Dulu Saya Ikut Jamaah Tabligh, Kenapa Saya Keluar Dari Kelompok Ini?

Jamaah tabligh yang kukenal…

Jamaah Tabligh - KhurujIni adalah sebuah kisah nyata yang saya alami sendiri bersama jamaah tabligh selama 6 tahun, dulu saya merupakan salah satu pengikut dan pembela mati-matian jamaah tabligh. Sebuah jamaah baru dari India yang didirikan oleh syaikh Maulana Ilyas al kandahlawi bersama teman dan keluarganya yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua.

Jamaah tabligh memang sangat handal dalam mempengaruhi orang-orang awam, Kyai, Ustadz, dan tentu dalam tanda petik “tidak semua”.  Mereka dulu sangat menyejukkan hati dan pikiran saya, namun setelah saya masuk lebih dalam secara kritis ternyata saya temukan penyimpangan-penyimpangan yang luar biasa.

Sebenarnya saya sudah merasakan ketidakberesan dengan jamaah ini, 3 tahun setelah saya ikut dengan aktifitas mereka, namun saya coba untuk berhusnudzon kepada mereka, karena mereka juga mengamalkan sunnah, dan mendakwahkan sunnah ( sunnah-sunnah tertentu yang lazim, itupun sudah terkotori oleh bid’ah ).

Mengapa saya keluar dari JT…???

Ini berawal ketika saya berinteraksi dengan empat manhaj ( manhaj tabligh, manhaj NU , manhaj ikhwani/hizbi dan manhaj salaf), keberadaan saya dalam interaksi ketat antara keempat manhaj inilah yang membuat saya terpacu untuk mencari kebenaran yang lebih rojih diantara 4 itu. Silih berganti saya masuk kepada keempatnya, karena saya sejak dulu berkeyakinan, kebenaran hanya satu, dan golongan yang selamat pasti hanya satu ( berdalil dari hadits iftiraqul ummah), dan saya harus mencari satu kebenaran itu, satu golongan itu… ibaratnya saya seperti musafir yang mencari satu berlian yang langka di zaman ini.

Di NU saya dilahirkan dan dibesarkan, keluarga saya dari umi dan abah adalah NU tulen dari generasi ke generasi, saya sangat terwarnai pada waktu itu, namun al hamdulillah meskipun demikian, saya berangkat dari pemikiran NU yang hanif, dimana abah tidak mau bertaklid dengan ke NU an meskipun beliau berpemahaman NU ( asy’ariyah), beliau menolak sufiyah, dan tabaruk di kuburan.

Alhamdulillah sejak awal saya sudah berbasic seperti ini. Walaupun pemahaman abah sedemikian itu, namun saya juga pernah ziarah kekuburan wali (yang dianggap wali oleh mereka), namun saya langsung timbul pertanyaan, masa orang yang sudah meninggal bisa ngasih bantuan, menghubungkan dengan Allah? Itu yang langsung terbesit dari benak saya.

Sampai pada titik klimaksnya saya kenal dengan Ikhwanul Muslimin di sekolah SMA saya dulu, dan mulailah perbandingan pemahaman saya lakukan, melalui dialog dengan mereka dan berdiskusi dengan mereka, dan tibalah pada klimaksnya saya berittikad untuk keluar dari keyakinan NU dan beralih pada pemahaman ikhwanul muslimin yang pada waktu itu mendirikan PK (Partai Keadilan), mulailah saya dengan interaksi, aktifitas PK saya sering ikuti, mulai dari kajian liqo’ sampai turun kejalan untuk kampanye.

Setelah saya mengenal PK lebih jauh, saya berfikir kenapa begitu militan sekali mereka ini, sampai bikin sistem partai, padahal secara logika umat islam akan semakin terkotak-kotak, maka dari sinilah saya mengenal Jamaah Tabligh di masjid kampung saya.

Dan melaui diskusi panjang lebar otomatis dengan basic pemahaman ikhwani dan NU yang masih merwarnai saya, sampai titik akhir saya merasa kalah dengan bujukan JT, pada waktu itu saya melihat JT lebih simpel, sifatnya menyatukan umat baik dari NU, muhammadiyah, dll bisa masuk tanpa susah payah…

Inilah yang membuat saya tertarik pada JT. Dan disinilah saya berlama-lama sampai 6 tahun bergabung dengan mereka…

Suatu hari saya keluar 3 hari dengan karkun di daerah bawen bersama orang tua halaqoh bawen (ungaran-semarang) saat itu saya sudah bergabung selama 3 tahun dengan JT, dan saya sudah menikah.

Saya mencari kontrakan rumah dan saya di tawari di rumah karkun juga yang sudah belasan tahun ikut JT, bahkan sudah pernah ke IP ( IP = India Pakistan, pada waktu itu tertib khuruj belum sampai ke bangladesh tapi ke India dan Pakistan, sekarang ada tertib keluar 4 bulan IPB, India, Pakistan dan bangladesh).

Saya putuskan mengajak istri saya tinggal di rumah karkun itu, dan alangkah terkejutnya saya ketika saya, ketika karkun pemilik rumah itu menyodorkan secarik kertas yang berisi amalan wirid agar di baca sebelum mendiami rumahnya.

Amalan itu adalah membaca allahumma anzilni mubarakan wa anta khairun munzilin sebanyak 4444 kali, tentu saya terima saja walaupun keyakinan saya berseberangan dengan dia, bahkan saya tidak mengamalkan amalan tersebut setelahnya.

Dan semakin terkejut lagi ketika di rumahnya yang super besar itu terdapat rajah-rajah, jimat, hizib dan tulisan-tulisan tanpa terbaca di setiap pintu, jendela, dan kamar yang intinya sebagai tolak kebakaran, tolak maling, tolak jin dll.

Istighfar saya tak habis-habis saat itu, dan lebih anehnya lagi ketika itu saya sampaikan pada senior lain mereka justru tersenyum dan berkata…

“Satu hati saja…ga masalah”, dari sinilah saya mulai ragu…

Dan saya sampaikan pada teman-teman karkun sehingga merekapun menyuruh saya keluar lebih lama yaitu 40 hari, dan akhirnya terwujud di jogja, saya bergabung dengan beberapa karkun senior yang beristri wanita salafy ( murid ja’far umar tholib ) yang menjadi dosen di UAD jogja.  Dari sana saya yakin bahwa JT lebih bagus dari salafy, buktinya istri karkun itu seorang salafy, pada waktu itu saya terus bertanya2, kok bisa ya???

Padahal salafy kan kuat-kuat dalam berdalil dan menyesatkan JT, (pada waktu itu saya juga sudah kenal lasykar jihad Ja’far Umar Tholib) dan juga sering berdebat dengan mereka dalam masalah agama dan membela JT.  

Semua yang dituduhkan JT kepada salafy saya koreksi dan telusuri kebenarannya, demikian juga dengan tuduhan salafy pada JT juga saya telusuri kebenaranya.  

Saat saya dapat selebaran fatwa sesat JT dari ulama timur tengah, saya langsung ambil bantahan dari buku yang juga merupakan bantahan dari JT atas fatwa tersebut, yaitu sebuah buku karangan abdul kholiq pirzada dari mesir yang diterjemahkan oleh ust. Masrohan ahmad dari semarang (ust.JT) yang berjudul ” maulana ilyas diantara penentang dan para pengikutnya” (sekarang buku itu masih ada) berisi tentang fatwa terbaru dari ulama kibar timur tengah, disana juga disertakan ulama-ulama penentang dan pendukungnya,

Saya tidak merasa puas dengan buku itu karena masih rancu dan simpang siur, maka saya tanya kepada salah satu salafy, namanya abu umar cilacap ( semoga allah memberkahi kehidupannya).

Dari beliau saya belajar tentang manhaj salaf, belajar tauhid, belajar hadits shahih dan belajar tentang iftiraqul ummah, termasuk belajar amalan-amalan sunnah dan mengenali bid’ah.

Ketika saya sampai pada masalah bid’ah dan sunnah/ tentang manhaj 4 imam, luar biasa detailnya pembahasan ilmu ini sehingga dibutuhkan kematangan akidah, kelurusan akidah dan pelepasan baju fanatik golongan.  

Saya pada waktu itu terus membuktikan ilmu yang saya dapatkan pada kajian salaf, kepada aktifitas JT selama ini dan saya mulai ragu dan ragu, semakin lama saya keluar khuruj dengan JT, semakin terbukti apa yang ada dalam ilmu salaf itu…

Bahkan saya sering ngajak karkun ngaji salaf dan banyak dari mereka menolaknya, dengan congkak mereka berkata” saya tidak mau ngaji salaf karena bikin orang suka hujat dan membid’ahkan”

Diantara mereka juga ada yang ngaji salaf namun berada pada kondisi seperti saya.. yaitu ragu-ragu terhadap JT. Suatu hari saya berdebat dengan seorang amir tentang masalah penyamaan Rasulullah dengan kodok, dan saya terkejut ketika mereka bilang yang penting niatnya bagus, berikut nukilan tulisan saya atas kejengkelan saya pada penyamaan itu yang juga saya tulis di comment blog JT dan salafi :

“Saya punya banyak pengalaman di JT yang sangat membuat saya naik darah dan naik pitam, walaupun saya dulu belum keluar dari JT, yaitu ketika amir shaf bayan maghrib amir itu menyamakan Nabi Shallallahu’alaihi wasallam dengan kodok (na’udzubillah) mereka bilang” Nabi Muhammad ibarat kodok yang hidup pada dua alam yang memperingatkan ikan-ikan agar tidak mau terpancing kail manusia ( keduniaan), begitu juga nabi juga memperingatkan manusia karena ia pernah melihat neraka dan syurga, sekaligus hidup di dunia bercakap dengan manusia memberi nasehat pada manusia yang lain.”

Alangkah murkanya saya ketika amir itu setelah saya luruskan malah bilang yang penting niatnya baik, dia bilang innamal a’malu biniyyat”

Bahkan saya dituduh membuat tidak satu hatinya jamaah yang ikut khuruj karena mendebat amir. Ini pengalaman saya ketika saya khuruj di wilayah ungaran jawa tengah.

Orang tua halaqah bawen (senior tabligh di bawen jateng semarang), pernah memberi saya amalan membaca allohumma anzilni munzalan mubarokan wanta khoirul munzilin sebanyak 4444, karena saya baru mau menempati rumah kontrakan miliknya.

Dan saya juga mendapati di jendela-jendela, pintu-pintu, ada azimat dan rajah/hizib serta macam-macam lafadz tak terbaca yang katanya untuk tolak balak.

Ini saya alami sendiri, jadi jika mereka menyangkal mereka tidak melakukan kebid’ahan dan kesyirikan dan bahkan pernah ngaku bukan sufi, itu karena mereka tidak tahu menahu dengan JT itu sendiri.

Bagaimana mungkin jamaah yang mengaku menghidupkan sunnah mengajarkan wirid bid’ah, amalan kencing berdehem dan berjingkat, menjilati jari ala mereka dengan membaca doa tertentu setelah makan, katanya supaya tangannya bisa kuat saaat menghadapi lawan ( pukulan brojo musti ) ini saya dengar dan saya alami sendiri bahkan saya dulu ikut mendakwahkannya.

Ketika ditanya ilmu jawabanya ngawur
*saya pernah bertanya pada mereka tentang islam, maka mereka menjawab islam itu : syariat, hakikat, ma’rifat. (sama dengan kitab bathil al hikam sufiyah) dan bahkan dalam takrir yang diulang ulang dalam tertib dan buku panduan tabligh mereka mengatakan ahli thariqoh (sufi) bagi mereka adalah termasuk tiang / pilar agama islam yang jika tidak ada maka akan robohlah islam, (na’udzubillah).

Nah anehnya ketika saya tanyakan apakah mereka sufiyah mereka bilang tidak, kami hanya belajar dari thoriqohnya sufi. (bingung kan?)

Dilain tempat saya tanya karkun jogja, apa antum tau bahwa kita harus menghormati orang sufi, mereka menjawab saya bukan sufi tapi orang islam.

Tidak ada kaidah yang baku karena mereka berkata tanpa kesatuan hati dan fikir sebagaimana yang mereka gembar gemborkan, kalaulah dia sehati dan sefikir itu apabila dalam tertib-tertib tabligh aja sedangkan masalah tauhid mereka menyerahkan pada masing-masing yang diyakininya, ini kan repot dan bahaya…

Ya saya langsung mengadakan studi kritis dengan keluar 4o hari dan hasilnya saya semakin kuat untuk segera keluar dari JT, dan sampai sekarang saya sudah bertaubat dari pemikiran dan aktifitas JT (ini saya nukil dari perjalanan kisah saya bersama JT )”

Demikian sebagaimana yang saya kutip dari : www.mantanjt.blogspot.com

Berbicara tentang jamaah tabligh… [1]

Jama’ah tabligh mengamalkan hadits-hadits dha’if dan palsu

Hal ini, salah satu hal berbahaya yang dimiliki oleh jama’atut tabligh. Mereka meriwayatkan segala hadits atau kabar yang ada, walaupun tanpa kendali dan tali kekang. Padahal rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Barang siapa yang berkata atasku apa-apa yang tidak pernah aku katakan, maka tempatkanlah tempat duduknya di neraka” [2].

Dalam hadits yang lain : “sesungguhnya kedustaan atasku tidak seperti kedustaan atas orang lain. Maka barang siapa yang berdusta atasku dengan sengaja, tempatkanlah tempat duduknya di neraka” [3].

Dan dalam hadits yang keempat, beliau bersabda : “barang siapa yang mengatakan sebuah hadits dariku dia mengira (menyangka) hadits tersebut dusta, maka ia salah satu diantara dua pendusta” [4].

yura” artinya “yudzon”, yaitu “diperkirakan”. Maka, perhatikanlah! Sekedar penyangka/mengira saja (sudah dianggap dusta), apalagi orang yang jahil (tidak tahu menahu) terhadap hadits tersebut. Orang yang berkata : “saya belum yakin, apakah hadits ini shahih atau tidak shahih ?”.

Hanya sekedar mengira saja, dan belum pasti dalam mengetahui apakah hadits tersebut shahih atau tidak shahih, hal ini telah memasukan pelakunya ke dalam golongan orang-orang yang tertuduh berdusta atas nabi,

Oleh karena itu imam ibnu hibban menyebutkan hadis ini dalam muqodimah kitabnya al-majruhin dan muqaddimah kitab ash-shahih-nya, beliau berkata : “maka orang yang ragu-ragu terhadap apa yang diriwayatkannya sama seperti orang yang berdusta atas rasulullah”.

Dalam hal ini, jama’attut-tabligh memiliki keajaiban-keajaiban dan keanehan-keanehan yang luar biasa hadits yang mereka sebutkan jika seandainya pun shahih kadang mereka tidak bisa mengucapkan lafazh-nya dan tidak memahami makna nya dengan baik dan benar.

Dan hadits yang tidak shahih berupa hadits dha’ifun jiddan (lemah sekali), maudhu’ (palsu), dan yang tidak ada asal-usulnya sama sekali; pada mereka sangat banyak dan saya, bersama mereka dalam hal ini memiliki beberapa kisah dan khabar.

Suatu saat salah seorang diantara mereka (jama’atut tablihg) menyebutkan sebuah hadits yang tidak ada asal usulnya sama sekali. Maka, saya katakan kepadanya: “hadits ini tidak ada asal-usulnya”.

Dia pun dengan kebodohannya menjawab :”akan tetapi hadits dha’if boleh digunakan dalam fadha’ilul a’mal (keutamaan-keutamaan dalam beramal, pent)”.

Lihatlah ,dia berkata haditsnya dha ,if …,padahal saya katakan-tadi-“ tidak ada asal – asulnya…” yakni , hadits tersebut dusta (palsu). Dia tidak bisa membedakan.

Dia mengira bahwa kalimat “ haditsnya dho’if” itu berlaku pula pada hadits palsu, hadits yang tidak ada asal usulnya sama sekali, dan yang lemah sekali. Dia tidak mengetahui bahwa syarat pertama dari sekian syarat bolehnya berdalil dengan hadits dha’if adalah tidak boleh terlalu parah ke dha’f-annya.

Pada saat yang lain, salah seorang di antara mereka, membaca hadits dari kitab riyadhush-shalihin. Kalian tahu bahwa kitab riyadhush-shalihin, tulisan (pada hadits-haditsnya) ber-harakat sempurna. Dia membacanya dengan tanpa kaidah sama sekali. Yang marfu’ (ber-harakat dhammah) dia baca manshub (ber-harakat fa-hah), yang manshub dibaca majrur (ber-harakat kasrah), dan begitu seterusnya. Sampai akhirnya, ia sampai pada penyebutan sebuah hadits. Saya masih tetap diam memperhatikan. Ia pun menyebutkan hadits [5] dan berkata :

(para malaikat akan bershalawat mendoakan kebaikan kepada salah seorang di antara kalian selama ia berada di mashlaahu..), sedangkan, lafazh hadits tersebut (seharusnya) : “fimushallahu”. Yakni. Di tempat shalatnya (masjidnya).

Kalian tahu perbedaan arti mashla dan mushalla ?

Apa arti al-mashla ? Al-masla artinya baitun-nar, yakni rumah api, atau tempat pembakaran. Itulah makna al-mashla secara bahasa.

Saya pun tidak bisa diam dan lantas berteriak :

“wahai saudaraku! Mushallahu.. bukan mashlahu!”.

Akhirnya, setelah shalat ia menghampiri saya dan beralasan: “Demi Allah, sebenarnya saya sedang sakit,” saya pun berkata: “wahai saudaraku! Kamu sakit? Mengapa tadi duduk di depan (berceramah)? Jangan duduk disana berdusta atas nabi!” [6].

Imam ibnu hibban telah menukil dalam muqaddimah kitabnya raudhatul-‘uqala, beliau betkata: “orang yang salah (keliru) dalam membaca hadits rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sama seperti orang yang berdusta atasnya, karena rasululah tidak pernah mengucapkan hadits dengan keliru”, apa yang dimaksud dengan keliru dalam pembacaan hadits? Yakni, ia merubah i’rab-nya (struktur bahasa) dan susunan katanya. Lihatlah, rasulillah berkata “fii mushallahu”, sedangkan dia berkata “fii mashlahu’!.

Sebenarnya, saya masih banyak memiliki bermacam pengalaman bersama mereka. Sampai dalam masalah akidah sekalipun (mereka memiliki keanehan dan keajaiban). Dan tidak mengapa jika saya sebutkan lagi satu pengalaman saya bersama sebagian ikhwan saya, di salah satu masjid yang imam-nya salah seorang dari mereka (jama’atut-tabligh).

Kawan-kawan kami, seperti biasa sering melakukan diskusi bersama imam masjid tersebut. Namun, ia pun sering menghindar dari kawan-kawan kami itu, dan tidak mau duduk-duduk bersama mereka. Sampai akhirnya datanglah sekelompok jama’atut-tabligh dari Pakistan ke masjid tersebut.

Sang imam pun termotivasi oleh kedatangan mereka. Hingga akhirnya ia sendiri yang mendatangi sekelompok kawan-kawan kami para pemuda salafiyyin seraya berkata:

“saya adalah seorang ‘alim dari para ulama dakwah”.

Kemudian, datanglah seorang dari kawan kami dan berkata:

“saya ingin bertanya sebuah pertanyaan saja”.

Sang imam pun menjawab: “silahkan”.

Pemuda tadi melanjutkan dan berkata: “Dimanakah Allah?”

Sang imam terhenyak sejenak, ia melihat-lihat dan terdiam. Lalu tiba-tiba menjawab:

“Silahkan kamu tanya kepada para masyayikh (ulama) negeri kalian!”

Pemuda itu pun langsung berkata:

“Apakah Allah di negeri kalian berbeda dengan allah dinegeri kami?”

Allah maha esa.. Allah itu satu! Allah berfirman : “Apakah kamu merasa aman terhadap allah yang (berkuasa) di langit bahwa dia akan menjungkir balikan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang?. (QS. Al-mulk/67:16).

Jama’ah tabligh dan bid’ah

Pada mereka terdapat bid’ah yang banyak. Bahkan dakwah mereka terbangun di atas bid’ah-bid’ah. Karena tiang penyangga utama dakwah mereka adalah al-khuruj (keluar), dengan aturan-aturan sebagai berikut.

Yakni, dalam setiap bulan (keluar) tiga hari. Dalam setahun, empat puluh hari. Dalam seumur hidup, empat bulan. Dan dalam satu pekan terdapat dua jaulah (perjalanan).

Yang pertama, dilakukan di masjid yang dilakukan shalat di dalamnya, dan yang kedua pindah-pindah. Dan dalam setiap hari terdapat dua halaqah semacam perjalanan)[7] yang pertama, dilakukan di masjid yang dilakukan shalat di dalamnya, dan yang kedua dilakukan di rumah.

Dan mereka tidak akan ridha dengan seseorang, kecuali jika orang tersebut berpegang teguh dengan aturan-aturan seperti ini. Sehingga tidak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan bid’ah dalam agama yang sama sekali tidak diizinkan oleh allah.

Selain keterangan di atas, sebenarnya masih banyak bentuk bid’ah pada mereka. Akan tetapi aturan-aturan seperti di atas telah menjerumuskan dalam sebuah bahaya besar.

Yaitu, mewajibkan apa-apa yang semestinya tidak wajib. Maksudnya, mereka mengharuskan orang agar konsisten dengan aturan-aturan seperti ini. Bahkan mereka menjadikan hal ini sebagai simbol dan standar kebaikan dan keburukan seseorang.

Jadi jika anda berpegang teguh dengan aturan-aturan mereka berupa khuruj selama empat bulan, tiga hari, atau empat puluh hari, maka kamu tidak demikan, maka kamu orang yang lalai dan lemah menurut mereka.

Sampai-sampai, pernah suatu saat ketika kami berada di luar negeri (dalam rangka berdakwah, pent), dan berjumpa dengan sekelompok dari mereka. Lalu mereka berkata kepada kami: “khuruj-lah (keluar-lah) kalian!”.

Kami pun menjawab: “ya kami sekarang sedang khuruj (keluar). Kami dari yordania, dan kini kami di eropa. Kami sedang khuruj fi sabilillah (keluar di jalan allah)!”.

Ataukah khuruj yang mereka maksud harus dengan urutan-urutan dan batasan-batasan jama’atut-tabligh? Demikianlah, yang ternyata mereka inginkan.

Sekarang kami di sini (indonesia), meninggalkan negeri kami arab dan datang ke sini. Ini disebut khuruj (keluar) atau dukhul (masuk)? Ini khuruj! Tapi khuruj kami adalah khuruj yang berdasarkan ilmu, khuruj yang sesuai dengan manhaj, dan khuruj yang sesuai dengan aqidah. Namun sayangnya, mereka (jama’atut tablig) tetap tidak menganggapnya sama sekali.

Begitulah, bid’ah jam’atut tabligh sangat banyak.

Diantara bid’ah mereka ialah bid’ah tashawwuf. Jama’atut tabligh membai’at pengikut mereka yang sudah lama dan konsisten dengan mereka dalam empat thariqat shufiyah, sebagaimana yang tertulis dengan tulisan syaikh dan tokoh besar mereka (yang bernama) in’am al hasan.

Saya memiliki sebuah surat yang ia tulis langsung, yang ditujukan kepada syaikh saat al-husyayyin. Didalam surat tersebut, in’am hasan berkata:

”kami membaiat orang-orang lama dari para pengikut kami dalam berdakwah, atas empat tariqat shufiyah ; asy-syahrawardiyyah, an-naqsyabandiyyah, al-jisytiyyah, al-qodiriyyah”.

Selain itu, merekapun memiliki kebiasaan mengusap-usap kuburan, bertabbaruk dengan orang-orang shaleh, dan al-murabathah (berdiam diri sambil menghadap ke satu arah tertentu, pent).

Saya teringat peristiwa yang saya alami pada tahun 1982. Pada saat itu saya masih remaja. Saya pergi ke negeri al-haramain asy-syarifain (saudi arabia), dan itulah ziarah pertama saya ke negeri tersebut.

Disana saya mencari sebagian masyayikh untuk mengambil ijazat hadits dari mereka. Sebagaimana sayapun mengambil faidah dari sebagian mereka. Saya bertanya : “dimana syaikh muhammad zakaria al-kandahlawi ?”.

Dia berkata : “di sana, di darul- ‘ulumisy-syar’iyyah”. Dahulu dekat dengan al-haram, dan kini dipindahkan ke al_masjidun-nabawi.

Maka saya pun pergi menuju ke tempat tersebut. Saya mengetuk pintu. Lalu keluarlah seseorang. Saya berkata kepadanya: “saya ingin bertemu dengan syaikh muhammad zakariya, saya dari yordania, saya seorang penuntut ilmu”.

Orang itu berkata: “syaikh tidak bisa bertemu denganmu!”

Saya bertanya: “mengapa?.

Ia menjawab: “syaikh sedang ber-muabathah menghadap kuburan!

Begitulah! Ternyata dia sedang duduk di dalam ruangannya yang dekat dengan al-haram sambil menghadap ke kuburan. Itulah yang disebut dengan al-murabathah.

Inilah kenyataannya! Ia (muhammad zakariya al kandahlawi) memiliki karya tulis dengan judul fadha-ilul a’mal dan juga disebut dengan tablighi nishab.

Adapun oleh saya, maka saya namakan yablighi nashshab, karena dipenuhi oleh hadits-hadits dha’if, khurafat, bid’ah-bid’ah, dan kesesatan-kesesatan lainnya. Wal ‘iyaadzu billaah. Demikian keadaan jama’atut-tabligh dalam segala perkaranya.

Jama’ah tabligh dan tauhid uluhiyyah

Mereka tidak pernah berbicara masalah tauhid, terutama tauhid al-uluhiyyah dan al-asma’ washshifat. Mereka tidak berbicara masalah tauhid, melainkan hanya tauhid ar-rububiyyah. Yakni, tentang siapakah yang maha pencipta? Allah. Yang memberi rizki? Yang maha menghidupkan? Yang maha mematikan? Allah.

Inilah yang yang menjadi kebiasaan dan dengungan mereka. Padahal, tauhid ini tidak pernah diingkari sama sekali oleh orang-orang kafir dahulu. Allah berfirman : “dan sesungguhnya jika kamu yanyakan kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, Tentu mereka akan menjawabl allah..” (qs. Luqman/31:25). [8]

Akan tetapi, mereka (orang-orang kafir dan musyrik dahulu) tidak mendapatkan manfaat dari keimanan mereka terhadap tauhid rububiyyah belum mengantaskannya dari lingkkaran kekufuran. Sebab, mereka hanya beriman terhadap tauhid ar-rububiyyah, akan tetapi keliru dalam ber-tauhid al-uluhiyyah (peribadatan kepada allah dengan segala macam bentuknya yang disyariatkan, pent), sebagaimana yang mereka ucapkan dalam firman allah berikut : “..Kami Tidak menyembah mereka (sesembahan-sesembahan selain allah) melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada allah dengan sedekat-dekatnya… (qs. Az-zumar/39:3)

Lalu datanglah jama’atut-tabligh dan berkata:

“tidak! Ini (tauhid) membuat umat lari. Ini membuat umat menjauh (dari dakwah)”.

Oleh karena itu sekali lagi mereka tidak pernah menyinggung masalah tauhid ini. Mereka hanya berbicara masalah fadha-ilul a’mal.

Jama’ah tabligh menganggap bid’ah lebih baik dari pada sunnah

Amir (pemimpin) mereka yang berada di al-hudaidah pernah berkata:

“bid’ah yang menyatukan umat lebih baik daripada sunnah yang memecah-belah umat”!

Seorang yang ‘alim dan pandai dalam permasalahan agama seharusnya tidak berkata dengan sesuatu yang batil. Dia malah berkata: “(bid’ah yang menyatukan umat lebih baik daripada sunnah yang memecah-belah umat)”.

Na’uzubillah!

Sesungguhnya satu perkataan ini saja sudah cukup sebagai bukti tentang kebodohan mereka. Bagaimana mungkin sebuah bid’ah sapat mempersatukan umat? Lalu, apakah bid’ah memang dapat menyatukan umat?

Seandainya pun sebuah bid’ah itu mampu menyatukan umat, sesungguhnya hal itu seperti firmanallah tentang bani israil (baca: kaum yahudi, pent) berikut : “…kamu kira mereka itu bersatu, padahal hati mereka berpecah belah…(qs. Al-hasyr/59:14).

Sehingga seandainya pun sebuah bid’ah mampu menyatukan umat tetapi hal itu pada zhahir-nya saja. Adapun pada batinnya, justru memecah belah mereka. Ini berbeda halnya dengan sunnah, seandainya pun secara zhahir, terlihat memecah-belah umat, maka sungguh, pada hakikatnya justru menyatukan mereka.

Bukanlah kalian tahu bahwa di antara nama-nama al-qur’an ialah al-furqan (pembeda)? Lalu mengapa (disebut) al-furqan? Karena al-qur’an membedakan antara yang haq dan yang batil.

Dalam shahih al-bulhari :”.. dan muhammad memcah-belah antara manusia.” [9].

Beliau memecah-belah manusia dengan al-haq atau dengan kebatilan? Tentu dengan al-haq, dan beliau pun memerangi kebatilan. Demikian pula dengan para pengikut beliau. Mereka memcah-belah umat dengan al-haq; karena dengan al-haq, jelaslah semua yang batil dan para pelakunya. Sedangkan bid’ah, jika pun menyatukan umat, maka sesungguhnya menyatukan di atas kebatilan. Dan hakikat persatuan tersebut adalah persatuan di atas kerusakan dan kebinasaan.

Jama’ah tabligh dan ahlus-sunnah

Saya pernah mendengarkan ucapan salah seorang dari mereka, tatkala ia melihat sebuah kitab yang sedang saya baca yang membahas tentang jama’ah-jama’ah. Dalam kitab tersebut terdapat pembahasan tentang jama’atut-tabligh.

Dia berkata: “kitab ini lebih berbahaya dari pada yahudi dan nasrani!.

Saya yakin, orang itu belum membaca kitab tersebut; karena memang jama’atut –tabligh tidak suka membaca. Mereka tidak suka menuntut ilmu! Ilmu mereka hanya terbatas pada riyadhush-shalihin, fadha-ilul a’mal atau tablighi nashshab. Selain itu, tidak ada.

Seandainya pun ada, maka sesungguhnya hal itu berasal dari kesungguhan usaha pribadi tertentu saja. Sungguh indah perkataan imam abu hatim ar-razi :

“tanda ahlul-bida’ ialah mencela ahlul-atsar (ahlus-sunnah)” [10].

Sebagian ulama salaf berkata: “tidaklah engkau melihat ulama salaf berkata: “tidaklah engkau melihat mubtadi’ (ahlul-bid’ah), melainkan pasti ia membenci ahlul-hadits (ahlus-sunnah)”. [11]

Tidak syak lagi, tatkala kita mengingkari dan menentang jama’atut-tabligh, baik tentang kegiatan khuruj mereka, aturan-aturan mereka, maupu pemikiran-pemikiran mereka, dan segala penyimpangan mereka, maka pastilah mereka tidak akan ridha dengan kita. Mereka membenci kita. Mereka pun membenci apa yang kita dakwahkan kepada kaum muslimin. Padahal, tidaklah kita berdakwah, melainkan berdakwah supaya orang menuju sunnah.

Tatkala mereka mendakwahkan dan mengajak orang lain menuju golongan dan kelompoknya, kita senantiasa mengajak dan mendakwahkan manusia menuju sunnah nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang penyair berkata: “maka cukuplah bagi kalian perbedaan ini di antara kita

Dan setiap bangunan akan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya

Pandangan jama’ah tabligh tentang belajar ilmu syar’i

Dalam pokok-pokok dakwah mereka yang enam, mereka menyatakan tentang “ilmu”. Akan tetapi , ilmu mereka hanya sebatas riyadhush-shalihin, hayatush-shahabah, dan fada-ilil a’mal.

Hayatush-shahabah untuk kalangan orang-orang arab, sedangkan fada-ilil a’mal atau tablighi nashshab untuk orang-orang selain arab.

Kitab hayatush-shahabah terdiri dari empat jilid besar. Kemudian sebagian kawan kami –para penuntut ilmu- mentahqiq dan menyaring kembali isi kitab itu. Sehingga jadilah kini, kitab tersebut hanya dalam satu jilid saja. Hadits-hadits yang shahih ternyata hanya dalam satu jilid, adapun tiga jilid lainnya berisi hadits-hadits dah’if, palsu, sangat lemah dan munkar.

Kemudian, sebagian orang yang menginginkan kebaikan untuk kaum muslimin dengan mencetak ulang kitab yang sudah merupakan intisari dari hadits-hadits yang shahih saja dalam satu jilid tersebut. Dalam jilid tersebut. Dalam jilid kitab tersebut –sengaja- ditulis “cetakan umum untuk seluruh kaum muslimin, terkhusus untuk jama’atut tabligh”. Mengapa ditulis demikian? Dengan tujuan pendekatan kepada mereka.

Akhirnya dicetaklah dengan jumlah yang sangat banyak, dan dikirimkan ke salah satu markaz terbesar jama’atut tabligh di yordania sebanyak seribu kitab. Ternyata, apa yang mereka lakukan? Mereka membakar seluruh kitab.

Salah satu amir mereka berdiri sambil memegang kitab itu dan berkata:

“kitab ini telah dipalsukan dengan mengatasnamakan jama’atut-tabligh!”

Padahal. Seluruh yang ada dalam satu jilid kitab tersebut, hadits-haditsnya sudah disaring dan dipilih dalam keadaan shahih seluruhnya. Namun, ternyata warisan leluhur mereka jauh lebih mereka cintai daripada al-haq dan ahlul-haq, dan daripada sunnah-nya ahlul-sunnah. Sungguh amat disesalkan!

Kemudian, salah satu bentuk kebencian mereka terhadap ilmu, jika kamu bertanya kepada salah satu tokoh ulama atau pembesar mereka dalam masalah fikih –misalnya-, lalu kamu berkata kepadanya:

“terjadi pada diri saya begini dan begitu, bagaimana hukumnya?”

Maka ia akan berkata kepadamu: “kami tidak membicarakan masa’il (permasalahan fiqih), kami hanya berbicara masalah fadha’il (keutamaan-keutamaan)!”

Saya memiliki bantahan terhadap jawaban mereka itu, bukankah fadha’il (keutamaan-keutamaan) itu ada dengan sebab masa’il (permasalah fiqih)? Keutamaan segala sesuatu dapat kita ketahui dari kesimpulan pembahasan-pembahasan (fikih) yang ada.

Tatkala kita membicarakan –misalnya- seseorang yang hafal dan faham benar tentang fadha’ilush-shalah (keutamaan-keutamaan shalat), apakah orang tersebut hanya sekedar hafal dan faham benar tentang fadha’ilush-shalah, dan ia tidak pernah melakukan shalat?

Maka saya katakan disini, al-fadha’il (keutamaan-keutamaan dalam beramal), jika dibandingkan dengan al-masa’il (permasalahan fiqih), seperti wudhu’ jika dibandingkan dengan shalat; yakni, apakah ada seseorang yang selalu berwudhu’ tetapi sama sekali tidak pernah melakukan shalat? Kalau begitu, apa faidah dia berwudhu? Bahkan wudhu’ tersebut bisa menjadi penghujatnya kelak!

Jadi apa fungsi seseorang mengetahui dan memahami al-fadha’il (keutamaan-keutamaan dalam beramal), jika ia tidak mau mengetahui, menerapkan dan mempraktekkan al-masa-il (permasalahan fikih)? Sedang nabi bersabda: “ barang siapa yang alla kehendaki kebaikan padanya, allah akan jadikan ia pandai dalam agama..”. [12]

Berarti, jika mereka (jama;atut-tabligh) tidak mau mengetahui al-haq, dan tidak mau perhatikan terhadap al-haq, maka keadaan mereka yang jauh dari ilmu; merupakan salah satu tanda bahwa allah tidak memberikan taufiq-nya kepada mereka. Anggapan mereka, bahwa saat ini bukan waktu untuk menuntut ilmu! Mereka menyangka saat ini adalah waktu untuk berdakwah.

Apakah ada sebuah dakwah yang dilakukan tanpa dasar ilmu? Apakah boleh berdakwah tanpa ilmu?

Pandangan jama’ah tabligh terhadap golongan lain

Mereka beranggapan, tidak ada keselamatan bagi manusia kecuali dengan menempuh jalan mereka. Mereka mengumpamakannya seperti kapal nabu nuh. Orang yang menaikinya selamat, dan oarang yang tidak mau menaikinya binasa.

Mereka berkata:

“sesungguhnya dakwah kami seperti kapal nabi nuh”.

Hal ini telah kami dengar sendiri dari mereka di yordania dan di yaman.

Jama’atut-tabligh, bukan jama’ah sunnah. Dan sebenarnya, kalimat “safinatu nuh” “kapal nabi nuh”, kutipan dari imam malik, saat beliau membicarakan nilai penting sunnah bagi seorang muslim. Kata beliau: “(as-sunnah bagaikan kapal nabi nuh. Barang siapa menungganginya, ia selamat. Dan barang-siapa yang tertinggal darinya, ia binasa)”. [13]

Ternyata, mereka (jama’atut-tabligh) menukilkan kalimat yang haq, untuk kemudian mereka letakkan pada sesuatu yang tidak haq. Sedangkan allah berfirman: “dan taatilah allah dan rasul, supaya kamu diberi rahmat. (qs. ’ali imran/3:132)

Jadi, taat kepada allah dan rasul-nya itulah sunnah, yang jika seseorang tertinggal darinya, ia akan binasa, dan yang mengikutinya akan selamat. Bukan jama’atut-tabligh, yang tidak memahami al-haq dan tidak membersihkan hak yang semestinya kepada ahlul-haq.

Pandangan jama’ah tabligh terhadap penuntut ilmu syar’i

Mereka tidak siap untuk menuntut ilmu. Mereka beranggapan bahwa waktu yang digunakan untuk menuntut ilmu adalah sia-sia. Padahal allah telah berfiman, yang artinya: katakanlah: “inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) menuju allah dengan hujjah yang nyata, maha suci allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik:. (qs. Yusuf/12:108).

Yang dimaksud dengan al-bashirah, ialah hujjah dengan ilmu dan pengetahuan. Oleh karena itu, allah pun berfirman:

maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperhatikan kepadamu..” Qs. Hud/11 ayat 112- dan perintah allah tidak mungkin dipraktekan dan dilaksanakan tanpa ilmu.

Sehingga bagaimanakah mereka berdakwah menuju allah, dan mengira bahwa mereka berada di atas kebenaran dan petunjuk, sementara itu mereka tidak menuntut dan tidak menghormati ilmu sama sekali?

Saya pernah mendengar salah satu senior mereka memberikan perumpamaan untuk membuat orang tidak sedang terhadap ilm. Kurang lebih dia berkata:

“perumpamaan orang-orang yang menuntut ilmu dan tidak berdakwah, bagaikan seseorang yang mempelajari buku tentang teori belajar berenang. Dia mempelajarinya sampai samapi benar-benar hafal dan menguasainya. Kemudian suatu saat, dia sedang berjalan di tepi pantai, lalu menjumpai seseorang yang sedang hampir tenggelam sambil berteriak-teriak meminta pertolongan.

Tapi orang tadi (yang hafal buku teori berenang) justru berkata: “tunggulah sebentar, saya buka dulu buku teori belajar berenang. Saya akan baca cara menolong orang yang tenggelam”.

Lihatlah perumpamaan batil yang buruk ini wal’iyadzu billah!

Di manakah letak persamaan antara ilmu dan perumpamaan ini?

Lagipula, apakah semua orang hanya sibuk dengan membaca dan belajar buku teori belajar berenang saja? Mereka mendapatkan perumpamaan seperti ini dari waswasatusy-syaithan (bisikan setan), sehinga membuat orang-orang tidak suka ilmu, dan akhirnya mereka pun jauh dari ilmu, dan akhirnya mereka pun jatuh dari ilmu dan para ulama.

Peringatan

Salah satu hal yang berbahaya pula pada jama’atut tabligh adalah merubah-ubah makna hadits dari makna yang sesungguhnya. Contohnya hadits yang berbunyi: “dari (tanda-tanda) kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya”.[14]

Apa yang mereka artikan dari makna hadits ini? Mereka berkata:

“jika kamu melihat apapun yang terjadi di masjid, maka jangan kamu ingkari; karena rasul telah bersabda.., “

mereka pun membawakan hadits tadi.

Lihatlah! Dengan pemahaman seperti itu, mereka membatalkan amar ma’ruf dan nahi minkar dengan hujjah hadits di atas. Ini adalah kebatilan!

Lalu, apakah amar ma’ruf dan nahi munkar tidak bermanfaat bagi kita? Hingga bisa-bisanya mereka berhujjah dengan hadits di atas? Inilah substansi kebatilan.

Demikianlah, sebagian bid’ah mereka wal ‘iyadzu tabaraka wa ta’ala.

Dipublikasikan oleh : ibnuramadan.wordpress.com

Nasehat untuk jamaah tabligh… [15]

Agama adalah nasehat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “agama adalah nasehat, kami (para sahabat) bertanya : untuk siapa wahai rasulullah ? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : untuk allah, kitab-naya, rasul-nya, dan untuk para pemimpin kaum muslimin dan orang-orang muslim”. (hr.muslim).

Sabagai aplikasi sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, maka saya ingin menyampaikan nasehat kepada seluruh kelompok dakwah islam, agar senantiasa berpegang teguh dengan al-qur’an dan hadits-hadits yang shahih berdasarkan pemahaman para ulama salaf, seperti : para sahabat, tabi’in, pata imam mujtahidin dan orang-orang yang senantiasa meniti jejak mereka.

Kepada jama’ah tabligh

  1. Nasehat saya kepada mereka, agar perpegang teguh dalam dakwahnya dengan al-qur’an dan sunnah yang shahih, dan hendaklah mereka belajar al-qur’an, tafsir, dan hadits. Sehingga dakwah mereka benar-benar berdasarkan ilmu, sebagaimana firman allah ta’ala : “katakanlah : “inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada allah dengan hujjah yang nyata.” (qs.yusuf : 108).

Dan sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “sesungguhnya ilmu (bisa diperoleh) hanya dengan belajar.” (hadits hasan, lihat shahihul jami)

  1. Mereka harus berpegang teguh dengan hadits-hadits yang shahih dan menjauhi hadits-kadits yang dhaif (lemah) dan maudu’ (palsu), sehingga mereka tidak masuk pada yang disinyalir rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : ”cukup seseorang dikatakan berdusta jika menceritakan semua apa yang didengarnya.” (hr.muslim).

  2. Kepada al-ahbab (orang-orang yang saya cintai) agar tidak memisahkan antara amar ma’ruf dan nahi munkar, karena allah banyak menyebutkan secara bersamaan dalam ayat-ayat al-qur’an, seperti firman allah ta’ala : “dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada yang ma’ ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (qs. Ali imran : 104).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga punya perhatian serius dan memerintahkan kamum muslimin untuk merubah kemungkaran, sebagaimana sabdanya shallallahu ‘alaihi wa sallam : barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran hendaklah merubah dengan lisannya, dan apabila tidak mampu, maka hendaklah merubah dengan lisannya, dan apabila tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.” (hr.muslim)

  1. Hendaklah mereka memperhatikan dakwah kepada tauhid dengan serius, dan mendahulukannya atas yang lainnya, demi mengamalkan sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “jadikanlah per tama kali yang kalian dakwahkan kepada mereka adalah syahadat (kalimat tauhid) la ilaha illallah.” (hr.bukhari dan muslim). Dalam Riwayat lainnya, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “sampai mereka (benar-benar) mentauhidkan allah.” (hr.bukhari).

mentauhidkan allah”, maksudnya adalah : mengesakan allah dalam semua jenis ibada, lebih-lebih dalam hal do’a, karena rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “do’a adalah ibadah,” (hr.tirmidzi. Beliau berkata : hadits ini hasan shahih).

Nasihat umum kepada seluruh kelompok

Saya sekarang sudah tua renta, umur saya sekarang telah mencapai 70 tahun, dan saya mengharapkan kebaikan bagi semua kelompok, oleh karena itu untuk mengamalkan hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “agama itu nasehat”, saya ingin menyampaikan bebrapa nasehat ini :

  1. Agar semua kelompok berpegang teguh dengan al-qur’an dan sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai bentuk ketaatan terhadap firman allah : “dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) allah, dan jangan kamu bercerai-berai..”(QS.ali imran : 103). Dan sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “telah saya tinggalkan kepada kalian dua perkara, selama kalian berpegang teguh dengan kedudukannya, maka tidak akan tersesat, yaitu (kitabullah al-qur’an dan sunnah nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam).” (hr.malik dan dishahihkan oleh al-albani dalam shahihul jami).

  2. Apabila jama’ah-jama’ah yang ada berselisih, hendaknya mereka kembali kepada al-qur’an fan hadits serta amalan para sahabat, allah ta’ala berfirman : “kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada allah (al-qur’an) dan rasul (sunnahnya), jika kemu benar-benar beriman kepada allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya,”(qs.an-nisa : 59). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “wajib bagi kalian untuk berpegang dengan sunnahku dan sunnahnya para khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk, berpegang teguhlah dengannya.” (hadits shohih riwayat imam ahmad).

  3. Hendaklah mereka memperhatikan dakwah tauhid yang menjadi prioritas dan pusat perhatian al-qur’an. Dan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai dakwahnya kepada tauhid dan memerintahkan para sahabatnya agar memulai dengannya.

  4. Sesungguhnya saya telah masuk dan bergaul dengan kelompok-kelompok dakwah islam, dan saya lihat bahwa dakwah salafiyahlah yang konsisten dengan al-qur’an dan sunnah menurut pemahaman salafus shaleh, yaitu rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam para sahabatnya dan para tabiin. Dengan sungguh rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi isyarat tentang kelompok tang satu ini dalam sabdanya : “ketahuilah bahwasanya orang-orang sebelum kamu dari ahlikitab berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan umat ini akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua di dalam neraka dan yang satu di surga yaitu al-jama’ah.” (hr.ahmad dan dinyatakan holeh al-hafidz ibnu hajar). “semua di dalam neraka kecuali satu yaitu apa yang saya dan para sahabatku ada diatasnya.” (hr.tirmidzi dan dihasankan oleh al-albani). Dalam hadits diatas rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kepada kita, bahwasanya orang yahudi dan nasrani berpecah belah menjadi lebih banyak dari mereka, dan kelompok-kelompok yang banyak ini terancap masuk neraka, karena menyimpangnya dan jatuhnya dari kitab allah dan sunnah nabi-nya. Dan bawasanya hanya satu kelompok yang selamat dari neraka dan masuk surga, yaitu al-jama’ah (kelompok yang berpegang teguh dengan al-qur’an dan sunnah serta amalan para sahabat). Keistimewaan Dakwah salafiyah adalah dakwah kepada tauhid, memerangi syirik, mengetahui hadits-hadits yang shahih dan memperingatkan umat dari hadits yang dha’if (lemah) dan maudhu’ (palsu), serta memahami hokum-hukum syariat dengan dalil-dalilnya. Dan ini sungguh sangat penting bagi setiap muslim. Oleh karena itu, saya menasehati seluruh saudara-saudaraku kaum muslimin, agar senantiasa konsisten dengan dakwah salafiyah, karena dakwah tersebut adalah dakwah yang selamat dan kelompok yang mendapat pertolongan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “akan senantiasa ada dari umatku satu kelompok yang tanpak diatas kebenaran, tidak memudharatkan mereka orang yang menghinakan mereka sampai dating urusan allah.” (hr.muslim). Midah-midahan allah menjadikan kit ate rmasuk kelompok yang selamat dan mendapat pertolongan.

Footnote :

[1] naskah ini merupakan ringkasan dari keterangan syaikh ‘ali hasan al-halabi terhadap kitab hadzihi d’watuna wa ‘aqidatuna (inikah dakwah dan aqidah kami), karya syaikh muqbil bin hadi al wadi’i pada point ke-16 tentang jama’ah tabligh. Penjelasan ini disampaikan syaikh ‘ali bin al-halabi pada acara daurah syar’iyyah viii, di trawas, mojokerto, yang berlangsung pada 29 muharram – 6 shafar 1429 h atau 7-13 februari 2008. Diterjemahkan oleh ustadz abu “abdillah arief budiman bin usman rozali dengan beberapa tambahan subjudul dan footnote dari penterjemah. Yang dimuat pada majalah as-sunnah edisi 01/thn.xii/1429h/2008m. Peringkasan dilakukan karena keterbatasan halaman. Mohon maaf.

[2] hr al-bukhari (1/52 no. 109), dan lain-lain dari salmah bin al ‘akwa

[3] hr al-bakhari (1/434 no. 1229), muslim (1/10 no.4), dan lain-lain, dari al-mughiirah bin syu’bah

[4] muslim dalam muqaddimah shahih-nya (1/8), dari al-mughirah bin syu’bah

[5] hr al-bukhari (1/171 no. 434), muslim (1/459 no. 649), dan lain-lain, dari abu hurairah. Dan lafazh hadits nabi di atas dalam shahih al-bakhari

[6] apa hubungan antara penyakitnya dengan kesalahan dalam membaca harakat pada hadits nabi di atas? Sungguh sebuah alasan yang secara zhahirnya mengada-ada dan tidak tepat pula. Wallahul-musta’an

[7] orang mungkin memahami; bukanlah ini hanya aturan untuk ketertiban seperti jam dan jadwal sekolaj? Jawabannya: tidak demikian, sebab aturan yang mereka buat sebagai disiplin beragama, sedangkan jam dan jadwal hanya aturan administrasi dan tidak terkait dengan disiplin beragama.

[8] lihat pula ayat-ayat serupa dalam surat al-ankabut/29 ayat 61, az-zumar/39 ayat 38, dan az-zukhruf/43 ayat 9. (pent)

[9] hr. al-bukhari (6/2655 no.6852) dari hadits jabir bin abdillah

[10] lihat syarhu usull i’tiqadi ahlis-sunnati wal-jama’ah (1/200), karya al-imam abul-qasim hibatullah bin al-hasan bin manshur ath-thabari al-lalika’i (418 h)

[11] lihat szammul-kalami wa ahlihi (2/72 no.229), karya abu ismail abdullah bin muhammad al-anshari al-harawi (396-481 h)

[12] hr al-bukhari (1/39 no.71), muslim (2/718 no. 1073), dan lain-lain, dari hadits mu’awiyyah bin abi sufyan

[13] lihat dzammul-kalami wa ahlihi (5/80-81 no. 872).

[14] hr at-tirmidzi (4/558 no. 2317), ibnu majah (2/1315 no. 376), dan lain-lain, dari abu hurairah. Dan hadits ini dishahihkan oleh syaikh al-albani dan shahih sunan at-tarmidzi (2/530-531 no. 2317), shahih sunan ibnu majah (3/302 no.3226), dan kitab-kitab beliau lainnya.

[15] dialihbahasakan oleh abdurrahman hadi lc. Dari kitab “kaifa ihtadaitu ila at-tauhid wa ash-shiratil mustaqim” oleh : syaikh muhammad bin jamil zainu

Disalin dari majalah adz-dzakhiirah vol.6 no.6 edisi 38 – 1429h]

Sumber artikel:

Mantanjt.blogspot.com

Ibnuramadan.wordpress.com

Sumber :http://elhijrah.blogspot.co.id/2011/02/jamaah-tabligh-yang-kukenal.html

Print Friendly, PDF & Email

Sejarah Jamaah Tabligh Jaulah Jamaah Tabligh Indonesia Jamaah Khuruj Jamaah Tablig

48 Comments

  1. Saya juga sudah setahun lbih ikut jamaah tabligh.
    Awalnya emg saya kagum, tpi makin lama pemikiran mereka makin terasa aneh, mereka bilang klu ke ipb itu lebih utama daripd umrah karna ke ipb utk kebaikan seluruh umat sedgkn umrah hanya utk diri sendiri, klu nggk ada uang apa yg ada drumah dsuruh jual buat ongkos ke ipb (tanda tanya besar)…

    Trus katanya klu org yg blm ikut usaha mereka adlh org yg tdk dpt hidayah, trus mereka juga blg klu adlh org yg akan msuk surga tanpa hisab, dan bny lagi pemikiran aneh lainnya,

    yg jelas kebnykan dari itu semua adlh krangan mereka sendiri krna klu dtny dalilnya mana, eh langsung dibilang “anti jamaah”. Pdhl cuma nanya?

    Yah,. begitulah,.

    • maaf mas bro…tapi jt lah yang sering kita lihat memakmurkan masjid.

      Memakmurkan masjid itu dengan ILMU, bukan dengan kebidahan,.

  2. Yuups JT mmg sering beramal tanpa di dasari ilmu..

    hanya semangat dlm dakwah dan itu di namakan nya usaha dakwah..

    tp kl di kasih tahu ..ngeyel ..

    banyak di daerah sy JT nih

    Mudah2an Allah berikan hidayah taufik kepada mereka, sehingga paham manhaj yang benar, dan keluar dari kelompok tersebut

  3. kenapa namanya salafi ?!?!? gak islam ??
    kalo JT saya tanya mereka bilang ISLAM bukan JT. Apa RasulAllah dan sahabat itu salafi..??

    Mau tahu apa itu SALAFI ?
    Sebenarnya bukanlah masalah namanya yang penting, tapi apa hakekat SALAFI itu,
    Jika anda ingin mengetahuinya, silahkan baca di postingan ini

  4. Assalamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh,
    Maaf pak, saya ada pertanyaan yg sangat mengganjal di pikiran dan hati saya dri dlu. Tpi ini kluar dari topik bahasan. Yaitu ttg fenomena “mati suri” tu sbenernya ada atau tdk ya dlm islam.

    Katanya stiap yg dcabut nyawanya itu tidak akan hidup lagi. Semoga anda berkenan memberikan pencerahan kpd saya yg msih bodoh ini. Terima kasih sebelumnya.
    Assalamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh.

    Wa’alaikumussalamwarahmatullahi wabarakatuh,
    Mati suri itu namanya belum mati, buktinya masih hidup lagi,

    Setiap kita tidur, itu Allah memegang ruh kita, sehingga ketika Allah mentakdirkan kita masih hidup maka Allah kembalikan ruh tersebut sehingga kita bangun dari tidur,

  5. Artikel ini mantap..
    Kalau saya akh, ngaji dimanapun itu boleh, tapi ustadnya memang ahli.
    Rujukannya alquran sunnah manhaj salaf,.
    Ada perbedaan ,kalau masalah furu’ bolehlah..silahkan dipilih.
    Bagi teman2 yang di JT, nasehat ini sngat baik…
    Saling menasehatilah karena kita orang beriman.

    Ngga boleh asal ngaji, harus selektif memilih guru ngaji, jangan terkecoh juga dengan casing luar yang seperti salafi, tapi manhajnya ternyata bukan manhaj salaf

  6. MasyaAllah saya terenyuh dengan perjalanannya admin, masyaAllah syukron saya browsing2 tentang JT ee disini lengkap pake bgt syukron min.

  7. Antum hebat sekali mencari kesalahan JT, padahal say sudah mmbahas dan meneliti masalah ini sejak tahun 1990. Skrng saya tanya antum, tetangga sekeliling rumah antum gk shalat ke mesjid, antum dakwah gk, kl tidak lebih baik antum sibukkan diri antum dari pada mengurus blog tidak berguna ini, sehingga berat beban antum diakhirat nanti.

    Mudah saja, pernah tidak JT mendakwahi tentang tatacara shalat sesuai tuntunan nabi??
    Karena saya mendapatkan banyak anggota JT yang shalat tapi cara shalatnya tdk sesuai cara shalat nabi,

    Ibarat orang ngajakin bawa motor,
    tapi ga dikasih tahu caranya yang benar, sehingga itu malah bisa menyebabkan bahaya orang yang diajaknya,bahkan merusak motor tersebut,

  8. Kita tunggu di akherat nanti… siapa yg lbh baik amalnya..

    Allah sudah mengutus Rasulullah untuk menjelaskan mana amalan yang mendekatkan ke surga dan menjauhkan dari neraka,…

    Amal baik itu adalah amalan yang rasulullah ajarkan kepada umatnya…

    Nah, tinggal dicocokkan saja, apakah amalan kita sudah sesuai dengan yang rasulullah ajarkan tidak, ikhlas tidak…

    Ngga usah nunggu nanti di akherat…itu sih sudah terlambat, ga bisa diperbaiki lagi, tinggal yang ada penyesalan….

    Kenapa dulu waktu di dunia tidak mengamalkan amalan yang rasul ajarkan??

    Mumpung masih di dunia…mari introspeksi….

    Jangan menunggu nanti di akherat…

  9. Assalamu Alaikum wr.wb

    Wa’alaikumussalamwarahmatullahiwabarakatuh

    Mau Tanya tentng hukum mrayakan maulid nabi. Karna hal itu tdk dlakukan d zamanya Rasulullah, tpi slalu dlakukn smpai Skarng.

    Hukumnya BID’AH, tidak pernah diajarkan dan dilakukan oleh nabi dan para sahabat, silahkan baca sejarah maulid di postingan ini

    Atw penulisan /pmbukuan Al Quran.

    Penulisan alquran sudah diperintahkan oleh NABI, bahkan ayat alquran yang pertamakali turun itu adalah perintah untuk MEMBACA, apa yang dibaca ? Tentu tulisan,
    Dan nabi tidak bisa membaca dan menulis, makanya nabi memerintahkan para sahabatnya untuk menuliskan alquran,
    Dijaman dahulu medianya belum menggunakan kertas, mereka menulis di pelepah qurma,kulit binatang, dll, silahkan baca ulasannya di sini

    Jka jawabnya adalh boleh krna itu mrupkn hal baik, apakh khuruz jga d blekn dng alasn yg sama?

    krna jk claim anggota khuruz tdk ad ilmu, bgimana jk Ada majelis ilmu dan kajian ilmu dlmnya,? Trimah Ladoga sbelumnya.

    Jawabannya TIDAK BOLEH melakukan amalan BIDAH, seperti maulid nabi, dan KHURUJ ala jamaah tabligh pun termasuk BIDAH, apa alasannya ? Silahkan baca ulasannya di sini

    Mengenal lebih dekat tentang Jamaahbtabligh, silahkan baca di postingan ini

  10. apakah benar di jaman sahabat dulu mereka juga melakukan hal yang sama dengan JT, yaitu keluar berdakwah dengan cara JT. Kerana alasan menghidupkan sunah sunah nabi SAW.

    Para sahabat tidak ada yang melakukan seperti yang JT lakukan,.
    Rasulullah hanya mengirim sahabat yang berilmu, seperti mengirim muadz ke yaman, dan menetap di sana, bukan khuruj dari masjid ke masjid, kalau di JT preman baru tobat pun sudah diajak ikut dakwah, khuruj,…

    karena para sahabatlah yang paling dekat dengan kebenaran itu sendiri yaitu Rasulullah. Jika tidak sesuai para sahabat maka bisa di pastikan melenceng dari kebenaran. Mohon penjelasannya.

    Betul, para Sahabatlah yang lebih tahu tentang kebenaran, karena diajarkan langsung oleh Rasulullah,

    dan bagi para komentar yang merasa benar dengan JT tolong komentarnya di sertakan dengan dalil atau yg menguatkan manhaj JT agar tidak membingungkan para pencari kebenaran. Kebenaran itu pasti terang benderang dan yg palsu itu samar disamarkan.

