MENGINGAT DAHSYATNYA PADANG MAHSYAR…

matahari didekatkanWuquf di arafah mengingatkan kaum muslimin akan adanya pengumpulan yang maha besar nanti di hari kiamat. Kala itu seluruh manusia dari yanh pertama sampai yang terakhir berkumpul untuk menunggu keputusan Allah..

Kedahsyatan hari kiamat itu sudah tidal diragukan lagi. Allah berfirman:

وَعُرِضُوا عَلَى رَبِّكَ صَفًّاا

“Dan mereka akan dibwa ke hadapan Rabbmu dengan berbaris” (al-Kahfi: 48)

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ

“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabbmu) tidak sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” (al-Haqqah: 18)

Pada hari kiamat itu, Allah mengumpulkan semua hamba-Nya, sebagaimana Firman-Nya:

لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لاَ رَيْبَ فِيه

“Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya.” (an-Nisa’: 87)

يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذَلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ

“(Ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab), itulah hari (waktu itu) ditampakkan kesalahan-kesalahan.” (at-Taghabun: 9)

الآخِرَةِ ذَلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ النَّاسُ وَذَلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ

“Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh semua makhluk)” (Hud: 103)

Pada hari itu tidak ada perbedaan antara umat terdahulu dan terakhir. Semua berkumpul di waktu yang sangat agung itu.

قُلْ إِنَّ الْأَوَّلِينَ.  وَالْآخِرِينَلَمَجْمُوعُونَ إِلَى مِيقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ

“Katakanlah, “sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.” (al-Waqi’ah: 49-50)

Mereka akan dikumpulkan di bumi yang berbeda dengan bumi mereka di dunia. Allah berfirman:

يَوْمَ تُبَدَّلُ الأَرْضُ غَيْرَ الأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ وَبَرَزُواْ للّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang mahsyar) berkumpul menghadap hadirat Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (Ibrahim: 48)

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasssalam bersabda: “pada hari kiamat kelak, manusia akan dikumpuljan di bumi yang sangat putih berbentuk bulat pipi dan datar seperti roti bulat yang putih tidak ada tanda (bangunan milik siapapun di atasnya).” (HR. Bukhary: 6521)

Maksudnya mereka dikumpulkan di atas bumi yang datar, tidak ada dataran yang tinggi maupun rendah, tidak ada pegunungan dan bebatuan dan tidak ada tanda tempat tinggal maupun bangunan.

Mereka dikumpulkan dalam keadaan tidak mengenakan sandal, telanjang tidak mengenalan pakaian, dalam keadaan tidak berkhitan. Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“sesunngguhnya kalian akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan belum berkhitan.’ lalu beliau membaca firman Allah: ‘sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti kami tepati. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.’ (al-Anbiya: 104)” (HR. Bukhary: 3349-Muslim: 2860).

Pada hari itu letak matahari semakin dekat ke manusia sehingga jaraknya hanya satu mil saja. Sementara itu tidak ada tempat bernaung kecuali naungan Arasy.

Diantara manusia, ada yang mendapat naungan Arsy dan ada pula yanh terpanggang oleh panasnya matahari.

Panas matahari itu menyengat dan menambah penderitaan serta semakin menambah kegelisahannya. Kala itu, manusia saling berdesakkan dan saling berhimpitan, sehingga terjadi saling dorong, kaki-kaki saling menginjak dan tenggorokan yang kering serta badan yang berdesakkan.

Sehingga tak ayal lagi, keringat bercucuran ke tanah. Sehingga membasahi kaki-kaki mereka sesuai dengan kedudukan dan kedekantan mereka dengan Rabb mereka.

“Pada hari kiamat, matahari didekatkan kemanusia hingga kira-kira sebatas satu mil. Lalu manusia berkeringat sesuai amal perbuatan mereka, di antara merka ada yang berkeringat hingga (merendam) tumitnya, diantara mereka ada yang berkeringat sampai lutu, diantara mereka ada yang berkeringat sampai pinggangnya, dan ada yang dikemdalikan oleh keringatnya sendiri.” (HR. Muslim: 2864)

“Tidak ada seorangpun pemilik emas dan perak yang tidak mengeluarkan zakatnya melainkan di hari kiamat akan dibuatkan setrika dari api yang dinyalakan dalam neraka. Lalu disetrika pada perut, dahi dan punggungnya.” (HR. Muslim: 987)

Ditulis oleh:
Omar Ibrahim Al-Imanulmuslim

*Sumber:

Disadur dari Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad.
Majalah as-Sunnah

Reposting : http://majlissunnah.wordpress.com/2011/11/08/mengingat-dahsyatnya-padang-mahsyar/

0 thoughts on “MENGINGAT DAHSYATNYA PADANG MAHSYAR…

  • Juli 19, 2013 pada 9:11 pm
    Permalink

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Saya mau tanya yah, ada tak sie cara atau trik untuk merubah kebiasaan buruk???
    Saya jujur merasa terganggu sekali dg kebiasaan saya yaitu nonton film yg berbau seks, membaca cerita seks…
    Dan gambar gambar semacam nya…
    Dari situ saya terganggu sekali, tapi kadang saya juga tak bisa menghindari kebiayaasan saya itu, ada trik ngga yah. Min? Agar saya meninggalkan kebiasaan itu. Trimakasih

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    TErimakasih sudah berkomentar disini,
    Alhamdulillah anda msih diberikan rasa terganggu dengan kebiasaan buruk tersebut,.
    Dan ingatlah, kebiasaan buruk tersebut, jika tdk segera ditinggalkan, maka akan merusak diri anda sendiri, walaupun anda sudah menikah kelak, kebiasaaan tsb akan mengurangi kebahagiaan anda mengarungi bahtera rumah tangga, itu adalah racun, sehingga anda tidak meraih nikmatnya berumahtangga, sebab anda akan merasa apa yg dirasakan masih lebih indah, lebih nikmat di cerita atau film2 tsb,. dan anda akan merasa sulit untuk menghilangkan perasaan tersebut,. bahkan ini bisa mnjadi pintu2 terjadinya pelampiasan seks yg menyelilsihi syariat, misalkan selingkuh, dll

    Oleh karena itu, tinggalkanlah kebiasaan tersebut,.
    Apa triknya? selain melihat dampak dari hal diatas utk masa depan anda ketika sudah menikah, ingatlah ancaman di akherat, mata kita,telinga, akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah,. untuk apa kita gunakan,

    Selain itu, yg mungkin ini bisa juga, ingat… usia kita sudah Allah tetapkan, kapan nyawa kita diambil,.. apakah anda tidak takut jika ketika anda sedang membaca cerita tsb, atau sedang menonton film tsb, lalu Allah cabut nyawa anda,. ini sungguh akhir kematian yg buruk, ..

    Silahkan baca artikel ini pula,. dampak dari zina
    , kenapa saya berikan link tsb, karena zina diawali dari apa yg anda baca/tonton , sehingga anda akan dengan mudah melakukan praktek zina tsb.

    Balas
  • Juni 30, 2014 pada 9:26 am
    Permalink

    padang mahsyar berkumpul sebelum di masukan ke surga atau neraka ya gan?
    apa benar jika orang berimana walaupun tak beralaskan kaki mereka tidk akan merasakan apa-apa dan orang yang tidak beriman akan merasakan panas yang teramat sangat?
    terimakasih 😉

    terimakasih mba nika,. sudah komentar disini,
    Padang mahsyar adalah pertama kali kita dibangkitkan setelah hari kiamat, semua manusia akan dikumpulkan dalam kondisi telanjang bulat dan belum berkhitan,
    Peristiwa itu begitu besar, sehingga karena besarnya urusan kala itu, maka boro-boro sesama mereka saling memperhatikan,.
    matahari didekatkan dengan jarak yang sangat dekat,.

    “Pada hari kiamat, matahari didekatkan kemanusia hingga kira-kira sebatas satu mil. Lalu manusia berkeringat sesuai amal perbuatan mereka, di antara merka ada yang berkeringat hingga (merendam) tumitnya, diantara mereka ada yang berkeringat sampai lutu, diantara mereka ada yang berkeringat sampai pinggangnya, dan ada yang dikendalikan oleh keringatnya sendiri.” (HR. Muslim: 2864)

    Balas
  • Oktober 11, 2014 pada 8:00 pm
    Permalink

    Sadis amat ya pada ciptaan-NYA sendiri???

    Terimakasih dean, komentar yang bagus,
    Sebenarnya siapa sih yang sadis, Allah atau manusia itu sendiri?
    Manusia yang normal tidak mungkin mau dimasukkan ke dalam neraka,.
    Manusia yang berakal sehat jika sudah diberikan jalan menuju surga, kenapa mereka malah berusaha menempuh jalan ke neraka sehingga Allah menyiksanya?

    Padahal Allah sudah melakukan perjanjian dengan manusia sebelum manusia itu dilahirkan, dan manusia membenarkan apa yang dikatakan Allah,
    Namun…
    Ketika manusia sudah lahir ke dunia, mereka mengingkari janji mereka, mereka lupa dengan janji mereka, sehingga mereka melupakan janji tersebut, dan melakukan makar kepada allah, mengerjakan amalan-amalan yang dimurkai Allah, sehingga Allah mengadzabnya di akherat kelak,,..

    Allah Ta’ala berfirman,

    } وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَآ أَن تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ {172} أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ ءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَةً مِّن بَعْدِهِمْ أَفَتُهْلِكُنًا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ {173}

    “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”

    Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”.

    (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”.

    atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka.

    Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu ?” (QS. Al A’raaf 172-173).

    Jadi,.. siapa yang kejam, siapa yang sadis,. Allah atau manusia itu sendiri?
    Tentu jawabnya, manusia tersebut yang sadis, manusia tersebut yang kejam, sudah diberikan perjanjian, sudah diberikan aturan,. eh,. malah tetap dilanggar,.

    Allah berikan mata , dan tidak boleh melihat yang diharamkan oleh Allah,. eh manusia gunakan mata tersebut untuk melihat yang haram, maka tidak kejam jika Allah adzab manusia karenanya,.

    Allah berikan mulut, dan tidak boleh digunakan mulut itu untuk hal-hal yang haram, eh, manusia gunakan mulut itu utk hal yang haram, maka Allah adzab manusia karenanya,. apakah Allah kejam?? TIDAK, manusia diadzab karena perbuatan mereka,. sudah diberi yang baik, tapi malah milih yang buruk,.

    Jadi,. kesimpulan Allah sadis, itu kesimpulan orang yang dungu,. orang yang bodoh tentang nikmat-nikmat Allah yang sangat banyak, jika manusia disuruh menuliskan nikmat-nikmat Allah, jika air laut di dunia ini dijadikan sebagai tintanya, maka air laut itu akan habis, tidak cukup untuk menuliskannya,

    Sudah sedemikian banyak nikmat yang kita dapatkan,. kita bernafas tanpa membayar biaya oksigen, coba anda tanya berapa harga oksigen tanya ke rumah sakit,. kita menggunakan air tanpa mbayar, darah kita,. coba jika kita disuruh membayar darah kita kepada Allah, dll…

    Namun nikmat Allah itu tidak di syukuri,. wajar jika Allah siksa manusia karena tidak mensyukuri nikmat Allah,. dan Allah tidak disebut sadis karena hal tersebut,.

    Balas
  • Januari 7, 2015 pada 7:19 pm
    Permalink

    Assalamualaikum…
    Pada saat itu apakah nabi muhammad juga ikut dibangkitkan dan dikumpulkan dipadang mahsyar,,,
    dan juga dajjal apakah juga ikut dibangkitkan,

    -ada satu lagi pertanyaan yg blum trjawab sejak saya kecil,,,

    seputar malaikat mas,, pertanyaannya: katanya amalan kita baik dan buruk akan slalu dicatat oleh malaikat raqib dan atid.

    Dlam benak saya bagimana bisa cma 2 malaikat bsa mncatat masing2 semua manusia yang ada di bumi,,, apakah mereka cuma ada 2 saja,
    atau mereka ada banyak dan setiap manusia didampingi oleh 2 malaikat tsb,, dgn kata lain malaikat tsb kembar2 …

    Bgitu juga dgn para malaikat lain yg kita imani… Mohon tanggapannya mas.
    Trimakasih

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Mas, peristiwa padang ma’syar itu peristiwa yg super luar biasa,.
    Semua dibangkitkan telanjang bulat, dan belum berkhitan,. ngga usah anda berpikiran nanti saling lihat dong,. boro2 mikirin itu mas,. wong mikirin apakah saat itu selamat dari adzab Allah, itu jauh lebih penting,.

    ngga usah di akherat mas,. saat di dunia, saat dilanda musibah hebat, misalkan rumah kebakaran, maka manusia berusaha menyelamatkan diri dari amukan api, ngga perduli apakah memakai baju atau tidak,. yang penting selamat,. nah dahsyatnya padang ma’syar lebih dari kekhawatiran dan kepanikan saat musibah kebakaran,.

    Ada yang dibangkitkan di padang ma’syar dengan beraneka keaadaan, ada yang berjalan dengan wajahnya,. matahari didekatkan diatas kepala,. mereka banjir keringat, ada yang keringatnya se kaki, seperut, ada yang tenggelam dalam keringatnya,. peristiwa yang super dahsyat,.

    Tentang malaikat,mereka adalah makhluk ghaib, yang mentaati semua perintah Allah,tidak ada satupun malaikat yang bermaksiat kepada Allah, banyak yg salah faham ttg nama dan tugasnya,. juga jumlahnya,. dan itu yang kita pelajari sejak di bangku SD hingga perguruan tinggi, bahkan di pesantren2,. tentang malaikat, silahkan baca ulasannya disini

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *