BOM BUNUH DIRI Bukan Ajaran Islam

Bom Syahid Atau Bom Bunuh Diri

5 thoughts on “BOM BUNUH DIRI Bukan Ajaran Islam

  • November 17, 2015 pada 4:32 am
    Permalink

    Lalu bagaiman ttg sahabat nabi sholallohu’alaihi wassalam yg melompati benteng untuk membuka pintunya, sedangkan didalam ada ratusan atau ribuan musuh yg mana jika sahabat tsb masuk maka sudah pasti akan diserang?

    Kita semua tahu, sahabat tidak akan berbuat hal2 yg jahil.
    namun adakah penjelasannya mas.. Jazakallohu khoiron..

    Terimakasih abdurrozak,.
    Sahabat ketika membuka benteng,. itu dalam kondisi perang,.. ini yang pertama,
    Kedua, sahabat tersebut ketika membuka benteng, dia bisa membunuh penjaga benteng,. dan bisa jadi dia tidak mati, bahkan ada kemungkinan bisa selamat,.

    Orang yang melakukan bom bunuh diri,. siapa yang mati duluan, hancur duluan?.. tentu pelaku bom nekad tersebut,.
    disini bedanya,. makanya yang dilakukan oleh sahabat itu adalah sikap yang berani,. berbeda dengan pelaku bom bunuh diri, dia tidak berbuat apa-apa, langsung menekan tombol.. DUAAAAR.. meledak deh tubuh dia,.
    Jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh sahabat

    Balas
  • November 29, 2015 pada 8:46 pm
    Permalink

    Dalam kajian ilmu fiqh saya selaras dengan anda,, tapi dalam “jihad fi sabilillah” terdapat jurang lebar antara pemahaman kita. Mereka yg berjihad fi sabilillah adalah lebih baik dibanding dengan yang duduk2 saja. 🙂

    Berarti anda masih buta terhadap fikih jihad,.
    Pengakuan anda dusta bahwa anda selaras dalam kajian ilmu fikih,.
    Memang jihad tidak ada fikihnya?
    Karena tidak paham fikih jihad, maka jadi ngawur praktek jihadnyaa,. begitulah… JIHAD TANPA ILMU, modal semangat sama nekat doang,. bukan mati syahid, tapi MATI SANGIT, alias gosong

    Balas
  • Desember 3, 2015 pada 1:06 am
    Permalink

    bang admin…
    sering kita dengar di berita-berita dikatakan “Akibat ulah si Fulan banyak nyawa orang tak berdosa turut menjadi korban”.
    yang mau ana tanya, bolehkah dikatakan “orang tak berdosa”, padahal tak seorang pun di dunia ini ma’shum kecuali Rasulullah?

    Terimakasih rofi,.
    sebenarnya simpel saja,.
    Apa alasan orang yang mati akibat bom bunuh diri tersebut,.
    Atas dosa apa mereka dibunuh degan bom bunuh diri tersebut??
    Sebutkan coba dosa-dosa mereka,.

    jadi konteksnya dalam hal apa,. bukan dikaitkan dengan orang yang ma’shum, ga nyambung ini sih, tidak sedang berbicara tentang hal tersebut,

    Contoh simpel lagi,
    Jika anda mencuri, lalu dihukum potong tangan,.. berarti kan itu ada dosa mencuri,

    Jika ada orang yang tidak pernah mencuri, lalu dihukum potong tangan,.

    kita berkata, dia tidak berdosa kok dihukum potong tangan,.. maka ga nyambung jika dikaitkan dengan rasulullah yang ma’shum, begitu mas rofi, mudah2an paham,

    Balas
  • Desember 5, 2015 pada 3:38 am
    Permalink

    Bismillah, ana mau nanya…
    Mengapa antum mengkebiri makna jihad,afwan?

    Siapa yang mengkebiri makna jihad?
    Atau antum sendiri yang sedang mengkebirinya tanpa sadar?
    Atau antum ngga paham makna jihad?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *