Dakwah SALAFI Menjaga Darah, Tidak Boleh Sembarangan Ditumpahkan… Baik Oleh Aparat Atau Siapapun, Juga Oleh Teroris..

haramnya_darah_seorang_muslim

Nasehat Bagi Orang Yang Menumpahkan Darah Seorang Muslim , Siapapun Dia…

Alhamdulillah, kami persembahkan materi cuplikan kajian Syarah Shahih Bukhari (Fathul Baari), Bab.Qishash-Kitab ar Riqaaq

Bersama Guru kita ,al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafidzhahullah ta’ala..
Beliau hafizhahullah berkata dalam mensyarahkan bab ini : “bahwa besar atau kecilnya sebuah dosa dilihat dari besar atau kecilnya mafsadat yang ditimbulkan dan dari besar dan kecilnya maslahat yang dihilangkan dari perbuatan dosa tersebut.

Oleh sebab itu kesyirikan kepada Allah merupakan sebesar-besarnya dosa, karena seluruhnya merupakan kemudharatan dan tidak ada maslahat sama sekali. Demikian juga dengan pembunuhan ia telah menghilangkan sejumlah maslahat dan mendatangkan sejumlah mafsadat.

Kemaslahatan yang hilang seperti terputusnya keturunan manusia dengan sebab terbunuhnya seseorang. Dan mafsadat yang datang adalah menjadi yatim dan janda seseorang dengan sebab terbunuhnya seseorang yang merupakan ayahnya atau suaminya sehingga hilangnya nafkah kepada mereka. Dan sejumlah kerusakan yang lainnya.

Dan bahwasannya permasalahan darah ini akan di qishash oleh Rabbul ‘alamin di akhirat nanti. Dan hal ini(yakni persoalan darah manusia) merupakan perkara yang besar di dalam islam. Maka semoga faedah ilmiyyah dan amaliyah dari cuplikan kajian ilmiyyah oleh guru kita ini membawa kebaikan untuk kita dunia dan akhirat kita dengan izin Allah azza wa jalla.
Selamat menyimak..!!

Dan bagi yang ingin menyebarkannya maka silahkan sebarkan rekaman ini tanpa dirubah baik ditambahi atau dikurangi isi materinya maupun ditambahi atau dikurangi dari segi efek audio dan visualnya. Wal hamdulillah

Semoga bermanfaat…

Simak videonya disini

sumber : https://www.facebook.com/balsemsumbawa?fref=nf

4 thoughts on “Dakwah SALAFI Menjaga Darah, Tidak Boleh Sembarangan Ditumpahkan… Baik Oleh Aparat Atau Siapapun, Juga Oleh Teroris..

  • Mei 18, 2016 pada 8:09 pm
    Permalink

    ngapak e metu. Hehe

    lah ya iya rah,. soale bojone aku ya wong slawi koh,. he..he.he..

    Balas
  • Mei 19, 2016 pada 5:39 am
    Permalink

    izin share

    silahkan mas, jazakumullahu khairan

    Balas
  • Juli 11, 2016 pada 6:23 pm
    Permalink

    Assalamualaikum wr wb.
    Afwan mau tanya,Bagaimana cara menghadapi orang suka memfitnah salafi dengan dijuluki SESAT karena tidak mau ikut tradisi masyarakat kebanyakan?.Mohon penjelasan.Syukron

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    ga usah ditanggapi, cukup jawab dgn sikap anda, tampakan akhlak mulia, akhlak para salafusalih ,

    tebarkan salam, murah senyum,supel,mudah membantu, sering ngasih hadiah,

    pokoknya dakwah dgn sikap

    Balas
  • Agustus 22, 2016 pada 3:48 pm
    Permalink

    admin terima kasih untuk ilmunya… saya jadi ingat ust. Abdul Hakim, saya kenal beliau tahun 1993, (23 tahun yg lalu) ketika itu saya masih sma kelas 1, mungkin saya yang termuda diantara bapak2 yang berjenggot duduk dimajlis beliau. semoga Allah senantiasa menjaganya.

    Alhamdulillah,
    Semoga Allah memberkahi beliau, menjadikan ilmunya barakah, sungguh beliau begitu gigih mendakwahkan sunnah nabi,

    Saya juga pertamakali ikut taklim salafi di kajian beliau waktu masih di masjid nurul iman, jalan pramuka, Sekitar tahun 2000an,

    Nikmatnya hidayah mengenal sunnah, islam menurut pemahaman sahabat..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *