Dialog Tentang Bidah Hasanah.. LUCU Lho..

dialog lucuKONTRADIKTIF Dan Standar Ganda Pelaku Bidah Hasanah

(A) : “Bang, katanya, shalawatan yang abang lakukan ntu bid’ah”.

(B) : “Bid’ah gimana, masak orang demen ngucapan shalawat buat kanjeng Nabi dilarang. Justru dapet pahala”.

(A) : “Bukan masalah shalawatnya bang, katanya, cara abang yang ngumpulin penduduk tiap malem Jum’at buat shalawatan berjama’ah itu yang kagak ada contohnya dari kanjeng Nabi. Bid’ah pan itu namanya…”.

(B) : “Tong, itu namanya bid’ah hasanah. Bid’ah yang baek, karena maksudnya baek. Lagian, gak ada larangan”.

=====

Di lain kesempatan A dan B ketemu ngantri di depan toilet umum

(A) : “Allaahumma baarik lana fii maa razaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban-naar” (lalu A masuk toilet)”.

[setelah A keluar]

(B) : “Tong, doa yang ente baca itu doa mau makan, bukan buat masuk WC”.

(A) : Kemarin ane nemu ni doa di kertas bungkus kacang. Baca terjemahannya, kok bagus, mohon berkah dan dijauhkan dari neraka. Kata abang tempo hari, yang penting baik dan gak ada larangan ngucapinnya. Jadi ane pikir, kalau setiap ane masuk WC ngucapin ini doa, ane pasti dikasih pahala. Kalaupun bid’ah, ya bid’ah hasanah lah”.

(B) : “Bukan gitu tong. Tetep saja itu doa makan. Santri diniyyah aja tau kok. Dan memang gitu yang diajarin pak kiyai sama ane dan santri laennya. Kalau doa masuk toilet tu : Allaahumma a’uudzubika minal-khubutsi wal-khabaaits. Masing-masing doa itu ade tempatnya Tong, jangan bikin aturan sendiri seenaknya”

(A) : “Nah lho, gimana sih Bang ?? Abang sendiri yang kemaren bilang asalkan baek kagak apa-apa diamalkan, kalopun bid’ah ya itu bid’ah hasanah. Jadi ane pikir boleh-boleh saja ngasal doa, yang penting baek Bang.. Lagian kan kagak ada larangannya Bang”

(B) : Emm.. Engg..

[Taken and edited from Dony Arif Wibowo Wall post]

“”””””””””””””

Komentar admin :

Demikianlah yang namanya bid’ah (yang dianggap) hasanah : Penuh kontradiksi karena memang tak ada standart yang jelas, dan tak lebih dari sekedar opini menurut masing-masing orang. Baik menurut si A, belum tentu baik menurut si B, baik kata si B, belum tentu baik kata si C, demikian seterusnya. Setiap pelaku bid’ah hasanah pasti mengklaim bahwa amalannya adalah hasanah.

Lantas, apa fungsi Qur’an dan Sunnah kalo masing-masing orang bebas menganggap baik amalannya sendiri-sendiri ???

Kata Imam Syafi’I rahimahullaah :

“BARANGSIAPA YANG BER-ISTIHSAN (menganggap baik sebuah perbuatan yang tidak ada dasarnya dalam AL Qur’an dan Sunnah) maka sungguh dia telah (menandingi ALLAH dalam) membuat Syariat”

Renungkanlah apa yang dikatakan Ibnu Mas’ud radhiyallaahu anhu :

“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya”(HR. Ad Darimi , atsar Abdullah bin Mas’ud)

UstadzAris.com

Print Friendly, PDF & Email

16 Comments

  1. Waktu nabi al qur’an tidak ada harokat,jadi al qur’an sekarang bi’ah.ceramah pakai sound/di radio/ ditv itu gimana? Kumpulin duit dimajelis untuk buat gedung itu gmn jg?dll nya gmn? Bid’ah bukan?

    TErimakasih cah angon,.
    Kalau alquran tidak ada harakat hingga sekarang, dijamin anda mungkin tidak bisa baca alquran, lha wong sudah diharakatin saja banyak kaum muslimin yg tidak bisa baca alquran,
    Tentang pemberian harakat itu adalah sarana untuk mempermudah mempelajarinya, sebagaimana jaman dahulu juga tidak ada ilmu bahasa arab, seperti nahwu,shorof, atau ilmu tajwid, seperti ada istilah idzhar,ikhfa,iqlab,dll.. apakah semua itu bidah? tentu tidak,.
    Intinya, sarana yang bisa memudahkan kita mempelajari islam, itu bisa bernilai ibadah, bahkan misalkan jika bukan dengan sarana itu kita tidak bisa mempelajarinya, maka sarana itu bisa menjadi wajib,

    Dan jaman sahabat, ketika alquran tidak berharakat, tapi para sahabat bisa membacanya, ini adalah salah satu hebatnya para sahabat, pinternya para sahabat, maka sudah sepatutnya kita mengikuti pemahaman para sahabat, dan ini adalah perintah Allah,. bukan malah kita menyelisihi pemahaman para sahabat, apalagi mencelanya,.

    Perlu anda ketahui, bidah itu dalam hal urusan ibadah, urusan agama, bukan urusan dunia,.
    Jika urusan dunia, spt mic,speaker,mobil,pesawat,. apakah itu bidah? YA , itu BIDAH, tapi bidah secara bahasa, karena dijaman rasululullah itu belum ada,. dan masih banyak lagi yg bidah, contohnya : bakso, mie ayam,cilok,kupat tahu,mur,baud,internet,facebook,blog,hape,dll, silahkan baca postingannya disini

    Kumpulin duit buat tolong menolong utk kebaikan, apalagi utk bangun masjid,sarana penunjang ibadah, ini adalah kebaikan,. apalagi pengumpulannya di masjid, jadi yang hadir minimal adalah org2 yg baik, bukan ngumpulin di jalan-jalan dengan mengganggu kepentingan umum,yaitu kendaraan yang lewat, membelah jalan,. bahkan tak jarang setelah masjidnya jadi, maka sepi dari kegiatan ibadah,.

  2. masih banyak yang gak paham istilah bid’ah secara bahasa dan istilah. mereka menganggap urusan ibadah sama dengan urusan dunia jd mereka menganggap sesuatu yang baik ya ibadah. sebenarnya islam mudah tp gak dimudah2kan seenaknya, tinggal ngikuti aj. yang menurut perintah saja banyak yang belum dilakuin, kok malah bikin2 yang baru… aneh kan..?

    • Kalaupun paham ya tutup mata mas Nur, jangankan yang awam, yang bangga dengan titel akademik dan haji saja gak mau tahu, lah wong kyainya belum bicara sudah disanjung-sanjung, kalau kyai ini pinter, lucu, agamanya hebat. Yang dilihat tidak apa yang diucapkan, tapi siapa yang mengucapkan. Ibarat pelawak yang sudah dari pembawaannya lucu, belum melawak saja sudah pada tertawa.

    • yang nentuin bid’ah itu cuman urusan ibadah siapa? dari mana asalnya?
      kenapa klasifikasi bid’ah hasanah ga ada, tapi malah bikin klasifikasi sendiri (dunia/ibadah) ?

      Paham apa arti ibadah ?
      Paham lawan dari bid’ah ?
      Lawan dari bid’ah itu adalah sunnah,

      Sunnah itu dalam urusan ibadah atau bukan?
      Silahkan baca apa itu bid’ah, lihat di postingan ini

  3. silaturahmi idul fitri bidah ga?

    Jika mengkhususkan silaturahmi pada saat idul fitri saja, maka ini jelas bidah mas heru,. silaturahmi kok pelit sih, cuma setahun sekali,..

  4. Buat yang cinta kebid’ahan :

    Nih pengalaman saya
    Segala celotehanmu tak akan mengusik keteguhanku untuk berpegang pada tali agama Allah yang kalian sebut sebagai “Wahabi”.
    Alhamdulillahirrabil alamin, syukur ya Allah orang-orang yang berusaha mengikuti-Mu dan Sunnah Rasul-Mu disebut Wahabi..

