Karena Takut Dosa Riba, Seorang Wanita Manager Bank Itu Memilih Keluar Kerja

Pengakuan Mantan Manager Bank Konvensional Bergaji Hampir 15 Juta

bank ribaSore ahad menanti maghrib, selepas ashar, setelah melalui aktivitas rutin sejak pagi, terlihat beberapa santri Thibun Nabawi berdatangan, Salah satunya seorang ikhwan penjual madu yang sedang duduk di dekat saya bersama menghabiskan kopi kami sembari berbincang di warung mang abbas,

Tak lama tiba seorang ibu yang telah menutup aurat nya secara syar’i dan duduk menunggu mang abbas, ternyata hendak mengambil titipan sebuah buku, Melihat si ibu yang paruh baya si penjual madu tadi berkata kepada saya,

“Saya malu, melihat orang yang sudah tdk muda lagi, namun tetap sangat semangat menuntut ilmu, sedangkan saya terkadang agak malas”

Si ibu yang mendengar, ternyata juga seorang santri di kelas Thibun nabawi lantas menimpali,beliau menyebutkan umurnya yang ternyata memang lebih dua kali lipat umurku,

Ia memberikan pelajaran bagi kami sore ini dengan berbicara banyak, “Saya sebenarnya orang kantoran, baru beberapa bulan aktif di sini, selang beberapa tahun lagi sebenarnya saya akan pensiun, tapi saya keluar dari kantor saya, setelah di rumah dan mulai aktif mendengar kajian, Gaji saya sudah hampir 15 juta, saya seorang manajer”

Perkataan ibu itu membuatku penasaran dan menanyakan tempat kerjanya, ternyata benar dugaanku, beliau bekerja di sebuah bank konvensional,

“Saya mendengar beberapa kajian beberapa bulan ini, membaca beberapa buku, dan itu membuat saya semakin galau” lanjutnya

“Akhirnya saya memahami Pekerjaan saya terdapat unsur riba’, saya telah mendengar dan membaca besarnya dosa riba’ dan membulatkan tekad saya untuk keluar”

Seketika Tertunduk muka ini mendengar perkataan si ibu tersebut, Malu rasanya, Betapa Beliau berani mengorbankan dunianya demi mentaati perintah Allah, Saya hanya berucap syukur dan memuji Allah, Pelajaran yang berharga dari seorang ibu yang Allah berikan nikmat hidayah, Sebaiknya kita bertanya, sejauh mana pengorbanan kita demi mentaati Allah,

Hmm, berkorban waktu pun mungkin berat……

Semoga Allah memberikan hidayah dan keistiqomahan, serta rizki yang berkah kepada ibu tersebut beserta keluarganya.

sumber :https://www.facebook.com/harli.muhammad.havil?fref=nf

 

3 thoughts on “Karena Takut Dosa Riba, Seorang Wanita Manager Bank Itu Memilih Keluar Kerja

  • September 24, 2014 pada 4:04 pm
    Permalink

    Salut bgt buat ibu tadi. Smg Allah selalu memberikan bimbinganNya

    Aamiin,.

    Balas
  • September 26, 2014 pada 9:30 am
    Permalink

    Alhamdulillah saya sudah lama keluar dari bank ribawi lama sebelum mengenal sunnah, tapi setelah saya mengenal sunnah saya masih sedih karena banyak teman dekat saya yang masih bekerja disana atau yg berhubungan dengan riba, ingin sekali saya menyadarkan mereka…
    mohon do’a nya

    Terima kasih eris,.
    Kita doakan semoga semakin banyak yang mengikuti jejak keluar dari kubangan riba,..
    Buat apa gaji besar jika itu adalah haram, uang riba, itu hanya akan membawa kesengsaraan di akherat,

    Wahai para pembaca yang masih bekerja di bank ribawi, segeralah bertaubat, mumpung masih ada kesempatan,.
    Jangan tergiur dengan gaji besar tapi berakibat anda terbakar,..

    Dosa zina bukanlah remeh, bahkan dosa riba itu seperti dosa berzina dengan ibu sendiri, sebagaimana sudah saya posting disini

    Balas
  • November 1, 2014 pada 9:28 am
    Permalink

    Assalmualaykum…
    Bagaimana jika orangtua saya terjerat ke dalam bisnis yg mengandung riba…
    apakah saya sebagai anak berdosa makan dari hasil orangtua saya? Karena saya belum memiliki pekerjaan…

    wa’alaikumussalam warahmatullah,
    istri atau anak yang diberi makan dari hasil riba, mereka tidak berdosa, selama mereka tidak ridha, yang berdosa adalah suami atau kepala keluarga, karena istri dan anak itu tidak wajib mencari nafkah, yang wajib adalah kepala keluarga,

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *