Mas, Kok Tidak Sholat Berjama’ah?

Sebagian besar masjid-masjid kaum muslimin saat ini kita lihat kosong dari jama’ah. Pemandangan ini hampir merata kita temui di setiap tempat, baik di desa maupun di kota. Inilah buah dari kekurangfahaman mereka dalam ilmu syariat, khususnya yang berkaitan dengan hukum shalat berjama’ah. Sehingga bila kita tanyakan kepada seseorang, “Mengapa tidak shalat di masjid, kok malah shalat di rumah?”, boleh jadi ia menjawab, “Ah, itu kan cuma sunnah saja…” Subhanallah!!, semoga Allah memahamkan kepada kaum muslimin tentang syariat yang mulia ini.

Apa Hukum shalat Berjama’ah?

Ketahuilah, bahwa pendapat yang benar dalam masalah ini ialah shalat berjamaah itu wajib (bagi laki-laki, adapun bagi kaum wanita, shalat di rumah lebih baik daripada shalat di masjid walaupun secara berjama’ah). Inilah pendapat yang disokong oleh dalil dalil yang kuat dan merupakan pendapat jumhur ulama dari kalangan sahabat dan tabi’in, serta para imam madzhab (Kitabus shalat karya Ibnul Qayyim).

Perintah Allah Ta’ala Untuk shalat Berjamaah dan Ancaman Nabi Yang Sangat Keras Bagi Yang Meninggalkannya

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’ (dalam keadaan berjamaah).” (Al Baqarah: 43). Perhatikanlah wahai saudaraku, konteks kalimat dalam ayat ini adalah perintah, dan hukum asal perintah adalah wajib. Rosululloh telah bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku yang ada di tangan-Nya, ingin kiranya aku memerintahkan orang-orang untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan mereka untuk menegakkan shalat yang telah dikumandangkan adzannya, lalu aku memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam, lalu aku menuju orang-orang yang tidak mengikuti shalat jama’ah, kemudian aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhari)

Hadits di atas menunjukkan wajibnya (fardhu ain) shalat berjama’ah, karena jika sekedar sunnah niscaya beliau tidak sampai mengancam orang yang meninggalkannya dengan membakar rumah. Rosululloh tidak mungkin menjatuhkan hukuman semacam ini pada orang yang meninggalkan fardhu kifayah, karena sudah ada orang yang melaksanakannya. (Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al Asqalani)

Diriwayatkan dari Abu Huroiroh, seorang lelaki buta datang kepada Rosululloh dan berkata, “Wahai Rosululloh, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid.” Maka ia meminta keringanan kepada Rosululloh untuk tidak shalat berjama’ah dan agar diperbolehkan shalat di rumahnya. Kemudian Rosululloh memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu telah beranjak, Rosululloh memanggilnya lagi dan bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan?”, Ia menjawab, “Ya”, Rosululloh bersabda, “Penuhilah seruan (adzan) itu.” (HR. Muslim). Perhatikanlah, jika untuk orang buta saja yang tidak memiliki penunjuk jalan itu tidak ada rukhsah (keringanan) baginya, maka untuk orang yang normal lebih tidak ada rukhsah lagi baginya.” (Al Mughni karya Ibnu Qudamah).

Hanya Munafik Saja Yang Sengaja Meninggalkan shalat Jama’ah

Sahabat besar Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata tentang orang-orang yang tidak hadir dalam shalat jama’ah: “Telah kami saksikan (pada zaman kami), bahwa tidak ada orang yang meninggalkan shalat berjama’ah kecuali orang munafik yang telah diketahui kemunafikannya atau orang yang sakit”. Lalu bagaimana seandainya Ibnu Mas’ud hidup di zaman kita sekarang ini, apa yang akan beliau katakan???

(Disarikan oleh Abu Hudzaifah Yusuf dari terjemah kitab shalatul Jama’ah Hukmuha wa Ahkamuha karya Dr. Sholih bin Ghonim As-Sadlan)

***

Penulis: Abu Hudzaifah Yusuf
Artikel www.muslim.or.id

0 thoughts on “Mas, Kok Tidak Sholat Berjama’ah?

  • November 10, 2011 pada 2:04 am
    Permalink

    Jika memang shalat Jama’ah itu wajib maka Rasulullah tidak lagi sekedar mengancam tetapi sudah merealisasikannya. Tetapi maka ada rumah dibakar oleh Rasulullah dan mana ada wahabi menegakkan sunnah membakar rumah terhadap anak atau menantunya yang tidak shalat jama’ah.

    Kenapa Rasulullah tidak membakarnya?
    Bukan karena seperti anggapan anda karena shalat itu tidak wajib di masjid bagi laki-laki, tapi karena ada mudharat yg lebih besar disana, yaitu di rumah ada wanita dan anak-anak yang akan ikut terbakar,

    Karena wanita lebih afdhal shalat di rumah, pahalanya lebih besar daripada shalat dimasjid,

    Jadi laki-laki yang shalat 5 waktu di rumah tanpa udzur, maka laki-laki tersebut telah berdosa, walaupun shalatnya tetap sah, akan tetapi dia mendapatkan dosa karena menyelisihi perintah Rasulullah untuk shalat berjamaah di masjid. wallahu a’lam …

    Balas
  • Agustus 18, 2014 pada 8:47 am
    Permalink

    bgamana sudah datang adzan lalu tidak ada yang datang, melainkan hanya sholat sendirian? mshkah disebut berjamaah aatu munfarid??

    Terimakasih mas parno,
    Tidak mengapa mas, anda tidak terhitung shalat sendirian, anda sudah mengamalkan syiar islam yang besar, adzan,iqamat,dan sekaligus menjadi imam dan makmum,.

    Ingat, yang diwajibkan shalat bukan saja manusia saja, tapi jin juga wajib shalat,. jadi jangan berkecil hati jika tidak ada yang datang,.

    Minimal, anda telah menghidupkan masjid-masjid Allah,. bergembiralah..

    Balas
  • September 6, 2015 pada 12:31 am
    Permalink

    mas mau nanya apakah boleh pas sujud di sholat wajib kita boleh menambah kan doa2 yang lain selain doa wajib sujud terima kasih sebelum e

    boleh mas luhung,

    Balas
  • Januari 11, 2016 pada 7:05 am
    Permalink

    Assalamu alaikum warahmatullahiwabarakatuh..
    bagaimana kalau shalat fardhunya dimesjid tapi cuman sendiri..
    klo dirumah bisa berjamaah dgan keluarga…
    tpi saya pernah mendengar tentang larangan tuk mengosongkan masjid diwaktu shalat fardhu…
    mohon pencerahannya…

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Bagi laki-laki wajib shalat berjamaah di masjid, 5 waktu.. bukan hari jumat saja,.
    Jika ada laki-laki yang shalat fardhu di rumah, maka dia berdosa, telah meninggalkan shalat wajib di masjid secara berjamaah,.

    Kan berjamaah di rumah?? berjamaah di rumah bisa dilakukan setelah pulang dari masjid,
    Banyak sekali keutamaan shalat di masjid,.
    Perjalanan dari rumah ke masjid, dan sebaliknya, itu menghapuskan dosa, meninggikan derajat, didoakan oleh malaikat, dll
    Sementara jika shalat di rumah, justru Rasul ingin membakar rumah2 yang para laki-lakinya tidak berangkat ke masjid untuk shalat berjammah,.

    Jadi, jika waktu shalat tiba, anda ke masjid, jika tidak ada yang adzan, anda sendiri yang adzan, jika tidak ada yang memenuhi panggilan adzan anda, boleh saja anda iqamat, jadi imam dan sekaligus makmum,.ngga apa-apa,..

    Balas
  • Januari 11, 2016 pada 12:07 pm
    Permalink

    assalamualaikum.
    saya mau tanya.
    kalau terlambat bangun subuh terus di mesjid sudah shalat harus nya
    gmana?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,
    Harus berusaha agar bisa bangun sebelum shubuh,
    Bisa tidur lebih awal, setelah isya jika sudah ga ada kegiatan segera tidur, ga usah nonton tv atau kegiatan yang tidak bermanfaat lainnya,.
    Memasang alarm, bisa dengan hape, atau beli jam weker,.
    Berdoa pada Allah agar bisa bangun untuk melakukan shalat shubuh,.
    Belajar agama lagi, sehingga paham akan manfaat yang begitu besar jika melakukan shalat shubuh berjamaah,.

    Jika kesiangan, maka wajib shalat shubuh saat terbangun, dan tidak bertepatan dengan terbitnya matahari, jika sedang terbit maka tunggu hingga matahari setinggi satu tombak

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *