Biografi Muhammad Bin Abdilwahhab

Oleh Rimbun Natamarga

Muhammad bin Abdil Wahhab lahir di ”Uyainah, Nejed, pada tahun 1115 H (1703 M). Ia adalah salah satu anak laki-laki Abdul Wahhab bin Sulaiman. Nasab mereka adalah Muhammad bin Abdil Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Buraid bin Muhammad bin Buraid bin Musyarraf bin Umar At-Tamimi. Karena itu, mereka semua dikenal sebagai alu Musyarraf (dinasti atau keluarga keturunan Musyarrof).

Adalah sesuatu yang galib terjadi pada saat itu, bila Sulaiman bin Ali, kakek Muhammad bin Abdil Wahhab, mendorong anak-anaknya untuk mempelajari dan mendalami Islam secara serius. Selain Abdul Wahhab, ada adiknya, Ibrohim, yang mengikuti jejak ayah mereka berdua. Oleh karena itu, dalam lingkaran keluarga terdekatnya, Muhammad bin Abdil Wahhab telah mengenal secara akrab gaya hidup kaum terpelajar (scholarship) pada saat itu. Kakek, ayah dan pamannya adalah agen-agen langsung kehidupan seperti itu.

Baca selengkapnya

Pujian Dalam Hujatan

Ketika aku putuskan untuk beramal sesuai AlQuran & Sunnah dengan faham As Salafush Shaleh, Akupun dipanggil Wahabi
Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’ala tidak kepada Nabi & Wali .… Akupun dituduh Wahabi

Ketika aku meyakini Alquran itu kalam Ilahi, bukan makhluq …. Akupun diklaim sebagai Wahabi
Ketika aku takut mengkafirkan dan memberontak penguasa yang dzalim, Akupun dipasangi platform Wahabi

Baca selengkapnya

Seputar Kata Wahabi (bag 1)

Kata Wahabiyyah Dinisbatkan Kepada Seorang Ulama Bukan Dinisbatkan Kepada Marx Atau Lenin


SEPUTAR KATA “WAHABI”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman didalam Al-Qur’an yang mulia.

Artinya : Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi ; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun” [Ibrahim : 24-26]

Baca selengkapnya

Seputar Kata Wahabi (bag 2)

Jika Kamu Mendengar Perkataan : Itu Pengikut Wahabi, Maka Kemungkinan Ia Seorang Yang Bodoh

SEPUTAR KATA “WAHABI”

Dan aku katakan kepada saudara-saudara para da’i yang menyeru kepada Allah di seluruh negeri Islam : Hendaknya mereka bersungguh-sungguh menyingsingkan lengan (untuk berdakwah), dan hendaknya ikhlas mengharapkan wajah Allah (dalam berdakwah), bukan lantaran ingin mendapatkan kursi, kedudukan, dan bukan pula lantaran ingin mendapatkan kehidupan dunia, sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal kecuali jika amal itu didasari keikhlasan untuk mengharapkan wajah Allah, berdakwah kepada Allah lebih tinggi nilainya daripada kursi, kedudukan dan kehidupan dunia yang nilainya sedikit ini.

Baca selengkapnya

Wahabisme Versus Terorisme

Membedah Akar Terorisme

Aksi teroris di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton menoreh luka berat di hati Umat Islam, karena terbukti para pelakunya adalah para aktifis masjid, lulusan pesantren, juru da’wah dan di masyarakat dikenal orang sopan santun, lemah lembut, pendiam dan tidak banyak tingkah, ternyata mereka adalah orang yang sadis, yang tidak mengenal kemanusiaan membunuh manusia dengan bom bunuh diri, hal ini benar-benar mencoreng nama baik Umat dan merusak indahnya syariat Islam.

Baca selengkapnya