    Alhamdulillah sekali lagi ya Allah ternyata para pelacur, mucikari, perampok, dukun, kyai dukun, bandar togel, pezina, penjudi yang mengaku Islam sangat-sangat malu dibilang Wahabi, mereka lebih nyaman di bilang Islam NU.

    alhamdulillah ya Allah, bukti dilapangan sudah jelas mana yang mengikuti-Mu dan Rasul-Mu, para ustadz NU istrinya kalau di rumah tidak berjilbab, menemui tamu juga tidak berjilbab karena jilbab katanya budaya Arab.

    Alhamdulillah ya Allah kami di bilang Wahabi karena waktu mendirikan Masjid tidak meminta-minta sumbangan dijalan-jalan, tidak mengecerkan kalender dari rumah ke rumah, tidak menjual stiker-stiker yang berisikan sholawat-sholawat yang tidak diajarkan Rasul-Mu.

    Alhamdulillah ya Allah kita disebut Wahabi ketika sholat berjamaah shafnya lurus dan rapat, sedangkan NU shafnya berantakan dan shaf bagian belakang sering cekikian.

    Ya Allah alhamdulillah saya menemukan blog yang mengupas tuntas fakta di lapangan tentang akidah NU yang katanya Ahlussunnah Waljamaah sebatas pengakuan saja, tapi amalannya menyelisihi Rasul-Mu,

    ======== link deleted ==============

    Mau berargumen miring model apapun pada wahabi, gak ngaruh dengan saya yang sudah muak dengan semua ritual NU, ternyata kita (dulu) cuman jadi tunggangan2 kyai-kyai rakus kehormatan, uang, kebesaran.

    Alhamdulillah dengan adanya blog2 macam ini seperti Salafytobat, Abu Salafy, NU Online yang banyak mendiskreditkan wahabi bikin saya penasaran, eh eh eh eh ternyata blog macam ini isinya cuman bualan, gak ada yang nyata, faktanya setelah cek dan ricek sendiri tidak sesangar yang dikabarkan blog macam ini. Blog ini sih lebih suka mengambil kabar dari Syi’ah dan Kafir dari pada dari Wahabi meski hadits seshahih apapun.

    Bye….bye…….NU. Terima kasih atas jasanya mengantarkanku pada paham Wahabi. Berjuanglah terus mendiskreditkan wahabi, biar pada penasaran nanti seperti saya malah kepencut dengan dakwah wahabi. Suwun, thank you, arigato…..

  5. Kalian tidak akan mendapatkan titik temunya, jika apa yang kalian bahas tidak secara sistematis dan etimologis. Hanya Allah yang tau apa yang kalian maksud dari pertanyaan dan jawaban kalian. Apapun wacana kalian, mustahil jika tidak untuk mendapatkan keuntungan pribadi. SOMBONG hanya untuk ALLAH SWT.

    Iya, tidak akan menemukan titik temu jika tidak menempatkan parameter kebenaran,

    Parameter kebenaran itu jika itu benar menurut Allah dan Rasulnya, maka jika sepakat akan hal tersebut maka akan menemukan titik temu

    Para pelaku amalan bid’ah itu sejatinya sedang merasa SOMBONG kepada Allah dan Rasulnya, dimana mereka melakukan amalan yang tidak ditetapkan Allah, tidak diajarkan oleh Rasulullah,

    Maka kelak amalan2 pelaku bid’ah itu tidak akan Allah terima, dan mereka kelak diusir dari telaga Rasulullah

  6. setahu saya percakapan antara si A dan si B itu bukan hal bid’ah tapi itu hal menempat sesuatu bukan pada tempatnya alias dzolim.

