Dulu Saya Ikut Jamaah Tabligh, Kenapa Saya Keluar Dari Kelompok Ini?

Jamaah Tablig Iwan Fals Ikut Jamaah Tabligh Jemaah Tabligh Jamaah Tablik Jamaah Tabligh Sesat

Jamaah tabligh yang kukenal…

Jamaah Tabligh - KhurujIni adalah sebuah kisah nyata yang saya alami sendiri bersama jamaah tabligh selama 6 tahun, dulu saya merupakan salah satu pengikut dan pembela mati-matian jamaah tabligh. Sebuah jamaah baru dari India yang didirikan oleh syaikh Maulana Ilyas al kandahlawi bersama teman dan keluarganya yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua.

Jamaah tabligh memang sangat handal dalam mempengaruhi orang-orang awam, Kyai, Ustadz, dan tentu dalam tanda petik “tidak semua”.  Mereka dulu sangat menyejukkan hati dan pikiran saya, namun setelah saya masuk lebih dalam secara kritis ternyata saya temukan penyimpangan-penyimpangan yang luar biasa.

Sebenarnya saya sudah merasakan ketidakberesan dengan jamaah ini, 3 tahun setelah saya ikut dengan aktifitas mereka, namun saya coba untuk berhusnudzon kepada mereka, karena mereka juga mengamalkan sunnah, dan mendakwahkan sunnah ( sunnah-sunnah tertentu yang lazim, itupun sudah terkotori oleh bid’ah ).

Mengapa saya keluar dari JT…???

Ini berawal ketika saya berinteraksi dengan empat manhaj ( manhaj tabligh, manhaj NU , manhaj ikhwani/hizbi dan manhaj salaf), keberadaan saya dalam interaksi ketat antara keempat manhaj inilah yang membuat saya terpacu untuk mencari kebenaran yang lebih rojih diantara 4 itu. Silih berganti saya masuk kepada keempatnya, karena saya sejak dulu berkeyakinan, kebenaran hanya satu, dan golongan yang selamat pasti hanya satu ( berdalil dari hadits iftiraqul ummah), dan saya harus mencari satu kebenaran itu, satu golongan itu… ibaratnya saya seperti musafir yang mencari satu berlian yang langka di zaman ini.

Di NU saya dilahirkan dan dibesarkan, keluarga saya dari umi dan abah adalah NU tulen dari generasi ke generasi, saya sangat terwarnai pada waktu itu, namun al hamdulillah meskipun demikian, saya berangkat dari pemikiran NU yang hanif, dimana abah tidak mau bertaklid dengan ke NU an meskipun beliau berpemahaman NU( asy’ariyah), beliau menolak sufiyah, dan tabaruk di kuburan.

Alhamdulillah sejak awal saya sudah berbasic seperti ini. Walaupun pemahaman abah sedemikian itu, namun saya juga pernah ziarah kekuburan wali (yang dianggap wali oleh mereka), namun saya langsung timbul pertanyaan, masa orang yang sudah meninggal bisa ngasih bantuan, menghubungkan dengan allah? Itu yang langsung terbesit dari benak saya.

Sampai pada titik klimaksnya saya kenal dengan Ikhwanul Muslimin di sekolah sma saya dulu, dan mulailah perbandingan pemahaman saya lakukan, melalui dialog dengan mereka dan berdiskusi dengan mereka, dan tibalah pada klimaksnya saya berittikad untuk keluar dari keyakinan NU dan beralih pada pemahaman ikhwanul muslimin yang pada waktu itu mendirikan PK (Partai Keadilan), mulailah saya dengan interaksi, aktifitas PK saya sering ikuti, mulai dari kajian liqo’ sampai turun kejalan untuk kampanye.

Setelah saya mengenal PK lebih jauh, saya berfikir kenapa begitu militan sekali mereka ini, sampai bikin sistem partai, padahal secara logika umat islam akan semakin terkotak-kotak, maka dari sinilah saya mengenal Jamaah Tabligh di masjid kampung saya.

Dan melaui diskusi panjang lebar otomatis dengan basic pemahaman ikhwani dan NU yang masih merwarnai saya, sampai titik akhir saya merasa kalah dengan bujukan JT, pada waktu itu saya melihat JT lebih simpel, sifatnya menyatukan umat baik dari NU, muhammadiyah, dll bisa masuk tanpa susah payah…

Inilah yang membuat saya tertarik pada JT. Dan disinilah saya berlama-lama sampai 6 tahun bergabung dengan mereka…

Suatu hari saya keluar 3 hari dengan karkun di daerah bawen bersama orang tua halaqoh bawen (ungaran-semarang) saat itu saya sudah bergabung selama 3 tahun dengan JT, dan saya sudah menikah. Saya mencari kontrakan rumah dan saya di tawari di rumah karkun juga yang sudah belasan tahun ikut JT, bahkan sudah pernah ke IP ( IP = India Pakistan, pada waktu itu tertib khuruj belum sampai ke bangladesh tapi ke India dan Pakistan, sekarang ada tertib keluar 4 bulan IPB, India, Pakistan dan bangladesh).

Saya putuskan mengajak istri saya tinggal di rumah karkun itu, dan alangkah terkejutnya saya ketika saya, ketika karkun pemilik rumah itu menyodorkan secarik kertas yang berisi amalan wirid agar di baca sebelum mendiami rumahnya.

Amalan itu adalah membaca allahumma anzilni mubarakan wa anta khairun munzilin sebanyak 4444 kali, tentu saya terima saja walaupun keyakinan saya berseberangan dengan dia, bahkan saya tidak mengamalkan amalan tersebut setelahnya.

Dan semakin terkejut lagi ketika di rumahnya yang super besar itu terdapat rajah-rajah, jimat, hizib dan tulisan-tulisan tanpa terbaca di setiap pintu, jendela, dan kamar yang intinya sebagai tolak kebakaran, tolak maling, tolak jin dll.

Istighfar saya tak habis-habis saat itu, dan lebih anehnya lagi ketika itu saya sampaikan pada senior lain mereka justru tersenyum dan berkata…

“satu hati saja…ga masalah”, dari sinilah saya mulai ragu…

Dan saya sampaikan pada teman-teman karkun sehingga merekapun menyuruh saya keluar lebih lama yaitu 40 hari, dan akhirnya terwujud di jogja, saya bergabung dengan beberapa karkun senior yang beristri wanita salafy ( murid ja’far umar tholib) yang menjadi dosen di uad jogja.  Dari sana saya yakin bahwa JT lebih bagus dari salafy, buktinya istri karkun itu seorang salafy, pada waktu itu saya terus bertanya2, kok bisa ya???

Padahal salafy kan kuat-kuat dalam berdalil dan menyesatkan JT, (pada waktu itu saya juga sudah kenal laskar jihad ja’far umar tholib) dan juga sering berdebat dengan mereka dalam masalah agama dan membela JT.  Semua yang dituduhkan JT kepada salafy saya koreksi dan telusuri kebenarannya, demikian juga dengan tuduhan salafy pada JT juga saya telusuri kebenaranya.  

Saat saya dapat selebaran fatwa sesat JT dari ulama timur tengah, saya langsung ambil bantahan dari buku yang juga merupakan bantahan dari JT atas fatwa tersebut, yaitu sebuah buku karangan abdul kholiq pirzada dari mesir yang diterjemahkan oleh ust. Masrohan ahmad dari semarang (ust.JT) yang berjudul ” maulana ilyas diantara penentang dan para pengikutnya” (sekarang buku itu masih ada) berisi tentang fatwa terbaru dari ulama kibar timur tengah, disana juga disertakan ulama-ulama penentang dan pendukungnya,

Saya tidak merasa puas dengan buku itu karena masih rancu dan simpang siur, maka saya tanya kepada salah satu salafy, namanya abu umar cilacap ( semoga allah memberkahi kehidupannya). Dari beliau saya belajar tentang manhaj salaf, belajar tauhid, belajar hadits shahih dan belajar tentang iftiraqul ummah, termasuk belajar amalan-amalan sunnah dan mengenali bid’ah.

Ketika saya sampai pada masalah bid’ah dan sunnah/ tentang manhaj 4 imam, luar biasa detailnya pembahasan ilmu ini sehingga dibutuhkan kematangan akidah, kelurusan akidah dan pelepasan baju fanatik golongan.  Saya pada waktu itu terus membuktikan ilmu yang saya dapatkan pada kajian salaf, kepada aktifitas JT selama ini dan saya mulai ragu dan ragu, semakin lama saya keluar khuruj dengan JT, semakin terbukti apa yang ada dalam ilmu salaf itu…

Bahkan saya sering ngajak karkun ngaji salaf dan banyak dari mereka menolaknya, dengan congkak mereka berkata” saya tidak mau ngaji salaf karena bikin orang suka hujat dan membid’ahkan”

Diantara mereka juga ada yang ngaji salaf namun berada pada kondisi seperti saya.. yaitu ragu-ragu terhadap JT. Suatu hari saya berdebat dengan seorang amir tentang masalah penyamaan rasulullah dengan kodok, dan saya terkejut ketika mereka bilang yang penting niatnya bagus, berikut nukilan tulisan saya atas kejengkelan saya pada penyamaan itu yang juga saya tulis di comment blog JT dan salafi :

“saya punya banyak pengalaman di JT yang sangat membuat saya naik darah dan naik pitam, walaupun saya dulu belum keluar dari JT, yaitu ketika amir shaf bayan maghrib amir itu menyamakan nabi shallallahu’alaihi wasallam dengan kodok (na’udzubillah) mereka bilang” nabi muhammad ibarat kodok yang hidup pada dua alam yang memperingatkan ikan-ikan agar tidak mau terpancing kail manusia ( keduniaan), begitu juga nabi juga memperingatkan manusia karena ia pernah melihat neraka dan syurga, sekaligus hidup di dunia bercakap dengan manusia memberi nasehat pada manusia yang lain.”

Alangkah murkanya saya ketika amir itu setelah saya luruskan malah bilang yang penting niatnya baik, dia bilang innamal a’malu biniyyat”

Bahkan saya dituduh membuat tidak satu hatinya jamaah yang ikut khuruj karena mendebat amir. Ini pengalaman saya ketika saya khuruj di wilayah ungaran jawa tengah.

Orang tua halaqah bawen (senior tabligh di bawen jateng semarang), pernah memberi saya amalan membaca allohumma anzilni munzalan mubarokan wanta khoirul munzilin sebanyak 4444, karena saya baru mau menempati rumah kontrakan miliknya.

Dan saya juga mendapati di jendela-jendela, pintu-pintu, ada azimat dan rajah/hizib serta macam-macam lafadz tak terbaca yang katanya untuk tolak balak. Ini saya alami sendiri, jadi jika mereka menyangkal mereka tidak melakukan kebid’ahan dan kesyirikan dan bahkan pernah ngaku bukan sufi, itu karena mereka tidak tahu menahu dengan JT itu sendiri.

Bagaimana mungkin jamaah yang mengaku menghidupkan sunnah mengajarkan wirid bid’ah, amalan kencing berdehem dan berjingkat, menjilati jari ala mereka dengan membaca doa tertentu setelah makan, katanya supaya tangannya bisa kuat saaat menghadapi lawan ( pukulan brojo musti ) ini saya dengar dan saya alami sendiri bahkan saya dulu ikut mendakwahkannya.

Ketika ditanya ilmu jawabanya ngawur
*saya pernah bertanya pada mereka tentang islam, maka mereka menjawab islam itu : syariat, hakikat, ma’rifat. (sama dengan kitab bathil al hikam sufiyah) dan bahkan dalam takrir yang diulang ulang dalam tertib dan buku panduan tabligh mereka mengatakan ahli thariqoh (sufi) bagi mereka adalah termasuk tiang / pilar agama islam yang jika tidak ada maka akan robohlah islam, (na’udzubillah).

Nah anehnya ketika saya tanyakan apakah mereka sufiyah mereka bilang tidak, kami hanya belajar dari thoriqohnya sufi. (bingung kan?)

Dilain tempat saya tanya karkun jogja, apa antum tau bahwa kita harus menghormati orang sufi, mereka menjawab saya bukan sufi tapi orang islam.

Tidak ada kaidah yang baku karena mereka berkata tanpa kesatuan hati dan fikir sebagaimana yang mereka gembar gemborkan, kalolah dia sehati dan sefikir itu apabila dalam tertib-tertib tabligh aja sedangkan masalah tauhid mereka menyerahkan pada masing-masing yang diyakininya, ini kan repot dan bahaya…

Ya saya langsung mengadakan studi kritis dengan keluar 4o hari dan hasilnya saya semakin kuat untuk segera keluar dari JT, dan sampai sekarang saya sudah bertaubat dari pemikiran dan aktifitas JT (ini saya nukil dari perjalanan kisah saya bersama JT )”

Demikian sebagaimana yang saya kutip dari : www.mantanjt.blogspot.com

Berbicara tentang jamaah tabligh… [1]

Jama’ah tabligh mengamalkan hadits-hadits dha’if dan palsu

Hal ini, salah satu hal berbahaya yang dimiliki oleh jama’atut tabligh. Mereka meriwayatkan segala hadits atau kabar yang ada, walaupun tanpa kendali dan tali kekang. Padahal rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“barang siapa yang berkata atasku apa-apa yang tidak pernah aku katakan, maka tempatkanlah tempat duduknya di neraka” [2].

Dalam hadits yang lain : “sesungguhnya kedustaan atasku tidak seperti kedustaan atas orang lain. Maka barang siapa yang berdusta atasku dengan sengaja, tempatkanlah tempat duduknya di neraka” [3].

Dan dalam hadits yang keempat, beliau bersabda : “barang siapa yang mengatakan sebuah hadits dariku dia mengira (menyangka) hadits tersebut dusta, maka ia salah satu diantara dua pendusta” [4].

yura” artinya “yudzon”, yaitu “diperkirakan”. Maka, perhatikanlah! Sekedar penyangka/mengira saja (sudah dianggap dusta), apalagi orang yang jahil (tidak tahu menahu) terhadap hadits tersebut. Orang yang berkata : “saya belum yakin, apakah hadits ini shahih atau tidak shahih ?”. Hanya sekedar mengira saja, dan belum pasti dalam mengetahui apakah hadits tersebut shahih atau tidak shahih, hal ini telah memasukan pelakunya ke dalam golongan orang-orang yang tertuduh berdusta atas nabi,

Oleh karena itu imam ibnu hibban menyebutkan hadis ini dalam muqodimah kitabnya al-majruhin dan muqaddimah kitab ash-shahih-nya, beliau berkata : “maka orang yang ragu-ragu terhadap apa yang diriwayatkannya sama seperti orang yang berdusta atas rasulullah”.

Dalam hal ini, jama’attut-tabligh memiliki keajaiban-keajaiban dan keanehan-keanehan yang luar biasa hadits yang mereka sebutkan jika seandainya pun shahih kadang mereka tidak bisa mengucapkan lafazh-nya dan tidak memahami makna nya dengan baik dan benar.

Dan hadits yang tidak shahih berupa hadits dha’ifun jiddan (lemah sekali), maudhu’ (palsu), dan yang tidak ada asal-usulnya sama sekali; pada mereka sangat banyak dan saya, bersama mereka dalam hal ini memiliki beberapa kisah dan khabar.

Suatu saat salah seorang diantara mereka (jama’atut tablihg) menyebutkan sebuah hadits yang tidak ada asal usulnya sama sekali. Maka, saya katakan kepadanya: “hadits ini tidak ada asl-usulnya”.

Dia pun dengan kebodohannya menjawab :”akan tetapi hadits dha’if boleh digunakan dalam fadha’ilul a’mal (keutamaan-keutamaan dalam beramal, pent)”.

Lihatlah ,dia berkata haditsnya dha ,if …,padahal saya katakan-tadi-“ tidak ada asal – asulnya…” yakni , hadits tersebut dusta (palsu). Dia tidak bisa membedakan.

Dia mengira bahwa kalimat “ haditsnya dho’if” itu berlaku pula pada hadits palsu, hadits yang tidak ada asal usulnya sama sekali, dan yang lemah sekali. Dia tidak mengetahui bahwa syarat pertama dari sekian syarat bolehnya berdalil dengan hadits dha’if adalah tidak boleh terlalu parah ke dha’f-annya.

Pada saat yang lain, salah seorang di antara mereka, membaca hadits dari kitab riyadhush-shalihin. Kalian tahu bahwa kitab riyadhush-shalihin, tulisan (pada hadits-haditsnya) ber-harakat sempurna. Dia membacanya dengan tanpa kaidah sama sekali. Yang marfu’ (ber-harakat dhammah) dia baca manshub (ber-harakat fa-hah), yang manshub dibaca majrur (ber-harakat kasrah), dan begitu seterusnya. Sampai akhirnya, ia sampai pada penyebutan sebuah hadits. Saya masih tetap diam memperhatikan. Ia pun menyebutkan hadits [5] dan berkata :

(para malaikat akan bershalawat mendoakan kebaikan kepada salah seorang di antara kalian selama ia berada di mashlaahu..), sedangkan, lafazh hadits tersebut (seharusnya) : “fimushallahu”. Yakni. Di tempat shalatnya (masjidnya).

Kalian tahu perbedaan arti mashla dan mushalla ?

Apa arti al-mashla ? Al-masla artinya baitun-nar, yakni rumah api, atau tempat pembakaran. Itulah makna al-mashla secara bahasa.

Saya pun tidak bisa diam dan lantas berteriak :

“wahai saudaraku! Mushallahu.. bukan mashlahu!”.

Akhirnya, setelah shalat ia menghampiri saya dan beralasan: “demi allah, sebenarnya saya sedang sakit,” saya pun berkata: “wahai saudaraku! Kamu sakit? Mengapa tadi duduk di depan (berceramah)? Jangan duduk disana berdusta atas nabi!” [6].

Imam ibnu hibban telah menukil dalam muqaddimah kitabnya raudhatul-‘uqala, beliau betkata: “orang yang salah (keliru) dalam membaca hadits rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sama seperti orang yang berdusta atasnya, karena rasululah tidak pernah mengucapkan hadits dengan keliru”, apa yang dimaksud dengan keliru dalam pembacaan hadits? Yakni, ia merubah i’rab-nya (struktur bahasa) dan susunan katanya. Lihatlah, rasulillah berkata “fii mushallahu”, sedangkan dia berkata “fii mashlahu’!.

Sebenarnya, saya masih banyak memiliki bermacam pengalaman bersama mereka. Sampai dalam masalah akidah sekalipun (mereka memiliki keanehan dan keajaiban). Dan tidak mengapa jika saya sebutkan lagi satu pengalaman saya bersama sebagian ikhwan saya, di salah satu masjid yang imam-nya salah seorang dari mereka (jama’atut-tabligh).

Kawan-kawan kami, seperti biasa sering melakukan diskusi bersama imam masjid tersebut. Namun, ia pun sering menghindar dari kawan-kawan kami itu, dan tidak mau duduk-duduk bersama mereka. Sampai akhirnya datanglah sekelompok jama’atut-tabligh dari Pakistan ke masjid tersebut.

Sang imam pun termotivasi oleh kedatangan mereka. Hingga akhirnya ia sendiri yang mendatangi sekelompok kawan-kawan kami para pemuda salafiyyin seraya berkata:

“saya adalah seorang ‘alim dari para ulama dakwah”.

Kemudian, datanglah seorang dari kawan kami dan berkata:

“saya ingin bertanya sebuah pertanyaan saja”.

Sang imam pun menjawab: “silahkan”.

Pemuda tadi melanjutkan dan berkata: “dimanakah allah?”

Sang imam terhenyak sejenak, ia melihat-lihat dan terdiam. Lalu tiba-tiba menjawab:

“silahkan kamu tanya kepada para masyayikh (ulama) negeri kalian!”

Pemuda itu pun langsung berkata:

“apakah allah di negeri kalian berbeda dengan allah dinegeri kami?”

Allah maha esa.. Allah itu satu! Allah berfirman : “apakah kamu merasa aman terhadap allah yang (berkuasa) di langit bahwa dia akan menjungkir balikan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang?. (qs. Al-mulk/67:16).

Jama’ah tabligh dan bid’ah

Pada mereka terdapat bid’ah yang banyak. Bahkan dakwah mereka terbangun di atas bid’ah-bid’ah. Karena tiang penyangga utama dakwah mereka adalah al-khuruj (keluar), dengan aturan-aturan sebagai berikut.

Yakni, dalam setiap bulan (keluar) tiga hari. Dalam setahun, empat puluh hari. Dalam seumur hidup, empat bulan. Dan dalam satu pekan terdapat dua jaulah (perjalanan).

Yang pertama, dilakukan di masjid yang dilakukan shalat di dalamnya, dan yang kedua pindah-pindah. Dan dalam setiap hari terdapat dua halaqah semacam perjalanan)[7] yang pertama, dilakukan di masjid yang dilakukan shalat di dalamnya, dan yang kedua dilakukan di rumah.

Dan mereka tidak akan ridha dengan seseorang, kecuali jika orang tersebut berpegang teguh dengan aturan-aturan seperti ini. Sehingga tidak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan bid’ah dalam agama yang sama sekali tidak diizinkan oleh allah.

Selain keterangan di atas, sebenarnya masih banyak bentuk bid’ah pada mereka. Akan tetapi aturan-aturan seperti di atas telah menjerumuskan dalam sebuah bahaya besar.

Yaitu, mewajibkan apa-apa yang semestinya tidak wajib. Maksudnya, mereka mengharuskan orang agar konsisten dengan aturan-aturan seperti ini. Bahkan mereka menjadikan hal ini sebagai simbol dan standar kebaikan dan keburukan seseorang.

Jadi jika anda berpegang teguh dengan aturan-aturan mereka berupa khuruj selama empat bulan, tiga hari, atau empat puluh hari, maka kamu tidak demikan, maka kamu orang yang lalai dan lemah menurut mereka.

Sampai-sampai, pernah suatu saat ketika kami berada di luar negeri (dalam rangka berdakwah, pent), dan berjumpa dengan sekelompok dari mereka. Lalu mereka berkata kepada kami: “khuruj-lah (keluar-lah) kalian!”.

Kami pun menjawab: “ya kami sekarang sedang khuruj (keluar). Kami dari yordania, dan kini kami di eropa. Kami sedang khuruj fi sabilillah (keluar di jalan allah)!”.

Ataukah khuruj yang mereka maksud harus dengan urutan-urutan dan batasan-batasan jama’atut-tabligh? Demikianlah, yang ternyata mereka inginkan.

Sekarang kami di sini (indonesia), meninggalkan negeri kami arab dan datang ke sini. Ini disebut khuruj (keluar) atau dukhul (masuk)? Ini khuruj! Tapi khuruj kami adalah khuruj yang berdasarkan ilmu, khuruj yang sesuai dengan manhaj, dan khuruj yang sesuai dengan aqidah. Namun sayangnya, mereka (jama’atut tablig) tetap tidak menganggapnya sama sekali.

Begitulah, bid’ah jam’atut tabligh sangat banyak.

Diantara bid’ah mereka ialah bid’ah tashawwuf. Jama’atut tabligh membai’at pengikut mereka yang sudah lama dan konsisten dengan mereka dalam empat thariqat shufiyah, sebagaimana yang tertulis dengan tulisan syaikh dan tokoh besar mereka (yang bernama) in’am al hasan.

Saya memiliki sebuah surat yang ia tulis langsung, yang ditujukan kepada syaikh saat al-husyayyin. Didalam surat tersebut, in’am hasan berkata:

”kami membaiat orang-orang lama dari para pengikut kami dalam berdakwah, atas empat tariqat shufiyah ; asy-syahrawardiyyah, an-naqsyabandiyyah, al-jisytiyyah, al-qodiriyyah”.

Selain itu, merekapun memiliki kebiasaan mengusap-usap kuburan, bertabbaruk dengan orang-orang shaleh, dan al-murabathah (berdiam diri sambil menghadap ke satu arah tertentu, pent).

Saya teringat peristiwa yang saya alami pada tahun 1982. Pada saat itu saya masih remaja. Saya pergi ke negeri al-haramain asy-syarifain (saudi arabia), dan itulah ziarah pertama saya ke negeri tersebut. Disana saya mencari sebagian masyayikh untuk mengambil ijazat hadits dari mereka. Sebagaimana sayapun mengambil faidah dari sebagian mereka. Saya bertanya : “dimana syaikh muhammad zakaria al-kandahlawi ?”.

Dia berkata : “di sana, di darul- ‘ulumisy-syar’iyyah”. Dahulu dekat dengan al-haram, dan kini dipindahkan ke al_masjidun-nabawi.

Maka saya pun pergi menuju ke tempat tersebut. Saya mengetuk pintu. Lalu keluarlah seseorang. Saya berkata kepadanya: “saya ingin bertemu dengan syaikh muhammad zakariya, saya dari yordania, saya seorang penuntut ilmu”.

Orang itu berkata: “syaikh tidak bisa bertemu denganmu!”

Saya bertanya: “mengapa?.

Ia menjawab: “syaikh sedang ber-muabathah menghadap kuburan!

Begitulah! Ternyata dia sedang duduk di dalam ruangannya yang dekat dengan al-haram sambil menghadap ke kuburan. Itulah yang disebut dengan al-murabathah.

Inilah kenyataannya! Ia (muhammad zakariya al kandahlawi) memiliki karya tulis dengan judul fadha-ilul a’mal dan juga disebut dengan tablghi nishab.

Adapun oleh saya, maka saya namakan yablighi nashshab, karena dipenuhi oleh hadits-hadits dha’if, khurafat, bid’ah-bid’ah, dan kesesatan-kesesatan lainnya. Wal ‘iyaadzu billaah. Demikian keadaan jama’atut-tabligh dalam segala perkaranya.

Jama’ah tabligh dan tauhid uluhiyyah

Mereka tidak pernah berbicara masalah tauhid, terutama tauhid al-uluhiyyah dan al-asma’ washshifat. Mereka tidak berbicara masalah tauhid, melainkan hanya tauhid ar-rububiyyah. Yakni, tentang siapakah yang maha pencipta? Allah. Yang memberi rizki? Yang maha menghidupkan? Yang maha mematikan? Allah.

Inilah yang yang menjadi kebiasaan dan dengungan mereka. Padahal, tauhid ini tidak pernah diingkari sama sekali oleh orang-orang kafir dahulu. Allah berfirman : “dan sesungguhnya jika kamu yanyakan kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, Tentu mereka akan menjawabl allah..” (qs. Luqman/31:25). [8]

Akan tetapi, mereka (orang-orang kafir dan musyrik dahulu) tidak mendapatkan manfaat dari keimanan mereka terhadap tauhid rububiyyah belum mengantaskannya dari lingkkaran kekufuran. Sebab, mereka hanya beriman terhadap tauhid ar-rububiyyah, akan tetapi keliru dalam ber-tauhid al-uluhiyyah (peribadatan kepada allah dengan segala macam bentuknya yang disyariatkan, pent), sebagaimana yang mereka ucapkan dalam firman allah berikut : “..Kami Tidak menyembah mereka (sesembahan-sesembahan selain allah) melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada allah dengan sedekat-dekatnya… (qs. Az-zumar/39:3)

Lalu datanglah jama’atut-tabligh dan berkata:

“tidak! Ini (tauhid) membuat umat lari. Ini membuat umat menjauh (dari dakwah)”.

Oleh karena itu sekali lagi mereka tidak pernah menyinggung masalah tauhid ini. Mereka hanya berbicara masalah fadha-ilul a’mal.

Jama’ah tabligh menganggap bid’ah lebih baik dari pada sunnah

Amir (pemimpin) mereka yang berada di al-hudaidah pernah berkata:

“bid’ah yang menyatukan umat lebih baik daripada sunnah yang memecah-belah umat”!

Seorang yang ‘alim dan pandai dalam permasalahan agama seharusnya tidak berkata dengan sesuatu yang batil. Dia malah berkata: “(bid’ah yang menyatukan umat lebih baik daripada sunnah yang memecah-belah umat)”.

Na’uzubillah!

Sesungguhnya satu perkataan ini saja sudah cukup sebagai bukti tentang kebodohan mereka. Bagaimana mungkin sebuah bid’ah sapat mempersatukan umat? Lalu, apakah bid’ah memang dapat menyatukan umat?

Seandainya pun sebuah bid’ah itu mampu menyatukan umat, sesungguhnya hal itu seperti firmanallah tentang bani israil (baca: kaum yahudi, pent) berikut : “…kamu kira mereka itu bersatu, padahal hati mereka berpecah belah…(qs. Al-hasyr/59:14).

Sehingga seandainya pun sebuah bid’ah mampu menyatukan umat tetapi hal itu pada zhahir-nya saja. Adapun pada batinnya, justru memecah belah mereka. Ini berbeda halnya dengan sunnah, seandainya pun secara zhahir, terlihat memecah-belah umat, maka sungguh, pada hakikatnya justru menyatukan mereka.

Bukanlah kalian tahu bahwa di antara nama-nama al-qur’an ialah al-furqan (pembeda)? Lalu mengapa (disebut) al-furqan? Karena al-qur’an membedakan antara yang haq dan yang batil.

Dalam shahih al-bulhari :”.. dan muhammad memcah-belah antara manusia.” [9].

Beliau memecah-belah manusia dengan al-haq atau dengan kebatilan? Tentu dengan al-haq, dan beliau pun memerangi kebatilan. Demikian pula dengan para pengikut beliau. Mereka memcah-belah umat dengan al-haq; karena dengan al-haq, jelaslah semua yang batil dan para pelakunya. Sedangkan bid’ah, jika pun menyatukan umat, maka sesungguhnya menyatukan di atas kebatilan. Dan hakikat persatuan tersebut adalah persatuan di atas kerusakan dan kebinasaan.

Jama’ah tabligh dan ahlus-sunnah

Saya pernah mendengarkan ucapan salah seorang dari mereka, tatkala ia melihat sebuah kitab yang sedang saya baca yang membahas tentang jama’ah-jama’ah. Dalam kitab tersebut terdapat pembahasan tentang jama’atut-tabligh.

Dia berkata: “kitab ini lebih berbahaya dari pada yahudi dan nasrani!.

Saya yakin, orang itu belum membaca kitab tersebut; karena memang jama’atut –tabligh tidak suka membaca. Mereka tidak suka menuntut ilmu! Ilmu mereka hanya terbatas pada riyadhush-shalihin, fadha-ilul a’mal atau tablighi nashshab. Selain itu, tidak ada.

Seandainya pun ada, maka sesungguhnya hal itu berasal dari kesungguhan usaha pribadi tertentu saja. Sungguh indah perkataan imam abu hatim ar-razi :

“tanda ahlul-bida’ ialah mencela ahlul-atsar (ahlus-sunnah)” [10].

Sebagian ulama salaf berkata: “tidaklah engkau melihat ulama salaf berkata: “tidaklah engkau melihat mubtadi’ (ahlul-bid’ah), melainkan pasti ia membenci ahlul-hadits (ahlus-sunnah)”. [11]

Tidak syak lagi, tatkala kita mengingkari dan menentang jama’atut-tabligh, baik tentang kegiatan khuruj mereka, aturan-aturan mereka, maupu pemikiran-pemikiran mereka, dan segala penyimpangan mereka, maka pastilah mereka tidak akan ridha dengan kita. Mereka membenci kita. Mereka pun membenci apa yang kita dakwahkan kepada kaum muslimin. Padahal, tidaklah kita berdakwah, melainkan berdakwah supaya orang menuju sunnah.

Tatkala mereka mendakwahkan dan mengajak orang lain menuju golongan dan kelompoknya, kita senantiasa mengajak dan mendakwahkan manusia menuju sunnah nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang penyair berkata: “maka cukuplah bagi kalian perbedaan ini di antara kita

Dan setiap bangunan akan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya

Pandangan jama’ah tabligh tentang belajar ilmu syar’i

Dalam pokok-pokok dakwah mereka yang enam, mereka menyatakan tentang “ilmu”. Akan tetapi , ilmu mereka hanya sebatas riyadhush-shalihin, hayatush-shahabah, dan fada-ilil a’mal.

Hayatush-shahabah untuk kalangan orang-orang arab, sedangkan fada-ilil a’mal atau tablighi nashshab untuk orang-orang selain arab.

Kitab hayatush-shahabah terdiri dari empat jilid besar. Kemudian sebagian kawan kami –para penuntut ilmu- mentahqiq dan menyaring kembali isi kitab itu. Sehingga jadilah kini, kitab tersebut hanya dalam satu jilid saja. Hadits-hadits yang shahih ternyata hanya dalam satu jilid, adapun tiga jilid lainnya berisi hadits-hadits dah’if, palsu, sangat lemah dan munkar.

Kemudian, sebagian orang yang menginginkan kebaikan untuk kaum muslimin dengan mencetak ulang kitab yang sudah merupakan intisari dari hadits-hadits yang shahih saja dalam satu jilid tersebut. Dalam jilid tersebut. Dalam jilid kitab tersebut –sengaja- ditulis “cetakan umum untuk seluruh kaum muslimin, terkhusus untuk jama’atut tabligh”. Mengapa ditulis demikian? Dengan tujuan pendekatan kepada mereka.

Akhirnya dicetaklah dengan jumlah yang sangat banyak, dan dikirimkan ke salah satu markaz terbesar jama’atut tabligh di yordania sebanyak seribu kitab. Ternyata, apa yang mereka lakukan? Mereka membakar seluruh kitab.

Salah satu amir mereka berdiri sambil memegang kitab itu dan berkata:

“kitab ini telah dipalsukan dengan mengatasnamakan jama’atut-tabligh!”

Padahal. Seluruh yang ada dalam satu jilid kitab tersebut, hadits-haditsnya sudah disaring dan dipilih dalam keadaan shahih seluruhnya. Namun, ternyata warisan leluhur mereka jauh lebih mereka cintai daripada al-haq dan ahlul-haq, dan daripada sunnah-nya ahlul-sunnah. Sungguh amat disesalkan!

Kemudian, salah satu bentuk kebencian mereka terhadap ilmu, jika kamu bertanya kepada salah satu tokoh ulama atau pembesar mereka dalam masalah fikih –misalnya-, lalu kamu berkata kepadanya:

“terjadi pada diri saya begini dan begitu, bagaimana hukumnya?”

Maka ia akan berkata kepadamu: “kami tidak membicarakan masa’il (permasalahan fiqih), kami hanya berbicara masalah fadha’il (keutamaan-keutamaan)!”

Saya memiliki bantahan terhadap jawaban mereka itu, bukankah fadha’il (keutamaan-keutamaan) itu ada dengan sebab masa’il (permasalah fiqih)? Keutamaan segala sesuatu dapat kita ketahui dari kesimpulan pembahasan-pembahasan (fikih) yang ada.

Tatkala kita membicarakan –misalnya- seseorang yang hafal dan faham benar tentang fadha’ilush-shalah (keutamaan-keutamaan shalat), apakah orang tersebut hanya sekedar hafal dan faham benar tentang fadha’ilush-shalah, dan ia tidak pernah melakukan shalat?

Maka saya katakan disini, al-fadha’il (keutamaan-keutamaan dalam beramal), jika dibandingkan dengan al-masa’il (permasalahan fiqih), seperti wudhu’ jika dibandingkan dengan shalat; yakni, apakah ada seseorang yang selalu berwudhu’ tetapi sama sekali tidak pernah melakukan shalat? Kalau begitu, apa faidah dia berwudhu? Bahkan wudhu’ tersebut bisa menjadi penghujatnya kelak!

Jadi apa fungsi seseorang mengetahui dan memahami al-fadha’il (keutamaan-keutamaan dalam beramal), jika ia tidak mau mengetahui, menerapkan dan mempraktekkan al-masa-il (permasalahan fikih)? Sedang nabi bersabda: “ barang siapa yang alla kehendaki kebaikan padanya, allah akan jadikan ia pandai dalam agama..”. [12]

Berarti, jika mereka (jama;atut-tabligh) tidak mau mengetahui al-haq, dan tidak mau perhatikan terhadap al-haq, maka keadaan mereka yang jauh dari ilmu; merupakan salah satu tanda bahwa allah tidak memberikan taufiq-nya kepada mereka. Anggapan mereka, bahwa saat ini bukan waktu untuk menuntut ilmu! Mereka menyangka saat ini adalah waktu untuk berdakwah.

Apakah ada sebuah dakwah yang dilakukan tanpa dasar ilmu? Apakah boleh berdakwah tanpa ilmu?

Pandangan jama’ah tabligh terhadap golongan lain

Mereka beranggapan, tidak ada keselamatan bagi manusia kecuali dengan menempuh jalan mereka. Mereka mengumpamakannya seperti kapal nabu nuh. Orang yang menaikinya selamat, dan oarang yang tidak mau menaikinya binasa.

Mereka berkata:

“sesungguhnya dakwah kami seperti kapal nabi nuh”.

Hal ini telah kami dengar sendiri dari mereka di yordania dan di yaman.

Jama’atut-tabligh, bukan jama’ah sunnah. Dan sebenarnya, kalimat “safinatu nuh” “kapal nabi nuh”, kutipan dari imam malik, saat beliau membicarakan nilai penting sunnah bagi seorang muslim. Kata beliau: “(as-sunnah bagaikan kapal nabi nuh. Barang siapa menungganginya, ia selamat. Dan barang-siapa yang tertinggal darinya, ia binasa)”. [13]

Ternyata, mereka (jama’atut-tabligh) menukilkan kalimat yang haq, untuk kemudian mereka letakkan pada sesuatu yang tidak haq. Sedangkan allah berfirman: “dan taatilah allah dan rasul, supaya kamu diberi rahmat. (qs. ’ali imran/3:132)

Jadi, taat kepada allah dan rasul-nya itulah sunnah, yang jika seseorang tertinggal darinya, ia akan binasa, dan yang mengikutinya akan selamat. Bukan jama’atut-tabligh, yang tidak memahami al-haq dan tidak membersihkan hak yang semestinya kepada ahlul-haq.

Pandangan jama’ah tabligh terhadap penuntut ilmu syar’i

Mereka tidak siap untuk menuntut ilmu. Mereka beranggapan bahwa waktu yang digunakan untuk menuntut ilmu adalah sia-sia. Padahal allah telah berfiman, yang artinya: katakanlah: “inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) menuju allah dengan hujjah yang nyata, maha suci allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik:. (qs. Yusuf/12:108).

Yang dimaksud dengan al-bashirah, ialah hujjah dengan ilmu dan pengetahuan. Oleh karena itu, allah pun berfirman:

maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperhatikan kepadamu..” Qs. Hud/11 ayat 112- dan perintah allah tidak mungkin dipraktekan dan dilaksanakan tanpa ilmu.

Sehingga bagaimanakah mereka berdakwah menuju allah, dan mengira bahwa mereka berada di atas kebenaran dan petunjuk, sementara itu mereka tidak menuntut dan tidak menghormati ilmu sama sekali?

Saya pernah mendengar salah satu senior mereka memberikan perumpamaan untuk membuat orang tidak sedang terhadap ilm. Kurang lebih dia berkata:

“perumpamaan orang-orang yang menuntut ilmu dan tidak berdakwah, bagaikan seseorang yang mempelajari buku tentang teori belajar berenang. Dia mempelajarinya sampai samapi benar-benar hafal dan menguasainya. Kemudian suatu saat, dia sedang berjalan di tepi pantai, lalu menjumpai seseorang yang sedang hampir tenggelam sambil berteriak-teriak meminta pertolongan.

Tapi orang tadi (yang hafal buku teori berenang) justru berkata: “tunggulah sebentar, saya buka dulu buku teori belajar berenang. Saya akan baca cara menolong orang yang tenggelam”.

Lihatlah perumpamaan batil yang buruk ini wal’iyadzu billah!

Di manakah letak persamaan antara ilmu dan perumpamaan ini?

Lagipula, apakah semua orang hanya sibuk dengan membaca dan belajar buku teori belajar berenang saja? Mereka mendapatkan perumpamaan seperti ini dari waswasatusy-syaithan (bisikan setan), sehinga membuat orang-orang tidak suka ilmu, dan akhirnya mereka pun jauh dari ilmu, dan akhirnya mereka pun jatuh dari ilmu dan para ulama.

Peringatan

Salah satu hal yang berbahaya pula pada jama’atut tabligh adalah merubah-ubah makna hadits dari makna yang sesungguhnya. Contohnya hadits yang berbunyi: “dari (tanda-tanda) kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya”.[14]

Apa yang mereka artikan dari makna hadits ini? Mereka berkata:

“jika kamu melihat apapun yang terjadi di masjid, maka jangan kamu ingkari; karena rasul telah bersabda.., “

mereka pun membawakan hadits tadi.

Lihatlah! Dengan pemahaman seperti itu, mereka membatalkan amar ma’ruf dan nahi minkar dengan hujjah hadits di atas. Ini adalah kebatilan!

Lalu, apakah amar ma’ruf dan nahi munkar tidak bermanfaat bagi kita? Hingga bisa-bisanya mereka berhujjah dengan hadits di atas? Inilah substansi kebatilan.

Demikianlah, sebagian bid’ah mereka wal ‘iyadzu tabaraka wa ta’ala.

Dipublikasikan oleh : ibnuramadan.wordpress.com

Nasehat untuk jamaah tabligh… [15]

Agama adalah nasehat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “agama adalah nasehat, kami (para sahabat) bertanya : untuk siapa wahai rasulullah ? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : untuk allah, kitab-naya, rasul-nya, dan untuk para pemimpin kaum muslimin dan orang-orang muslim”. (hr.muslim).

Sabagai aplikasi sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, maka saya ingin menyampaikan nasehat kepada seluruh kelompok dakwah islam, agar senantiasa berpegang teguh dengan al-qur’an dan hadits-hadits yang shahih berdasarkan pemahaman para ulama salaf, seperti : para sahabat, tabi’in, pata imam mujtahidin dan orang-orang yang senantiasa meniti jejak mereka.

Kepada jama’ah tabligh

  1. Nasehat saya kepada mereka, agar perpegang teguh dalam dakwahnya dengan al-qur’an dan sunnah yang shahih, dan hendaklah mereka belajar al-qur’an, tafsir, dan hadits. Sehingga dakwah mereka benar-benar berdasarkan ilmu, sebagaimana firman allah ta’ala : “katakanlah : “inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada allah dengan hujjah yang nyata.” (qs.yusuf : 108).

Dan sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “sesungguhnya ilmu (bisa diperoleh) hanya dengan belajar.” (hadits hasan, lihat shahihul jami)

  1. Mereka harus berpegang teguh dengan hadits-hadits yang shahih dan menjauhi hadits-kadits yang dhaif (lemah) dan maudu’ (palsu), sehingga mereka tidak masuk pada yang disinyalir rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : ”cukup seseorang dikatakan berdusta jika menceritakan semua apa yang didengarnya.” (hr.muslim).

  2. Kepada al-ahbab (orang-orang yang saya cintai) agar tidak memisahkan antara amar ma’ruf dan nahi munkar, karena allah banyak menyebutkan secara bersamaan dalam ayat-ayat al-qur’an, seperti firman allah ta’ala : “dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada yang ma’ ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (qs. Ali imran : 104).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga punya perhatian serius dan memerintahkan kamum muslimin untuk merubah kemungkaran, sebagaimana sabdanya shallallahu ‘alaihi wa sallam : barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran hendaklah merubah dengan lisannya, dan apabila tidak mampu, maka hendaklah merubah dengan lisannya, dan apabila tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.” (hr.muslim)

  1. Hendaklah mereka memperhatikan dakwah kepada tauhid dengan serius, dan mendahulukannya atas yang lainnya, demi mengamalkan sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “jadikanlah per tama kali yang kalian dakwahkan kepada mereka adalah syahadat (kalimat tauhid) la ilaha illallah.” (hr.bukhari dan muslim). Dalam Riwayat lainnya, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “sampai mereka (benar-benar) mentauhidkan allah.” (hr.bukhari).

mentauhidkan allah”, maksudnya adalah : mengesakan allah dalam semua jenis ibada, lebih-lebih dalam hal do’a, karena rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “do’a adalah ibadah,” (hr.tirmidzi. Beliau berkata : hadits ini hasan shahih).

Nasihat umum kepada seluruh kelompok

Saya sekarang sudah tua renta, umur saya sekarang telah mencapai 70 tahun, dan saya mengharapkan kebaikan bagi semua kelompok, oleh karena itu untuk mengamalkan hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “agama itu nasehat”, saya ingin menyampaikan bebrapa nasehat ini :

  1. Agar semua kelompok berpegang teguh dengan al-qur’an dan sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai bentuk ketaatan terhadap firman allah : “dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) allah, dan jangan kamu bercerai-berai..”(QS.ali imran : 103). Dan sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “telah saya tinggalkan kepada kalian dua perkara, selama kalian berpegang teguh dengan kedudukannya, maka tidak akan tersesat, yaitu (kitabullah al-qur’an dan sunnah nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam).” (hr.malik dan dishahihkan oleh al-albani dalam shahihul jami).

  2. Apabila jama’ah-jama’ah yang ada berselisih, hendaknya mereka kembali kepada al-qur’an fan hadits serta amalan para sahabat, allah ta’ala berfirman : “kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada allah (al-qur’an) dan rasul (sunnahnya), jika kemu benar-benar beriman kepada allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya,”(qs.an-nisa : 59). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “wajib bagi kalian untuk berpegang dengan sunnahku dan sunnahnya para khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk, berpegang teguhlah dengannya.” (hadits shohih riwayat imam ahmad).

  3. Hendaklah mereka memperhatikan dakwah tauhid yang menjadi prioritas dan pusat perhatian al-qur’an. Dan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai dakwahnya kepada tauhid dan memerintahkan para sahabatnya agar memulai dengannya.

  4. Sesungguhnya saya telah masuk dan bergaul dengan kelompok-kelompok dakwah islam, dan saya lihat bahwa dakwah salafiyahlah yang konsisten dengan al-qur’an dan sunnah menurut pemahaman salafus shaleh, yaitu rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam para sahabatnya dan para tabiin. Dengan sungguh rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi isyarat tentang kelompok tang satu ini dalam sabdanya : “ketahuilah bahwasanya orang-orang sebelum kamu dari ahlikitab berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan umat ini akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua di dalam neraka dan yang satu di surga yaitu al-jama’ah.” (hr.ahmad dan dinyatakan holeh al-hafidz ibnu hajar). “semua di dalam neraka kecuali satu yaitu apa yang saya dan para sahabatku ada diatasnya.” (hr.tirmidzi dan dihasankan oleh al-albani). Dalam hadits diatas rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kepada kita, bahwasanya orang yahudi dan nasrani berpecah belah menjadi lebih banyak dari mereka, dan kelompok-kelompok yang banyak ini terancap masuk neraka, karena menyimpangnya dan jatuhnya dari kitab allah dan sunnah nabi-nya. Dan bawasanya hanya satu kelompok yang selamat dari neraka dan masuk surga, yaitu al-jama’ah (kelompok yang berpegang teguh dengan al-qur’an dan sunnah serta amalan para sahabat). Keistimewaan Dakwah salafiyah adalah dakwah kepada tauhid, memerangi syirik, mengetahui hadits-hadits yang shahih dan memperingatkan umat dari hadits yang dha’if (lemah) dan maudhu’ (palsu), serta memahami hokum-hukum syariat dengan dalil-dalilnya. Dan ini sungguh sangat penting bagi setiap muslim. Oleh karena itu, saya menasehati seluruh saudara-saudaraku kaum muslimin, agar senantiasa konsisten dengan dakwah salafiyah, karena dakwah tersebut adalah dakwah yang selamat dan kelompok yang mendapat pertolongan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “akan senantiasa ada dari umatku satu kelompok yang tanpak diatas kebenaran, tidak memudharatkan mereka orang yang menghinakan mereka sampai dating urusan allah.” (hr.muslim). Midah-midahan allah menjadikan kit ate rmasuk kelompok yang selamat dan mendapat pertolongan.

Footnote :

[1] naskah ini merupakan ringkasan dari keterangan syaikh ‘ali hasan al-halabi terhadap kitab hadzihi d’watuna wa ‘aqidatuna (inikah dakwah dan aqidah kami), karya syaikh muqbil bin hadi al wadi’i pada point ke-16 tentang jama’ah tabligh. Penjelasan ini disampaikan syaikh ‘ali bin al-halabi pada acara daurah syar’iyyah viii, di trawas, mojokerto, yang berlangsung pada 29 muharram – 6 shafar 1429 h atau 7-13 februari 2008. Diterjemahkan oleh ustadz abu “abdillah arief budiman bin usman rozali dengan beberapa tambahan subjudul dan footnote dari penterjemah. Yang dimuat pada majalah as-sunnah edisi 01/thn.xii/1429h/2008m. Peringkasan dilakukan karena keterbatasan halaman. Mohon maaf.

[2] hr al-bukhari (1/52 no. 109), dan lain-lain dari salmah bin al ‘akwa

[3] hr al-bakhari (1/434 no. 1229), muslim (1/10 no.4), dan lain-lain, dari al-mughiirah bin syu’bah

[4] muslim dalam muqaddimah shahih-nya (1/8), dari al-mughirah bin syu’bah

[5] hr al-bukhari (1/171 no. 434), muslim (1/459 no. 649), dan lain-lain, dari abu hurairah. Dan lafazh hadits nabi di atas dalam shahih al-bakhari

[6] apa hubungan antara penyakitnya dengan kesalahan dalam membaca harakat pada hadits nabi di atas? Sungguh sebuah alasan yang secara zhahirnya mengada-ada dan tidak tepat pula. Wallahul-musta’an

[7] orang mungkin memahami; bukanlah ini hanya aturan untuk ketertiban seperti jam dan jadwal sekolaj? Jawabannya: tidak demikian, sebab aturan yang mereka buat sebagai disiplin beragama, sedangkan jam dan jadwal hanya aturan administrasi dan tidak terkait dengan disiplin beragama.

[8] lihat pula ayat-ayat serupa dalam surat al-ankabut/29 ayat 61, az-zumar/39 ayat 38, dan az-zukhruf/43 ayat 9. (pent)

[9] hr. al-bukhari (6/2655 no.6852) dari hadits jabir bin abdillah

[10] lihat syarhu usull i’tiqadi ahlis-sunnati wal-jama’ah (1/200), karya al-imam abul-qasim hibatullah bin al-hasan bin manshur ath-thabari al-lalika’i (418 h)

[11] lihat szammul-kalami wa ahlihi (2/72 no.229), karya abu ismail abdullah bin muhammad al-anshari al-harawi (396-481 h)

[12] hr al-bukhari (1/39 no.71), muslim (2/718 no. 1073), dan lain-lain, dari hadits mu’awiyyah bin abi sufyan

[13] lihat dzammul-kalami wa ahlihi (5/80-81 no. 872).

[14] hr at-tirmidzi (4/558 no. 2317), ibnu majah (2/1315 no. 376), dan lain-lain, dari abu hurairah. Dan hadits ini dishahihkan oleh syaikh al-albani dan shahih sunan at-tarmidzi (2/530-531 no. 2317), shahih sunan ibnu majah (3/302 no.3226), dan kitab-kitab beliau lainnya.

[15] dialihbahasakan oleh abdurrahman hadi lc. Dari kitab “kaifa ihtadaitu ila at-tauhid wa ash-shiratil mustaqim” oleh : syaikh muhammad bin jamil zainu

Disalin dari majalah adz-dzakhiirah vol.6 no.6 edisi 38 – 1429h]

Sumber artikel:

Mantanjt.blogspot.com

Ibnuramadan.wordpress.com

Sumber :http://elhijrah.blogspot.co.id/2011/02/jamaah-tabligh-yang-kukenal.html

Jamaah Tabliq Jama Tabligh Jamaah Tabligh Menurut Mui Jamaah Tabligh Indonesia

47 Comments

  1. Kalaw sudah murtad dari suatu sekte dan berpindah kpd sekte yg lain hal yg biasa jika sekte awal di hujat dan membela sekte yg baru…!

    Yang menghujat siapa mas?
    Menjelaskan tentang penyimpangan amalan kelompok tertentu yang itu menyelisihi ajaran Rasulullah, itu adalah bukan dalam rangka menghujat kelompok tersebut,.
    tapi dalam rangka menjaga kemurnian ajaran islam, membela islam yang benar, bukan membela islam yang sudah terkontaminasi,.

    Menjelaskan tentang penyimpangan amalan kelompok tertentu yang menyelisihi ajaran rasulullah, itu adalah bagian dari nasehat,. silahkan baca disini

    • tidak ada jaminan ikut satu kelompok bisa selamat yang selamat adlh yang taqwa entah dimana dia berada,walau di sendiri..

      Ada jaminan Dari Allah ikut kelompok tertentu dan Allah balas dengan surga,. sebagaimana Allah sebutkan dalam surat attaubah ayat 100, yaitu mengikuti pemahaman para sahabat,.selengkapnya baca disini

      Dan ada ancaman Allah bagi yang tidak mau mengikuti pemahaman para sahabat,. silahkan baca disini

    • Nda perlu menyudutkan tablig karna kamu sendiri yg lebih tau manfaat dan mudaratnya kalau kamu pernah keluar khuruz dalam pengakuanmu di atas,

      Justru karena tahu , makanya perlu dijelaskan kalau jamaah tabligh itu menyimpang,.

      jadi karena saya tahu, ya saya tidak diam saja,

  2. assalamualaikum warohmatullah wb.

    apakah ormas HTI termasuk golongan jamaah tabligh??,

    di situs mereka jarang membahas masalah tauhid.
    yg mereka bahas hanya politik indonesia, dunia timur tengah, dan barat, analisanya tajam,tapi cenderung menyerang arab saudi sekutunya ameika.dll tema artikelnya yg banyak

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Mereka memang tidak paham tauhid yang benar,. bahkan akidah mereka juga rusak,.

    Silahkan baca sejarah hizbut tahrir, pendirinya saja bukan orang yang memiliki pemahaman islam yang benar, silahkan baca disini

    Mereka selalu menggembar-gemborkan khilafah,. padahal Rasulullah saja berdakwah bukan bertujuan untuk menegakkan khilafah, silahkan baca disini

    masih banyak penyimpangan hizbut tahrir, postingannya banyaka di blog ini

  3. Bookmark dulu min bacanya ntar…
    Panjang artikelnya min : ) baru sedikit yang dibaca..

    Oh ya min tambah lagi donk artikel tentang ikhwan yang sudah atau sering berkecimpung di kelompok lain SELAIN manhaj salaf yang akhirnya ikut Salafi…

    Ada kisah pembaca blog, bisa dibaca disini

    Kisah kyai ASWAJA jadi salafi, baca disini

  4. assalamualaikum warohmatullah wb.

    apakah ormas HTI termasuk dalam bagian aliran jamaah tabligh,??,

    dalam situsnya mereka sering mengangkat tema politik, konspirasi, ekonomi dll.
    mereka memang pandai. bagaimana tentang akidahnya??.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Hizbut tahrir termasuk kelompok yang sesat dan menyimpang juga,.
    Pemahaman mereka dalam hal akidah juga menyimpang,.
    Demikian pula dalam manhaj, ada pemikiran khawarij yang diusungnya juga, terutama dalam menyikapi pemerintah,. sudah saya posting disini

    Sejarah HT bisa dibaca disini

    Hizbut tahrir juga membolehkan demonstrasi, padahal demonstrasi hukumnya haram dalam islam, sudah saya posting

    dalam politik mereka selalu menyerang saudi arabia sebagai sekutu amerika, konspirasinya dll.

    arab membantu yaman pun masih dianggap salah

    Ngga tahu kenapa HTI ini benci saudi, saya juga sudah posting disini

  5. mas admin,. saya tanya kalau sekolah dasar 6 th sanaweyah 3 th aliyah 3th s1 rata 4 th apa ada dasar hadist

    Tidak ada, yang ada hadits kewajiban menuntut ilmu,. yaitu ilmu syar’i atau ilmu tentang agama islam,.
    Setiap kaum muslimin wajib menuntut ilmu, dan menuntut ilmu itu tidak dibatasi umur, usia,. bukan cuma SD 6 tahun, smp, sma, kuliah,..tidak, tapi sampai kita diwafatkan oleh Allah,.

    Adapun menuntut ilmu selain ilmu agama, itu tidak wajib,. tapi menuntut ilmu agama itu WAJIB..

    Jangan sudah sekolah SD,SMP, SMA, hingga kuliah, belum paham cara shalat, cara wudhu yang benar sesuai contoh Rasulullah,. dan ini realita,.

    Sudah saya posting disini,. belajar 12 tahun,. belum bisa cara wudhu dan shalat, silahkan baca disini

    • Belajar ilmu agama itu sebentar cuma sampe mati ajah bener Gak min klo bsk mati ya sudah berarti cuma sampe bsk ajah

      Belajar itu selama kita masih bisa bernafas,

  6. Barakallahu fiik,
    saya baru tau detilnya JT, dulu pernah ikut tapi tidak lama,
    dan dulu juga saya kurang kritis karna kurang ilmu dan malas belajar,
    bahkan sempat terseret ke pemahaman sufi.

    Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan hidayah kepada mereka yg masih di JT, Sufi, dan berbagai aliran lain yg bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah berdasarkan pemahaman para sahabat radhiyallahu’anhum.

    Aamiin.

    Alhamdulillah..nikmatnya mendapat hidayah taufik,. mengenal dakwah dengan pemahaman para sahabat,. sebab itulah SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN, apa itu pemahaman sahabat? silahkan baca disiniWafiikum baarakallah,.

    Aamiin

  7. BismiLLAH… izin share…baarokaLLOHU fiikum wajazaakumuLLOHU khoiron…

    Silahkan,. jazakumullahu khairan, wa baarakallahu fiikum

  8. Agama itu mudah jangan dipersulit nanti malah akan kesulitan sendiri,

    Betul,. dan salah satu yang mempersulit adalah salah satunya Jamaah tabligh ini,.
    Rasul tidak mengajarkan KHURUJ,.. eh di jamaah ini ada khuruj..
    Rasul menyuruh pergi utk umrah dan haji ke mekah,. eh di jamaah ini lebih mementingkan ke IPB dulu,..

    perbedaan adalah rahmat.

    Berarti persatuan itu adalah adzab dong?
    Perbedaan adalah rahmat adalah tidak benar, berlawanan dengan alquran yang menyuruh kita utk bersatu,.
    Jika berbeda dengan ajaran Rasulullah, dan membuat amalan tersendiri seperti jamaah tabligh, maka ini bukan rahmat, tapi musibah,. yang dibungkus atas nama islam,.

  9. Antum Baru melihat kulitnya langsung mengambil kesimpulan usaha dakwah ini dengan ada ataupun antum tidak ada tidak terpengaruh smasekali, antumsudah salah dalam keluar di jalan Allah dengan mencari sisi lemah dari suatu manhaj,,,,,

    dengan usaha dakwah yang benar seharusnya tidah ada masalah karna didalam usaha dakwah ini tidak ada sekat, baik dia salafy, NU, Muhammmadyah, PERSIS dan lain sebagainya…..

    kalau antum tidak tahu lebih baik diam, diamnya antum didepan orang-orang jahil menambah kearifan antum, diamnya antum di depan orang2 berilmu akan menambah ilmu dan hikmah pada diri antum

    Oh ini ada yang lebih tahu akhi,.
    Para petinggi Jamaah tabligh, bahkan ada yang masih ada hubungan keluarga dengan penulis kitab andalan jamaah tabligh,.
    Silahkan dibaca bagaimana penilaian mereka tentang dakwah Jamaah Tabligh ini, silahkan baca disini

  10. Salam alaikum..
    Sodara q… Apapun y anda amalkan dan apapun y sodara ikuti dalam islam. Asal memngikuti sunnah rosul semua itu baik…

    Sesungguh rosul itu diturunkan hanya untuk memperbaiki akhlak… Dengan jalan islam… Semoga bermanfaat

    wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Betul mas,..
    Dan amaliyah jamaah tabligh banyak menyelisihi sunnah Rasul, makanya saya jelaskan penyimpangan kelompok tersebut, agar kaum muslimin tidak tertipu dan terjerumus ikut kelompok tersebut,

  11. Maaf admin, sy mau tanya.

    Kalau wahdah islamiyah itu termasuk dalam golongan yg mana?

    Karna sy pernah 2 tahun di wahdah dan sy dapati beberapa guru sy memberikan contoh yg tidak relevan dgn materi yg di sampaikan & sering mengambil pemahaman sendiri tanpa mengambil pemahaman dari para sahabat, imam mazhab, dan kadang memahami hadits dan Al-qur’an secara tekstual.

    Wahdah adalah ormas yang didirikan di sulawesi, dan orang islam dilarang berormas-ormas, bergolongan-golongan , dan manhaj salaf tidak mengajarkan yang demikian,. jadi wahdah menyelishi manhaj salaf, apalagi kita saksikan juga ketua ormas ini ikutan demo parade tauhid, dimana dalam demo itu ada tokoh yang mencela pemerintahan yang sah, dan itu ada bukti videonya,.
    Padahal demonstrasi haram hukumnya dalam islam

    Disisi lain juga ada kelompok yg mengatasnamakan dirinya salafiyyah / salafi. Tapi kenapa mereka seperti sangat fanatik, bahkan ada calon dokter perempuan yang batal jadi dokter karena menurut mereka wanita hanya boleh dirumah. Dan akhirnya sy keluar dari semua golongan. Mohon bantuannya. Makasih.

    Ya, banyak memang yang mengklaim ikut manhaj salaf / salafi,.. tapi mengikuti manhaj salaf itu tidak cukup dengan klaim semata,.
    Mengikuti manhaj salaf, itu butuh bukti, keselarasan antara ilmu dan amal, serta akhlak yang sesuai dengan manhaj salaf pula,.

    • Maaf ya akhi antum bilang wahdah menyelisihi manhaj salaf karena beorganisasi. Sebaiknya antum fahami dulu makna berormas dgn bermanhaj, baru memberi ponis pad saudar seislam jgn krn beda pendapat, langsung di cap menyelisihi manhaj. Memng antum selalu melihat org lain menyelisihi manhaj antum karna manhaj antum manhaj pencela.. yg jauh dr manhaj nabi sallallahu alaihi wasallam.

      Lalu kalau ketua wahdah ikut demonstrasi, itu bukan bukti juga? ada videonya,.. padahal demo itu haram dalam islam, bukan dari manhaj salaf,.

  12. Artikkel ini terkesan berlebihan, menggiring opini pembaca.
    Hati² jgn mudah di adudomba.

    ================================
    KHURUJ DENGAN JAMAAH TABLIGH BERSAMA MAYOR JENDRAL TNI

    BANTENPOST – Beberapa saat lalu, saya akhirnya mau saja menuruti kemauan teman saya untuk ikut beriktikaf dengan komunitas yang disebut dengan Jamaah tabligh. Sebagai orang yang awam atas masalah agama , maka andalan saya satu – satunya untuk mencari tahu tentang jamaah itu adalah dengan bantuan “mbah google” alias browsing.

    Hasil browsing di google, saya dapati banyak persepsi negatif tentang jamaah ini . Ada yang bilang bid’ah, ada yang menulis kalau jamaah ini jamaah sesat, jamaah tidak berilmu, dan masih banyak lagi yang kalau saya tulis disini akan membuat tulisan ini nggak fokus.

    Berbekal rasa ingin tahu yang besar akan jamaah yang sehari – hari berpenampilan bak Imam Samudra dan teman – temannya itu, maka sayapun memberanikan diri ikut dengan teman saya untuk iktikaf bersama mereka selama tiga hari.

    Tiga hari yang saya lalui sangat berat namun “very interesting”. Diantara rasa takut akan dicuci otakdengan doktrin – doktrin yang dianggap sesat….yah meskipun saya tahu hidup saya pasti lebih sesat….dan perasaan bahwa saya melakukan perbuatan yang sia – sia, karena meninggalkan anak istri saya yang setiap minggunya juga sudah saya tinggalkan lebih dari 15 jam sehari, saya melihat sesuatu yang baru dan “refreshing”.

    Baru kali ini dalam hidup saya , saya melihat sekelompok orang dengan wajah yang penuh keceriaan sepanjang hari mengobrol tentang bagaimana caranya berbuat baik terhadap sesama dan meningkatkan ibadah kepada Tuhan. Hal tersebut dilakukan dengan spontan bagaikan obrolan warung kopi sehari – hari yang tema umumnya adalah kesulitan hidup, politik, bola, dan obrolan tidak penting lainnya.

    Yang lebih membuat saya takjub, ternyata segerombolan orang dengan dandanan bak teroris tadi adalah orang – orang “dunia” juga. Ada diantara rombongan itu seorang mayor jenderal TNI yang dengan seenaknya saya langkahi waktu saya mencari tempat untuk berbaring di masjid, yang kalau dibandingkan dengan kasus koboy Palmerah , atas perbuatan tersebut mungkin sudah bolong kepala saya dipukul pakai besi dan ditembak dengan pistol . Dalam jamaah itu juga ada beberapa orang perwira polisi, pengusaha besar, sopir angkot, pengangguran, dan mahasiswa universitas terkemuka di Jakarta.

    Dalam tiga hari itu saya melihat , orang – orang “dunia” ini saling menyemangati untuk terus berbuat kebaikan dan meningkatkan amal sholeh. Tapi, weittsssss……………….. , tunggu dulu , mana ustadznya nih ? jangan – jangan benar yang dikatakan orang bahwa jamaah ini adalah jamaah yang tidak berilmu…ehh…ternyata di dalam rombongan itu ada beberapa orang ustadz lulusan pesantren terkemuka. Namun, para ustadz – ustadz tersebut tidak “exclusive” bahkan membaur dengan kita – kita yang ngaji saja masih belepotan.

    Terlepas dari beberapa kegiatan jamaah tersebut yang masih mengundang kontroversi seperti jaulah alias mengetuk – ngetuk rumah orang untuk mengajak orang ke masjid, pergi meninggalkan keluarga yang katanya sampai berbulan – bulan untuk usaha dakwah…..sedikit catatan , waktu mengambil S–2 di Australia pun , saya melihat beberapa aktivis gereja melakukan hal yang serupa dengan jaulah tersebut, mengetuk – ngetuk pintu dari rumah ke rumah, dari apartemen ke apartemen untuk mengajak pemilik rumah ke gereja…saya melihat bahwa kegiatan jamaah tabligh tersebut positif untuk mengajak orang – orang yang semacam saya ini untuk kembali ke fitrah kita sebagai makhluk ciptaan Allah dan kelak akan kembali kepadanya.

    Semua orang pada dasarnya diciptakan untuk berbuat baik dan rindu akan kebaikan. Saya pribadi melihat bahwa apa yang dilakukan jamaah tabligh tersebut bagi orang Islam, khususnya orang islam seperti saya yang tidak memiliki pendidikan formal agama sama sekali , dan sudah jauh meninggalkan nilai – nilai agama yang benar, sangatlah memberi arti yang mendalam, justru disaat saya sendiri mulai mempertanyakan seperti apa sih Islam itu, ketika melihat realita di Indonesia dimana banyak oknum menjadikan Islam bahan debat anatr ormas /aliran.

    Saya tambahkan,.. bukan hanya mayor jendral TNI saja yang pernah ikut khuruj,.
    Ada intel polisi, ini saya saksikan sendiri waktu berada di masjid kebon jeruk jakarta,.
    Ada dosen juga,..

    Apakah itu sebagai jaminan bahwa JAMAAH TABLIGH itu benar?
    Ini bukan jaminan,.. karena mereka ikut khuruj bukan berdasarkan ILMU, tapi karena awam tentang pemahaman islam yang benar,.

    Kalau anda merasa bangga ada mayor jendral TNI yang khuruj, dan itu adalah jadi kebanggaan, dan jadi patokan kebenaran,..

    Maka,.. bagaimana jika ada pejabat yang lebih tinggi pangkatnya yang terjerumus dalam maksiat?? Apakah itu jadi pembenaran juga?
    Bagaimana jika ada orang yang bukan awam, bahkan KYAI yang melakukan zina bahkan dengan dua wanita sekaligus… ada bukti videonya tersebar,.apakah ini jadi pembenaran bahwa zina itu jadi benar??

    BUKAN… ini bukan alasan bahwa itu benar,.. demikian pula JT yang bisa khuruj bersama mayjend,.

  13. Kacang kacang tentu dia penjual kacang…
    Sate sate tentu dia penjual sate…
    Bid’ah bid’ah tentu dia ahli bid’ah…

    Kalau anda mendengar orang berkata : maling…maling… apakah berarti itu adalah si malingnya?
    Kalau anda mendengar orang berkata : copet…copet…. apakah dia copetnya?

    Jangan ngawur dong bang karkun, kebanyakan khuruj kali ya, jadinya begini,.

    Selama saya bergaul dgn orng orng JT tidak ada mereka bilang bid’ah

    Lah, boro-boro mereka ngarti apa itu bidah, kalau mereka ngarti, sudah dari dulu mereka ga bakalan mau diajak khuruj, sebab khuruj itu adalah bidah,

    Jd menurut anda min dr 73 golongan mana yg dijamin masuk surga min??

    Kata Rasulullah, yang masuk surga cuma satu golongan, yaitu aljamaah,. mereka adalah orang yang berada diatas jalan Rasulullah dan para sahabatnya,.

  14. Tdk semua jamaah tabligh itu sesat, dan hendaklah kita mlihat/mendengar secara logika apakah sm dgn sunnah dan hadits rosulullah saw

    Pendirinya saja sudah sesat pemahamannya, apalagi anggotanya,.

  15. Saya bukan dari jama’ah tabligh tp sy tdk senang jk ada yg menjelek-jelekkan jt, mmng bnyak jt yg ‘awam walaupun tdk semua namun seharusnya kt bangga kpd mrk yg awam msh mo berdakwah yg mrs pintar blm tentu mau berdakwah malah menjelekkan apalagi menghujat naudzubillah…awas provokasi umat islam

    Justru menjadi musibah yang menghancurkan agama islam, jika masih awam sudah berdakwah,..

  16. Assalaamu’alaykum mas,

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Jazakallaahu khayr atas pemaparannya di atas.

    Saya juga pernah khuruj bersama JT semasa saya kuliah di UK, serta beberapa kali di sana juga menjamu kunjungan JT dari negara negara lain.

    Dua hal yang saya suka dari teman teman JT di sana (mayoritas keturunan Pakistan dan Bangladesh, tapi sudah warga negara UK) adalah semangat dan adab mereka.

    Saya jarang menemui komunitas yang orang2nya bisa tersenyum setulus itu, walaupun tentu lebih baik jika mereka bisa memperbaiki diri sesuai hal2 yang mas admin bilang di atas.

    Sebenarnya senyum itu bukan ajaran JT, Rasulullah sudah mengajarkannya,. jadi orang yang paham hadits, belajar hadits, maka tahu hal tersebut, dan banyak yang mengamalkan hadits tersebut,.
    Senyum tulus, bukan senyum ada maksud lain, seperti senyumnya costumer service,penjaga toko,mereka senyum karena profesi, bukan karena mengharap pahala, sudah saya posting disini

    Orang yang sudah mengenal manhaj salaf juga harusnya murah senyum. bukan pelit senyum, saya sudah ulas disini

    Kalau di Indonesia sendiri saya belum pernah ikut JT, dan lebih dekat dengan kawan2 Salafi. Tapi saya gabung grup facebook JT dan saya sangat tidak nyaman di sana. Walaupun mereka tidak eksplisit mengatakannya, tapi rasanya seakan akan khuruj itu semacam rukun iman saja.

    Entah saya apes atau memang semua JT indonesia seperti ini, kok kelihatannya mereka berlebihan menganggap keutamaan khuruuj sebagaimana HTI berlebihan dalam hal khilafah (apa obat dari panu? HTI: khilafah, JT: khuruuj. Hehe).

    Saya mendoakan hidayah untuk kita semua. Demi Allah, semangat mereka jika diarahkan dengan tepat bisa jadi aset besar untuk agama ini.
    JT beramal tanpa ilmu, hanya semangat saja,.

    Semangat menampakan seperti sunnah, walaupun yang bidah-bidah juga hobi dikerjakan, demikian pula yang haram seperti merokok,. kalau di indonesia mungkin bisa dikatakan mayoritas anggota JT ini doyan rokok, bisa kita saksikan, baik di markas kebon jeruk jakarta atau di daerah2,. sambil khuruj pun kadang masih membawa obor sakti tersebut,.

    Saya ada beberapa pertanyaan:
    1. Apakah baik jika seseorang yang beraqidah lurus dan memiliki ilmu agama untuk turut serta bersama JT, untuk pelan2 mencoba menasehati mereka sambil juga memberikan bayaan dan mengisi halaqah yang baik pada saat khuruuj?

    Ada pendapat ulama yang membolehkan seperti itu, yaitu menyertai khuruj mereka, tapi bukan baca fadhail amal, tapi didakwahi,.. tentu harus orang yang berilmu, bukan asal-asalan sebagaimana JT yang khuruj,

    2. Apakah baik jika sekelompok salafi melakukan perjalanan dari masjid ke masjid untuk mengajak orang2 untuk mengingat Tauhid, menguatkan Iman, bersyukur pada Allah, dan lebih sering shalat jamaah (seperti dilakukan jamaah tabligh, tapi tanpa termasuk bid’ah bid’ah yang umumnya mereka lakukan)?

    Kalau itu baik, maka kita sudah keduluan oleh para sahabat dalam melakukan hal tersebut,. ternyata sahabat yang merupakan generasi terbaik didikan Rasulullah tidak melakukannya,..

    Jazakallaahu khayran kathiira

    Jazakumullahu khairan

  17. Halo mas, saya masih awam. Tapi saya mau tanya soal hadist “sampaikanlah dariku walau satu ayat”. hadist ini shahih apa ngga mas? Dan ada maksud apa di balik hadist ini?

    karena menurut saya yang masih awam ini, hadist ini jadi bertentangan dengan jawaban admin yang menulis dakwah khusus untuk orang2 yg sudah berilmu saja.

    Maksud hadits tsb adlh sampaikan setelah anda mengilmui ayat yg akan disampaikan, jadi bukan asal ada ayat lalu disampaikan,

    Jadi wajib punya ilmunya dulu sebelum menyampaikan sesuatu, bukan modal nekat,

  18. Mas,

    saya orang awam, maklum yach orang kantoran, boleh tanya setelah saya buka blog tentang JT ada keluar 3 hr, 40 hr, 4 bln dsb..
    waktu ada di sana udah berapa lama ada 3 hr, 40 hr, 4 bln mas ???

    Saya tidak ikutan khuruj, sebab dulu saya juga kerja kantoran, kebetulan kantornya juga dekat dengan markas JT di jakarta yang ada di jalan kebon jeruk,.

    Alhamdulillah setelah paham kesesatan JT ini maka tidak lagi disitu,.
    Sudah banyak saya posting tentang penyimpangan jamaah tabligh ini, silahkan baca disini

    • hemmm jelas sudah ne provokatornya yg bertugas memecah belas Umat….
      ditanyak dah keluar berapa lama 3hr, 40 hr, 4 bulan eh di jawab nggak pernah keluar…. ngakak abis…..

      padahal di atas tulisannya semangat banget bercerita dah pernah khuruj 3 hari, 40 hr… hemmmmmmmm…….

      semoga Allah SWT memberi hidayah pada penulis dan tidak menyesatkan sesama muslim…..

      Rasullallah tidak pernah mengatakan orang sesat tetapi dia mencontohkan cara yang benar sehingga orang terkesan dan mengikuti ajaran beliau…..
      Jazakallah…….

      Kisah di atas bukan kisah saya sendiri, jadi tidak usah ngakak lah,

      Anda baca judul dan komentarnya saja, atau anda gagal paham dengan kisah di atas?

      Sudah sedemikian jelasnya,

      Mudah2an Allah berikan hidayah taufik pada angota jamaah tabligh, seperti kisah di atas, keluar dari jamaah tabligh dan rujuk ke manhaj salaf

    • DALAM AGAMA YANG SUKA MENIPU ADALAH ORANG YAHUDI…..

      Betul mas,..
      Dan jamaah tabligh justru yang bebas keluar masuk di negara zionis yahudi,

      Keren kan, baca di sini

  19. akan senantiasa ada dari umatku satu kelompok yang tanpak diatas kebenaran, tidak memudharatkan mereka orang yang menghinakan mereka sampai datang urusan allah.” (hr.muslim).
    Pengertiannya apa ya ?

    Maksudnya akan senantiasa ada umat nabi muhammad yang terus menjaga agama ini, mendakwahkan islam yang murni yang Rasulullah ajarkan kepada sahabatnya,.

    Dan makar dari musuh-musuh dakwah rasulullah atau dakwah sunnah , baik dari luar islam atau dari kalangan umat islam itu sendiri , itu tidak akan membahayakan umat yang mendakwahkan kebenaran tersebut,.

  20. Salut…..sip….teruskan….

    sesatkan semua aliran…..

    kalo memang itu yang di ajarkan Rasulullah saw…..

    orang yang jelas2 kafir Rasulullah saw luruskan dan ajak dengan lemah lembut….dahsyat…

    antum ni super rasul…

    Salah mas,. tapi sesatkan bidah,. BIDAH itu memang sesat walaupun tidak disesatkan juga,.

    Rasul malah setiap mau ceramah juga berkata, setiap BIDAH ITU SESAT, dan KESESATAN ITU TEMPATNYA DI NERAKA,.

    Tuh, contoh rasulullah dong, apa anda berani berkata kalau Rasulullah itu tukang menyesat-nyesatkan????

  21. MAff SEMuanys,ini admin pasien rumahh sakit jiwa,belum sembuh benar udh kehabisan mf,jng percaya ucapanya,mhon d mfkn semuany

    Kalau yang komentar itu pasien yang sudah sembuh gitu?

  22. Syeh ampe sekarang yang saya tahu tidak ada satu orang pun yang masuk jemaah tabligh,

    Rente aja tuh yang masuk jemaah tabligh kita keluar semua tiap tahun empat bulan keluar,

    kadang 40hari keluar kadang 3 hari,jadi kapan ente masukny

    Ente kapan masuk masjidnya, kalau keluar terus?

  23. Makanya mas2 jamaah tabligh harus semangat menuntut ilmu,ikut kajian sunnah,mudah2an Allah memberikan hidayah-Nya untuk meninggalkan firqah sesat ini,meninggalkan bid’ah ini.. Bersyukurlah kepada Allah msh ada yg mengingatkan sperti mas admin..

  24. karena begitu tak bergunanya antum dimata Allah, sehingga antum dicampakkan dalam usaha agamaNya. Karena tak pantas Usaha yang mulia dikerja i orang seperti antum.

    Khuruj koq disebut usaha agama?

  25. Assalamu’alaikum….
    saya kira abang ini,waktu mulai masuk jt itu salah niat…sistim COBA2 jd akhirnya abang jug DICOBA….

    waktu masuk juga islam abang ini kan tdk COBA2 kan?….

    coba masuknya abang ke jt sama dgn masuknya ke islam insya Allah abang ketemu islam yang abang cari

    tentu abang ingat waktu Nabi SAW pertama kali mengajak Abu Bakar Assiddiq ra.

    Masuk islam,Abu Bakar ra tidak coba2 dan pikir panjang HANYA satu NIAT ikut Nabi SAW.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Saudara syarifuddin, anda sudah berapa lama di JT, sudah berapa banyak ilmu yang anda kuasai selama ikut JT?

    Ini lho petinggi-petinggi JT di india pun mengatakan tentang PENYIMPANGAN Jamaah Tabligh, baca di sini

  26. masyaAllah, ana beberapa kali ketemu alumni JT ketika kajian sunnah. semoga Allah Ta’ala beri kita selalu hidayah sunnah dan saudara kita jama’ah tabligh kembali kepada Al Qur’an dan As-sunnah dengan pemahaman para sahabat.

    jazakAllah khairan

    Alhamdulillah, mudah2an makin banyak saudara kita di JT yang kembali kepada hidayah manhaj salaf

  27. Assalamu’alaikum.wr.wb

    Saya baca tuliasan ini, yang menulis seharusnya melihat Tabligh sebagai KAPAL dan melihat orang Tabligh sebagai penumpang. Jika ada penumpang yg belum betul jangan membuat justifikasi bahwa KAPAL adalah salah.

    Memang dalam Tabligh harus meluruskan niat,..

    untuk Islah diri dan belajar, ketika kita mulai geser dari Niat itu Allah bisa cabut kepahaman,. dan bahayanya justru akan memfitnah dan menjadi penghalang Hidayah,.. maka harus Istighfar,… Istighfar……..Semoga Allah ampuni.

    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.
    Iya, sebagai kapal yang nahkodanya bukanlah ahlinya,.
    awak kapalnya bukanlah ahli pelayaran,.

    Maka kapal tersebut akan membahayakan penumpangnya,.
    Dan hanya penumpang yang bodoh saja yang mau ikut menumpang kapal yang seperti itu,

  28. Assalamualaikum.

    Admin mhn pencerahannya mnrt pendapat anda demo dilarang, utk kasus skrg klo agama kita dihina, dinistakan apa yg sebaiknya dilakukan, apakh kt hanya diam saja nunggu pemerintah sadar sendiri.

    Sedangkan MUI sdh memperingatkan pemrnth, tp pmrnth skrg malah makin kblabasan.

    Paham komunis bebas, apkh kt hanya diam sj itu lbh baik, seakan pembiaran dan masa bdoh dgn kondisi bangsa ini, dan efeknya nanti ke ajaran agama kt jg.

    Mhn pencerahannya, apakh yg berdemo kmrn itu dosa semua krn mrk tdk rela agama (AlQuran) mrk dihina ?

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.
    Masalahnya adalah ada pada orang islam itu sendiri,.
    Banyak umat islam yang MENJAUH DARI ALQURAN,.

    Kemana Almaidah ayat 51 saat pemilihan walikota jakarta? bukankah AHOK jadi calon wakil GUBERNUR DKI? kenapa dipilih?
    Sebagai juru tulis saja tidak boleh, apalagi sebagai wakil GUBERNUR,.

    Jadi musibahnya ada pada kaum muslimin itu sendiri, almaidah dihina oleh umat islam itu sendiri, jauh sebelum ahok menghina ayat tersebut,.

    Para pendemo juga sedang melakukan perbuatan yang biasa dilakukan oleh orang kafir,
    Para pendemo juga sedang menghina surat thaha ayat 43-44
    Para pendemo juga sedang menghina hadits nabi, tentang anjuran Rasulullah cara menasehati penguasa, bukan dengan demo,.

    Jadi bukan ahok saja yang menghina alquran, tapi kaum muslimin sendiri melecehkan alquran dan hadits,

    Mau solusi dari hal diatas, sudah saya posting di sini

    Mari ajarkan almaidah ayat 51, sehingga umat islam tidak tertipu, baca di sini

    • maaf, mau mengoreksi. mungkin maksud mimin, ahok itu sebagai calon wakil gubernur. dan sekarang jadi gubernur. karena walikota dan wakil walikota di DKi itu tidak dipilih lewat pemilu, tapi ditunjuk. semoga membantu.

      Jazakumullahu khairan, sudah saya ralat, diganti jadi gubernur, maksudnya ya memang itu,

  29. tanya nih bang, daerah saya sampai sekarang masih sering didatangi jama’ah tabligh, tapi saya perhatikan gak ada sesuatu yang melenceng atau bid’ah.

    justru yang saya lihat mereka benar menerapkan hadits-hadits yang disampaikan rasululloh.

    salah satu contohnya adalah mereka membersihkan mesjid,halaman mesjid dan mck secara telaten dan benar” bersih sekali.

    jujur saya merasa terbantu dengan adanya kehadiran mereka. semuanya jadi tambah bersih 🙂

    Jangan tertipu dengan tampilan, atau dgn amalan,..
    Pendiri Jamaah Tablig bukanlah tokoh ahlusunnah , tapi seorang sufi tulen, baca di sini ulalsannya

    Ini perkataan para petinggi jamaah tabligh, silahkan baca di sini

    Contoh amalan yangvtidak ada ajarannya dari nabi, khuruj ala jamaah tabligh, baca di sini

  30. Saya juga sudah setahun lbih ikut jamaah tabligh.
    Awalnya emg saya kagum, tpi makin lama pemikiran mereka makin terasa aneh, mereka bilang klu ke ipb itu lebih utama daripd umrah karna ke ipb utk kebaikan seluruh umat sedgkn umrah hanya utk diri sendiri, klu nggk ada uang apa yg ada drumah dsuruh jual buat ongkos ke ipb (tanda tanya besar)…

    Trus katanya klu org yg blm ikut usaha mereka adlh org yg tdk dpt hidayah, trus mereka juga blg klu adlh org yg akan msuk surga tanpa hisab, dan bny lagi pemikiran aneh lainnya,

    yg jelas kebnykan dari itu semua adlh krangan mereka sendiri krna klu dtny dalilnya mana, eh langsung dibilang “anti jamaah”. Pdhl cuma nanya?

    Yah,. begitulah,.

  31. Subhanallah…semoga Allah ampuni dosa pembuat artikel fitnah ini

    Semoga Allah berikan hidayah taufik pada anda, sehingga keluar dari ikut dengan kelompok sesat seperti jamaah tabligh ini

    seperti apa sih hakekat kelompok ini? silahkan baca ulasannya di sini

  32. Yuups JT mmg sering beramal tanpa di dasari ilmu..

    hanya semangat dlm dakwah dan itu di namakan nya usaha dakwah..

    tp kl di kasih tahu ..ngeyel ..

    banyak di daerah sy JT nih

    Mudah2an Allah berikan hidayah taufik kepada mereka, sehingga paham manhaj yang benar, dan keluar dari kelompok tersebut

  33. Hati2. Banyak anjing2 antek wahabi.anjing2 salafi.d kampung ane di bakar hidup2 tu klo ada salafi bangsat

    Koq ikut jamaah tabligh kayak gini sih?

  34. Baru saja sy berkumpul bersama dengan para pengikut JT untuk mau tau ajaran JT bersama dengan mereka. Dari smua omongan mereka yg sy serap,

    isinya cuman menghinakan & membenci ajaran ustadz” salafi. katanya para ustadz salafi seenaknya memfatwakan hadist.

    Memang seperti itu, itu sudah dari dulu,
    Alhamdulillah banyak yang taubat dari kelompok tersebut, dan rujuk ke manhaj salaf,

    Kita doakan saja, mudah2an Allah berikan hidayah taufik padanya

  35. Kalau persis sma mta itu gmn sih

    Ada kemiripan, yaitu menafsirkan ayat dan hadits bukan dengan penjelasan Rasulullah dan para sahabatnya, saudi hingga banyak keanehan,karena menggunakan akal mereka,

  36. Assalaamu’alaykum,
    alhamdulillaah saya dan keluarga mulai mengenal manhaj salaf dua tahun terakhir ini. Dan aktif kut kajian sunnah di karang tengah, blok m, srengseng dan bbrp tempat lainnya. Mohon info akhi, utk secara rutin dan berkelanjutan kajian sunnah, sy bisa dptkan dimana?
    Sy tinggal di jakarta pusat.

    Wa’alaikumussalam warahmatullah,.|
    Silahkan hadiri taklim rutin setiap SABTU pagi di masjid Almubarak, krukut, belakang POS KOTA, pukul 9 pagi bersama Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, beliau merupakan gurunya kebanyakan para ustadz Salafi yang ada di indonesia,

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*