Ketika Wanita Memilih Bekerja, Ada Syaratnya, Juga Masalah Yang Timbul Karenanya

wanita-karir-sadarlahIslam sangatlah memuliakan kaum wanita. Untuk itu kaum wanita ditempatkan pada posisi yang aman, terhormat dan terjaga kesuciannya. Syariat tidak membebaninya untuk mencari nafkah.

Pandangan Islam mewajibkan pemberian nafkah oleh sang ayah, suami dan saudara laki-laki sehingga perempuan tidak terpaksa harus mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya, kehormatannya tetap terpelihara, serta jauh dari ikhtilat dengan kaum laki-laki jalang yg berjiwa busuk.

 Jika keadaan memaksa hingga wanita musti bekerja di luar rumah, Islam telah memberikan batasannya.

Yaitu: harus seizin walinya (ayah atau suami) untuk pekerjaan mubah, seperti mengajar anak putri atau menjadi dokter/perawat bagi pasien wanita dan kanak-kanak; tidak ikhtilat (campur baur) dengan pria atau berkhlawat (berdua’duaan) dengan pria; tidak bertabarruj dan memperlihatkan perhiasan atau kecantikannya; tidak bersolek dan memakai parfum dan memakai hijab yang sesuai syari’at.

Sesungguhnya bekerjanya seorang wanita diluar rumahnya akan berakibat seringnya ia berpisah dengan anak-anaknya disamping juga akan berakibat kurangnya rasa kasih-sayang & pendidikan anak-anaknya.

Pendidikan dien dan akhlak pun merupakan hal yang sangat sulit jika seharian hanya berinteraksi dengan pembantu dan dididik televisi (Catatan: Tidak semua acara TV aman untuk anak. Bahkan, “Kidia” mencatat bahwa pada 2004 acara untuk anak yang aman hanya sekitar 15% saja).

Lantas, bagaimanakah jadinya generasi ini?

Jika kemudian statistik menunjukkan angka kriminalitas, perceraian, perselingkuhan meningkat dikarenakan terabaikannya keluarga sebagai basis pendidikan moral yang utama, sungguh, lagi-lagi harga yang mesti dibayar terlalu mahal.


Salah satu anggota kongres Amerika berkata (intinya): “Sesungguhnya wanita itu bisa berbakti kepada negara dalam arti sesungguhnya dengan tetap tinggal di rumah yg merupakan pilar rumah tangga. Tinggalnya wanita di rumah dengan melakukan kewajiban sebaik-baiknya, mengatur rumah tangga dan melakukan kewajiban2 agama adalah hal yg paling relevan dengan tabiat dan kondisi fisiknya. Dengan cara itulah kemaslahatan dirinya & kemaslahatan generasi bisa tercipta.”

Bagaimanapun juga, tempat bekerja wanita yang sesungguhnya dan yang paling mulia adalah di dalam rumahnya. Disanalah wanita akan senantiasa terlindungi dan dapat lebih dekat dengan Allah manakala menetap di rumah, mencari ridha Allah dengan cara beribadah kepada-Nya, mencurahkan segenap kemampuan untuk mendidik sang buah hati, mentaati suami, dan memberikan kasih sayang kepada anggota keluarga.

Gak diragukan lagi bahwa rumah yg di dalmnya terdapat ketaqwaan, ketenangan, kelembutan, cinta dan kasih-sayang yg didasari oleh Tarbiyah Islamiyah (pendidikan keislaman) akan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan. Sungguh indah suatu masyarakat yg dihuni oleh para wanita yang shalihah, anak perempuan yang beradab, isteri yang taat dan seorang ibu yang bertakwa dan para pria yg sholeh yg mengetahui dan menjalankan hak dan kewajiban masing-masing. Hingga masyarakat Islami tumbuh, berdiri diatas kesucian dan kehormatan dan ketakwaan, dan keimanan. (Amiin 3x)

Bekerjanya wanita juga menjadi penyebab utama banyaknya pengangguran laki-laki pada bangsa barat, padahal laki-laki itulah yg punya tanggung jawab & kewajiban untuk memberikan nafkah kepada keluarga mereka.

Bersambung ke : WANITA MUDAH MASUK SURGA

Sumber: https://aslibumiayu.net/987-muslimah-bekerja.html

You May Also Like

Silahkan tinggalkan komentar di sini