    Betul, kebenaran itu jelas,.. dan Rasulullah sudah mengajarkan seluruh kebenaran tersebut,. tidak ada yang disembunyikan

  11. Sufi itu sesat ya akhi? Maaf ana cuma fakir ilmu jadi tidak tau

    Iya, bahkan penyebab kemunduran kejayaan islam itu dimulai sejak diterjemahkannya kitab-kitab dari yunani ke dalam bahasa arab, itulah yang dikenal sebagai tasawuf, sufi,

    Silahkan baca ulasan tentang sufi di sini

  12. Terima kasih buat bung Admin, saya merasa mendapat pencerahan dalam agama setelah menemukan website ini, lanjutkan perjuanganmu ya Akhie dalam kemaslahatan umat in shaa Allah semua niat dan amal baik pasti ada pahalanya.
    Amiin

    Alhamdulillah,

  13. Terima kasih buat bung Admin, saya merasa mendapat pencerahan dalam agama setelah menemukan website ini,

    lanjutkan perjuanganmu ya Akhie dalam kemudhorotan umat in shaa Allah semua niat dan amal buruk pasti ada balasannya.
    Amiin

    Alhamdulillah,

  14. Agak menyimpang dikit ni mas… Anda tahu Ust Adi Hidayat yg skrg cukup populer terutama di medsos. Kalau kita lihat dakwahnya bagus & dalil2 nya sangat jelas (Al-Quran & Hadits shoheh dan hasan disebutkannya). Tapi kenapa org2 salafi tdk mau ikut ke pengajian/ceramah beliau? Apa krn Ust. Adi Hidayat org Muhammadiyyah alias bukan Salafi… Kalo bener gitu, kok knp sikap org Salafi cenderung tdk mau ikut ceramah selain ustad mereka. Apakah hanya org Salafi aj yg ahli agama? Maaf jk sy salah.Ini pengalaman sy pribadi, sy seneng ikut ceramah atau kajian Islam, termasuk Ust. Abd Somad, maupun Ustad2 Salafi lainnya. Sy punya banyak temen2 salafi (sy baru sebatas simpatisan & bbrp kali ikut kajian Salafi) tp pas ada ceramah Ust Adi Hidayat & Ust Abd Somad,LC MA kawan2 salafi sy banyak sekali alasan menolak ikut ceramah tsb.

    Nah kedua ustadz tersebut memang bukan bermanhaj salaf, dan begitu gerah terhadap dakwah salafi, maka ga aneh dalam ceramahnya pun kadang menjelaskan hal-hal yang jauh dari manhaj salaf

  15. Bismillah
    Antum bilang khuruj (keluar utk memperjuangkan agama allah) itu bid’ah?
    Justru itulah yg dilakukan rasulullah,mempergunakan harta,diri,dan waktu utk menyebarkan agama islam!
    Kalo memang rasulullah nggk khuruj utk memperjuangkan agama allah,diem2 aja dirumah…mungkin kita semua nyembah api,batu,patung!!

    Khurujnya JT itu tidak ada dalilnya baik dari Alquran atau hadits nabi, bahkan NABI dan para sahabat saja tidak pernah mencontohkan, maka menetapkan cara-cara baru dalam dakwah, menetapkannnya itu sbagai jalan dakwah, dgn hitungan hari tertentu tanpa dalil, maka itu afalah bid’ah, baca ulasannya di sini

  16. Jaman rosululloh SAW. tidak ada dakwah via Internet. ANDA BID’AH.

    “Siapa saja yang membuat ajaran baru dalam agama ini dan bukan termasuk bagian darinya maka akan tertolak” [ HR. Muttafaqun’alaih ]

    Kalau di jaman Rasulullah sudah ada INTERNET, maka akan digunakan,

    Rasul ga akan mengutus utusan untuk membawa surat-surat ajakan dakwah, cukup kirim email saja,..

    Sebelum ngomong atau memvonis internet itu sebagai BID’AH, sebaiknua anda pahami dulu apa arti bid’ah itu, silahkan baca di postingan ini

  17. Ini web yang paling parah
    Tidak ada kerjaan lain selain mentahdzir ulama dan golongan lain
    Segeralah taubat ya akhie

    Mudah-mudahan semakin banyak karkun atau anggota jamaah tabligh yang bertaubat,.

  18. Barakallahu fiik wa jazaakallahu khoir ya akhi, semoga kita selalu istikomah di atas manhaj yang mulia dan dakwah yang haq ini, menghidupkan Sunnah Rasulullah Salallahu alaihi Wassalam sesuai pemahaman para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut tabi’in, dan para ulama salaf terdahulu. “Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik”

    Aamiin

  19. Ngajak orang shalat ke masjid di saat orang2 makasiat (main judi, mabok dll), saat orang2 lalai dengan ibadah (nongkrong, main bola, gitaran dll).
    JT cuma mengingatkan ibadah dan ngajak shalat. Dan itu kalian tuduh sesat juga.. lahaulawalaquwataillabillah

    JT sesatnya bukan dari ngajakin shalat, mau tahu di mana letak kesesatan Jamaah Tabligh ini ? Silahkan baca di sini

  20. Semoga Allah mengampuni dosa admin karena memposting artikel ini.

    Aamiin,
    Semoga banyak yang tercerahkan dan bertaubat dari jamaah yang penuh amalan BIDAH ini

  21. assalammualaikum…
    merinding saya bacanya pak ?
    kalo boleh tau itu kejadian tahun brp ?
    yg saya dengar jama’ah tabligh skr pun terbagi 2 golongan, apakah betul ???
    mohon pencerahannya pak,syukron.

    wassalam

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah,
    Jamaah tablig memang dibina oleh pendirinya di atas tareqat-tareqat sufi yang sesat,
    Silahkan baca postingan ini untuk mengetahui apa itu jamaah tabligh dan akidah pendirinya, baca di sini

  22. ASSALAMUALAIKUM MIN..

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah

    SALAF ITU APA YA..
    APA surga itu dibuat hanya untuk salaf..

    Allah menjanjikan SURGA bagi orang yang mau mengikuti cara beragamanya para sahabat, dan Allah mengancam dengan NERAKA dan kesesatan bagi siapa saja yang TIDAK MAU mengikuti cara beragamanya para sahabat, itulah manhaj salaf,
    Lebih jelasnya silahkan anda baca di postingan ini

    Koq janji alloh di kitab banyak ya..
    Kata alloh ia memberikan surga hanya untuk yang ia kehendaki apa bener min..saya baca tulisan admin + coment2 nya koq kepala saya jadi pusing ya min..

    Silahkan baca link yang tadi, insya Allah anda ga akan bingung lagi

    trus 1lagi saya perhatikan di coment yang belum sempat admin bales. kata jamaah tabligh klo sholat dirumah itu gk sah..
    tp kalok kata jemaah tabligh di masjid kampung saya yang waktu itu gedor rumah saya ngajak kemasjid.sholat dirumah itu sah tapi pahalanya cuma 1
    klok kemasjid 27derajad.. trus ada hadisnya..kata kata2 persis hadisnya saya lupa tp ancaman yang saya tangkap misal kan nabi muhammad saw masih hidup dan dia tau klok saya sholat dirumah bakalan di bakar rumah saya

    Shalat berjamaah di MASJID bagi LAKI-LAKI itu hukumnya WAJIB, 5 waktu dikerjakan di masjid, bukan cuma shalat jumat saja, silahkan baca postingannya di sini

    Trus klok pesawat udah ada di jaman nabi kira2 pilih mana pesawat atau apa itu namanya kendaraan nabi muhammad saw waktu isra miraj..
    Pilih mana paajero sport dakar ama onta..

    Kalau isra mi’raj, itu Allah yang memberikan fasilitasnya,
    Namun untuk urusan dunia, jika di jaman nabi sudah ada pesawat, maka nabi akan menggunakannya untuk bepergian di bumi,

    Maaf min saya hanya seorang manusia yang fakir ilmu.baca quran gk bisa baca tulisan jg nheja nya agak lama..
    Tp saya pengen banget masuk surga
    Kira2 boleh ngha min..
    Boleh kasih tau atau di contohin gimana caranya demi alloh saya takut bganget sama neraka ..saya pengen mimin inget saya min..doakan saya min..gimanapun cara islam saya minta alloh yang arahin..

    Sudah saya beritahu linknya, silahkan dibaca,..
    Hanya ada SATU jalan keselamatan dalam kita beragama, yaitu mengikuti pemahaman sahabat,
    Yang mengikuti pemahaman sahabat Allah janjikan masuk surga, dan yang tidak mau mengikutinya Allah ancam dengan neraka, baca surat attaubah ayat 100 dan annisa ayat 115

    Sayapun begitu semoga cara islam mimin ama cara islam saya atau cara sholat mimin dan cara sholat saya masih bisa diterima oleh alloh swt..aamiin

    Aamiin

  23. ada hadist yg sangat terkenal klo islam pecah menjadi 73 golongan yg 1 gol masuk surga dan gol yg 72 masuk neraka..nih kynya admin yakin bgt klo yg 1 itu adalah gol salafi,

    Kalau anda paham siapa 1 golongan yang selamat tersebut, dan apa itu SALAFI, maka anda akan dengan MANTAP berkata, satu golongan tersebut HANYA SALAFI, karena NABI sendiri yang mengatakannya.
    Bahkan Allah menegaskan bahwa siapa saja yg menjadi SALAFI ( mengikuti pemahaman sahabat ) Allah akan masukkan ke surga, dan siapa yang tidak mau menjadi SALAFI maka akan TERSESAT dan Allah ancam dgn NERAKA, baca ulasannya di sini

    lah brarti NU,muhammdyah,persis,JT,ikhwanul muslimin dsb masuk neraka dong min???

    Itu anda yg ngomong,kesimpulan anda, bukan pernyataan saya,

    trus apa gunanya berpura” baik ,salafi lemah lembut kpd tokoh NU dan tokoh lainya klo toh orng salafi tau klo mereka bakalan masuk neraka bkn nya itu perbuatan taqyah yg persis dengan syiah??

    Allah menyuruh kita bersikap baik kepada sesama makhluk, kepada hewan saja disuruh bersikap baik, kepada orang kafir pun disuruh berbuat baik, apalagi kepada sesama muslim ?
    Orang NU itu saudara seislam, walaupun mereka menjuluki salafi sebagai wahabi dan gelar jelek lainnya, kita ga balas gelar2 mereka

    ayolah sesama muslim bukanya saudara min harusnya mengajak dlm segala hal kebaikan bkn saling menjelekan karena gol manapun pasti ada kekurangan da kelebihannya..

    Sesama muslim disuruh nasehat menasehati dalam kebenaran, sebagaimana dalam surat Al ashr,
    Jadi jika ada kaum muslimin yang tidak mau mengikuti cara beragamanya para sahabat, kita ingatkan, kita ajak,
    Bukan berislam menurut kelompok..

