Adab Kepada Guru Janganlah Surut

adab kepada guru

Adab Kepada Guru Di Jaman Ini

 Sudah jelas, sejelas matahari bahwa seorang murid pasti akan mencintai dan menghormati gurunya dengan kecintaan yang dalam.

Ini adalah salah satu asas.

Yaitu adab seorang murid kepada gurunya.

Bagaimana mungkin seorang murid yang telah diajarkan memanah satu busur panah demi satu busur panah, kemudian ketika telah menguat lengannya dan ia menjadi mahir, ia arahkan panahnya kehidung gurunya.

Bukan hanya ahlus sunnah, bahkan ahlul bidahpun di antara mereka (1) sangat mencintai gurunya bahkan sampai derajat ghuluw.

Tentu tidak perlu dijelaskan lagi tentang imam Ahmad yang selalu mendoakan imam Syafi’iy di mana tidak tersembunyi bagi kita bahwa di antara keduanya ada yang berbeda?

Bukankah Imam Malik mengatakan “jika dua orang gurunya yang mengizinkannya ia mengajar, meminta ia berhenti. Maka ia akan berhenti mengajar.”

Bukankah, imam Abu Hanifah ketika diminta menggantikan mengajar gurunya yang pergi safar, maka ia catat semua jawaban yang dia berikan. Dan menunjukannya kepada gurunya agar dikoreksi ketika ia pulang dari safar. (2)

Itu mutaqoddimin .. berikut mutaakhirin ..

Perlukah kita bahas lagi kecintaan dan penghormatan masyaikh ahlul hijaz semisal Syaikh bin baaz bersama kawan-kawan beliau kepada guru mereka, Syaikh Muhammad?

Perlukah kita bahas lagi kecintaan dan penghormatan masyaikh ahlul hijaz semisal Syaikh Sholeh Al Fauzan bersama kawan-kawan beliau kepada guru mereka, Syaikh Ibnu baaz?

Perlukah kita bahas lagi kecintaan dan penghormatan masyaikh ahlusy syam semisal Syaikh Ali Hasan bersama teman-teman beliau kepada guru mereka, Syaikh Al albaani?

Perlukah kita bahas lagi kecintaan dan penghormatan masyaikh ahlul yaman kepada guru mereka, Syaikh muqbil?

Rahimahumullah jamiian

Begitu pula seharusnya para pelajar Ahlu negeri ini bersikap kepada masyaikh mereka. Yang bahkan telah jelas bahwa, Allah mentakdirkan di tangan masyaikh merekalah dakwah salaf ini meluas.

Karena, bukankah itu semua contoh yang amat nyata tentang bagaimana adab murid ke guru (3) di sisi para ahli ilmu?

Tidakkah bisa itu menjadi penyadar kita bahwa salaf amat menghormati guru-guru mereka?

Tentu, seorang pelajar ilmiyyah akan melakukan pembahasan atas masalah-masalah yang ia temui dan melakukan penelitian ilmiyyah. Kemudian bisa jadi ia menemukan sesuatu yang tidak sama dengan gurunya.

Tentu, kita tidak mengingkari itu. Karena ilmu tidak mengenal jumud.

Tapi pelajar yang cerdas, tahu kapan ia mengungkapkan catatan pribadinya itu dan kapan ia duduk diam mendengarkan penjelasan gurunya.

Memang, adab terhadap guru-guru kini surut. Jikalaulah itu terjadi di sisi orang awam maka sudah begitu mengherankan.

Tapi justru hal ini bahkan surut di sisi pelajar ilmiyyah(4). Mereka berani mencela dan mengecilkan perkataan gurunya.

Tanyakan pada mereka,

Apakah guru antum itu ahli ilmu?

Jika mereka jawab, ‘tidak’. berarti selesai. Begitu guru antum, begitu juga diri antum. Tidak berhak bicara. Karena jika gurunya saja bukan ahli ilmu apalagi muridnya.

Jika mereka jawab, ‘iya’. Maka mengapa engkau mencela gurumu yang memang ia berhak untuk bicara?

Bukankah bicara adalah hak ahli ilmu?

Jikalah engkau merasa fatwa gurumu itu salah, tidakkah engkau bisa bersikap jantan dengan menarik lembut kedua tangannya dan mengatakan, ‘wahai guruku, mari kita diskusi ilmiyyah’?

Atau mungkin engkau itu memang sudah terpapar paham khawarij yang kata Ibnu Hajar rahimahullah dalam Al fath, “mereka hanya berani berteriak-teriak disudut masjid”

—-

(1) Kecuali khawarij dan yang berjalan bersama mereka. yang bahkan murid bisa mengkafirkan gurunya. Maka pahamilah, bawa para murid yang tidak memiliki adab kepada gurunya. Ia itu telah terpapar manhaj khawarij dalam sikap ilmiyyahnya.

(2) Riwayat kisah keempat imam ini ma’ruf di kutub biografi mereka.

(3) Seluruh kata guru dalam tulisan ini bermakna para ahli ilmu. Bukan guru dalam arti siapa saja yang muncul di media sosial kemudian berkicau sesuka hatinya.

(4) Dalam arti pelajar yang memiliki modal dasar ilmu.

Tulisan Adab Kepada Guru ini dinukil dari status fb Bambang Deny Suatpandy

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=864809247665675&id=100024098221529

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*