    Dan amalan bid’ah itu juga termasuk kedzaliman,

    Maka pelaku bid’ah akan disiksa karena kedzalimannya

    Dzalim itu adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya

  7. Klo menurut ana sih semua bid’ah itu baik contoh sholat d kuburan,baca Al-Qur’an d kuburan.sholat dan baca Al-Qur’anny baik TETAPI apakah itu BENAR ada tuntunanny baik dlm Al-Qur’an/hadist,sesuatu yg baik blm tentu benar tapi yg benar sdh pasti itu baik…….

    Yang benar itu pasti baik,
    Dan..
    Patokan kebenaran itu bukan menurut kita, tapi menurut Allah dan Rasulnya,
    Apakah Rasulullah mengajarkan shalat di kuburan? Jawabannya tidak..
    Apakah Rasulullahvmengajarkan baca alquran di kuburan? Jawabannya tidak..
    Maka shalat di kuburan, baca alquran di kuburan itu TIDAK BENAR dan TIDAK BAIK, itu perbuatan MUNGKAR, maka tinggalkan hal tersebut,
    Perbuatan tersebut tidak mendapatkan pahala,justru mendapatkan dosa, termasuk perbuatan BID’AH

  8. Al-Qur’an di mushafkan.bid’ah juga.
    Pondok Pesantren.Bid’ah juga.
    Sholat Masbuq dalam berjama’ah.Bid’ah juga.
    Santai aja bro.banyak elmu yg belum ente dapet.
    Belajar ngaji lagi.sana..!!

    Saya tambahkan deh,.

    Dakwah dengan bahasa indonesia itu adalah bidah juga,..karena Rasulullah TIDAK PERNAH bahkan TIDAK MENCONTOHKAN dakwah dengan bahasa indonesia,…

    Hayooo… bingung kan?

    Mas,.. bidah itu hanya dalam perkara agama saja,. bukan terhdap perkara dunia yang digunakan untuk ibadah,.. kecuali jika perkara dunia tersebut dilarang,..

    Biar anda paham tentang bidah, dan tidak salah dalam menyontohkan, silahkan baca ulasan ini

  9. Assalaamu’alaikum..
    Subhaanallooh.. ini sesama pengaku menyembah Allah dan pengikut Rasulullah SAW, ramenya… gak heran kalo sesama muslim tu gampang dipecah belah krn selalu yang dikedepankan perbedaannya..
    Sepengetahuanku melakukan BID’AH itu hal yang sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan,
    dan dalilnya jelas. Pengertiannya pun, BID’AH adalah jelas dan gamblang, mudah difahami.
    cuman, para muslim sekarang karena Rasulullaah SAW sudah tiada dan masing-masing ulama punya keyakinan masing-masing atas apa yang dilakukan itu termasuk BID’AH atau BUKAN BID’AH, maka para muslim yang pemaham agamanya kurang (baca Qur’an dan Hadits belum katam/selesai/masih sepotong-sepotong) merasa benar menyalahkan yang lainnya atas apa yang sebagian muslim lakukan di anggap benar dan sebagian muslim lakukan di anggap salah.
    Jadi, mohon saudara”ku sesama muslim berhenti menilai atas apa yang dilakukan muslim lainnya lakukan sepanjang tidak merugikan diri, sebagaimana imam” besar (misal Imam Syafii, Hambali, Maliki, dan Hanafi) telah lakukan.
    Kalaupun ingin menasehati terhadap hal yang menurut kita salah dan mesti di luruskan, mohon sampaikan secara santun dan islami, sepertihalnya yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, atau kepaksanya pakai dalil lakum diinukum waliyadiin.
    Kata “lucu” buat sebagian orang bagus banget, buat sebagian besar bisa bikin orang marah, atau bikin galau ky gw sekarang :).

    yang mas Bro sampaikan menukil kata Imam Syafi’I rahimahullaah, itu bagus :

    “BARANGSIAPA YANG BER-ISTIHSAN (menganggap baik sebuah perbuatan yang tidak ada dasarnya dalam AL Qur’an dan Sunnah) maka sungguh dia telah (menandingi ALLAH dalam) membuat Syariat”

    Bagus, karena mempertegas sabda Rasulullah SAW tentang BID’AH yang telah jelas dan tegas.

    yang pada komen juga bagus karena menyampaikan pandangan berdasarkan pengetahuan atau keingintahuannya..

    Perintah untuk Shollu ‘Ala Nabi, untuk kita berdzikrullah yang banyak juga jelas dan tegas.
    contoh untuk mendoakan sesama muslim siapapun dia juga telah jelas dan tegas, dicontohkan dg Rasulullah mendoakan si dulan atau si fulan.. dan salah satu syahnya khutbah jumah adalah berdoa.
    Jaminan bahwa kita disuruh berdoa dan akan dikabulkan Allah Ta’ala, pun, sudah jelas dan tegas (syarat dan ketentuan berlaku.. hehe)
    itu sedikit dari yang ada dasarnya dalam Alqur’an dan Sunnah.

    jadi mendingan Bros,
    Mari pererat ukhuwah kita dalam panji Islam. Kita semua Saudara (ini jarang dikedepankan krn lbh memilih debad dan cari perbedaan, mbok dishare ke mana-mana). ingat saat kaum Muhajirin dan Anshor bersatu dan saling membantu.
    Jangan hanya karena waktu, penempatan, pelaksanaan dari apa yang ada dalam “2 tali Allah” tersebut kita dihembuskan bujukan nafsu kita, bujukan jin atau bujukan orang-orang yang mau memecah belah kita.
    kita meningkatkan penghambaan dan berserah diri seutuhnya kepada Allah Ta’ala..
    kita perbanyak mengkaji dan mempelajari Alqur’an dan Hadits agar kita tahu, menjadi benar-benar tahu dan mendapat petunjukNya.
    “… Ihdinash-shiroothol mustaqiim…” senantiasa kita lafadkan dalam setiap rakaat kita, kan..

    Walloohu a’lam.
    Terima kasih kalau diperkenankan urun komen. Mohon maaf kalau ada yg kurang berkenan..
    Kalau ke senayan monggo pada mampir.. :*.

    Nah, salah satu contoh amalan bidah itu bela islam dengan demontrasi,
    Demontrasi bukan dari islam, haram hukumnya melakukan demo,
    Walaupun itu dilakukan oleh tokoh islam,habib,kyai, itu semua tidak merubah hukum haramnya demontrasi
    Silahkan baca di sini postingan tentang demo

  10. Bukanya doa mau makan “BISMILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM” dan doa mau makan yang “Allaahumma baarik lana fii maa razaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban-naar” ini termasuk BID’AH juga ???

    Betul, doa mau makan itu adalah bismillah, tanpa arrahmaanirrahiim, bkn Allaahumma baariklanaa…
    dan kontek dialog kan ada setelahnya,dia nemu kertas ada tulisan arabnya,jadi dia ngga paham itu doa apa,

  11. Hukum bekerja di instansi pemerintahan gimana?
    Kan pemerintahan kita saat ini menggunakan hukum selain hukum Allah?
    Jazakallah khair

    Boleh,..
    Banyak kok hukum islam yang diterapkan oleh pemerintah RI, bahkan hukum islam yang besar-besar TEGAK di indonesia,

    sudah saya ulas disini

  12. Doa masuk wc sudah ada.

    kenapa buat dao yg salah…artinya kamu menolak doa yg diajarkan dngn doa yg ngk nyambung…kalau ngajakin org kepda kebaikan itu juga ada dalilnya..WAHABLOON otaknya di selangkangan..haha

    Nah…
    Demikian pula para pelaku bid’ah,
    Amalan yang baik ( amalan yg diajarkan nabi ) itu sudah ada, kenapa malah beramal dengan amalan lain yg tidak diajarkan oleh nabi,..

    Semua yang membawa kepada kebaikan sudah Rasulullah ajarkan

    Amalan sebelum masuk WC saja tidak luput , sudah nabi ajarkan, lah koq malah melakukan amalan yang tidak nabi ajarkan ?

    Begitulah logika pelaku bid’ah..
    Terkecoh dengan ajakan iblis, makanya iblis lebih demen sama pelaku bid’ah daripada sama pelaku maksiat

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*