  24. menasehati dlm kebaikan wajib hukumnya tp pernyataan” di blog ini mimin gak sadar klo ternyata bukan menasehati tp lebih ke menjelekan gol tertentu…ada niat baik tetapi cara nya yg tak baik..kadang ummat akhir jaman emang lucu”

    Menjelaskan penyimpangan kelompok yang menyimpang seperti Jamaah tabligh ini dgn tujuan agar kaum muslimin tidak terjerumus ke dalamnya, itu termasuk bagian amar ma’ruf nahi munkar,

    Penjagaan terhadap kaum muslimin agar tidak terjatuh kepada kejelekan

  25. Masyaallah, perjalanan yang luar biasa.
    Ana juga hijrah ke manhaj salaf, walaupun dengan tekanan dari segala arah terhadap jalan ini (saya mahasiswa di salah satu kampus di ujung sumatera, disini sufisme dan ikhwani sangat kental dan mengekang dakwah salaf)..

    Mudah-mudahan Allah berikan keteguhan, istiqamah di atas manhaj salaf

  26. Maa syaa Allah,ana dari dulu penasaran bgt apa itu JT,dan skrg ana paham,karena agar terhindar dari kesesatan,kita harus mempelajari kesesatan tsb
    jazakallah khairan akhi,semoga selalu istiqomah di jalan Sunnah ini

    Memegang Sunnah seperti memegang bara api,dan gigitlah Sunnah dengan gigi geraham

    Kalau ingin terhindar dari kesesatan, maka pelajarilah apa itu kebenaran, maka dengan sendirinya jika ada suatu yg melenceng dari kebenaran akan ketahuan, bukan malah mempelajari kesesatan tersebut,

  27. La terus saya haru ikut islam yang mana yang yang menurut admin paling benar

    Wajib mengikuti islam menurut pemahaman SAHABAT,itulah satu-satunya jalan keselamatan, silahkan lihat postingannya di sini

  28. Mau tanyaa kalo bersholawat ke nabi itu bidah atau engga? Trims

    Tergantung seperti apa bacaan shalawatnya, dan bagaimana cara melakukan shalawat tersebut,

    Seperti apa shalawat yang diajarkan oleh nabi ? Silahkan baca di sini

    • Sy fakir ilmu,, yg sebelumny sy fikir,, semua org yg punya iman akan masuk surga,, tp dicelup2 dulu d neraka untuk mmbersihkan dosany… Tapi kalo dr bahasa mimin,,sepertinya yg bakal masuk surga cuma golongan salaf,, gol islam lain bakal masuk neraka walaupun punya iman…Tolong pencerahannya

      Betul, orang islam itu akan masuk surga, walau harus mampir dulu di neraka, lalu setelah dosanya terhapus selama disiksa maka akan Allah angkat ke surga,

      Bukankah nabi juga berkata, bahwa umat islam akan terpecah menjadi 73 golongan, dan 72 golongan terncam NERAKA, dan hanya ada SATU golongan yang selamat dan masuk surga, siapa yang satu golongan tersebut, silahkan baca di sini

      Hanya SALAFI yang Allah janjikan masuk surga, dan selainnya akan Allah ancam dengan neraka, walaupun akhirnya Allah masukkan ke surga,

      SALAFI itu satu-satunya jalan keselamatan, seluruh kaum muslimin WAJIB menjadi SALAFI, apa itu salafi, silahkan baca di sini

  29. Adakah kekurangan dari manhaj salafy?

    Manhaj salaf itu yg PALING BENAR,PALING SELAMAT, tidak ada kekurangannya

    Allah mengancam org yg tdk mau mengikuti manhaj salaf, akan Allah sesatkan dan disiapkan neraka jahannam, baca surat annisa ayat 115,

    Baca ulasannya di sini

  30. mbah mau tanya dong, kalau memang Manhaj Salaf itu yang benar bagaimana kita yg khalaf ini bisa sampai ke Manhaj Salaf? Apakah harus melalui ke 4 Imam Madzhab ?

    Mudah, amalkan ajaran islam dengan pemahaman para sahabat,
    Nabi mengajarkan islam kepada para sahabat, sahabat mengajarkan pada tabiin, tabiin mengajarkan pada tabiut tabiin, demikian seterusnya, dari para ulama yang mengikuti pemahaman para sahabat dimana mereka menuliskan apa yang diajarkan oleh para sahabat tersebut dalam kitab2 mereka,..

    Cara ibadah kita harus sesuai dgn cara yg diajarkan oleh Rasulullah, seperti cara wudhu,shalat,puasa,haji,dll

    Dan bukti amalan kita itu sesuai dengan ajaran nabi, buktinya ada dalilnya, dan shahih dalilnya sehingga amalan kita nyambung sanadnya kepada nabi

    Contoh amalan yang tdk diajarkan nabi adalah khuruj seperti yg dilakukan jamaah tabligh, ini tidak ada dalilnya,tidak dilakukan oleh nabi, tidak pula oleh sahabat, maka khuruj tidak bersambung sanadnya kepada nabi, melakukan amalan tersebut berarti melakukan bid’ah,

  31. Assalamualaikum,

    mohon maaf, saudara sepupu saya kebetulan baru brgabung dlm jamaah ini, dy smpe mninggalkan bangku sekolahnya, dy sudah duduk dibangku kls 3 SMA, ditinggalkan begitu saja demi berdakwah*katanya*,, saya bgung bgaimana cara mengingatkannya krn dy tergolong anak yg keras kepala, dan drmna mau mengingatkannya supaya dy tdk tersesat dlm jamaah ini

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah
    Itulah salah satu musibahnya ikut kelompok ini..
    Berdakwah tanpa ilmu,
    Coba nasehati dgn lemah lembut, ajak ke kajian ilmu yang di asuh oleh ustadz yang mendakwahkan pemahaman sahabat,

    Dakwah itu tidak sembarangan,butuh ilmu,

  32. Bicaranya hakikat salafiyah.sdh merasa dlm kebenaran;sdh merasa paling berilmu;dgn “PD”nya merasa dlm keselamatan;berani pula memfitnah&menghujat…
    (benar2 takkabur ni org)

    Kalau paham hakekat SALAFI, maka akan membenarkan bahwa menjadi SALAFI itu satu-satunya jalan keselamatan, dan seluruh kaum muslimin WAJIB menjadi SALAFI dalam menjalankan agama islam ini, dan Allah sudah memberikan iming-iming akan memasukkan ke dalam surga,baca surat attaubah ayat 100, dan Allahpun MENGANCAM siapa saja yang tidak mau menjadi SALAFI maka mereka akan tersesat dan Allah siapkan neraka jahannam sebagai balasannya ,baca surat annisa ayat 115,

    Apa itu SALAFI ? Biar tidak gagal paham silahkan baca postingan ini

  33. Assalamualaikum Mas
    Jazakallahu khayr untuk pencerahannya. Sampek pegel jempolku nyekrol ke bawah

    Wa’alaikumussalamwarahmatullah
    Mudah2an tercerahkan

  34. Allohu Akbar….saya baru baca artikelnya….semoga Allah ampuni kita semua…. karena saya melihat apa yg dipaparkan tentang jemaah tabligh… hanya memperlihatkan kalau sebenarnya tidak paham apa itu jemaah tabligh….

    dari awal menyebut golongan/mahjab itu sudah tanda vahwa ust tidak tahu apalagi paham apa itu jemaah tabligh….

    Saya memohon ampun pada Allah…

    semoga Allah jaga hati kita untuk selalu melihat kebaikan org lain…
    Aamiin

    Sudahkah anda mengenal pendiri jamaah tabligh?
    Atau anda hanya ikut-ikutan saja, silahkan baca ulasannya di sini

  35. komentarnya bagus bagus.
    artikel nya bagus mudah di mengerti .
    semoga ALLAH memberikan ilmu yang baik bagi mereka.
    yang posting dalam pahala selama artikel ini di baca

    Alhamdulillah,
    Aamiin

  36. Jazakumullah khoiron akhi atas share nya, ana dulu juga sempat khuruj 3 hari (2xjadi 6hari), karena ayah ana dulu juga JT.

    Waktu kuliah di solo ana terbuka dengan banyak manhaj, ana juga kaya antum, ikut liqo liqo karena di Univ ana wajib, ana juga punya temen HTI, salaf dll.

    Sebenernya ana smpat ngga suka dengan dakwah sunnah, karena dulu pas ikut khuruj ana dengar banyak keburukkan nya, tapi atas ijin Allah ana ikut program kelas bahada Arab dan tahsin, tapi ada pelajaran aqidah, fiqh dll.

    Lambat laun ana mulai kenal dakwah sunnah, ana bahkan baru paham penting banget belajar aqidah yg lurus, dll.

    Wallahi sekarang ana nyaman banget, karena ana memang suka sesuatu yg ada bukti nya, dan selama kajian sunnah, ana suka dengar Qolallahhu, WA Qolarasulullah, tidak hanya sebatas perasaan.

    Orang tua ana juga alhamdulillah perlahan lahan ana ksih hadits hadits yg shohih dan ana jelas kan mana yg bid’ah mana yg sunnah ?

    Alhamdulillah, nikmatnya mengikuti alquran dan sunnah menurut pemahaman para sahabat

  37. penggalan pengalaman pada awal tulisan ini seperti saya, keluarga dari kalangan NU, kemudian mengenal PK dan Muhammadiyah, kemudian mengikuti JT, dan akhirnya mengenal manhaj salaf ini, semoga Allah Ta’ala selalu mempermudah jalan ini, dan selalu memberikan Hidayah dan Taufik kepada saya

    Aamiin

  38. Alhamdulillah, terima kasih atas penjelasannya,

    Menurut saya anda tidak hanya menjelaskan beberapa dari penyimpangan mereka tetapi juga memberikan nasihat dan solusinya kepada mereka supaya mereka kembali kepada Sunnah yg sebenarnya.

    Syukron, Jazakallahu Khoiron

    Afwan, jazaakallaahu khairan

  39. Saya ingin mendaparkan pelajaran lbh dalam tentang Islam sesuai tuntunan rosul.

    Di kota mana anda tinggal?
    Biar saya kasih tahu tempat taklimnya,

    Jika ingin mengamalkan islam yang sesuai tuntunan Rasul, maka ikuti petunjuk rasul dalam berislam, seperti apa, silahkan baca di postingan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*