan” itu, mungkin sebagiannya akan dijelaskan berikut ini. Namun tafsir yang telah lewat di atas adalah yang paling benar dan paling masyhur, dan itu persis dengan apa yang sekarang ini dikenal dengan (istilah) “Jual Beli Kredit”.

      Read more https://aslibumiayu.net/9660-jual-beli-kredit-ada-yang-halal-dan-ada-yang-termasuk-riba-haram.html

  75. bagaimana kalau membeli rumah sama developernya langsung tapi bayarnya nyicil/bulan sampai 10 tahun dan harga sudah disepakati semisalnya harga 400 jt kita bayar dp 100 jt sisanya 300 jt kita cicil selama 10 tahun ,itu termasuk Riba atau tidak ya…syukron atas jawabanya

    Kalau nyicilnya kepada developer, tidak ada denda keterlambatan, tidak ada bunga, maka itu bkn riba,

  76. اسمعلايكم
    Angsuran dengan 2 harga apakah boleh, tapi ada kesepakatan 3 bulan ambil keuntungan 300 dalam 1 juta, jika 6 bulan ambil keuntungan 400 ratus,, dalam perjanjian 3 bulan dan 6 bulan,,, selebih 6 bulan tidak lagi mengambil keuntungan, bagaimana hukumnya

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Itu adalah riba, seharusnya harga cash dan kredit itu sama, tidak ada dua harga dalam satu transaksi,

  77. Assalamualaikum..

    saya bekerja pada sebuah showroom mobil,yg bekerja sma dg leasing,disaat org membeli secara kredit sya dpt bonus dri leasing,apakah bonus yg sya terima itu Riba?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,..
    Dalam hal ini terkena dosa riba,

  78. Assalmualaikum

    1. berarti semua jenis kredit motor atau mobil yg di tawarkan lewat leasing adalah riba ya ? karena sy tadi di dealer di keluarkan brosur ini leasing a , b dan lainnya masing2 beda dp maupun angsuran cicilan.

    2. saya ke showroom motor bekas atau penjual langsung motornya dia jual harga motornya 7juta ke saya tapi saya baru ada uang 4juta, kata si pshowroom motor bekas / penjual ya sudah gpp mas 4 juta sini, sisa 3 jutanya tempo satu bulan ya boleh di bayar tiap minggu 1 juta atau langsung pas kahir bulan 3 juta tanpa ada biaya tambahan. apakah jenis itu riba ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    untuk yang ke 1 itu jelas riba,
    yang ke 2, jika seperti itu, dan cicilannya tidak ada bunga dan denda keterlambatan, maka itu tidak riba

    • satu lagi ya mas

      kalo sistem pegadaian itu gimana ya mas ?
      1. misal kita gadai emas di pegadaian dapat 1.2jt lalu di kasih jangka waktu buat ambil emasnya lagi selama 4 bulan dengan bayar 1.5jt gimana seperti itu ?
      2. pegadian bisa gadai bpkb kendaraan misal dapat 10jt di bayar nanti tempo 10 bulan jadi 12 juta atau merasa berat di cicil tiap bulan 1.2 jt gimana itu ?

      ITU RIBA, gadai itu kan sama dengan HUTANG, hutang 1,5 juta ya waktu mbayar tetap 1,5 juta, jika hutang 10 juta ya waktu mbayar tetap 10 juta

      Jika si pegadai menentukan tambahan ketika membayar hutang, maka itulah RIBA,

  79. Bagaimana hukumnya transaksi yang saya lakukan ini???
    saya mengkreditkan handphone tetapi saya belum memiliki barang yang saya jual.
    jadi pembeli memesan handphone tipe A,,,,
    harga hp tersebut 1juta lalu saya kreditkan jadi 1.200.000 @240.000 5x,,,,
    bila mana pembeli setuju baru saya belikan ke toko.
    oh ya disini tidak ada denda jika pembeli terlambat bayar cicilan

    Transaksi jual beli seperti itu TERLARANG, yaitu anda menjual barang yang belum anda miliki,. bukan masalah nyicilnya tanpa denda,
    Seharusnya jika anda mau, seperti ini teknisnya :
    Ada pembeli yang ingin memesan hape tipe A , lalu si pembeli nanya ke anda memastikan ingin membeli hape tipe A, lalu anda menjawab, ya saya cek dulu,. jadi belum transaksi, lalu anda beli hape tipe A , dan berkata kepada si pembeli, ada, hape tipe A , harganya misalkan anda jual seperti di atas, 1,2 juta, padahal anda belinya 1 juta,. nah ini baru boleh, karena anda menjual hape yang sudah jadi milik anda, dan si pembeli pun tidak terikat, wajib beli Hape tsb, karena memang belum ada transaksi,

    Kalau mau, anda kerjasama saja dengan toko Hape, jadi anda menjadi wakil atau reseller si toko Hape, jadi anda tidak perlu membeli dahulu, cukup anda membuat perjanjian dengan toko hape, bahwa anda ingin menjualkan hape toko tersebut, dan harga jual anda pun wajib seijin si toko hape, contoh misalkan harga hape di toko itu 1 jt, lalu anda jual 1,2 jt ke si pembeli, dan si pembeli bisa langsung transaksi dengn anda, walaupun barang masih di toko,

    Misal teknisnya seperti ini:
    Si pembeli ingin beli hape tipe A pada anda, lalu anda menghubungi toko, mengecek ada stoknya atau tidak, jika ada, maka anda bisa berkata pada si pembeli, ada barangnya, harga 1,2 jt, jika mau si pembeli wajib bayar saat itu juga, jika nyicil berarti dia bayar DP dulu sebagai tanda jadi, lalu anda ke toko membeli hape A tsb seharga 1 jt, dan memberikannya kepada si pembeli

    • Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

      Pak admin, bagaimana jika Bank Syariah menerapkan cara penjualan seperti penjualan HP di atas.
      Bank Syariah bekerjasama dengan pengembang/dealer sebagai reseller.
      Jika memang bisa diterapkan, paling tidak teman-teman di Bank Syariah dapat merubah SOP pemberian pembiayaan menjadi sesuai syariah.
      Karena jika Bank harus membeli terlebih dahulu rumah/kendaraan, yg saya ketahui tidak diperkenankan.

      Syukron atas jawabannya.

      Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
      Masalahnya praktek bank syariah sepertinya belum ada yang seperti itu,.
      Mereka tidak mau membeli rumah itu dulu, lalu dijual kepada nasabah,.

      Jadi praktek mereka masih kredit segitiga

      Dan karena menginduknya pada bank indonesia, maka bank tidak boleh melakukan transaksi seperti itu,.

    • Permasalahannya saya beli handphone nya bukan hanya di toko/konter tetapi beli juga di online shop….

      kebanyakan pihak toko/online shop tidak mahu menahu yg penting barang mereka laku,system saya dengan pihak toko/online shop jual beli putus,,,

      jadi saya sebagai pembeli biasa…alasan saya tidak membeli barang terlebih dahulu karena belum tentu barang tersebut dibutuhkan sama calon pembeli saya,,,

      jadi saya membelikan apa yg mau dipesan oleh calon pembeli dan saya terhindar dari kerugian,,,

      bukannya proses harga yg saya tawarkan sebelum barang saya beli itu termasuk akad,,,,

      jadi biar sama2 enak antara saya dan calon pembeli

      Nah, yg jadi terlarang jual belinya anda melakukan akad atau transaksi barang, sementara barang belum anda miliki, ini termasuk jual beli yg terlarang,

    • Menurut saya ini bukan kredit segitiga….

      karena saya yg beli barang nya dan pembeli membayar angsuran nya ke saya langsung,cuma bedanya saya memberikan harga kredit terlebih dahulu sebelum saya beli barang nya yg bertujuan apakah pembeli setuju atau tidak.

      Nah, disini masalahnya, anda sdh akad harga, sementara hape belum anda beli,ini rusak akad jual belinya,
      Seharusnya anda beli dulu hapenya, baru transaksi, bkn transaksi duluan, deal harga baru anda beli barangnya,ini jual beli yg terlarang, menjual barang yg belum anda miliki

      Klo anda berkata pembeli tidak boleh terikat/tidak harus membeli barang tersebut,,,bagaimana dengan contoh kasus seperti ini:

      Misal:saya dan pembeli beli handphone berdua bareng di toko,kemudian saya keluar dari toko tersebut untuk membuat akad baru,,,

      bagaimana klo pembeli tidak mau/setuju dengan harga kredit yg saya berikan di akad baru tersebut,sampe2 pembeli tidak jadi beli handphone tersebut klo harga kredit nya tidak sesuai yg diminta pembeli,,,,

      disini saya sebagai penjual mengalami kerugian karena barang yg sudah saya beli tidak jadi dibeli…

      Tidak ada ruginya mas, hanya berubah bentuk saja, tadinya berupa uang,sekarang menjadi barang,

      Namanya jualan, pembeli memiliki kebebasan mau beli atau membatalkan, tidak ada paksaan,

      Makanya yg paling aman, anda sebagai wakil si toko saja,

      Jika ada pembeli maka si pembeli wajib bayar di muka, sebagai tanda jadi beli, setelah sebelumnya anda memastikan dulu pada toko tentang ketersediaan stoknya,juga harganya,jadi tidak ada resiko si pembeli membatalkan,

  80. Motor saya hasil dari pekerjaan riba.bolehkah motor itu sya pakai untuk berdagang keliling?

    Maksudnya dibeli dengan cara riba, atau profesi anda di tempat riba seperti bank ribawi?

    • Iya pak sya krja ditempat riba.hasil kerja sya ada 1 buah motor.motor ini sya kredit selama saya bkrja.
      Apakah motor ini status haram jika saya pakai untuk pekerjaan yg halal?

      Setelah bertaubat, keluar dari tempat riba tersebut, harta yang didapatkan dari profesi tersebut tidak otomatis menjadi harta haram, tetap halal, boleh digunakan,. jadi gunakan saja motor tersebut,
      Jadi segera keluar dari pekerjaan ribawi / haram tersebut,

  81. Pak saya ini sdh lama krja dkoprasi.
    Hasil dari pekerjaan saya salah satunya ada 1 buah motor.
    Sya berencana motor ini akan saya pakai untuk berdagang keliling.
    Apakah motor ini akan jadi halal klu saya sdh bertobat dari pekerjaan haram.
    Trimah kasih pak.sya tggu jawabannya.penting buat sya .

    Jika sudah bertaubat, harta yang didapat sebelumnya maka menjadi HALAL

  82. Iya pak motor sya itu saya kredit dengan uang dari pekerjaan saya.saya bekerja di koprasi yg saya sdh tau koprasi ini memang haram

    Setelah taubat dari pekerjaan tersebut, maka motor tsb boleh digunakan,.

  83. Saya meminjam uang di koperasi 20jt..
    Saya mengembalikannya sesuai perjanjian 2,2jt/bln selama 10 bln..
    Apakah itu termasuk riba..??

    Kelebihannya itu riba,

    • Saya ni sedang investasi di reksadana saham syari’ah melalui salah satu bank swasta..
      Apakah itu termasuk riba jg ???
      Soalnya pas 10 thn kemuadian uang sya bertambah.. lebih dr modal yg saya tanam.

      Seperti apa sistemnya,.
      Silahkan jelaskan,.

      akadnya seperti apa,. jangan tertipu dengan embel-embel syariah,. kadang itu cuma nama saja,. prakteknya tetap saja riba

  84. maaf..
    pertanyaan yg diatas mengenai jual sprei beli harga 100rb.
    dijual angsur 20rbx10. lha kan jd 200rb.
    selisih harga cash dan kredit kq bukan riba?? mohon pencerahannya.
    oh iya. jika misal kita angsur kursi/elektronik dgn hrg yg sdh ditetapkan pengkredit termasuk ribakah??

    Oh ibu salah memahami,.
    Misal ibu belanja sprei harga beli ibu kan 100 ribu,
    Lalu ibu jualan sprei tersebut seharga 200 ribu, kan nyari untung,.

    Nah, yang masalah adalah misalkan ibu menawarkan sprei itu seperti ini, cash 150 ribu, kalau kredit 200 ribu, jadi ada dua harga di sini, nah harga yang lebih mahal, itu adlah riba,

    seharusnya mau cash atau kredit, ya tetap satu harga, misal cash 200 ribu, kredit juga 200 ribu,

    Begitu maksudnya,.

    nah ini bisa di umpamakan dengan komoditas lainnya juga, seperti barang elektronik, tidak boleh ada dua harga dalam satu transaksi, jika cash sekian, kredit sekian,. harusnya harga cash dan kredit tetap sama

  85. saya hutang di kantor 10 juta infaqnya buat kantor 1juta sudah ditentukan diawal oleh kantor.
    saya bayar menyicil selama 22 bulan total 11jt lunas.
    apakah saya terkena dosa riba.
    kalau sudah terlanjur dan cicilan saya tinggal 10 bulan bagai mana tindakan saya

    kalau yang menentukan kantor, ditentukan di awal, dan infak itu kaitannya dengan hutang, maka itu RIBA,.
    jika sudah terlanjur, ya bertaubat, segera percepat pelunasannya, jika masih ada uangnya, kembalikan secepatnya, lunasi secepatnya

  86. Assalamuslaikum
    Misal, si A beli barang harga 10.000 jual ke B dgn harga kredit 15.000 itu termasuk riba bukan yyah.
    Mksih

    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    tidak riba, asal transaksinya bukan dua akad, misal jika cash 12.000, jika kredit 15.000,.
    Jika terjadi transaksi yang kredit 15.000 maka itu RIBA

    Jadi baik harga cash atau kredit harganya tetap SAMA, bukan dua harga

  87. Ada orang yang menggadaikan kebun jeruk nya senilai 40 jt.
    Si penggadai memohon untuk tetap mengurus kebun tersebut.

    Apabila kebun tersebut berbuah dan hasil penjualan akan di bagi dua dengan si penerima gadai.

    Bagi hasil ini akan berlanjut selama uang 40 jt blm di lunasi oleh penggadai.

    Apakah bagi hasil ni disebut riba juga.

    Itu RIBA..
    Seharusnya yang dipegang oleh pemberi gadai itu surat tanahnya saja, sebagai jaminan,..

    Dan tidak boleh si pemberi gadai diberi hasil dari kebun tersebut, walaupun diberi 1kg jeruk hasil kebun tersebut, itupun tidak boleh, apalagi diberi keuntungan dari hasil kebun tersebut,..

    Jika sudah terjadi, bertaubatlah,

    Gadai itu sama dengan hutang, bedanya ada jaminannya saja,

    Jadi jika pinjam 40 juta, melunasinya juga 40 juta,

    Gadai itu ada jangka waktunya, jika sdh jatuh tempo, maka yg berhutang wajib melunasi utangnya,. Jika tidak ada uang, maka kebun tersebut dijual, dan ambil senilai 40juta saja, jika ada sisa dari nilai jual kebun tersebut, maka dikembalikan kepada yg berhutang tsb

    • Dalam penggadaian ini tidak ada batas waktu yang di tentukan kapan akan mengembalikan, Baik oleh si penggadai ataupun si penerima gadai.

      Selama penggadaian hasil kebun sudah 1 kali berbagi.

      Itu akad pegadaian yang RUSAK, wajib ditentukan waktunya,.

      Karena di wilayah kami kalo kebun digadai . Sipemilik sudah melepaskan kebun tersebut kr penerima gadai
      Dan hasil kebunnya diambil sepenuhnya oleh si penerima gadai.

      Karena dlm kasus ini si penggadai memohon utk mengurus kebun itu, maka si penerima gadai memberi kesempatan.
      Dan si penggadai meminta upah berupa bagi hasil.
      Apakah berbeda jika tidak ada batas waktu yg ditentukan dengan ada kesepakatan waktu pengembalian

      Nah , itulah RIBA nya, ketika si penggadai mendapatkan manfaat dari kebun tersebut,.itu adalah RIBA,
      Saya sudah posting hal tersebut di sini

    • Dan dlm hal ini si prnggadai tidak mau menjual kebun tersebut.
      Terima kasih

      Makanya tentukan waktu jatuh tempo, ditulis , sebab wajib hukumnya orang yang berhutang dan menghutangi itu menulis atau mencatatnya,
      Sehingga ketika sudah jatuh tempo, dan belum bisa melunasi, maka si penggadai bisa menjual barang gadaian tersebut, lalu ambil senilai hutangnya saja, lalu sisanya kembalikan kepada pemilik kebun

  88. jazakallah atas penjelasannya, semoga Allah memberi kemudahan agar kami bisa segera melunasi dan menerima tobat hamba.

    Aamiin..
    Jazakumullahu khairan

  89. apakah boleh kita menjual barang secara kredit dengan pilihan waktu dan harga,

    misalnya kalau tiga bulan angsuran perbulannya 500 ribu, kalau enam bulan angsuran perbulannya 400 ribu..

    Kalau harganya tetap sama, maka boleh,
    Tapi jika harganya berbeda, maka itu RIBA, harusnya mau diangsur tiga bulan atau enam bulan, totalnya tetap sama,
    Misal kreditnya 3 juta, jika diangsur tiga bulan maka bayarnya 1jt per bulan, jika 6 bulan bayarnya 500rb per bulan,

  90. assalamualaikum
    saya mao nanyak
    kalau hukum dari penjualan pupuk dengan sistem pembayaran tangguh (pembayaran dilakukan setelah panen) itu bagaimana hukumnyaa ??

    contoh dirumah saya yang terjadi begini”harga pupuk jika pembayarannya dilakukan secara kontan hargaya adalah 125.000 sedangkan jika pembeli melakukan pembayaran dengan sistem tangguh (pembayarannya dilakukan setelah panen)harganya naik menjadi 135.000 itu bagaimana hukumnya ??

    melihat dari perekonomian didaerah saya yang rata rata menengah ke bawah

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,

    Tidak mengapa jika harganya tetap sama, yaitu harga cash dan tangguh tetap sama,
    Tidak dua harga, jika dua harga maka jika si penjual mengambil harga yang lebih besar maka itu RIBA,

  91. Assalamu’alaikum,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    ana mau tanya beberapa hal
    Mohon dijawab di email ana aja
    1. Siapa saja yang tidak meyakini bahwa ”ALLAH istiwa di atas arsy, maka dia keluar dari islam” dan ditempat baru ana ini mereka semua mengatakan ALLAH di hati, ALLAH dimana-mana, qolbu mukmin baitullah dan macam hal lain..
    ana orang yg baru mengenal manhaj salaf, ana hanya pencari ilmu. Ana tidak mau berbicara dengan mereka, takut mereka mendebat karena ilmu ana dangkal.
    Pertanyaan:
    salahkah ana tidak shalat berjamaah bersama mereka..?
    Namun pada hari jum’at keadaan darurat, mau tidak mau ana tetap ke masjid!

    Betul, siapa yang mengingkari Allah ada di atas arsy maka dia kafir,
    Tapi perlu diingat, itu hanya kaidah, tidak boleh diterapkan ke person, karena kebanyakan orang yang mengatakan Allah ada di mana-mana itu hanya ikut-ikutan saja, atau masih ada syubhat, akibat kebodohan dia,.

    Demikian pula tokoh yang mengatakan, itu juga karena masih ada syubhat di kepalanya,. jadi tidak dikafirkan
    Jadi boleh saja shalat di belakangnya,.
    Pembahasan tentang siapa yang mengingkari Allah ada di atas itu kafir bisa dibaca di sini

    2. Ana berhenti dari perbankan konvensional, Namun ana sudah dapat asset dan dikelola mertua.
    lalu hijrah anak, istri ana bawa dengan menjadi buruh dan buka warung di perkebunan dengan hasil yang cukup untuk hidup sehari hari ditambah pemberian mertua.
    Ditengah perjalanan orang tua ana butuh dana mendesak dalam jumlah besar, asset mau dijual, gimana dengan mertua.
    Tidak ada tindakan kasihan orang tua ana. Akhirnya istri ana putuskan untuk di leasing, ana udah g bs bicara banyak, hingga akhirnya orang tua ana tidak lagi sanggup membayar angsuran, kembalilah kewajiban itu kepada ana.
    Selama ini ana terus mengingatkan istri ana untuk menjauhkan diri dari dosa, hutang dan riba.
    Pertanyaan
    apakah ana masih menanggung dosa RIBA?

    Aset setelah anda taubat dari riba, itu halal, boleh dijual, dan tidak ada kewajiban anda menanggung hutang mertua, bahkan mertua sebenarnya tidak berhak terhadap harta anda, justru anda yang berhak,
    Jadi anda tidak menanggung dosa riba, dan sebaiknya jika ingin membantu beban mertua, jual saja aset tersebut, dan jangan biarkan mertua berkecimpung dalam riba

    3. Ana tidak pernah memenuhi undangan dari tetangga, seperti yasinan malam jum’at, acara 1 syuro, ruwahan, dsb resepsi pernikahan dan khitanan (“wajib” memberi amplop), sehingga ana pernah digelari wahabi oleh buruh lain.
    Pertanyaan: bagaimana ana harus bersikap sebaiknya?, karena ketika ana jelaskan kenapa ana Tidak hadir ana malah dicemooh.

    Sikapi dengan akhlak yang baik saja,.
    Anda bisa sering kasih hadiah, berbuat baik, tebarkan salam, peduli terhadap tetangga,.. pokoknya berakhlak baik,. jiwa sosialnya tinggi, niatkan hanya untuk mengharap ridha Allah, bukan ridha manusia

    Untuk sementara itu dulu..
    Jazakallah khair

    Jazakallahu khairan

  92. Asslamu’alaikum..
    Ada TEMAN saya yg mau jual rumah seharga 40jt..
    Jika saya bisa menjual rumah tersebut.. kesepakatannya (perjanjiannya) adalah saya mendapat 5% dari teman saya itu (penjual).. 5%×40jt = 2jt
    Apakah itu termasuk riba..??
    Dan apakah teman saya (penjual) berkewajiban memberikan uang 2jt tersebut ke saya sesuai penjanjian..??

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Itu komisi namanya, bukan riba, boleh saja,
    Dan jika anda berhasil menjualkan, maka si penjual WAJIB memberikan kepada anda senilai perjanjian tersebut,

  93. Asslmlkm…
    alhamdulillah dikantor kami tdk ada lagi karyawan yg hutang membayar infaqnya 10% misal 10jt menjadi 11jt, tapi diberi kebebasan beinfaq semampunya, dan itu sudah disampaikan diawal ketika mau transaksi hutang.
    apakah itu juga termasuk riba,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Jika itu menjadi syarat ketika mau hutang, ya itu riba,.
    Namanya infak ya terserah, ga ada hubungannya dengan hutang atau tidak,.

  94. saya mengkreditkan barang dengan 1 pilihan/kredit saja, tidak menerima cash.

    saya mengambil untung 30%, saya kasih tempo 6 bulan, dan tidak ada pungutan denda bilamana ada keterlamabatan pembayaran.

    yg saya tanyakan apakah calon pembeli harus tau dulu harga awal barang sebelum saya mengambil untung (30%) tersebut?

    dan apa saya juga harus kasih tau saya mengambil untung 30% tersebut?
    mohon tanggapannya saya masih bingung dengan ini,,,

    Tidak perlu dikasih tahu, ga ada kewajiban memberi tahu, walaupun diberitahu juga tidak mengapa,

    Terima cash juga tidak mengapa, baik cash atau kredit harga sama, ambil keuntungan 30%, tdk masalah

  95. Assalamu’alaikum.

    Saya bekerja di developer perumahan yang bekerja sama dgn bank syariah sebagai pembiaya kredit perumahan/kpr.

    Apakah haram hukumnya bekerja disana?.

    Dan jika saya berhasil memasarkan atau mendapat pembeli rumah maka saya diberi fee sekian juta per rumah. Apakah haram fee tersebut?

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah

    Tolong jelaskan teknis transaksinya, dari awal pembeli datang hingga transaksi,

  96. Teknisnya sama dgn membeli rumah pada umumnya mas.

    Membayar adm dan dp dan melengkapi persyaratannya.

    Setelah persyaratan lengkap lalu berkas persyaratan diberi ke bank oleh pihak developer lalu diwawancara oleh pihak bank untuk menilai kesanggupannya dalam membayar kredit.

    Setelah pihak bank menyetujui kreditnya, dan barulah terjadi akad. Setelah terjadi akad, bank memberikan dana cash seharga rumah tsb kepada pihak developer perumahan.

    Setelah terjadi akad, konsumen sudah mulai membayar angsuran sesuai angsuran dan jangka waktu yg telah disepakati.

    Namun akad yg terjadi adalah akad jual beli, sedangkan pihak bank tidak memiliki rumah tersebut dan hanya berperan sebagai pembiaya.

    Apakah halal bekerja di developer tersebut? Trus bagaimana dengan fee menjual rumahnya bagi marketing?

    Nah, itu kredit segitiga namanya,..
    Itu Riba,..
    Jika developer seperti ituvtransaksinya, lebih baik tidak usah bekerja di tempat tersebut, cari pekerjaan lain saja,..

    Itu termasuk tolong menolong dalam riba,

    Minimalnya banyak harta syubhat, tercampur hartanya, fee yang anda dapatkanpun menjadi syubhat, bahkan sangat besar kemungkinan ada harta riba yang ikut termakan, karena anda menjadi saksi transaksi riba tersebut, dan dosanya sama dengan pelaku riba

    Sama kasusnya dg jual motor melalui leasing, jadi itu adalahvkresit segitiga, termasuk riba, baca di sini

  97. Developer di tempat saya bekerja tersebut bekerja sama dgn bank btn syariah.

    Walaupun bank syariah berarti lebih baik resign saja?

    Berarti yang bekerja di dealer motor juga begitu dong Karna hampir semuanya seperti itu.

    Dan belum ada developer perumahan yg tanpa bank bekerja samanya setau saya.

    Nah, di situlah musibahnya..
    Praktek riba sudah merebak..
    Bahkan di bank syariah sekalipun, prakteknya tidak bebas riba, hanya nama ada embel-embel syariah saja,.

    Salah satu dampak riba, kemacetan di jalan raya, silahkan baca di sini

    Bank syariah hanya embel-embel nama saja, silahkan baca postingannya di sini

  98. Harusnya ada dakwah dari ustadz2. Orang awam tak akan tahu dengan masalah ini.

    Selama ini hanya berfokus pada larangan bekerja di bank, leasing dan asuransi.

    Nyatanya di dealer ataupun developer juga terkena riba karna dealer-dealer umumnya bekerja sama dgn pihak ketiga sebagai pembiaya

    Alhamdulillah, semakin banyak masyarakat yang menyadarinya,..

    Dakwah ke masyarakat semakin gencar koq,dan prioritas adalah dakwah tauhid, dakwah kepada akidah yang benar.

    Sebab jika akidah dan tauhid sudah benar, maka mudah sekali untuk meninggalkan riba,

  99. Bismillah
    admin yang benar sbenarnya mana?
    1. mengkreditkan barang harga 100 dibayar kredit 2x jadi 150 kalau telat ga ada denda. ini riba apa bukan?

    2. kalau menjual barang tunai harga 100 kalau menjual kredit jadi 150 kalu tlat ga ada denda. ini riba atau bukan?

    dan apa penyebab riba yang membedakan pada jual beli tunai dengan kredit? harus samakah harga tunai dg kredit? lalu jika menjual scr kredit lebih tinggi apa itu riba? (nb: tidak ada denda keterlambatan)
    mhn penjelasanya jazakallahkhair

    Yang menjadi RIBA itu jika penjual menawarkan dua akad, jika tunai 100, kalau kredit 150, lalu si penjual menetapkan harga yang lebih tinggi yaitu kredit 150, ini RIBA,

    Seharusnya baik cash atau kredit harganya SAMA, dan kalau terlambat tidak ada denda

  100. Assalamualaikum
    Saya sudah tau kalo kredit mtor saya termasuk riba
    Ada pihak ketiga sebg tempt membyr cicilan dan ada denda
    Tapi orangtua saya berdalih itu bukan riba ,bhkan ada dukungan dari sebagian ustadz dsini juga menghalalkan ini ,saya harus bagaimana ?

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Riba itu patokannya dalil, bukan kata orangtua atau kata ustadz,
    Jelas yang anda paparkan di atas itu termasuk riba,

  101. saya mendapat penawaran utk investasi di sebuah Rumah sakit dengan sistem seperti ini:

    Penawaran Bisnis dan Investasi di RS xxx
    SISTEM INVESTASI YANG KAMI TAWARKAN :
    —- Sistem Investasi yang ditawarkan merupakan Investasi Terbatas Berjangka Waktu dengan menganut Sistem Bagi Hasil.
    Ketentuan

    1. Jumlah Dana Investasi :Rp. 50.000.000,- s.d Rp. 500.000.000,-

    2. Jangka Waktu Investasi : 12 Bulan s.d 24 Bulan

    Bagi Hasil
    1. Besaran Bagi Hasil : 1 % per (Rp. 100.000.000,- Dana Investasi) dari PENDAPATAN

    2. Pembayaran Bagi Hasil : Tanggal 20 setiap bulannya

    3. Bagi Hasil Dihitung Dari Total Pendapatan Perusahaan setiap bulannya.

    Akhir Masa Investasi
    1. 100 % dana investasi akan dikembalikan oleh RS xxx
    2. Perjanjian Dapat Diperpanjang Sesuai dengan Kesepakatan

    Ilustrasi
    1. Jumlah Dana Investasi : Rp. 100.000.000,-
    2. Bagi Hasil Keuntungan : 1 % dari pendapatan
    3. Masa Waktu Investasi : 12 Bulan
    4. Rata-rata Pendapatan RS xxx : Rp.200.000.000 sd Rp 500.000.000,- / Bulan
    5. Jumlah Bagi Hasil Yang Diterima : Rp. 2.000.000,- / Bulan (Pendapatan Rp 200 jt/bulan)
    6. Total Bagi Hasil Yang Diterima : Rp. 24.000.000,-/ 12 Bulan
    7. Akhir Masa Investasi, dana Investasi dikembalikan sebesar 100%.

    Keuntungan Investasi Di RSxxx
    1. Aman (Investasi di usaha yang Ril)
    2. Dana Kembali 100% Pada Masa Investasi
    3. Menawarkan Bagi Hasil Yang Jauh Lebih Besar Daripada Deposito Bank
    4. Investor Bebas dari Kemungkinan Kerugian
    5. Investor dapat Melakukan Kontroling terhadap laporan Keuangan bulanan

    Apakah investasi seperti diatas termasuk riba?

    Harusnya diperbaiki akadnya :
    Bagi hasil itu 1% dari KEUNTUNGAN RUMAH SAKIT, itu jika mendapat keuntungan,
    Demikian pula jika pesantren mengalami kerugian, maka si investor juga menanggung 1% kerugian, jadi GA BENAR jika investor dalam kondisi UNTUNG terus tapi tidak menanggung kerugian,

    Namanya Usaha itu bisa untung, bisa rugi

    Dan investasi bisa kembali, bisa tidak,

    Investasi itu bukan PINJAMAN modal, jika itu seperti pinjaman, maka yang 1 persen itu bisa menjadi riba,apalagi jika dihitung dari pendapatan rumah sakit , bukan dari keuntungan rumah sakit

    Jadi, akad di atas masih harus dibenahi..

    Poin 1,2,3,dan 4 itu dibenahi, ga bener, bahkan itu bisa lebih parah dari deposito,jika sistemnya seperti di atas

    Investasi usaha bisnis itu bisa untung dan bisa rugi,

    Jika ada penawaran investasi bisnis dengan iming-iming pasti untung,aman, dan tidak pernah rugi, maka ga usah investasi di usaha yang seperti itu,

  102. Assalamualaikum…
    walau ada penawaran cash sekian atau kredit sekian.. kan itu pilihan awal sebelum ada akad…
    sedangkan ketika akad yang di pakai kan hanya 1
    tetap 1 harga yang di pakai
    syukron

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,

    Iya, kalau si penjual milihnya yang kredit dan lebih mahal, maka itu RIBA,
    Jika si penjual milih cash dan lebih murah, maka tidak RIBA,

    Afwan

  103. Assalamu’alaykum
    Sy ada 2 pertanyaan:
    1. Apakah bekerja d perusahaan asuransi termasuk riba?
    2. Kalau sy mau jual rumah lalu pembeli rumah tsb membeli rumah sy melalui kpr bank,apakah sy terkena imbas riba tsb?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    1. Termasuk makan riba, lebih baik keluar dari tempat tersebut
    2. Termasuk tolong menolong dalam riba,

  104. tambahan lagi, saya jualan mobil ( punya dealer sendiri ), saat ada konsumen datang , mereka bebas beli cash /credit. tapi saat mereka pilih credit pastinya membutuhkan bantuan leasing.

    harga jual yg saya berikan baik cash / credit via leasing sama tidak ada kenaikan. tapi kalo customer bayar ke leasing itu ada kenaikan harga ( riba ) tentunya..

    apakah saya termasuk terlibat riba sebagai penjual?

    Sekedar mengomentari salah satu jawaban anda diatas, yg menyatakan Astra tidak RIba :
    saya mantan orang Astra, Astra itu ada perusahaan Bank (permata ), leasing (FIF), dealership kendaraan dll yang jelas terkait riba.
    dan Astra International adalah Holding company yg menerima “upeti” dari anak2 perusahaan nya diatas. jadi sumbernya dari riba juga.

    terimakasih.

    Ketika terjadi transaksi kredit yg melibatkan pihak leasing, maka disitulah bentuk tolong menolong dalam maksiat, yaitu RIBA, maka jangan lakukan, harga cash dan kredit hendaknya Sama saja, tdk berbeda

  105. Assalamu’alaikum, Bapak..
    Bagaimana jika saya berhutang kepada saudara saya misalnya 3 juta rupiah. Setelah uang saya terima, saya gunakan untuk membeli gadget. Saya mengembalikan uang tersebut dengan cara mengangsur tanpa bunga sama sekali. Apakah transaksi tersebut termasuk kredit segitiga? Terima kasih.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Tidak, jika mengangsurnya tetap totalnya 3 juta rupiah, maka tidak apa2, tidak ada riba

  106. Assalamu’alaikum warahmatullah, Mas..
    Suatu hari saya pinjam uang kepada teman, ternyata uang yang dipinjamkan kepada saya adalah uang hasil bunga deposito. Bagaimana jadinya?halal atau haram kah jika saya menggunakannya?
    Terima kasih, Mas.

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,

    Halal bagi anda, haram bagi dia

  107. Orang tua saya meminjam uang ke bank tanpa sepengetahuan anak2nya, dan ternyata untuk angsurannya dibebankan kepada anak2nya termasuk sy, apakah sy ikut dosa riba?

    Tidak berdosa bagi si anak, justru bantu orangtua agar segera terlepas dari riba, dan nasehati ortu dgn cara lemah lembut, dan perhatikan kebutuhan ortu, kenapa ortu sampai meminjam di bank, apakah sang anak tidak memperhatikan ortunya?

  108. Assalamu’alaikum,
    Saya pernah meminjamkan uang kepada teman.

    Bertahun-tahun kalau saya hubungi dia melalui telepon maupun sms untuk menagih karena saya waktu itu juga membutuhkan uang, dia tidak pernah merespon. Saya jadi kesal.

    Kemudian ada kesempatan bisa berbicara dengannya saya bilang kalau hutangnya harus diselesaikan, dan karena lama mengembalikan saya minta dia mengembalikan uang senilai dengan nilai konversi emas.

    Misalnya dia hutang 1 juta pada waktu bisa dapat emas 2 gram, maka saya mau hutangnya dibayar seharga 2 gram pada masa ini.

    teman saya setuju dan mengembalikan uangnya.

    namun kemudian beberapa waktu kemudian saya baru tahu kalau itu riba dan dosanya sangat besar.

    saya sampaikan padanya saya ingin mengembalikan uang sisa yang memang haknya, tapi dia menolak.

    katanya sudah ikhlas. saya beberapa kali menghubungi dia, dia tetap bilang sudah ikhlas.

    saya bilang bagaimana jika saya menyumbangkan dengan atas nama teman saya itu, tapi dia tidak menjawab.

    jadi akhirnya saya sumbangkan uang itu dengan niat dalam hati mengatasnamakan teman saya itu. menurut anda bagaimana,mas?

    apakah saya tetap harus mengembalikan uang itu ke teman saya?

    padahal teman saya sekarang ada di luar negeri.bagaimana caranya bertobat yg benar dari dosa riba? terima kasih.

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah

    Ya, itu adalah RIBA, karena hutang uang maka dibayar uang, hutang emas dibayar emas, atau kalau hutang emas bisa dibayar uang sesuai harga emas saat ini,

    Jadi anda wajib bertaubat dari riba yg telah dilakukan,.

    Cara taubat dari riba ada 3 :
    1. Menyesalinya
    2. Meninggalkan perbuatan tsb
    3. Bertekad kuat untuk tidak kembali melakukan perbuatan itu lagi,

    Berkaitan dengan hak orang lain, maka kembalikan harta milik orang lain tersebut,

    Jadi sisa uangnya itu dikembalikan saja, bisa anda transfer atau paketkan, disertai permintaan maaf,

  109. Assalamu’alaikum wr wb

    Saya ingin bertanya apabila saya membuka usaha kecil kecilan tetang kreditan hp
    Saya mempunyai kartu kredit insya allah saya bisa melunasinya sebelum jatuh tempo jd otomatis tidak kena bunga

    saya menyebarkan promosi tentang cicilan hp tanpa biaya admin pembeli tersebut menghubungi saya dan mau mencicil hp terswbut kepada saya
    Contoh ( pembeli ingin hp samsung J5 2016 yg harganya Rp 3.000.000 saya lansung ke tokoh membeli hp tersebut dengan mengunakan kartu kredit dengan cicilan selama 6 bulan, otomatis tagihan saya perbulan hanya Rp 500.000 saja selama 6 bulan tapi saya menjualx kepada si pembeli dengan harga cicilan Rp 575.000 perbulan selama 6 bulan juga )
    Apakah hal tersebut termaksud riba ?
    Saya belum menjalani usaha ini karna saya takut jatuhnya nanti riba
    Saya sudah berusaha mencari tahu ada yg bilang boleh ada pula yang bilang harus dengan harga yg sama saja

    Jika saya mencicilkan ke si pembeli tersebut dengan harga yang sama otomatis itu tidak di namakan dengan usaha karna tidak ada pendapatan dalam hal tersebut
    Mohon bantuannya
    Terima kasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Jatuhnya itu RIBA, karena hakekatnya bukan adalah si pembeli itu bukan beli barang kepada anda, tapi karena tidak punya uang, lalu membantu membeli HAPE, lalu dibeli oleh si pembeli, dan si pembeli mencicil kepada anda dengan nominal lebih dari 3 juta

    Berbeda halnya jika anda itu menjadi wakil si tokoh hape,
    Kalau seperti di atas, anda bukan penjual, karena tidak memiliki hape tersebut,.

  110. Assalamua’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh

    Saya membeli HP dipasaran dengan harga 1,5 juta
    Saya jual kembali dengan cara kredit dengan harga 2 juta dalam tempo 10 bulan…
    apakah itu riba ? mohon pencerahannya …sukron

    Wa’alaikumussalamwarahmatullahi wabarakatuh,

    Tidak riba, kecuali jika anda memberikan opsi, kredit 2jt, cash 1,8 jt, lalu si pembeli memilih kredit, nah ini RIBA

    Afwan..

  111. Assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh
    Saya dan 2 anak lelaki saya ikut asuransi (saya asuransi kesehatan, 2 anak saya asuransi pendidikan). Yang dibayarkan tetap setiap bulannya. Dan bisa cuti apabila blm mampu melanjutkan pembayaran.
    Pembayaran ini jika lancar setiap bulannya akan berakhir setelah 10thn.dan uang akan dapat diambil. Apabila blm 10thn diambil maka akad pengembaliannya melihat dari keuntungan dan kerugian dari dana yg kami tabungkan. Karena dari penjelasan agent nya bahwa uwang yg kami setor itu di buat usaha istilahnya diolah oleh nereka dengan bekerjasama dengan perusahaan / rekan bisnis dari pihak asuransi tersebut
    Selama kami mengikuti program asuransi ini, diberi jaminan kesehatan(biaya berobat jika sakit)
    Yang ingin saya tanyakan apakah termasuk riba, karena dari sini kami mendapat manfaat jaminan kesehatan tapi yang kami setelah 10 thn akan kembali dengan perhitungan untung rugi. Atau melihat harga asset mereka.
    Terima kasih.
    Saya masih ragu meskipun yang punya saya disebutkan syariah.
    Saya menunggu penjelasannya terima kasih
    Bantu saya dan kluarga menjadi taubaters

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Tidak ada ASURANSI SYARIAH di indonesia, bertaubat saja, tidak usah ikut asuransi, walaupun ada embel-embel syariah, silahkan baca postingannya di sini

  112. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya mau nanya bolehkah kita bekerja di perusahaan jual beli kredit,

    yang memberlakukan sistem denda pada konsumennya apabila terjadi keterlambatan pembayaran,,

    kemudian kita bekerja sebagai marketing,admin dll, di tempat tsb,,dan perusahaan tersebut itu juga bekerja sama dengan leasing,, apakah gaji kita bekerja di tempat tersebut statusnya halal atau haram,,? Mohon pencerahannya,,?

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah

    Lebih baik jangan bekerja di tempat tersebut,

    Menjauhi syubhat itu lebih baik,

    • terima kasih atas pencerahannya,,tapi klo perusahaan itu tidak bekerja sama dengan lemb pembiayaan,,seperti colombus, colombia, tapi dalam transaksi jual belinya diberlakukan denda,, gimana gajinya, halal atau haram,,,saya bingung ,maaf banyak nanya,,,saya cuma takut bekerja ditempat yang tidak halal nanti tidak berkah hasilnya,,,,,,

      Apakah ditempat tersebut menjual dengan dua harga, misal kalau cash 1juta, kredit 1,3 juta, jadi harga kredit lebih mahal dari cash? jika penjual melakukan yang kredit, maka itu riba,.
      kemudian jika pembayaran terlambat ada denda, itu juga riba,.
      Jadi gaji dari tempat tersebut ada yang bercampur dengan riba, minimalnya syubhat, lebih baik cari pekerjaan di tempat lain saja

      • terimakasih atas pencerahannya,,semoga kita selalu mencari pekerjaan yang sesuai dengan ajaran islam sebenarnya sehingga uang yang kita peroleh dari hasil kerja membawa berkah untuk kita semua, amin,,,,,,

        Aamiin

  113. Afwan mas,
    ana masih bingung dengan jawaban ustad dari pertanyaan akhi riyat (no 92)
    Harga pupuk jika pembayarannya dilakukan secara kontan harganya adalah 125.000 sedangkan jika pembeli melakukan pembayaran dengan sistem tangguh (pembayarannya dilakukan setelah panen)harganya naik menjadi 135.000 itu bagaimana hukumnya ??

    Dan Jawabannya spt ini: Tidak mengapa jika harganya tetap sama, yaitu harga cash dan tangguh tetap sama,
    Tidak dua harga, jika dua harga maka jika si penjual mengambil harga yang lebih besar maka itu RIBA,
    maksudnya Tidak mengapa jika harganya tetap sama, yaitu harga cash dan tangguh tetap sama itu gimana ustadz??

    Sumber: https://aslibumiayu.net/9660-jual-beli-kredit-ada-yang-halal-dan-ada-yang-termasuk-riba-haram.html#comment-34573

    Maksudnya harga kontan dan tangguh itu tetap sama, tidak boleh harga tangguh itu lebih mahal dari kontan

  114. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

    Ada satu kasus seorang “tukang kredit” HP mebuat perjanjian dengan “nasabahnya” bahwa selama dalam masa cicilan status barang adalah ” dpinjamkan / sewa ” sampai lunas baru menjadi hak si “nasabah”
    Dan jika si “nasabah” tadi tidak bisa membayar cicilan yang sudah disepakati, maka si “tukang kredit” tadi berhak menyita barang tersebut ( persis seperti leasing kendaraan, hanya tanpa denda )

    Masuk dalam katagori manakah kasus di atas ? akad jual beli atau pinjam meminjam ? Adakah unsur ribakah di dalamnya ?

    Mohon pencerahannya….sukron

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,

    Itu bukan akad jual beli, sewa juga bukan, pinjaman juga bukan, jadi akad yang BATIL..

  115. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
    jika kita meminjam uang ke bank dan kita jadikan modal untuk usaha/jual beli apakah keuntungan yg kita peroleh dari hasil usaha kita itu riba/haram… terima kasih atas jawaban nya

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Yang RIBA itu bunga pinjamannya saja,.
    Dan seringan-ringan dosa riba itu seperti dosa seorang anak berzina dengan ibunya sendiri

    Dan usaha dari modal dengan pinjam secara riba, usahanya bisa tidak berkah, bukan untung, tapi malah buntung,

  116. Assalamualaikum, saya bekerja di pengkreditan.
    Tp saya selalu menjelaskan bunga untuk apa dan menanyakan apakah nasabah setuju bunganya.
    Apakah itu juga termasuk?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Termasuk tolong menolong dalam riba, dosanya SAMA, lebih baik segera bertaubat dan keluar dari tempat tersebut

  117. ASSALAMUALIKUM,,,

    MAAF mau bertanya,,saya penjual,,,

    tp biasanya saya jual tp pembayarannya di cicil 2 atau 3 x,,,,

    kemarin ada yang minta beli barang ke saya,,,,

    terus dia bilang harga ditokonya 3 juta,,,,

    karena hari minggu tokonya tutup,,,,

    dia minta uang ke saya,,,

    biar dia sendiri yg beli,,,

    karena hari selain minggu saya tidak bisa karena bekerja,,,

    apakah itu diperbolehkan dalam jual beli???

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Jika seperti itu, paling anda minta tolong ke dia untuk membelikan barang tersebut,anda berikan uang untuk beli barang tersebut, dan ada bukti nota pembeliannya, lalu barang itu dibawa ke tempat anda,

    nah setelah itu baru anda bertransaksi dengan dia, harga kontan atau dicicil tetap sama harganya, tidak boleh berbeda,

  118. Assamualaykum.. ana mau tanya kalau kita pinjam uang dipegadaian syariah apakah itu termasuk riba? Mohon pencerahannya.. Syukron

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,..
    Seperti apa akadnya?
    Bisa dijelaskan?

  119. Assalamualaikm
    Ingin bertanya jika orang tua meminjamkan uang kepada anaknya. Tetapi dengan bunga per bulan dengan alasan membantu orang tua. Bagaimana Hukum secara islam

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Tidak boleh, tetap RIBA namanya,.

  120. assamualaikum
    saya mw tanya perkerjaan saya jual barang elektronik kredit.misal saya jual kredit 100.000 tp si pembeli minta diskon jd 90.000 dan saya kasih boleh kah.itu kan dua harga?mksh

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Boleh ngasih diskon,
    Yang tidak boleh itu adalah jual kontan harga berbeda dengan jual secara kredit, lalu yang dipilih harga yang lebih mahal,

  121. Misalnya saya beli barang harganya 500.

    Lalu saya jual barang tsb dengan kesepakatan harga 700.

    Namun harga yg sudh disepakati sebesar 700 tersebut sikonsumen ingin mencicilnya misal dicicil 7x bayar.

    Brrti 700 dibagi 7x = 100.

    Dengan cara seperti Itu diperbolehkan tidak?

    Apakah juga termsuk riba?

    Itu bukan RIBA, karena harga dicicil sama seperti harga kontan yaitu 700

  122. Assalamualaikum,

    Saya mau tanya, misalnya teman saya membutuhkan sepatu/baju ataupun barang lainnya, lalu saya menawarkan diri agar teman saya membeli barang tsb kepada saya, tetapi teman saya meminta agar pembayarannya dgn cara kredit dengan waktu yg ditentukan diawal, setelah kedua pihak setuju, saya membeli barang ke online shop misal dgn harga Rp.250.000 lalu saya jual Rp.280.000 kpd tmn saya dgn pembayaran secara kredit. Apakah itu Riba?
    Trims, Wassalam

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Itu RIBA,
    Karena hakekatnya itu adalah teman anda meminjam uang pada anda 250.000,- lalau mengembalikannya dengan cara dicicil sebesar 280.000,-

    https://www.youtube.com/watch?v=C80zkPD7HKo

    • Lalu cara kredit barang yg benar menurut islam bgmna ya?
      Dan apakah ada ktentuannya hrs brp persen kita mengambil keuntungan?
      Mohon pencerahanny, trims 🙂

      Simpel saja, harga kontan dan kredit itu SAMA , dan silahkan ambil keuntungan dari harga barang, misalkan anda beli barang 1juta, ya anda jual tentu lebih dari 1 juta,. misalkan dijual 1,3 juta, baik kontan atau kredit tetap seharga 1,3 juta

        • Si A kredit motor di leasing dengan ada ribanya sampai lunas. Jelas dong si A pelaku riba/haram hukumnya, tapi motornya gk haram dong.

          Yg haram itu ribanya saja

          Nah si B beli seken motornya si A yg sudah lunas di cicil dengan riba tersebut.

          Apakan si B ikut andil dalam perbuatan riba atau tidak. Dan apakah si B boleh dan hukumnya halal atau haram untuk membeli motornya si A?
          Syukron

          Si B tidak ikut andil, ga ada hubungannya, dan bolehvsaja si B beli motornya si A

          Afwan

  123. Pak kalo kasusnya misal sy punya barang harga 1juta.

    Bisa dikredit 3bln, 6bln dan 1 thn. Klo beli cash sy kasih diskon 20%.

    Klo kredit 3 bln diskon 10% dan klo kredit 6bln diskon 5%.

    Klo dikredit 1thn gk dpt diskon hrga tetap 1jt. Jd akadnya adl diskon. Bgmn pak? Trmsh.

    Jika yang terjadi adalah akad yang tidak CASH, maka itu adalah RIBA, karena harganya lebih besar dari harga Cash

    Harusnya mau cash atau KREDIT harga tetap SAMA

  124. Assalamualaikum. Wr. Wb.
    Pa saya mau tanya kan saya suka kreditin barang, seperti hp.
    Nah, kalau saya transaksinya misalkan konsumen sudah tau harga Beli barangnya.
    Trus saya ngambil keuntungan dri perbulan nya 100ribu dri brang tersebut.
    Misalkan saya beli hp harga 2jta, trus konsumen nya minta di kredit selama 3 bulan berarti jdi 2.300
    Kan saya ngambil untungnya 100ribu dri sebulan, konsumennya minta 3 bulan, jdi 300 untungnya saya, konsumen pun setuju.
    Apa itu termasuk riba atau tidak pa??
    Mohon Bantuan nya
    Terima kasih…

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Simpelnya begini pak,
    Anda beli hape 2 juta,
    Lalu anda jual tentu pengin nfambil untung bukan,
    Anda bisa jual seharga 2,3 juta, jadi anda ngambil untung 300ribu,..

    Baik dijual. Secara KONTAN atau KREDIT tetap harganya SAMA yaitu 2,3 juta,

    Jadi ga boleh misalkan harga kontan 2,2 juta tapi kalau kresit 2,3 juta nah jika jualnya dengan dua harga seperti diatas, lalu terjadi akad kredit dgn harga 2,3 juta, maka itu Riba, tapi kalau milihbyang kontan maka tidak yaitu 2,2 juta,

    Kalau mau, anda jual tapi ga menerima kontan, tapi kredit, misalkan hape tadi anda hanya terima jual kredit, yaitu seharga 2,3 juta, baik kreditnya waktunya berbeda-beda, tetap harga totalnya 2,3 juta, jika demikian ini tdk riba

    • Asalammualaikum

      Saya punya mobil tapi di dapati mobil i2 dengan cara riba yaitu beli ke dealer dengan angsuran.
      Dan mobil itu saya bisniskan.
      Keuntungan bisnis dengan mobil itu saya tabung dan saya bikin usaha baru.

      Apakah usaha baru saya akan di hancurkan Allah swt. karna modal dari usaha baru saya di dapati dengan cara yg halal dengan di jadikanya mobil itu angkutan. Tapi mobil i2 di dapati dengan cara riba..

      Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
      Setelah tahu hukum riba, bertaubatlah, jika masih ada angsuran riba, segera percepat pelunasannya, dan hartanya tidak otomatis jadi HARAM, yang haram itu RIBANYA saja

    • Assalamualaikum
      Ada kasus pak, teman mau beli mobil, tapi di kredit sm sy, jd sy beli mobil di pihak ke 3 cash 24 jt, sebelum sy jual ke teman sy naikkan harga jd 60 jt, teman sy nyicil harga 60 jt itu selama 2 thn 6 bulan, 2 jt perbulan, di tengah jalan mobil itu rusak sy pinjamkan 4 jt utk perbaikan dgn janji dia bayar suatu hari nnt.

      Pd saat total angsurannya 18, 5 jt mobil itu rusak lagi dan dia kembalikan sm sy akibat kesalahan cara penggunaanya, kemudian hari MOBIL itu laku dlm keadaan rusak dgn harga 14 jt, bagaimana uang yg telah dibayarkan teman sy itu sebesar 18,5 jt, utang belum dibayar 4 jt, dan harga jual mobil 14 jt

      wa’alaikumussalam warahmatullah,
      Penjualan seperti itu adalah RIBA, karena hakekat yang terjadi bukanlah JUAL BELI, tapi hutang piutang, jual beli hanya sebagai KEDOK saja, karena niat teman anda itu justru bukan mau beli mobil, tapi hutang pada anda , agar anda membelikan mobil,
      Beda perkara ketika teman anda datang anda sudah memiliki mobil, yang tidak ada hubungannya dengan permintaan teman anda tersebut.

      Kalau ini kan kasusnya adalah Teman anda ingin beli mobil, tidak punya uang, lalu ingin pinjam kepada anda, harga mobil 24 juta, lalu anda beli mobil seharga 24 juta, lalu dijual ke teman anda 60 juta, dicicil,.. ini hakekatnya anda meminjamkan uang 24 juta, lalu membebani teman anda untuk mengembalilkan 60 juta.

      Jadi biar tidak riba, maka teman anda disuruh melunasi seharga mobil itu yaitu 24 juta, sehingga ketika teman anda sudah menyicil sebesar 18,5 juta, maka hutang teman anda tinggal 5,5 juta lagi.
      Jadi jika mobil terjual seharga 14 juta , maka anda ambil 5,5 juta untuk melunasi utangnya, dan sisanya anda berikan ke teman anda tersebut,

  125. Maksud mau b’tanya…
    Saya membutuhkan mobil… lalu saya meminta teman saya untuk membeli mobil itu dgn cash, mobilnya gres, dgn tujuan nanti mobilnya saya beli lagi dengan harga kredit… dalam jangka waktu tertentu yg sudah kita sepakati…teman saya membeli mobil itu, dengan nama surat2 atas nama saya… dalam artian STNK dan BPKB nya itu atas nama saya langsung… setelah mobil itu berpindah tangan dari Dealer ke pembeli/teman saya itu… mobil itu langsung d berikan ke saya… sesuai dengan perjanjian awal bahwa mobil itu akan saya beli dengan kredit, dgn waktu yg sudah d tentukan pula. Agar tdk terjadi sesuatu, teman saya itu meminta jaminan …
    Ada 2 surat yg bisa d jaminkan yaitu BPKB mobil yg sedang d kredit… atau SK PNS saya… untuk jaminan sebaiknya yg mana ustadz… ???
    Lalu yang k-2.. apakah sistem jual beli seperti ini termasuk riba…???

    Termasuk RIBA, karena hakekatnya anda berhutang kepada teman anda tersebut, dan melunasinya lebih,

    Namun jika harganya itu tetap seperti harga beli dia ke dealer, maka itu tidak riba, jadi murni anda meminjam dan mengembalikan sesuai jumlah pinjaman,

    Beda halnya jika teman anda tersebut memang sudah punya mobil sebelumnya, jadi beli mobilnya itu bukan karena anda ingin membeli mobil, namun karena tidak punya uang lalu ingin agar teman anda membelikan dahulu, nah hakekatnya itu bukan jual beli, tapi hutang,

    Simak ulasannya di sini

    • Mohon maaf menambahkan, atas pertanyaan yg kurang lengkap sebelumnya…
      Saya menyicil mobil itu secara kredit yg otomatis ada perbedaan harga. Harga beli/normal 150 juta, harga kredit menjadi 185 juta untuk 60x pembayaran…
      Tarima kasih…

      Jika memilih transaksi yang KREDIT maka telah terjatuh pada riba

      Jika anda membayarnya sesuai harga beli teman anda, itu bkn riba,
      karena hakekatnya itu hutang, bukan jual beli,

      simak ulasannya di sini

  126. Assalammualaikum ..

    afwan ingin menanyakan tentang hukum kpr rumah ..misal seperti ini ..harga rumah 200jt (cash)

    kemudian pihak bank membeli rumah tsb kemudian dijual kepada saya dengan akad kredit (cicilan tetap sampai lunas sehingga ditotalkan 425juta) tetapi ada aturan denda keterlambatan ..

    seandainya saya mencicil sampai lunas tanpa telat / tanpa bayar denda keterlambatan ..itu hukum nya bagaimana?apa masih termasuk riba?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Seandainya tanpa denda atau bunga, jual beli seperti di atas adalah tidak boleh, karena ada dua harga di sana, kontan 200 juta, kredit 450 juta, jika memilih yang kredit, maka menjadi RIBA,

    Silahkan simak ulasannya di sini

  127. Assalamualaikum
    Afwan mau tanya juga nih kok jadi kontradiksi jawaban nya ama ustadz ammi nurbaits dan ustadz Dr. Erwandi Tarmidzi ( Pakar Muamalah) yang berdalil membolehkan berdasarkan surat albaqarah 282

    “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.” (Qs. Al Baqarah: 282)

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membeli sebagian bahan makanan dari seorang yahudi dengan pembayaran dihutang, dan beliau menggadaikan perisai beliau kepadanya.” (Muttafaqun ‘alaih)

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk mempersiapkan suatu pasukan, sedangkan kita tidak memiliki tunggangan, Maka Nabi memerintahkan Abdullah bin Amer bin Al ‘Ash untuk membeli tunggangan dengan pembayaran ditunda hingga datang saatnya penarikan zakat. Maka Abdullah bin Amer bin Al ‘Ashpun seperintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membeli setiap ekor onta dengan harga dua ekor onta yang akan dibayarkan ketika telah tiba saatnya penarikan zakat. Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ad Daraquthni dan dihasankan oleh Al Albani.

    mohon pencerahan nya
    Jupri
    Palembang

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.

    Ini perkataan AHLINYA, bahkan perkataan PERAWI HADITS TENTANG DUA HARGA,. bahkan perkataan RASULULLAH sendiri,.
    Rasulullah bersabda : Barangsiapa menjual dua (harga) penjualan di dalam satu penjualan, maka baginya (harga,-pent) yang paling SEDIKIT atau (kalau tidak mau, maka harga yang lebih TINGGI adalah, -pent) RIBA” [Hadits No. 2326]
    Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam “Al-Mushannaf (VI/120/502)”, Abu Daud dari Ibnu Abi Syaibah (no. 3461), Ibnu Hibban di dalam “Shahihnya (1110)”, Al-Hakim (II/45), dan Al-Baihaqi (V/343) kesemuanya meriwayatkan bawha telah becerita kepada kami Ibnu Abi Zaidah dari Muhammad bin Amir dari Abu Salamah dari Abu Hurairah secara marfu. [1]
    Aku (Al-Albani) berkata : “Ini sanadnya hasan, bahkan telah dishahihkan oleh Al-Hakim, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, juga oleh Ibnu Hazm di dalam “Al-Muhalla (IX/16)”.
    Juga diriwayatkan oleh An-Nasa’i (VII/296, cetakan baru), At-Tirmidzi (I/232), dia menshahihkannya, Ibnul Jarud (286), Ibnu Hibban (1109), Al-Baghawi di dalam “Syarh As-Sunnah (VIII/142/211)”, ia juga menshahihkannya, Ahmad (II/342, 375, 503) dan Al-Baihaqi dari beberapa jalan dari Muhammad bin Amr dengan lafazh :
    “Artinya : Beliau MELARANG dua (HARGA) penjualan di dalam SATU penjualan”.
    Al-Baihaqi berkata : “Bahwa Abdul Wahhab (yakni Ibnu Atha’) berkata yaitu (si penjual) berkata : “Itu (barang) untukmu apabila KONTAN Rp 10,- namun jika dengan PENUNDAAN (seharga) Rp 20,-“
    Imam Ibnu Qutaibah juga menerangkannya dengan (keterangan) ini, beliau berkata di dalam “Gharib Al-Hadits (I/18)” :
    Diantara jual beli yang terlarang (ialah) dua syarat (harga) dalam satu penjualan, yaitu (misalnya) seseorang membeli barang seharga dua dinar jika temponya dua bulan, dan seharga tiga dinar jika temponya tiga bulan. Itulah makna “dua (harga) penjualan di dalam satu penjualan.
    Dan hadits itu dengan lafazh ini [2] adalah ringkas dan shahih. Hadits ini tersebut didalam hadits Ibnu Umar dan Ibnu Amr, keduanya telah ditakhrij di dalam “Irwaa Al-Ghalil (V/150-151)”.
    Dan semakna dengan hadits itu adalah ucapan Ibnu Mas’ud.
    “Artinya : Satu akad jual beli di dalam dua akad jual beli adalah riba”
    [Dikeluarkan oleh Abdur Razzaq di dalam Al-Mushannaf (VIII/138-139), Ibnu Abi Syaibah (VI/199), Ibnu Hibban (163, 1111) dan Ath-Thabrani (41/1), sanadnya shahih]
    Sementara itu ada perselisihan tentang apakah Abdurrahman mendengar riwayat dari bapaknya (yaitu) Ibnu Mas’ud ?. Sekelompok (ulama,-pent) telah memastikannya,sedangkan (menurut kaidah,-pent) yang memastikan itu didahulukan atas yang meniadakan.
    Dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad (I/393), dan ini juga merupakan riwayat Ibnu Hibban (1112) (dari Ibnu Mas’ud,-pent) dengan lafazh.
    “Artinya : Tidak patut dua akad jual-beli di dalam satu akad jual-beli (menurut lafazh Ibnu Hibban : Tidak halal dua akad jual beli) dan sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Allah melaknat pemakan (riba) [3], saksinya dan penulisnya”
    Dan sanadnya juga shahih
    Demikian pula diriwayatkan oleh Ibnu Nashr di dalam As-Sunnah (54), dia menambahkan dalam satu riwayat.
    “Artinya : Yaitu seseorang berkata :
    “Jika kontan maka (harganya) sekian dan sekian, dan jika tidak kontan maka (harganya) sekian dan sekian”.
    Ini adalah salah satu riwayat (pendapat) Ahmad (I/398), tetapi beliau (Ahmad) menjadikannya sebagai perkataan Sammak, perawi dari Abdurrahman Ibnu Abdullah.
    Kemudian hadits itu diriwayatkan oleh Ibnu Nashr (55) dan Abdur Razzaq di dalam Al-Mushannaf (VIII/137/14629) dengan sanad yang shahih dari Syuraih, kemudian Syuraih menyebutkannya dengan ucapannya persis seperti lafazh hadits yang sedang diterangkan ini.
    Aku (Al-Albani) berkata : Sammak adalah Ibnu Harb, seorang Tabi’i yang ma’ruf (dikenal), dia berkata : “Aku telah bertemu dengan delapan puluh sahabat”, Karena itu keterangannya terhadap hadits sepantasnya didahulukan di saat terjadi pertentangan (keterangan,-pent). Apalagi dia adalah salah satu perawi hadits ini, tentu seorang perawi lebih tahu terhadap apa yang dia riwayatkan dari pada selainnya, karena dimungkinkan dia mengambil riwayat disertai dengan pemahaman maknanya dari orang yang diambil riwayatnya.
    Apalagi sekelompok ulama dan Fuqaha (para ahli fiqh) Salaf menyepakatinya atas hal itu. Mereka adalah :
    [1]. Ibnu Sirin Ayyub
    Meriwayatkan darinya, bahwa Ibnu Sirin membenci seseorang berkata : “Aku menjual (barang,-pent) kepadamu seharga 10 dinar secara kontan, atau 15 dinar secara tempo” Diriwayatkan oleh Abdur Razzaq di dalam “Al-Mushannaf (VIII/138/14630)” dengan sanad yang shahih darinya (Ibnu Sirin).
    [2]. Thawus
    Dia berkata : “Apabila (penjual,-pent) mengatakan bahwa (barang) itu dengan (harga) sekian dan sekian jika temponya sekian dan sekian, tetapi dengan (harga) sekian jika temponya sekian dan sekian. Lalu terjadi jual beli atas (cara) ini, maka (penjual harus mengambil, -pent) harga yang lebih rendah sampai tempo yang lebih lama.
    Dikeluarkan oleh Abdur Razzaq juga (14631) dengan sanad yang shahih juga. Abdur Razaq juga meriwayatkan (pada no 14626), demikian pula Ibnu Abu Syaibah (VI/120) dari jalan Laits dari Thawus dengannya (perkataan di atas,-pent) secara ringkas, tanpa perkataan : “Lalu terjadi jual beli…” tetapi dengan tambahan (riwayat) : “Kemudian (jika penjualnya, -pent) menjual dengan salah satu dari kedua harga itu sebelum (pembeli, -pent) berpisah dari (penjual), maka tidak mengapa”. Akan tetapi ini tidak shahih dari Thawus, karena :Laits –yaitu Ibnu Abu Salim- telah berubah ingatan (karena tua).
    [3]. Sufyan Ats-Tsauri
    Mengatakan bahwa, jika engkau berkata :
    “Aku menjual kepadamu dengan kontan (seharga) sekian, dan dengan tidak kontan (seharga) sekian dan sekian”, kemudian pembeli membawanya pergi, maka dia berhak memilih di antara dua (harga) penjualan tadi, selama belum terjadi keputusan jual-beli atas salah satu harga. Dan jika telah terjadi jual-beli seperti ini, maka itu adalah dibenci.
    Itulah “dua penjualan di dalam satu penjualan”, dan itu tertolak serta terlarang. Maka jika engkau mendapati barangmu masih utuh, engkau dapat mengambil harga yang paling rendah dan waktu yang lebih lama. Diriwayatkan oleh Abdur Razaq (14632) dari Sufyan Ats-Tsauri.
    [4]. Al-Auza’i
    Riwayatnya secara ringkas senada dengan di atas. Dalam riwayat itu dikisahkan bahwa Al-Auza’i ditanya : “Jika (pembeli,-pent) membawa pergi dagangan itu (berdasarkan jual-beli dengan) dua syarat tadi?”
    Dia (Al-Auza’i) menjawab : “Harga barang itu dengan harga yang terendah dengan tempo yang lebih lama” Al-Khaththabi menyebutkannya (riwayat ini, pent) di dalam “Ma’alimus Sunnah (V/99)”. Kemudian para imam hadits dan lughoh (bahasa Arab) berjalan mengikuti sunnah mereka, diantaranya :
    [5]. Imam An-Nasa’i
    Beliau berkata dibawah bab : Dua penjualan di dalam satu penjualan: “yaitu seseorang berkata : Aku menjual kepadamu barang ini seharga 100 dirham secara kontan, dan seharga 200 dirham secara tidak kontan”.
    Demikian juga An-Nasa’i menerangkan seperti itu pada hadits Ibnu Amr.
    “Artinya : Tidak halal dua persyaratan di dalam satu penjualan”
    Hadits ini ini telah ditakhrih didalam “Al-Irwaa (1305) dan lihatlah “Shahihul Jaami (7520)”.
    [6]. Ibnu Hibban
    Beliau berkata di dalam “Shahihnya (VII/225-Al-Ihsan)” : “Telah disebutkan larangan tentang menjual sesuatu dengan harga 100 dinar secara kredit, dan seharga 90 dinar secara kontan. Beliau menyebutkan hal itu dibawah hadits Abu Hurairah dengan lafazh yang ringkas.

    [7]. Ibnul Atsir
    Di dalam “Gharibul Hadits” dia menyebutkannya di dalam penjelasan dua hadits yang telah diisyaratkan tadi.
    HUKUM JUAL BELI KREDIT
    Sesungguhnya telah disebutkan pendapat-pendapat yang lain mengenai tafsir “dua penjualan” itu, mungkin sebagiannya akan dijelaskan berikut ini. Namun tafsir yang telah lewat di atas adalah yang paling benar dan paling masyhur, dan itu persis dengan apa yang sekarang ini dikenal dengan (istilah) “Jual Beli Kredit”.
    Ketahuilah akhi (saudaraku) Muslim ! bahwa mu’amalah tersebut yang telah tersebar di kalangan para pedagang dewasa ini, yaitu jual beli kredit, dan mengambil tambahan (harga) sebagai ganti tempo, dan semakin panjang temponya ditambah pula harganya.
    Dari sisi lain itu hanyalah mu’amalah yang tidak syar’i karena meniadakan ruh Islam yang berdiri di atas (prinsip) memudahkan kepada manusia, kasih sayang terhadap mereka, sebagaimana di dalam sabda beliau.
    “Artinya : Mudah-mudahan Allah merahmati seorang hamba, yang mudah apabila dia menjual, mudah apabila dia membeli, mudah apabila dia menagih” [Hadits Riwayat Al-Bukahri]
    Dan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    “Artinya : Barangsiapa yang dermawan, yang lemah lembut, yang dekat niscaya Allah haramkan dari neraka” [Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan lainnya, dan telah disebutkan takhrijnya no. 938]
    Maka seandainya salah seorang dari mereka (para pedagang ) bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjual (barang) dengan (sistim hutang atau kredit dengan harga kontan, sesunguhnya itu lebih menguntungkannya, hatta dari sisi materi.
    Karena hal itu akan menjadikan orang-orang ridha kepadanya dan mau membeli darinya serta akan diberkati di dalam rizkinya, sesuai dengan firmanNya Azza wa Jalla.
    “Artinya : Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan jalan keluar baginya dan memberi rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka” [Ath-Thalaq : 2]
    Read more https://aslibumiayu.net/9660-jual-beli-kredit-ada-yang-halal-dan-ada-yang-termasuk-riba-haram.html

  128. assalamu’alaikum,,
    saya masih belum faham tentng riba,,saya oernah bertnya pd org2 yg melakukan transaksi syar’i,,mereka blng riba riba riba,,riba it apa sih sebenar ny,saya baca penjelasn ustd,soal kredit,itu riba,karna melebihi harga pokok dr brng tsb,misal ny dr 1.500 d cicil misal ny 2 bln jd harga total 2.500 jd yg 1.000 riba,,benarkan ust blng,,kalau denda sya yakin riba,,nahhh setlh sya bertny pd mereka bahwa kredit it tidak riba,ust blng riba,jd bgai mana,,bukan ny kredit syar’i jika beli motor harga 10.000.000 dg ansuran 2 thun menjadi harga 15.000.000 yg 5.000.000 riba dong,,kenapa mereka blng it tdk riba,,mereka jg blng kalau jualan ngk ad untung bgai mn bs berkembang,nah bgai mn pendapt ustd atas jawab mereka,,sy tdk bertny tentng denda ny,tp sistem kredit yg ust blng. it adlah riba atau tidak,

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Simpel saja seperti apa sih RIBA dalam jual beli dua harga itu, dan apakah kalau begitu tidak ada untung?

    Saya beri contoh,
    Misal anda ingin menjual barang, anda membeli barang itu seharga 1juta, lalu anda ingin menjual, tentu anda kan ongin untung kan, Misal pengin untung 300ribu, maka anda jual seharga 1,3 juta,..ini tidak Riba,

    Kapan bisa terjadi RIBA,
    Jika anda menjualnya dengan dua harga, seperti harga kontan 1,3 juta, tapi kalau kredit 1,4 juta,
    Jika yang dipilih adalah yang kredit, maka itulah RIBA,

    Seharusnya, harga kontan atau kredit itu SAMA, yaitu 1,3 juta,..

    Mudah-mudahan bisa dipahami

  129. Saya mau tanya, saya ingin beli rumah secara syari’ah, ambil kata harga rumah Rp 750.000.000 jika cash, dan jika saya Kredit 10 tahun harganya 1,1M. Apakah konsep perbedaan harga antara jual kredit dan cash ini halal dan diperbolehkan?

    cicilannya sendiri memang tidak pakai bunga,tidak ada denda, tidak ada penlati dan tidak ada sita..mohon jawaban dan jika memungkinkan haditsnya.

    Jika mengambil cash maka tidak riba,
    Tapi jika mengambil yg kredit dgn harga 1,1 M, maka telahvterjatuh dalam RIBA, kecuali jika harga kredit 10 tahun harganya sama seperti harga cash, maka ini baru bukan RIBA

    • Meskipun sama2 tahu antara sipenjual & sipembeli rumah harga yg ditawarkan antara cash & kredit berbeda, tetap riba klo beli kredit?
      Terus solusinya bagaimana?

      Kalau memilih harga KREDIT, maka itu RIBA,
      Solusinya apa ?
      BERTAKWA KEPADA ALLAH, jika tidak mampu membeli rumah, bisa sewa, ngontrak, sampai Allah beri kemampuan untuk membeli rumah tanpa RIBA,
      simak di sini ulasannya

  130. mau tanya..?
    saya pedagang,nah klo mau pinjam modal yng gimana biar ga riba..?
    pakai akad apa sama koprasi,bank syariah..?

    Biar tidak riba, cari yang mau meminjamkan tanpa bunga dan denda, hutang 1 juta, mengembalikannya 1 juta pula,

    Jika tidak ada, akadnya kerjasama,bagi hasil dari keuntungan, jadi anda mencari investor atau ke bank / koperasi syariah yang mau kerjasama, anda kelola modal yang dipinjamkannya, nanti tinggal dibicarakan bagaimana pembagian keuntungannya, diprosentase saja.

  131. misal si A mmbeli hp dikonter dengan harga 3 jt untuk di kreditkan ke si B, lalu si B ingin mmbyar 10x dengan total 4 jt, apakah itu riba?
    wlwpun trlmbat bayar tidak ada denda apapun

    Si A menjual tentu ingin untung, sehingga dia menjual dengan margin keuntungan, misal si A menjualnya seharga 4 juta, maka tidak masalah,

    Dengan catatan si A menjualnya tidak dengan menawarkan dgn dua harga, misal kalau menjualnya tunai 3,5 juta, kalau kredit 4 juta,..
    Nah, jika yg terjadi transaksi yg kredit, yaitu 4 juta, maka ini riba,

    Harusnya harga kontan dan kredit sama saja, misal kalau harga jual kontannua 4 juta, kalau dikreditpun tetap 4 juta,

  132. Assalamualaikum,
    maaf mau tanya, saya ingin menjual barang, tapi di kreditkan. Saya kan misal beli barang harganya 200rb, mau ambil untung 30 rb.

    Nah org itu kan jd utang 230rb, aq kasih keringanan 3x bayar. apa itu riba ?

    jika saya ingin hendak mengambil untung bagaimana solusi nya supaya tidak kena riba ? mohon jawabannya

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Boleh menjual 230ribu, baik harga KONTAN atau KREDIT tetap 230 ribu,bukan dua harga seperti kontan 230 ribu, kredit 250ribu,

    Jadi kalau mau tidak terkena riba, maka jual 230 ribu, baik saudi cara kontan atau kredit (harganya sama)

  133. Assalamu alaikum
    1. Apakah mas admin mengetahui PT Al
    Salaam (yg bergerak d bidang
    perkereditan juga, salah satunya
    kredit mobil, motor, dll)
    2. Apakah sistem perkereditan yg mereka
    lakukan itu syar’i ?

    Mohon pencerahannya…

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Sekarang memang bermunculan lembaga syariah, namun prakteknya belum tentu syariah.

    Cara mudah mengetahuinya simpel, tanyakan saja harga penjualan kontan dan kreditnya, jika harganya lebih mahal harga kredit, maka itu masih melakukan praktek riba, ulasannya bisa dibaca di sini

  134. Assalamu’alaikum
    Mohon pencerahannya.
    Ada orang pinjam uang sama saya 25jt untuk tambahan modal usaha konveksi jangka waktunya 1 tahun, di akhir tahun dia memberikan jasa 7,5jt, sedangkan yang 25jt masih tetap di pinjam. Apakah uang 7,5jt yang diberikannya termasuk riba? Meskipun dia secara sukarela memberikannya, dan yang menentukan 7,5jt juga dia.
    Wassalam

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Termasuk riba, jangan mau menerimanya..

    Dan nasehati dia, agar tidak terjatuh dalam riba,

  135. assalamualaikum.
    sy mau tya .riba atau tidak.
    sy jualan warung tapi didlm rumah sy jual harga agen dan harga waru g.

    harga agen sy jual murah biar putaran uang cepat dan tidak dihutangi.

    klau warung pengennya sih kontan tapi namanya orang susah klau biasa udah berhutang.

    walau ditawarin harga agen murah juga ga mau .

    jd sy blng mau harga agen murah atau harga warung mahal tapi bisa tempo.

    apakah saya melakukan riba terimakasih solusinya

    Tolong jelaskan apa itu harga agen, dan apa itu harga warung, ada tidak kriterianya, misalkan harga agen jika beli sekian, dan harga warung jika beli eceran,.

    Jika yang dimaksud demikian, untuk harga agen baik kontan atau kredit tetap SAMA harganya,
    Demikian pula harga warung atau harga konsumen biasa, harga kontan dan kredit tetap sama,
    Misal harga agen 100 ribu, baik kontan atau kredit tetap 100 ribu
    harga warung 120 ribu, baik kontan atau kredit tetap 120 ribu,

    Nah jika prakteknya seperti itu, maka bukan riba

  136. Assalamu’alaikum
    Kalau skenarionya seperti di bawah ini, bagaimana hukumnya?
    1. A berniat membeli motor secara kredit ke koperasi
    2. Koperasi (setelah dihubungi A) membeli motor off the road secara tunai dan membawa motornya ke kantor koperasi
    3. Koperasi melakukan akad jual-beli kredit dengan A, dengan 1 harga yang disepakati di kantor koperasi
    4. Pembayaran angsuran/kredit A dilakukan melalui mekanisme potong gaji A dari perusahaan tempat A bekerja(perusahaan telah bekerja sama dengan koperasi) tanpa ada denda keterlambatan
    Kira-kira bagaimana hukumnya ya akhi, meskipun koperasi tersebut bukan berlabel syariah..
    Syukron, jazakallohu khoiron atas jawabannya

    Wa’alaikumussalamwarahmatullahi wabarakatuh,
    Karena koperasi memiliki barang tersebut setelah si A menyatakan ingin beli, dan koperasi saat si A datang belum memiliki motor tersebut,

    Maka ketika koperasi membeli motor lalu mengkreditkan motor tersebut kepada si A dgn harga lebih tinggi dari harga belinya, maka itu RIBA,

    Karena hakekat yg terjadi sesungguhnya bukan jual beli, tapi pinjam meminjam, misal koperasi membeli motor teraebut seharga 5juta, lalu dikreditkan menjadi 6juta, maka yg 1 juta itu riba, berbeda jika koperasi menjual seharga harga beli yaitu 5 juta,

    Beda halnya jika ketika si A mau beli motor, koperasi sudah memiliki motor tersebut, maka koperasi boleh menjual motor yg dimilikinya, harga kntan dan kredit sama saja, tidak berbeda harga,

  137. Assalaamu’alaikum
       Kami memiliki pinjaman pribadi, pinjaman usaha, pinjaman pembayaran hutang, untuk memenuhi kebutuhan finansial Anda, dan layanan pribadi untuk mendukungnya. Penurunan tarif, tidak ada biaya penutupan, dan biaya konsultasi, tidak ada biaya transfer, tidak ada biaya pemrosesan dll. Jadi, agar benar-benar efektif sebagai pemberi pinjaman uang, kami yakin penting untuk menawarkan berbagai macam layanan dan solusi.
    – mulai dari jutaan {RM, RP, $, £, dll}
    -24 jam persetujuan.
    Suku bunga rendah.
    -Tidak ada jaminan yang dibutuhkan
    Rencana Angsuran yang Fleksibel.
    – Rebate settlement awal
        Pinjaman Anda dapat ditransfer tunai langsung ke rekening bank Anda dalam satu jam Tidak ada penundaan yang diperlukan, kami memiliki tingkat persetujuan tertinggi di sekitar, jadi lanjutkan sekarang juga.
    Kami juga berkomitmen untuk membuat keputusan dalam waktu sesingkat mungkin.
    Kami terus berupaya meningkatkan layanan pelanggan sehingga kami dapat memberikan pinjaman yang disesuaikan untuk setiap klien

    KONTAK ALAMAT
    E-mail:::::::{Assalaamu’alaikum
       Kami memiliki pinjaman pribadi, pinjaman usaha, pinjaman pembayaran hutang, untuk memenuhi kebutuhan finansial Anda, dan layanan pribadi untuk mendukungnya. Penurunan tarif, tidak ada biaya penutupan, dan biaya konsultasi, tidak ada biaya transfer, tidak ada biaya pemrosesan dll. Jadi, agar benar-benar efektif sebagai pemberi pinjaman uang, kami yakin penting untuk menawarkan berbagai macam layanan dan solusi.
    – mulai dari jutaan {RM, RP, $, £, dll}
    -24 jam persetujuan.
    Suku bunga rendah.
    -Tidak ada jaminan yang dibutuhkan
    Rencana Angsuran yang Fleksibel.
    – Rebate settlement awal
        Pinjaman Anda dapat ditransfer tunai langsung ke rekening bank Anda dalam satu jam Tidak ada penundaan yang diperlukan, kami memiliki tingkat persetujuan tertinggi di sekitar, jadi lanjutkan sekarang juga.
    Kami juga berkomitmen untuk membuat keputusan dalam waktu sesingkat mungkin.
    Kami terus berupaya meningkatkan layanan pelanggan sehingga kami dapat memberikan pinjaman yang disesuaikan untuk setiap klien

    KONTAK ALAMAT
    E-mail:::::::{deleted…)

    Itu adalah usaha RIBA, jangan melakukan usaha tersebut atau meminjam kepadanya,

    Ingat dosa 1 dirham riba itu seperti dosa 36 kali berzina,

    Dan dosa yang teringannya seperti dosa seorang anak yang berzina dengan ibunya sendiri

  138. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Mohon pencerahannya admin
    Contoh semisalnya saya meminjam uang 1.5 juta ke teman misalnya pada tahun 1940,dan pada saat itu 1.5 juta itu bisa buat beli mobil.dan saya lunasin nya pada tahun 1960 dengan harga yang sama 1.5 juta,dan harga itu hanya bisa membeli sebuah ban mobil saja.maksud saya apakah melunasinya harus sama harga nya sesuai waktu saya meminjam atau saya lunasin sesuai waktu ekonomi yang saya lunasin?(bertambah)

    Wa’alaikumussalamwarahmatullahi wabarakatuh,
    Dalam islam kalau berhutang itu WAJIB dicatat dan jelas kapan melunasinya,
    Jika hutangnya berupa uang, maka melunasinya dengan uang pula,jumlahnya sama,
    Demikian pula jika hutangnya dengan emas, maka bayarnya dengan emas pula, jumlahnya sama, misal hutang 10 gram,maka bayarnya 10 gram pula,

  139. Assalamualaikum
    Saya mau tanya, mbak saya bekerja sebagai marketting kartu kredit di salah satu bank asing di indonesia, dan setiap bulannya ia memberikan uang kepada saya dan orang tua kami.

    Apakah pekerjaannya itu haram?

    Dan apakah yang saya dan orang tua saya makan dari hasil uang tersebut juga haram?
    Terimakasih

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Profesinya profesi yang HARAM, karena itu adalah pekerjaan RIBAWI,
    Dosa 1 dirham riba, itu seperti dosa 36 kali berzina, 1 dirham kurang lebih ga sampai 60ribu,
    Dan dosa teringan dari riba iti seperti dosa seorang anak yang berzina dengan ibunya sendiri,

    Gajinya HARAM bagi dirinya, adapun bagi orang yang diberinya itu HALAL, seperti ketika anda diberi olehnya, atau orangtua yang diberi olehnya, tapi pemberiannya tidak bernilai pahala karena bukan dari harta yang HALAL,

    Coba kalau anda bisa, nasehati, atau di printkan atau kirim link tentang bahaya riba ini, mudah2an mbak anda Allah berikah hidayah taufik,

  140. Assalamualaikum

    Jika saya bekerjasama dengan toko online untuk menjual barang, kemudian salah satu pembayaran menggunakan kartu kredit apakah harta kami nantinya ikut haram?
    Sebagaimana kita tahu juga bahwa bertransaksi dengan nonmuslim diperbolehkan (kita tidak tahu harta mereka halal atau haram, riba atau tidak?). Apakah kasus pertama haram karena kita tahu pasti sumber uang pembeli dari uang riba? Atau bagaimana?
    Jazakumullah khoiron.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    HALAL,.
    Dan tidak ada kewajiban bagi kita untuk bertanya kepada pembeli, darimana uang yang digunakana untuk membeli itu? ini memberatkan diri kita,.

  141. Assalamualaikum …
    Saya mau bertanya ..jadi bagaimana kalau kita kredit langsung ke dealer bukan melalui leasing.. apakah boleh meskipun pihak dealer menaikan harga ..apakah boleh?? Terima kasih ..walaikum salam …

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Dealer tidak boleh menjual dengan DUA HARGA, misal harga KONTAN 8 JUTA, harga kredit 10 juta, maka jika yang dipilih harga kredit, maka itu riba,
    Seharusnya dealer menjual dengan harga 8 juta, baik KONTAN atau KREDIT tetap SAMA harganya,

  142. Maaf mau nanya…
    Ini di luar topik ya maaf…

    Saya bekerja di perusahaan yang membuat alat musik gitar…

    Dan saya baru mengetahui bahwa di Islam itu alat musik hukumnya haram…

    Apakah saya bekerja di perusahaan tsb haram dan upahnya juga termasuk haram… Tolong di jawab ya min terimakasih…

    alat musik itu haram, bekerja di tempat pembuatan musik juga haram, gajinya haram, sebaiknya segera keluar dari tempat tersebut dan cari pekerjaan yang HALAL, postingannya bisa baca di sini

  143. assalamu’alaikum..
    Semisal saya ngreditin tas & saya ngasih uang orang yg mo kredit untuk membeli tas tersebut {orang yg kredit cari sendiri di toko} hukumnya apa..?

    Wassalam..

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Itu namanya anda meminjamkan UANG kepada orang tersebut, maka kewajiban orang tersebut mengembalikan uang sejumlah yang anda pinjamkan

  144. asalamualaikum ,
    saya mau tanyaaa kalau kredit mobil untuk mencari rejeki dan buka usaha hukumnya gimana yahhhh ? mohon penjelasannya

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    RIBA itu tidak merubah hukum barang yang dibeli dengan cara riba menjadi barang yang haram, yang dihukumi adalah praktek RIBAnya saja,.
    Jadi jika beli mobil dengan cara riba, maka mobilnya boleh digunakan, dan RIBAnya wajib ditaubati

  145. Apakah membeli rumah subsidi pemerintah dg cara kredit jg riba? Diawal sudah dijelaskan cicilan selama 15 thn flat tanpa kenaiakan suku bungan, tp setelah dihitung2 harga awal rumah itu 153 jt, setelah kredit jadi 205 jt. Apa itu Riba ?

    Jika harga cash berbeda dengan harga KREDIT, maka itu RIBA

  146. Jika ada yang pinjam uang untuk usaha..tapi saya tidak mau saya mau nya saya yang modalnya..dan untung nya dibagi 2…kalau itu riba tidak

    Tidak, berarti anda sebagai pemodal dan yang dimodali itu sebagai pengelola modal,..
    Dan namanya usaha bisa untung atau rugi, dan yang menanggung kerugianpun ya pemodal, itu jika ruginya bkn atas kesengajaan si pengelola,

    Jadi kalau anda sebagai pemodal, jika ada keuntungan dibagi sesuai dgn kesepakatan, dan jika rugi hanya pemodal saja yg menanggungnya, dan pemodal pula yang memiliki hak dari usaha tersebut yang dimiliki dgn modal yang diberikan oleh pemodal

  147. Artikel yang bagus..saya mau nanya lagi jika saya bisnis kredit barang..dengan tidak ada harga jual ces barang tersebut dari saya,,keuntungan yang saya ambil itu termasuk riba atau tidak

    Jika hanya menjual secara kredit, dan tidak menerima KONTAN, maka tidak mengapa, itu artinya menjual satu harga, bukan riba

  148. Asalamua’laikum

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah

    Saya mau tnya ni
    Riba yah gk . Saya kredit hp ama tmen saya.

    Harga hp nya 2juta. Dan saya mmbayar 500ribu dlm sbulan ny slma 5bulan. Tetapi disini tmen saya hanya mmbrikan uang sharga hp dan saya yg mmbeli hp trsbut sndiri

    Itu riba, itu hakekatnya adalah pinjam uang 2 juta, melunasinya 2,5 juta, ada riba 500rb,
    Beda halnya jika teman anda sudah punya hape, lalu dijual pada anda 2,5 juta, baik kontan atau kredit harganya 2,5 juta

    Trmakasih . Smga mas admin sehat selalu

    Dosa 1 dirham riba itu seperti dosa zina 36x , 1 dirham itu kurang dari 60rb,
    Dan dosa teringannya seperti dosa anak berzina dengan ibunya,
    Dosa pelaku riba, juga saksi dan tukang catatnya itu sama, coba anda sampaikan juga ke teman anda tersebut, agar anda teman anda tidak terkena riba, maka anda bayar 2 juta juga, bukan 2,5 juta,
    Mudah2an Allah bebaskan anda dari praktek riba,
    Aamiin

    Wassalam

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah

  149. Assalamualaikum wr wb
    Mau minta advice nih min,

    Misal orang A hendak beli hape, trus sy beli di toko B hrg 1juta trus sy jual seharga 1,2juta ke A. sama si A diangsur 7 kali tp nominal ttp 1,2juta.bolehkah?

    Kejadian ke 2
    Si A mau beli motor tp cm ada dana 3juta. Trus sya beli motor di pedagang B seharga 4juta.nah sy jual ke A seharga 4,5jt. Dibayar 3jt trus sisanya sebesar 1,5jt diangsur 10x dengan nilai akhir ttp.apakah bisa diterima pengandaian sprti itu.trimakasih.

    Wassalamualaikum wr wb

    Wa’alaikumussalamwarahmatullahi wabarakatuh

    Saya ingin bertanya,
    Apakah si A ingin agar anda membelikan dahulu ,lalu setelah anda beli baru anda jual ke si A ?

    Jadi si A itu hendak beli hape kepada siapa? Kepada anda, atau kepada siapa?

    Yang kedua si A mau beli motor kepada siapa?

    Jika si A ingin beli kepada anda,
    sehingga anda beli barang dahulu, lalu di jual kepada si A dgn cara kredit dikarenakan si A tidak cukup uangnya, jika anda menjualnya tidak sama seperti harga beli, maka itu RIBA, karena akad yang terjadi hakekatnya bukan jual beli, tapi pinjam meminjam, hape atau motor itu hanya kedok saja,

    • Ok biar lebih spesifik.
      Si A mau beli hape ya ke tmpt yg jual hape tp bisa menerima kredit. Trus sy misal jdi penjual hp tp sy kulakan dulu ke tpt lain.jdi posisi saya sebagai penjual.
      Prtanyaan kedua juga posisinya krg lebih sama.
      Dan perlu diketahui bahwa ini bukan untuk sekali dua kali kejadian tp lebih ke profesional sbagai penjual.
      Atau ada solusi untuk keadaan seperti itu.
      Makasih

      Pertanyaannya, apakah harga KONTAN dan KREDIT itu SAMA ?
      MISAL si A beli hapenya secara KONTAN itu harganya SAMA tidak jika si A membelinya secara KREDIT,
      Jika harga kontan dan kredit itu BERBEDA, nah disini masalahnya,. jika yang dipilih harga yang lebih mahal dari harga KONTAN, maka itu RIBA,

      Kalau anda sebagai penjual, lalu ada penjual yang mencari hape tapi ternyata stok tidak ada, sebagai penjual yang membaca peluang pasar, maka berusaha menstok hape yang dimaksud, lalu anda bisa menyimpan nomor konsumen,lalu bisa mengabarkan tentang stoknya, tapi tanpa membuat kesepakatan dengan konsumen tersebut agar membeli,

      Dan jika menerima KREDIT, maka samakan harganya dengan harga KONTAN, agar tidak terjadi RIBA

  150. assalamualaikum.

    misalkan ada seorang ingin mengkredit emas tp dibayar dengan uang.misalkan emasnya 20 gram dengan harga 2 juta.

    jadi dicicil dengan uang 4 kali bayar dengan berbentuk uang menjadi 3 juta apakah itu termasuk riba.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    TIDAK BOLEH jual beli emas atau perak dengan cara KREDIT,.wajib TUNAI,

  151. Assalamualaikum wr wb…

    Saya ada pertanyaan,
    Apabila saya sebagai pembeli, tidak mengetahui harga cash. Semisal sipenjual langsung menawarkan harga paket kredit XX Bulan.
    Apakah itu termasuk kedalam riba ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Kalau penjual HANYA menjual secara KREDIT saja, tidak menjual secara KONTAN, maka tidak termasuk RIBA

  152. Assalamualaikum wr. Wb.

    Pak, sy mw beli rumah scara kredit,, dan klo tdk kredit sprtinya sy tdk bs mmliki rmh smpai kpn pun, harga cash dan kredit mmg berbeda, kemudian utk sy pribadi, sy minta diubah yaitu harga cash dan kreditnya agar disamakan agar tdk riba, dan pihak developernya setuju, harga cash kredit sama, dan sy menyicilnya melalui bank, bisakah seperti itu, apakah msh riba.? Syukron

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Jika harganya adalah harga yang termurah, misalkan harga rumah 200 juta kontan, kalau kredit 250 juta, lalu si penjual mau menyamakan harga menjadi 200 juta untuk harga kredit, maka itu BUKAN RIBA,
    Jadi PILIH harga yang paling rendah dibayar secara KREDIT, ini baru bukan RIBA, walaupun cara mencicilnya melalui BANK, atau agen-agen ppob lainnya

  153. Assalamualaikum
    Maaf mungkin diluar topik
    Bagaimana jiga si A Menyuruh si B Untuk mengelola kios nya yang berpendapatan lebih dari 10 juta jengan syarat 7 juta dari penghasilan harus disetorkan ke si A Dan sisanya untuk si B Apakah termasuk riba ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Kalau syarat pembagiannya dengan menyebutkan NOMINAL seperti di atas, maka tidak boleh, seharusnya sebutkan PROSENTASE saja, misal 70 persen untuk si A dan 30 persen untuk si B , jadi nanti tinggal dihitung berapa pendapatannya, lalu setorkan sesuai prosentasi tersebut

  154. Afwan mas,

    1. jika sebatas melihat video ustadz Abdul hakim Hafizhohullah dalam hal cicilan kemudian antm segera meninggalkan pendapat sebelumnya. Mungkin disebabkan antm juga belum menelaah lebih jauh tentang tarjih jumhur kebnyakan ulama akan bolehnya pendapat cicilan dengan beda harga dng cash asal jelas akadnya pilih yg mana serta jelas waktu dll nya.

    2. Ana sendiri mengikuti tarjihnya ustadz Abdul hakim Hafizhohullah dalam beberapa pendapat namun ana telaah kembali dengan merujuk kitab² yg manjadi sumber Krn kita sebagai penuntut ilmu bukan muqollid sporti awwam.

    Seperti pendapat bliau yg akhirnya ana ikuti, duduk tawarruk dlm sholat 2 rakaat dlam setiap sholat yg terkhir baik yg 1 rakaat maupun lebih. Dan pendapat bliau jg mengenai Lutut dahulu ketika sujud bukan tangan. Ana ikuti tarjih bliau namun ana telaah kembali sblm mengambil pendapat nya.

    3. Jika harga cash sama dng kredit/cicilan secara tidak langsung diketahui orang bnyak pasti akan memilih ambil cicilan. Konsumen seakan tidak diberi pilihan Krn justru penjual secara tidak langsung memotivasi utk ambil kredit.

    Padahal syariat walau menghalalkan hutang tp dalam kondisi normal kita jng mempermudah hutang itu dibiarkan dng mudah.

    Kecuali darurat,

    Tp nyatanya jika harga cash 1jt misalnya kmudian cicilan juga total 1 juta dng mencicil 200rb slama 5x tentu ana bisa katakan kebanyakan org akan pilih yg cicilan, Krn ringan. Namun itu menjadikan kita memotivasi orang untuk ambil cicilan sja tnpa pilih yg cash.

    Beda hal nya jika cash 800rb dan cicilan 1,5 juta. Orang akan berpikir kuat untuk memastikan akad mana yg harus diambil dng berbagai konsekwensinya, Cash atau cicilan. Baarokallah fiikum

    Afwan, saya tidak TAKLID kepada ustadz, tapi saya mengikuti dalil yang dijelaskan oleh ustadz dengan sebegitu jelasnya…

    Adapun kesimpulan anda jika harga kredit disamakan harganya dgn kontan maka tentu orang akan memilih yang kredit, padahal punya uang kontan, ini bukan salah dalilnya, tapi MENTAL si pembelinya yang perlu dibenahi,…

    Sungguh AIB jika punya uang kontan tapi milih kredit karena harga sama dengan harga kontan,..

    Kalau kita punya uang kontan, maka bayar dgn kontan, bukan malah kredit,

    Bukankah kita disuruh berlindung dari hutang??? Bahkan Rasulullah mengajarkan doanya…

    Dan karena begitu jelasnya penjelasan beliau, maka saya mengikuti dalil yang dijelaskan oleh beliau,

    • Thoyyib Jika begitu, Baarokallah fiik,

      boleh ana bertanya kembali?

      Apa antm sudah melihat lngsung kitab Penjelas syarh Sunan Abu Dawud yaitu kitab ‘Awnul Ma’buud?

      Krn hadist itu diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud sebagai perawi ya.

      من باع بيعتين في بيعة فله أوكسهما أو الربا

      Barangsiapa yang melakukan dua transaksi jual beli dalam satu transaksi jual beli, maka baginya harga yg paling rendah (diantara keduanya) atau riba.

      1. Menurut beberapa penjelasan hadist itu memang disebutkan jika misalnya menjual barang cash seharga 100 riyal dan 150 riyal secara cicilan tempo yg ditentukan penjual…

      kmudian STOP disitu tanpa ada kesepakatan yang diambil.

      Maka jelas ini transaksi yg batil.

      Karena ia majhul (tidak jelas) pilihannya,

      Saya tambahkan,
      Menjadi RIBA itu jika yang DIPILIH adalah yang TEMPO, dgn harga 150 riyal, maka telahbterjatuh pada RIBA,

      Bukan tanpa akad yang tidak jelas pilihannya,..

      Tapi jika JELAS pilihannya adalah yang tempo atau KREDIT dgn harga 150 riyal, maka itu RIBA,

      Tidak riba jika memilih yang CASH dgn harga 100 riyal atau kredit harga tetap 100 riyal,

      Simpel, mudah dipahami, ga njlimet,

      Dan solusinya jika tidak disepakati diawal harga dan pilihannya maka baginya ambil harga yg terendah untuk menghindari RIBA.

      Karena dua transaksi harga itu belum jelas akadnya.

      Itu solusi dari syariat Krn ketidakjelasan diawal,

      Kalau ketidakjelasan dari awal, ya jelas,.. Itu transaksi yang BATIL,
      Tapi bukan itu,
      Justru jika JELAS yang dipilih adalah yang KREDIT dgn harga lebih mahal dari harga kontan, maka itu RIBA,..

      Dan itu yang dimaksud dalam HADITS juga perkataan Rasulullah,

      Jangan disalahfahami atau disalahtafsiri

      Adapun jika sudah menentukan di awal akad pilih yg mana, maka ini boleh dan tidak batil walau beda harga.

      Namun perlu diperhatikan sekali lagi,

      hadist itu yg diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud maka kita pun ambil penjelasan dari Ulama akan kitab penjelas itu.

      Redaksi hadits sudah cukup jelas, dan SANGAT GAMBLANG,..
      Maka penafsiran seperti akadnya tidak jelas mana yang dipilih, ini mana qarinahnya ???
      Perawi haditsnya saja menjelaskan sebagaimana redaksi hadits, kenapa malah ditafsirkan menyimpang dari redaksi hadits??

      2. Jika sebatas mengatakan misalnya:

      “saya jual mobil ini dengan harga 100jt cash atau 150jt secara cicilan”

      Kemudian ini langsung dikatakan dua jual beli dalam satu transaksi jual beli.

      Dimana letak dua jual belinya?

      Siapa yang mengatakan itu sudah terjadi AKAD?
      Itu baru penawaran jual beli, tapi penawaran yang mengandung PELUANG terjadinya RIBA,
      Kapan twrjadinya riba?
      Jika yang DIPILIH adalah yang cicilan 150 juta,.
      Jika JELAS yg cicilan yang DIPILIH, maka telah melakukan RIBA,

      Jadi ini simpel dan mudah dipahami, tapi karena antum mungkin masih tersyubhati oleh penjelasan yang menjelaskan, itu kan belum terjadi akad,koq disebut RIBA ?

      Maka saya kasih contoh sebagai permisalan,

      Misal :
      Ada teman anda menawarkan minuman, misalkan dia menawarkan susu dan khamr, silahkan antum ambil mana yang disukai, ini ada susu dan ini khamr,

      Kira-kira mana yang akan atum ambil?
      Tentu susu yang halal kan,?
      Tidak akan mengambil khamr untuk diminum,

      Nah kapan terjadi perbuatan haram?
      Apakah ketika menawarkannya atau setelah jelas memilih yang haram?

      Jelas ketika memilih yang haram, adapun penawarannya itu adalah penawaran yang berpeluang terjadinya hal yang haram,
      Insya Allah simpel,

      Jika dalam kasus diatas dianggap dua transaksi jual beli dalam satu transaksi jual beli,

      Maka mana yg lebih dekat maknanya dng kasus dibawah ini,

      Dan ini pun ada di kitab awnul Ma’buud dan secara dzahir lebih dekat maknanya dalam melakukan dua jual beli dalam satu transaksi jual beli daripada kasus misal Sebelumnya;

      Permisalan dua orang saling bertransaksi,

      “Saya jual mobil saya seharga 20juta dengan syarat anda jual motor anda ke saya dengan harga 10juta”

      Jika mereka berdua sepakat itu berarti mereka melakukan dua transaksi jual beli dalam satu transaksi.

      Itu JELAS transaksi yang batil, dan itu bukan berkaitan dgn HADITS DUA HARGA dalam satu AKAD,..beda sekali, dan jika memaksakan kasus ini untuk hadits dua harga, maka ini maksain banget namanya,

      Kita pun in Syaa Allah secara bahasa tahu bahwa hadist itu lebih menyerupai misal yg terakhir,

      karena dua transaksi jual beli itu terjadi dalam satu transaksi jual beli.

      Dan transaksi ini bathil,

      Ini juga sebagai penjelasan yg melakukan dua jual beli dalam satu jual beli dalam riwayat Imam At-Tirmidzi,

      Yaitu riwayat hadist yg diriwayatkan Oleh Imam At-Tirmidzi yg lafadz nya

      نهى عن بيعتين في بيعة

      “Bahwa Rasulullah melarang dua jual beli dalam satu transaksi jual beli”

      Tanpa tmbahan،

      فله أوكسهما أو الربا

      Karena tambahan ini ada di riwayat Imam Abu Dawud dng penjelasan di kitab ‘Awnul Ma’buud,

      Bahkan Imam At-Tirmidzi dalam riwayat hadistnya menjelaskan maksud
      Itu seperti halnya yg ada di penjelasan² Kitab Awnul Ma’buud.

      Maka silahkan dilihat kembali kitab penjelas hadist tersebut dalam buku² penjelasan hadist Sunan Abu Dawud akan maksudnya sperti (Awnul Ma’buud) dan tidak dari kitab yg bukan penjelasnya.

      Sudah cukup jelas penjelasan dari para ulama sesuai redaksi hadits,

      Terlepas dari perbedaan pendapat antara kita,

      Jujur ana hanya sebatas diskusi Ilmu saja,tidak lebih.

      In Syaa Allah kita pun terus menuntut Ilmu syar’i sesuai pemahaman Al-Quran dan As-Sunnah.

      Sungguh ana masih dangkal keilmuan nya masih terus belajar khususnya kepada ustadz² senior sperti Ustadz Yazid dan Ustadz Abdul Hakim akan keilmuan dan dakwah salaf yg mereka sebarkan Semoga Allah menjaga mereka dan kluarga mereka.

      Dan kalau antum simak penjelasan ustad Abdul hakim, beliau pun marah kepada dai2 muda tersebut, seharusnya mereka diam, tidak berbicara ttg hal ini, silahkan simak lagi,

      Baarokallah fiikum wa uhibbukum Fillah…

      Baarakallaahu fiikum, wa uhibbukum Fillah

  155. assalamu alaikum
    begini saya menginginkan HP ditoko si A dengan harga kesnya 1,9juta,tapi saya cuman ingin kredit, lalu ada pembiayaan ingin membantu saya kredit atau ada teman saya ingin membelikan HP tersebut dgn kes 1,9juta tapi saya kredit sama teman saya selama 9 bulan jatuhnya misalnya 300ribu X 9 = 2,7 juta, APAKAH INI RIBA?, mohon pencerahannya

    RIBA, dan akad yang sesungguhnya terjadi bukanlah jual beli, tapi pinjam meminjam, anda pinjam uang 1,9 juta bentuknya HP, lalu anda mengembalikan 2,7 juta..

    Tidak riba jika anda mengembalikannya 1,9 juta,

  156. Afwan pertanyaan saya dah seminggu tapi kok gak dimasukin disini? Dah ane notify email pula. Gmn sih bib?

    Pertanyaan yg mana ya,

    • Alafu ane unsubcribe saja, syukron

      Silahkan, bebas koq, afwan…

      Disebut dua harga itu…
      Kontan sekian, kredit sekian, lbh besar dari harga kontan,..

      Jika yg dipilih SATU AKAD yang KREDIT, maka itulah RIBA,..

      Simpel saja…

      Saya bukan mengajak agar pembaca ikut web ini koq

  157. Assalamualaikum..saya mau nanya apakah boleh saya membelikan tiket untuk orang dan orang itu bayar nya dgn cara di cicil 6x..contohnya harga tiket 1juta karna dia mau nyicil 6x jadi saya bikin perjanjian dgn cara 1juta x 20% di bagi 6

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Jika dicicil harganya lbh mahal dari harga kontan, maka itu RIBA, harusnya baik kontan atau nyicil harganya SAMA

    • Maaf, kenapa ditulis “bisa karena terbiasa” klo mnurut Ana benarnya ditulis “bisa karna pertolongan Allah” kalau kalimat pertama, seakan akan kita menggantungkan kemampuan kpd diri sendiri, tolong koreksi klo salah

      Bisa karena biasa, itu betul, ga salah,
      Siapapun akan melakukan suatu amalan dgn mudah karena dibiasakan, atau istilah dalam islam itu didawamkan,

      Bahkan sebaik2 amalan kata Rasulullah itu yang dawwam, terus menerus, dibiasakan, sehingga karena terbiasa maka menjadi bisa,

      Dan Allah yang menciptakan makhluk dan amal yg diperbuat oleh makhluknya,

      Jadi jangan memaksakan diri untuk membawa makna diatas kepada bergantung,..

      Bahkan kita semua akan diwafatkan dgn kondisi kebiasaan kita,

      Orang yg terbiasa maksiat, akhir hidupnya kemungkinan besar buruk, dan sebaliknya,

  158. Assalamuallaikum wr.wr
    saya mau bertanya bagaimana hukumnya belanja online secara kredit, sementara didalam aplikasi belanja online tersebut tertera harga cash dan harga kredit itu berbeda belum lagi ditambahkan dengan adanya uang muka, itu hukumnya bagaimana ?? Mohon penjelansannya

    Wa’alaikumussalamwarahmatullahi wabarakatuh,
    Jika yg dipilih akad kredit yang lebih mahal dari harga kontan, maka itu riba,walaupun cicilannya tanpa bunga atau denda

  159. Saya jual motor saya seharga 3juta kalo cash. 3.2juta jika cicil.
    Dimana letak ribax coba?
    Itu bedanya hanya dr harga dan untung yg diambil penjual. (Tergantung pilihan pembayarannya oleh pembeli)
    Jika perkiraan modal: 2.5juta,
    Maka dg cash dia (penjual) hanya ambil untung 500rb. Tp jika dicicil dia mau ambil untung yg lebih gede 700rb. Itu jual beli yg sah.

    Ribanya di mana ?
    Ribanya ketika akad yang disepakati adalah akad mencicil dengan harga tidak sama dengan harga kontan, jadi seharusnya harga kontan dan nyicil itu sama yaitu 3 juta,
    Kenapa RIBA ? Berdasarkan DALIL,.

    Barangsiapa menjual dua (harga) penjualan di dalam satu penjualan, maka baginya (harga,-pent) yang paling sedikit atau (kalau tidak mau, maka harga yang lebih tinggi adalah, -pent) riba” [Hadits No. 2326]

    Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam “Al-Mushannaf (VI/120/502)”, Abu Daud dari Ibnu Abi Syaibah (no. 3461),
    Al-Baihaqi berkata : “Bahwa Abdul Wahhab (yakni Ibnu Atha’) berkata yaitu (si penjual) berkata : “Itu (barang) untukmu apabila kontan Rp 10,- namun jika dengan penundaan (seharga) Rp 20,-“

    Imam Ibnu Qutaibah juga menerangkannya dengan (keterangan) ini, beliau berkata di dalam “Gharib Al-Hadits (I/18)” :

    Diantara jual beli yang terlarang (ialah) dua syarat (harga) dalam satu penjualan, yaitu (misalnya) seseorang membeli barang seharga dua dinar jika temponya dua bulan, dan seharga tiga dinar jika temponya tiga bulan. Itulah makna “dua (harga) penjualan di dalam satu penjualan.

    Dan hadits itu dengan lafazh ini [2] adalah ringkas dan shahih. Hadits ini tersebut didalam hadits Ibnu Umar dan Ibnu Amr, keduanya telah ditakhrij di dalam “Irwaa Al-Ghalil (V/150-151)”.

    Dan semakna dengan hadits itu adalah ucapan Ibnu Mas’ud.

    “Artinya : Satu akad jual beli di dalam dua akad jual beli adalah riba”

    [Dikeluarkan oleh Abdur Razzaq di dalam Al-Mushannaf (VIII/138-139), Ibnu Abi Syaibah (VI/199), Ibnu Hibban (163, 1111) dan Ath-Thabrani (41/1), sanadnya shahih]

    Read more https://aslibumiayu.net/9660-jual-beli-kredit-ada-yang-halal-dan-ada-yang-termasuk-riba-haram.html

    Sama halx dg kita menjual permen:
    Penjual: Permen ini hargax 1000
    Pembeli: Saya beli tapi bayarx minggu depan.
    Penjual: kalau gitu saya jual dg harga 1500. Mau?
    Pembeli: OK.
    JUAL BELI YG SAH… Dimana ribanya?

    Nah, jika akad yang disepakati itu yang 1500 , maka itu RIBA, seharusnya baik bayar kontan atau tempo tetap 1000
    Alasannya sama seperti kasus jual motor di atas

    Bukankah riba itu jika barang telah kita ambil dg harga 1500. Saat pembayaran kita belum membayarx, kemudian sipenjual memberikan tagihan extra atas keterlambatan pembayarannya.

    ITU SIH JELAS BANGET,…

    Pembeli: Maaf ya, permennya belum bisa saya bayar minggu ini.
    Penjual: Kalau begitu kamu harus bayar denda 100/hari keterlambatan ya..
    Jika kamu telat 5 hari, berarti nanti kamu harus bayar permennya jd 1500+(500×5)=2000.
    Yg 500 adalah RIBA!

    jelas yang ini sih riba, tapi bukan riba karena JUAL BELI DUA HARGA dan memilih harga yang lebih mahal,.tapi RIBA karena denda keterlambatan bayar

    Sungguh Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

    Wallaahu’alam

    Dan Allah telah mengharamkan RIBA, baik riba dengan cara denda keterlambatan, atau RIBA karena jual beli dua harga dan dipilih harga yang lebih mahal,
    DALILNYA JELAS DAN TEGAS…
    Tanpa di takwil pun sudah jelas,..

  160. Apa hukumnya seseorang yang mengkredit hp dengan harga yang lebih dari harga normalnya.. bayarnya perbulan.. tidak ada denda jika terlambat bayar… JIKA HAL ITU RIBA..
    Apakah seseorang yang mengkredit hp itu telah berdosa??(Seseorang itu tidak tau hal itu benar atau salah)

    Tidak mengapa menjual hape diatas harga beli, kan penjual ingin ambil LABA

    Misal kita beli hape harga 1jt, lalu dijual seharga 1,4 juta, baik harga KONTAN atau KREDIT tetap 1,4 juta,

    Maka ini ga masalah,

    Yang jadi masalah jika harga kontan 1,4 juta, jika kredit 1,6 juta, maka jika akad yang disepakati itu yg KREDIT, maka itu RIBA,karena menjual dengan DUA HARGA, dan yg disepakati akadnya harga yg lebih mahal

    Jika sudah terlanjur melakukan maka bertaubat dari hal tersebut, dan jika masih ada sisa kreditnya, sampaikan ke pembeli bayar seharga harga kontan saja untuk cicilannya,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*